
...🌸🌸 HAPPY READING 🌸🌸...
“Life presents many choices, the choices we make determine our future.”
( Hidup menyajikan banyak pilihan, pilihan yang kita buat akan menentukan masa depan kita )
Eveline masih duduk berdua dengan Joe sambil bercanda ria membahas hal - hal sepele yang membuat mereka tertawa.
" Kak.. bagaimana kalau kita ubah strategi kita?"
Ucap Alexa kepada Bening yang masih memperhatikan keakraban mereka berdua.
" Strategi apaan dong jadinya?"
Tanya Bening ikut bingung.
Alexa berbisik sesuatu kearah telinga Bening.
" Astaga? apa itu tidak berlebihan Lexa? bagaimana kalau keblabasan? bahaya tau? resikonya besar?"
Ucap Bening kurang setuju dengan ide Alexa.
" Trus gimana dong caranya? biar uncle tidak membuat orang salah paham dan berakhir sakit hati nantinya!"
Ucap Alexa bingung.
" Kita tunggu suamiku dan Doni pulang dulu, nanti kita tanya pendapat mereka."
Dari ambang pintu ternyata sudah ada dua pria tampan dan gagah menggunakan jas berwarna hitam berjalan ke arahnya.
" Sayang..? kangenn..!"
Ucap Vian langsung memeluk Bening dan menyambar bibir ranum miliknya.
" Hiiiss.. puasa yank! maen sosor aja deh!"
Bening mencubit pinggang Vian dengan gemas.
" Kemaren waktu pengajian ada yang tanya sama pak ustad, kalau puasa terus cium istrinya, batal kagak pak ustad?"
Vian mulai mengoceh mempraktekkan apa yang kemarin dia dengar.
" Trus pak ustad jawab apa?"
Tanya Bening penasaran.
" Istrinya siapa dulu? gituh.. hehe.."
Ucap Vian menirukan ucapan ustad itu.
" Kok gitu?"
Bening makin penasaran.
" Kalau istri orang ya batal, kalau istri sendiri mah kagak!"
Ucap Vian tersenyum jahil.
" Kok bisa sih? masak? yang bener?"
Bening masih ragu.
" Kata pak ustad nih ya yank, kalau mencium istri saat puasa itu, sama halnya dengan kamu berkumur - kumur pake air, tapi tidak kamu telan, jadi masih sah puasanya dong!"
Vian menaik turunkan alisnya sambil menggoda istrinya.
Prok.. prok.. prok..
Doni tiba - tiba bertepuk tangan dengan heboh.
" Luaar biasa tuan muda, sekarang banyak kemajuan! lain kali kalau berangkat kajian ajak saya dong tuan muda, banyak yang mau saya tanyakan berhubungan dengan itu!"
Ucap Doni kagum dengan Bosnya.
" Contohnya?"
Tany Vian heran.
" Kalau masih tunangan kalau berciuman batal kagak tuan muda?"
Tanya Doni ingin tahu.
" Diiihhh.. abang, kayak kagak ada pertanyaan lain aja deh? malu bang..!"
Ucap Alexa tersipu.
" Ckk.. abang penasaran yank, pengen tahu aja, soalnya abang sering kagak tahan kalau lihat bibir kamu yang basah!"
Bisik Doni ketelinga Alexa.
" Haaaiiisss... Anak kecil juga tahu Don, kalau belum nikah ya belum muhrim, belom halal, jadi tetap Dosa besar, paham..!"
Ucap Vian meledek.
" Apa tidak ada dispensasi dikit gitu? kalau dipipi aja gimana Tuan muda?"
__ADS_1
Doni masih belum puas.
" Diiih.. abang malu - malu in deh, ayok kita kedepan, ada yang mau aku bicarain ini.
Ucap Alexa langsung menarik lengan Doni dengan paksa.
Alexa malu sendiri mendengar ocehan Doni yang frontal tanpa saringan.
" Gile juga tuh Doni, si kulkas sudah mencair dan meleleh karena seorang Alexa? udah bucin akut dia sekarang!"
Ucap Bening sambil melihat kearah mereka.
" Ckk.. tutup matamu, jangan pandang yang tidak halal bagimu, ayok kita ke kamar!"
Ajak Vian langsung merangkul Bening dan mengajaknya ke kamar.
" Tapi yank.. ini masih siang, masak udah mau minta jatah lagi, tadi malam udah nambah kan? janjinya apa hayo?"
Bening sudah mulai sewot sendiri.
" Cieee.. istriku udah kena virus mesum nie ye? orang suruh milihin baju kok, bukan nerima yang nikmat - nikmat kok, haha.."
Ledek Vian yang disambut dengan pukulan didada bidangnya oleh istri termesumnya.
Diteras depan, Alexa mulai berbisik ditelinga Doni.
" Bang.. sebenarnya uncle Joe itu suka sama mbak Nay apa adikmu sih?"
Tanya Alexa sambil berbisik pelan.
" Haaahh? masak Eveline?"
Doni pun terkejut bukan kepalang.
" Jangan keras - keras bang, nanti kedengeran!"
Ucap Alexa.
" Bukannya yang keras itu yang nikmat?"
Ucap Doni tersenyum jahil.
" Diih.. abang ngomong apaan sih, jangan ngeres deh puasa - puasa gini!"
Umpat Alexa.
" Kamu itu yang pikirannya ngeres, orang abang mau bilang Eskrim, kalau keras kan lebih nikmat, coba eskrim cair mana enak aaaahh.."
Ledek Doni.
