CINTA INI TAK BERSYARAT

CINTA INI TAK BERSYARAT
29.Hampa


__ADS_3

...🌹🌹Happy Reading🌹🌹...


Ceklek..


Dilihatnya suasana rumahnya,sepi,seperti biasanya, ditengoknya ruang keluarga malah tidak ada umat sama sekali, kemudian dia berlari kekamarnya dan ternyata hasilnya.


Hampa..


"Terus dimana Bening berada? kenapa mobilnya ada didepan !"


ucapnya lirih.


Setelah selesai mandi Vian mencari asisten rumah tangganya dibelakang.


"Bi..? apa ada Bening tadi kemari?"


"Eh..Tuan, tidak ada yang bertamu hari ini tuan muda"


ucap art Vian.


"Trus yang bawa mobil didepan siapa?"


"Oh iya.. tadi mang Husen menitipkan kunci ini tuan, dan ada surat didalamnya"


ujar art itu memberikan kunci.


"Sekarang mang Husen dimana bi?"


"Sedang mengantar nyonya ke supermarket tuan"


"Tapi tadi apakah benar tidak ada wanita manapun yang bertamu? jadi siapa yang membawa mobil itu?"


"Tidak ada tuan, kalau mobil itu tadi yang bawa seorang laki-laki tuan, tapi dia datang menyerahkan kunci dan surat ini terus pamit tuan"


jelas bibi.


"Yawda makasih bi"


ucap Vian berlalu sambil membuka isi surat.


*To: Vian


Maaf aku tidak bisa menerima mobil ini, terimakasih.


* By: Bening


Vian berlari dan menyambar kunci mobilnya, dia melajukan kendaraanya dengan kecepatan maksimal.


"Ada apa dengan Bening, tadi pagi dia maaih baik-baik saja? apa aku melakukan kesalahan, kenapa dia tiba-tiba mengembalikan mobilnya!aaahhhh sialll...!"


Vian mengomel sepanjang jalan.


Setelah sampai dihalaman Bening, dia segera berlari dan mengetuk pintu.


"E..Ada nak Vian? silahkan masuk nak!"


ucap ibu Bening saat membukakan pintu.


"Tante maaf, apa Bening sudah pulang?"


tanya Vian to the point.


"Looh..Bening sudah berangkat nak!"


"Berangkat kemana tante?"


ucap Vian terkejut.


"Loh.. Apa dia nggak pamit padamu? aahhh...nak Vian, apa kalian sedang bertengkar?"


tanya ibu Bening mengingat curhatan Bening tadi sebelum berangkat.


"Tidak tante, saya nggak bertengkar dengan Bening? tadi pagi masih telpon biasa tante,tapi......."


Vian menghentikan omonganya dan mengingat sesuatu, jangan-jangan Bening tadi sudah datang dan melihat kejadian dikantor tadi pikirnya.


"Aaaahh...tante Bening pergi kemana?"


"Dia nggak bilang pergi kemana nak?"


"Haah... Kalau begitu saya pamit tante, permisi!"

__ADS_1


ucap Vian langsung berlari menaiki mobilnya.


"Aahh pasti ada yang salah ini, aku harus mengecek cctv dikantor"


ucapnya mempercepat laju mobilnya.


Sesampainya didepan loby, Vian berpapasan dengan Doni yang baru saja ingin pulang.


"Donn.. apa tadi pagi kamu tidak melihat Bening kemari?"


tanya Vian dengan keringat mengucur diseluruh wajahnya karena terus berlari daritadi.


"Tidak tuan? memangnya ada apa dengan nona bening?"


tanya Doni yang terheran-heran melihat penampilan bosnya.


"Cepat tunjukkan aku ruangan cctv seluruh gedung ini !"


perintahnya.


"Mari tuan!"


Vian sudah berada diruangan yang menampilkan banyak sisi ruang yang berada di monitor.


"Kamu perlihatkan cctv mulai pagi tadi!"


"Siaaap tuan"


Vian mengamati dengan seksama, dan ternyata dia melihat Bening berlari kencang keluar dengan tangan menutup mulutnya.


"Kau cek cctv didepan ruanganku !"


titah Vian dengan muka memerah.


"Baik tuan"


Dan....


Vian lemas, dia menghantukkan kepalanya kebahu kursi.


"Aaaahhh siaallllll.. dia melihatnya! dia pasti salah faham!"


ucap Vian kesal.


ucap Doni tak tega melihat bosnya.


Ditekanya tombol hpnya menghubungi Bening.


"Aaahh sialll.."


"Dia mematikan hpnya daritadi!"


rutuknya.


Doni hanya menghela nafas panjang,siapa yang tak terluka melihat pacarnya berciuman dengan mantannya pikirnya.


