CINTA INI TAK BERSYARAT

CINTA INI TAK BERSYARAT
93.Kenand Arnold


__ADS_3

...🍁🍁Happy Reading🍁🍁...


Hai gaes..author ganti cover terbaru ya.


Kemarin siapa yang menebak Pria tampan licik itu Kenand?


Selamat Anda benar 🥳


Ambil hadiahnya di lemari kalian masing - masing ya😂


Sesosok pria tampan yang bernama lengkap Kenand Arnold itu sedang melihat rekaman cctv di gudang penyimpanan bisnis miliknya lewat smartphone terbarunya.


Dia memang jarang datang ke lokasi gudang tempat penyimpanan, dia selalu bermain rapi dan halus dalam menjalankan bisnis yang sudah dia geluti beberapa tahun itu.


Tutt..


Kenand menghubungi asistennya.


"Selamat malam tuan muda"


Jawab asisten Kenand.


"Ini sudah pagi kau tahu!"


Ucap Kenand dengan nada kasarnya.


"Maaf tuan muda"


"Apa nyenyak sekali tidurmu malam ini?"


"E..iya tuan muda"


"Apa kamu mau aku buat tidur nyenyak selamanya dan tidak bisa bangun lagi?"


Amarah Kenand makin memuncak.


"Ti.. tidak tuan muda, maafkan saya?"


"Lalu apa yang kamu lakukan malam ini?"


"Tidak ada tuan muda?"


"Jadi kenapa sampai ada penyusup datang dan membakar gudang kita kamu tidak tahu!"


Wajah Kenand sudah memerah menahan amarah mendengar suara asisten yang tidak tahu menahu kalau gudang milik Kenand terbakar.


"Apa? kenapa bisa tuan muda, apa yang terjadi?"


Tanya asisten itu terkejut bukan kepalang.


"Dasar asisten tidak berguna..! buat apa aku gaji kamu mahal - mahal tapi kerjamu nggak becus seperti ini? kamu mau aku pecat ha..?"


"Maaf tuan muda, tadi malam saya cek tidak ada masalah apapun tuan muda?"


Ucapnya ketakutan.


"Selidiki semuanya sekarang juga!"


Titah Kenand.


"Baik tuan muda, maafkan saya"


"Sekarang pesankan aku dulu tiket penerbangan pertama pagi ini ke negara kita"


Ucap Kenand marah.


"Siap Tuan muda"


Tut..tut.. panggilan terputus.


"Haiss.. sial, aku akan mencari tahu siapa pelakunya, aku akan membalas semuanya"


Kenand Arnold bersiap berangkat kembali ke negaranya, dia fikir pelakunya orang setempat, jadi dia sementara akan pindah ke sana untuk bersembunyi dan mengatur strategi pembalasan dari sana.


Sedangkan mobil Doni dan Joe sudah memasuki area pekarangan Villa mewah Tuan Mike.


Alexa yang tertidur di ruang tamu karena menunggu dua pria tampan kesayangannya itu langsung terbangun ketika mendengar suara deru mobil.


Ceklek..


Pintu sudah terbuka sebelum Doni mengetuk.


"Abangg..!"


Alexa langsung menghambur kepelukan Doni sambil berucap syukur, dari tadi Alexa mondar mandir menunggu kabar sampai kelelahan dan tertidur di sofa ruang tamu.


"Hei.. hei.. dasar gadis genit! berani - beraninya berpeluk - pelukan didepan pamannya sendiri!"


Joe mulai iri melihat kemesraan mereka berdua.

__ADS_1


"Aah.. uncle..!"


Alexa pun berpindah memeluk paman kesayangannya yang akhir - akhir ini punya penyakit bawel akut.


"Aku lega kalian berdua pulang dengan selamat, aku sangat mengkhawatirkan kalian, aku takut terjadi apa - apa dengan kalian berdua"


Ucap Alexa khawatir.


"Tenanglah.. uncle mu ini mana ada tandingannya!"


Ucap Joe mulai mengeluarkan naluri kesombongannya sambil membelai rambut Alexa dipelukannya.


"Hei.. sudah - sudah jangan lama - lama pelukannya, nanti ada setan lewat!"


Doni langsung melerai pelukan mereka berdua.


"Ciih.. kamu setannya!"


Ucap Joe kesal.


"Sudahlah.. ayo kita masuk, kalian pasti capek, aku akan membuatkan nasi goreng spesial buat kalian berdua?"


Ucap Alexa mengandeng lengan mereka berdua.


"Spesial pake telor apa pakai cinta yank?"


Ucap Doni menggoda.


"Haiss.. makan tuh cinta!"


Joe mulai kebakaran jenggot.


"Cih.. memang susah kalau berdekatan dengan jomblo sejati ini, semua serba salah!"


Doni mulai menunjukkan muka kesalnya.


"Apa seperti ini rasanya kalau punya dua pacar?"


Alexa malah tersenyum gembira.


"Enak aja, mana boleh punya dua, mau aku panggilin pak naib sekarang juga kah?"


Ucap Doni tidak terima miliknya dibagi - bagi.


