
...🌺🌺Happy Reading🌺🌺...
Matahari mulai meninggi, cuaca cerah ceria seperti suasana hati bening saat ini yang merasa plongg hatinya, setelah memutuskan hubunganya dengan Alan kemarin.
"Aaaaahhh.. aku pengen jalan-jalan hari ini, sudah lama aku nggak pergi ke mall"
ucap Bening.
"Saatnya Me timeee..!"
seru Bening penuh semangat.
Tring...tring...
Senyum ceria Bening terbit ketika dia melihat layar hapenya.
"Hallo.."
"Selamat pagi cintaku kasihku"
ucap Vian disebrang sana.
"Mulai deh alaynya".
"Ckkkk..Kenapa alay, itu ungkapan kasih sayang lah!"
umpat Vian.
"He eh lah yank, biar cepet!"
ujar Bening malas berdebat pagi ini.
"Apa rencanamu hari ini sayang?"
"Aaaahh... aku pengen pergi ke mall, ada sesuatu yang ingin aku beli..Apa kamu mau ikut?"
tanya Bening.
"Eemmm.. Aku ingin sekali menemanimu, tapi ada sedikit pekerjaan yang harus aku selesaikan hari ini"
sungut Vian.
"Its okey.. aku bisa bisa pergi sendiri kok"
jawab Bening.
"Ajaklah sahabatmu biar kamu nggak kesepian yank?"
"Eemmm...Sahabatku? cuma dia sahabat dekatku selama ini, tapi sekarang...?".
Bening tidak melanjutkan ucapanya, karena memang sedari dulu Dewi lah yang sering menemaninya kemanapun dia pergi.
"Ee..maaf sayang, bukan maksutku untuk mengingatkanmu dengan temanmu yang tidak tahu diri itu, lupakan! aku akan segera menyelesaikan pekerjaanku dan menemanimu!"
ucap Vian tak enak hati.
"Sudahlah.. aku tidak apa-apa, aku bisa sendiri kok!"
"Gini aja.. nanti malam aku jemput kamu, kita pergi makan malam okey?"
"Okey, selesaikan pekerjaanmu cepat!"
"Asiaap sayang..Love u"
"Love u more"
Bening jadi teringat akan persahabatannya dengan Dewi selama ini, dia tidak ingin persahabatannya berakhir hanya karna cowok, tapi untuk saat ini dia belum bisa menetralkan hatinya kalau bertemu dengan dewi, semua kisah cintanya dari A sampai Z dewi mengetahuinya.
Harusnya dia bisa jujur kepadanya, kenapa seakan mereka menyembunyikan sesuatu dari Bening.
"Heemm..Sudahlah, mending aku berangkat sekarang, semua sudah berlalu..Semangatt Bening lupakan semua!"
ucap Bening pada diri sendiri.
Sesampainya di mall, Bening mengunjungi salon langganannya.
"Haii mba Bening, lama nggak mampir kesini?"
sapa pelayan salon yang sudah hafal dengannya.
"Iya mbak, kemarin sibuk banyak kerjaan"
"Sendirian aja mba? biasa sama mbak Dewi?"
tanya tukang salon itu.
"Aah iya.. lagi pengen sendiri aja, aku mau krimbat ama rapiin rambut ya mbak".
Dewi lagi dewi lagi pikirnya.
"Siap mbak Bening"
Setelah seharian Bening jalan-jalan, shoping, makan dan ke salon, Bening akhirnya memutuskan untuk pulang.
Ketika masuk ke mobil, hpnya kembali berdering, senyum Bening selalu mengembang melihat nama Vian tertera dilayar ponselnya.
"Hallo sayang"
"Eemmm sayang..Udah pulang?"
"Belom,baru mau otw nih? kenapa?"
__ADS_1
tanya Bening.
"Kayaknya aku telat deh yank, penerbangan klienku delay, jadi sepertinya agak mundur?gimana dong?"
"Hemm..Kalau gitu, besok aja ketemunya nggak papa yank"
"Eenaaakkk aja, ya nggak bisalah, pokoknya nanti jadi, orang aku kangen pengen liat senyumanmu!"
ucap Vian.
"Hehe..kamu ini yank, kayak setahun nggak ketemu ajalah, baru juga sehari, kemaren juga ketemu!"
seru Bening.
"Kan udah aku bilang, sehari dah kayak setahun dah! kangeeenn!"
"Mulai deh kumat lebaynya"
"Emang kamu nggak kangen sama aku?"
"B ajah tuh..weeekkk"
ledek Bening tertawa.
"Keterlaluan kamu yank! jangan-jangan tadi kamu ketemu cowok ya di mall, terus bersenang-senang trus lupa udah sama aku!"
cecar Vian.
"Apa sih yank, nggak ada aku sendiri aja tadi"
"Bohong"
"Suerr tekewer-kewer yank"
"Hehe..Okey deh, meetingku udah mau dimulai nih, emm..atau kalau enggak biar cepet nanti kita ketemu di kafe XX aja gimana?"