"Temani aku mencari Bening sekarang juga!"


"Baik tuan"


Disebuah bukit diperbatasan menoreh, Bening dan Alexa bersandar didepan mobilnya sambil menikmati Keindahan sunset dari atas gunung.


Bening dan Alexa berencana menyewa tenda untuk berkemah disalah satu tempat yang lagi fenomenal dicarinya di mbah gogle sewaktu berangkat tadi.


"Alexa...apa kamu pernah merasa dihianati oleh pacarmu sendiri?"


tanya Bening memecah kesunyian.


"Pernah kak, dan itu rasanya sakit sekali, sesak didada"


ucap Alexa mengingat kejadianya masa lampau.


"Aku nggak tahu lagi harus berbuat apa lexa,ini bahkan lebih perih dari sebelumnya, bahkan aku sudah mempersiapkan pernikahan yang terindah denganya !"


ucap Bening menitikkan air mata mengenang kisah cintanya.


"Kak..Jodoh, rejeki dan maut kita sudah digariskan, kita hanya mampu berusaha, selebihnya biar Tuhan yang mengaturnya"


jawab Alexa ikut prihatin, didalam perjalanan tadi bening sudah menceritakan semua pada Alexa.


"Tapi Lexa.. Kenapa aku yang terus menerus tersakiti Lexa, kenapa...!"

__ADS_1


"Sabar kak, Tuhan pasti sudah menyiapkan sesuatu yang indah untuk kakak, Alloh tidak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan hambanya"


ucap Alexa memeluk Bening dengan erat.


Alexa pun ikut menangis, dia sudah menganggap Bening seperti kakaknya sendiri.


Kemudian mereka melanjutkan perjalanannya menuju bukit dan menyewa tenda,banyak yang menginap disana, karena view dari atas sana sangat bagus, bisa melihat berbagai bukit, waduk dan lampu - lampu pemukiman penduduk.


"Aku nggak mau balik kerumah Lexa.. aku malas bertemu denganya!"


ucap Bening lirih.


"Kalau begitu kita tinggal disini aja kak!pemandanganya bagus banget nih, menenangkan!"


ucap Lexa semangat.


"Tapi kalau hujan basah Alexa ditenda gini?"


"Iya juga ya kak, takkan kita makan mie instan terus sepanjang hari, bisa kriting rambut kita kak? hahah..."


Mereka tertawa sejenak melupakan masalahnya.


"Mungkin kita harus cari villa aja Lexa, biar lebih nyaman!"


"Tapi kak.. sampai kapan kakak harus menghindar? apa kakak tidak mau mendengarkan penjelasanya dulu?"


"Penjelasan apalagi Alexa? aku melihat dengan mata kepalaku sendiri mereka bermesraan aaahhhhh... Siall!"


Bening mengingat kejadian tadi.


"Setidaknya kakak mendengar dulu penjelasanya, supaya kakak tidak akan menyesal nantinya!"


"Sakit Lexa.. Baru saja dia mengatakan rindu padaku, e.....saat aku datang....."


Bening sedih mengingatnya.


"Apa kakak sudah mengaktifkan hp kakak?"


"Belum".


Bening mengeleng.


"Diaktifkan pun disini mana ada sinyal ya kak, diatas bukit gini!"


"Kamu nggak tahu perasaanku saat ini Alexa rasanya, seperti diangkat kelangit dan dihempasskan ke bumi terjun bebas tak tau arah!!"


"Heemmm.. Aku pernah merasakanya kak,bahkan lebih pahit!"


ucap Alexa.


"Benarkah?"


"Suatu saat nanti kakak akan tau!!l"


"Hidupmu penuh teka-teki Alexa, rumittt !"


"Sudahlah kak, setidaknya untuk sementara ini kita melupakan sejenak, ntar jerawat kita numbuh gimana?"


"Hahaha...Iya kan, balas dendam terindah bukanya kita harus mempercantik wajah kita, tanpa terlihat menyedihkan didepanya !"


"Kakak..Benar!"


"Aaahh...Kita nikmati saja Alexa, besok kita cari tempat lain lagi, kita berkelana seminggu ini bagaimana?"


"Setujuu kak"


"Mari kita bersenang-senang!"


"Semangkaaa!"


"Mada ada disini jual semangka Alexa?"


"Semangka.. Semangat kakak!"


Hahahahaha...


Mereka tertawa melepaskan rasa sesak yang melanda, terkadang dalam hidup ada waktunya kita untuk bersenang-senang sedikit menikmati hidup yang tekadang terasa kejam.


apa yang akan terjadi selanjutnya..


Jangan lupa tinggalkan Like,vote dan koment kalaian gaes.

__ADS_1


Mohon dukungannya,Terimakasih🙏🙏


__ADS_2