"Hei anak muda, pak penghulu jam segini belum bangun kali!"


Sela Joe.


Doni tidak mau kalah.


"Emang kamu tahu, rumah pak penghulu disini?"


Suara Joe ikut meninggi.


"Stooopp..! kalian ini berisik sekali pagi - pagi..?"


Alexa menutup kedua telinganya.


"Dia yang mulai yank"


Doni mulai protes.


"Enak aja, kau yang duluan"


Joe tak mau kalah.


"Kau..!"


"Kau dulu uncle Joenes!"


"Diaaaaaaaaaaam..! pergi mandi ke kamar kalian masing - masing, buruan!"


Teriak Alexa dengan lantangnya.


"Haaah..?"


Mereka berdua terkejut dan serentak memandang Alexa.


Seperti kakak beradik yang sedang bertengkar dan dimarahin ibunya, mereka berdua terdiam dan masuk kamar mereka masing - masing.


Alexa hanya bisa geleng - geleng kepala melihatnya.


"Sudah pada tua, tapi kelakuan masih kayak bocah SD!"


Ucap Alexa sambil berjalan ke dapur membuatkan sarapan untuk dua pria yang tidak pernah akur itu.


Setelah pagi menjelang mereka bertiga duduk dihalaman belakang vila itu, sambil menikmati matahari terbit dengan secangkir teh hijau buatan Alexa.


"Terus apa rencana kita selanjutnya bang?"

__ADS_1


Tanya Alexa.


"Sepertinya kita pulang saja kembali ke negara kita, akan lebih aman kita disana, sebelum mereka menyelidiki semua."


"Apa kita bisa ketahuan? kaliankan menggunakan tutup muka semua?"


Tanya Alexa cemas.


"Mereka bukan orang biasa, walaupun kita melakukannya dengan rapi, tapi kita harus tetap waspada dengan semua kemungkinan yang terjadi."


Ucap Joe menimpali.


"Benar itu yank, aku sudah mengirimkan semua bukti video rekaman kita tadi ke anak buah ku yang ada disini, semoga polisi cepat mengusut semua dengan tuntas."


"Syukurlah kalau begitu."


Alexa sedikit lega.


"Tapi kita belum melumpuhkan Kenand, dia bisa saja menyelidiki kita, dan balas dendam dengan kita."


Ucap Joe sedikit cemas.


"Apa? jadi Kenand belum ditangkap?"


Tanya Alexa mulai ketakutan.


"Hmm.. dia tidak ada ditempat kejadian yank."


Doni pun sedikit khawatir mengenai itu.


"Aku.. aku takut bang"


Alexa merasa merinding dadakan.


"Tenanglah.. abang akan selalu bersamamu, lagian dirumahmu nanti penjagaan sangat ketat kan yank, kamu pasti aman, jadi kamu jangan risau ya?"


Ucap Doni sambil memegang kedua pipi Alexa yang mulus itu.


"Kalian harus tetap waspada, tapi aku harus segera pergi dari sini, aku harus bertemu klienku siang ini."


Ucap Joe pelan.


"Uncle langsung pulang ke Korea kah?"


Tanya Doni.


"Tidak.. aku masih disini, dua atau tiga hari lagi, aku buka cabang perusahaan disini, dan klienku siang ini akan datang."


Ucap Joe.


"Uncle.. mintalah penjagaan untuk mengantar uncle selama disini, aku takut mereka ada yang melihat kita."


Ucap Doni memberikan saran terbaik untuk keselamatan mereka.


"Apa kamu mengkhawatirkanku?"


Ucap Joe tersenyum mengejek.


"Siapa bilang, aku cuma kasian lihat uncle yang sudah mulai menua itu."


Ucap Doni berkilah.


"Enak saja, aku ini masih muda ya, masih tetap terlihat tampan asal kau tahu, dan satu lagi.. emm sepertinya umur kita tidak jauh beda, kalau begitu kau pun sudah menua sekarang, haha..!"


Ucap Joe tidak terima.


Umur Joe memang hanya selisih dua tahun lebih tua dari umur Doni.


"Haah.. astaga, bisa tidak sehari saja kalian tidak adu mulut? sakit telingaku ini mendengar ocehan kalian!"


"Uncle mu yang selalu memulainya yank?"


Doni membela diri.


"Sembarangan kalau ngomong ya!"


Joe langsung protes.


"Diaaam..! Kalian berdua sama saja..!"


Ucap Alexa masuk kedalam meninggalkan mereka yang masih perang mulut.


Memang mereka tidak pernah bisa akur, sudah seperti tikus dan kucing kalau berdekatan, walau begitu, kedua hati pria tampan itu semua baik dan senantiasa hangat.


Kalau menurut Author kalian berdua sama aja, Ketampanannya 🤣🤣


Jangan lupa, tinggalkan Like kalian ya😊


Apalagi yang berbaik hati memberikan VOTE, author doain lancar terus rejekinya, amin😊😊

__ADS_1


Terima kaaih atas semua dukungannya🙏🙏


__ADS_2