" Emang kenapa kamu nanya uncle Joe ama Eveline? jelas - jelas kita tahu kalau dari dulu uncle mu itu suka sama Nay kan? jadi mustahillah dia suka ama Eveline yang masih bocah itu? selera pamanmu kan yang sudah dewasa dalam segala hal."
Ucap Doni tidak percaya.
" Tapi coba lihatlah keakraban mereka yang tidak sewajarnya! tuh lihat mereka! masak iya cuma sebatas teman?"
Alexa menunjuk mereka yang masih asyik dengan obrolannya.
" Emmm.. iya juga ya? kemarin juga waktu mobil pamanmu bocor, aku nggak boleh jemput Eveline, mereka mau nunggu pagi aja, dan saat aku datang bawa ban serep, mereka berdua seperti tidak senang gitu malah, aneh kan yank?"
Doni mengingat kejadian kemarin malam.
" Jadi sebenarnya siapa yang uncle pilih? dan yang paling dia suka? kalau dibiarkan saja, salah satu dari mereka pasti ada yang terluka."
Ucap alexa sambil berfikir.
" Tapi masak iya Uncle Joe suka sama Eveline sih yank, umur mereka terpaut jauh lagi, dan juga Eveline kan ingin masuk pendidikan Polwan dulu, pasti mereka akan terpisah cukup lama."
Ucap Doni.
" Aku ada ide bang, walaupun sedikit gilak, tapi ini pasti bisa membuat kita mengetahui siapa yang paling diprioritaskan dihati Uncle Joe."
" Apaan coba?"
Tanya Doni antusias.
Alexa membisikkan sesuatu di teling Doni.
Dan Doni menyanggupi permintaan tunangannya, karena sebenarnya Doni juga penasaran dengan apa yang terjadi dengan mereka.
Terlihat Doni sedang menelpon seseorang, dan dari ambang pintu sudah ada sekertaris Nay yang berjalan mendekati mereka dengan membawa bingkisan cantik ditangannya.
" Eehh.. mbak Nay sudah dateng?"
Sapa Alexa langsung menyapa Nay.
" Hehe.. iya."
Jawab Nay tersenyum.
" Em.. mbak, aku boleh minta tolong nggak?"
Tanya Alexa agak ragu.
" Tentu, katakan saja?"
__ADS_1
" Boleh temankan aku beli sesuatu didepan? ada yang kurang buat hidangan buka puasa nanti."
Jelas Alexa.
" Okey.. ayok mbak temenin."
" Bentar ya mbak, aku panggil adek abang dulu."
Alexa berjalan mendekati Eveline dan Joe yang masih mengobrol dengan asyiknya tanpa memperdulikan sekitarnya.
" Eheeemmm.. pada ngobrol apa sih? seru banget kayaknya!"
Alexa langsung duduk ditengah - tengah mereka, tanpa merasa bersalah.
" Duduk sana kan bisa Le, kosong noh? kursi banyak ini, bikin sempit aja."
Ucap Joe kesal.
Fix.. uncle memang ada rasa dengan bocah satu ini, harusnya gue taruhan tadi ama abang, yakin deh menang banyak gue.
" Bodo amat..! uncle aja sonoh yang pindah, kenapa gue? orang gue mau ngobrol sama adekku? ya kan dek..?"
Ucap Alexa tersenyum jahil.
" Diih.. kenapa harus aku? siapa yang duluan duduk sini!"
Joe protes tidak terima.
Tuh kan? apa gue bilang?
" Ciiih.. eeh dek temani kakak keluar bentar yuk, kakak mau nambah beli cemilan buat takjil?"
Ajak Alexa.
" Kenapa nggak beli sendiri? manja amat, biasa juga kemana - mana sendiri?"
Joe protes kembali.
" Uncle ini kenapa protes muluk? Eveline yang aku ajak, bukan uncle?"
Umpat Alexa sebel.
" Udah.. udah.. ayo teh, kita berangkat!"
Ajak Eveline menengahi perdebatan mereka.
" Aku ikut deh kalau gitu!"
Joe ikut berdiri.
Yeeess.. perfect!
" Ngapain?"
Tanya Alexa pura - pura kesal, padahal ini yang diharapkan.
" Ya kan nanti bisa bantuin bawa."
Joe mencari alasan.
" Yawda yuk, berangkat keburu magrib nanti."
Ucap Eveline.
" Mbak Nay? ayok kita berangkat."
Ajak Alexa semangat.
" Nay juga ikut Le?"
Bisik Joe ditelinga Alexa dengan canggung.
" Iya.. banyak bawaan soalnya! ayok nggak papa, semakin banyak orang semakin bagus, buruan ayo kita berangkat!"
Alexa menggandeng lengan Joe, bisa gatot rencana kalau Joe nggak jadi ikut.
Saat mereka berempat hendak menyabrang jalan, tiba - tiba Alexa mencari alasan.
" Aaah.. aku lupa ngajak bang Doni, kalian pergi aja duluan, aku udah pesan kok, aku panggil abang bentar, soalnya dia yang harus bayar!"
Ucap Alexa yang diangguk i Nay sama Eveline, sedangkan Joe dia merasa seperti seorang cassanova yang berdiri ditengah - tengah kedua selirnya.
Saat lampu hijau menyala, mereka bertiga segera menyebrang jalan, tanpa mereka duga sebuah motor sport melaju dari arah kanan dengan kecepatan penuh.
Mereka bertiga semua terkejut dan berteriak melihatnya.
" Awaaaassss... Naaaayyy..!"
Teriak Joe histeris.
Ceeekkkiiiiiiiitttttttttttt.....!
Waduh? kenapa Nay?
Jangan lupa likeeeeeee kalian?
__ADS_1
Yang mau kasih VOTE, othor sayang kalian☺