"Okey nggak masalah, nanti aku berangkat sendiri aja"
"Nggak boleh, enak aja mau keluyuran sendiri!"
"Katanya ketemu disana? gimana sih?"
"Emang ketemu disana, tapi nanti aku akan menyuruh asistenku menjemputmu! tunggu aja dirumah!"
perintah Vian.
"Okey deh!"
Sebenarnya dia itu kerja apa? kok punya asisten segala pikirnya.
"Daa.. sayang, sampai ketemu dikafe yaa, love u".
ucap Vian.
Bening masih termenung memikirkan siap sebenarnya Vian ini, karena dia memang tak begitu mempedulikan latar belakang seseorang,asalkan dia merasa nyaman dia tak mempermasalahkan asal usul seseorang.
"Okey aja nihh"
ucap Vian masih belum menutup telponnya.
"Haaahhh terus apa lagi?"
Bening terkejut.
"Kamu bener-bener ya! jangan-jangan kamu tadi ketemu mantanmu ya!"
seru Vian dari sebrang sana.
"Mana ada yank,nggak percayaan banget sihh?"
"Awaass kalau ketauan bohong yaa! aku serett langsung ke KUA!"
ancam Vian.
"Hehehe... Serettt aku bangg.. Buruan bangggg!"
goda Bening.
"Hahahaha..Dasar awas nanti yaaa..!"
ucap Vian.
"Yaudah sono buruan kelarin pekerjaannya"
"Ciuuum dulu!"
pinta Vian.
"Ngak mau! weekkkkk!"
"Bener-bener yaa, tadi aku bilang love u juga kamu okey aja, kamu kenapa sih yankk!"
"Astagaaa..Jadi cuma karna aku lupa nggak bilang lovu u too dia tadi nggak jadi nutup teleponya."
Bening menepuk jidatnya.
"Haaaah...Ya ampun yank! jadi cuma karna itu?"
"Cuma, kamu bilangggg!"
suara Vian sudah meninggi.
__ADS_1
"I love u too, muaah..muaah..!"
Bening udah kesal mendengar ocehan kekasihnya yang dia rasa berlebihan kayak anak SMA yang lagi kasmaran ajah.
"Naahh gitu dong! good girl!"
senyum Vian mengembang.
Malam pun tiba, Bening sudah dijemput oleh seorang laki-laki berjas hitam dan kaca mata hitam.
"Mas..Boleh aku tanya sesuatu?"
"Silahkan nona"
jawab asisten Vian.
"Jangan panggil nona, sepertinya kita seumuran, panggil aja Bening"
"Maaf nona,saya tidak bisa"
tegas Doni.
Doni adalah tangan kanan Vian yang diutus ayahnya untuk membantu perkerjaan Vian selama ini.
"Kenapa? umur kita nggak jauh bedakan? berapa umurmu?"
tanya Bening kepo.
"Maaf nona,saya tetap tidak bisa!"
tegas Doni tanpa menjawab pertanyaan Bening,bisa mati aku kalau didengar pak bos sebut namanya ucap Doni dalam hati.
"Emm..Suka hatimulah mas, eeh sebenarnya seberapa sibuk sih pekerjaan bosmu itu? kenapa meeting mulu?"
tanya Bening penasaran.
"Tuan muda sedang menangani proyek besar nona, jadi dia sibuk akhir-akhir ini"
jelas Doni.
"Proyekk?"
tanya Bening.
"Betul nona!!"
"Dimana sih perusahaan bosmu itu?"
"Perusahaan yang mana nona?"
"Yaa perusahaan bosmu itu,alamatnya dimana?kan kapan-kapan kalau aku mampir tau alamatnya!"
ucap Bening menutupi rasa kepo nya.
"Maksud saya perusahaan yang disini atau dijakarta atau diluar negri nona?"
"Haaah..Seberapa banyak perusahaanya??"
tanya Bening penasaran.
"Nona bisa menanyakan langsung kepada tuan muda nanti!"
"Aku mau tau sekarang?"
"Untuk lebih jelasnya nona bisa tanya nanti"
"Diiihh..nyebelin kamu mah".
Resek banget ini asisten Vian pikirnya.
"Nona sudah sampai,silahkan turun,Tuan muda sudah memesan meja atas nama nona,silahkan tunggu didalam, sebentar lagi Tuan muda akan datang!"
jelas Doni panjang lebar.
"Hemm..makasih asisten kulkas?"
Bening masih merasa jengkel padanya.
"Apa nona?"
Doni pura-pura tidak mendengar.
"Aah..tidak, perutku kembung karena minum air dari kulkas"
"Apa perlu saya mencarikan obat untuk nona?"
"Nggak perlu, tiba-tiba langsung sembuh setelah tidak dekat denganmu lagi"
Ucap Bening santai tanpa merasa berdosa menyindir secara langsung dan segera turun dari mobil, lalu bergegas masuk ke kafe.
.
.
.
.
Tiada kata bosan untuk minta dukungan kalian gaes😘😘
Tinggalkan like,vite dan koment kalian🙏🙏
__ADS_1
Terima kasih🥰