
...🌺🌺Happy Reading🌺🌺...
Vian bergegas menelpon ayahnya untuk mengucapkan ribuan terima kasih,karena mempermudah jalan cintanya.
Tringgggg.....
"Assalamualaikum yahh"
Ucap Vian penuh semangat 45.
"Waalaikumsalam nak, ada apa? kenapa?"
Ucap Herlambang sambil tersenyum bahagia, dia sudah menduga, putranya akan segera menelfon, karena tadi Handoko sudah menceritakan semua secara mendetail.
"Ayah mau aku belikan apa? moge terbaru? atau mobil sport limited edition??"
ucap Vian penuh semangat.
"Hahahahha...Untuk apa? ayah bahkan bisa membeli itu semua masing-masing sepuluh biji."
Ucapnya sambil tertawa riang.
"Aahh yaa.. Aku lupa ayah seorang pengusaha ter... Sukses tahun ini."
ucap Vian sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Ayah cuma ingin kamu bahagia nak, ayah sudah tua, tak bisa selalu ada disampingmu nak, kamu telah dewasa, ayah cuma ngak mau kamu terluka lagi".
Ucap herlambang menundukkan kepalanya.
Dia sedih mengingat kisah cinta putranya pada masa lalu.
"Terima kasih ayah, selalu ada buat Vian, selalu membahagiakan Vian selama ini, Vian bangga punya orang tua sebaik ayah".
Tak terasa mengalir cairan bening disudut mata Vian, dia selalu bangga dengan Ayahnya yang luar biasa dan sangat patut untuk dicontoh, apapun itu demi kebahagiaan keluarganya, Herlambang selalu memberikan yang terbaik.
"Heermmm... kamu harus bisa menjadi contoh yang baik untuk calon istrimu nanti, bertanggung jawab, selalu menjaga dan menyayanginya sepenuh hati, jangan membuatnya sakit hati, ingat itu?"
Pesan Herlambang kepada putra kesayangannya.
"Pastii ayah, tapi... Ayah kok tau kalau aku akhir-akhir ini dekat dengan putri teman ayah?"
Vian masih penasaran, kenapa bisa kebetulan sekali kejadiannya.
"Ha.. ha.. Apa yang ayah tidak tau Vian! bahkan kamu bergerak kemanapun ayah dapat mengetahuinya!"
Ujar Herlambang sambil tersenyum riang.
"Ayah Vian memang jempolan lah.. hehe..Terimakasih ayah".
Vian tidak heran Ayahnya tau segalanya, karena memang anak buah ayahnya ada dimana-mana.
"Owh ya...Terus apa rencanamu setelah ini?"
tanya Herlambang penasaran.
Mereka memang selalu bercerita apapun masalahnya satu sama lain, tidak ada rahasia diantara anak bapak ini, saling terbuka dan saling mendukung segala sesuatu, walau bisnis mereka berbeda, ayah seorang juragan batik, Vian meneruskan bisnis kakeknya dibidang properti.
"Nanti malam Vian akan melamar Bening secara pribadi dulu dengan romantis dong yah.. Gimana?keren kan putra ayah?".
Ucap vian penuh percaya diri.
"Good boy, ternyata kamu selangkah lebih maju dari perkiraan ayah, lanjutkan, semoga semua berjalan dengan baik dan yang terpenting kalian bahagia, itu harapan terbesar ayah"
Ucap Herlambang.
__ADS_1
"Tentu dong yah, mohon doa restunya yah, semoga semua berjalan lancar? hehe.."
"Pasti nak, doa ayah selalu bersamamu putraku"
"Tambahin yah, putraku yang paling tampan gitu"
"Haaahh.. dasar! jelas tampanlah, ayahnya juga tampan kok"
"Oh yaa?"
"Kalau nggak percaya tanyalah mamamu, dia dulu selalu klepek-klepek melihat ayah"
Hahaha.. akhirnya mereka tertawa bersama, Herlambang merasa lega anaknya tidak terpuruk atas kejadian masalalunya, rencananya tidak sia-sia, ternyata putranya juga menyukai pilihannya.
Suasana di Kafe..
Hari ini panggung kafe ditata secantik mungkin, berjajar bunga mawar putih sepanjang panggung, dan dibagian belakang ada bunga mawar merah berbentuk hati dengan aksen lampu yang indah, hari ini Vian akan melamar Bening diatas panggung dan dihadapan para pengunjung kafe.
Dia sudah meminta ijin owner dari kafe tersebut setelah pulang dari rumah Bening, Vian memang membooking kafe itu malam ini, tetapi pengunjung tetap bebas masuk bahkan pesanan mereka gratis malam ini, Vian ingin menunjukkan kesemua orang kalau malam ini adalah hari bahagianya bersama Bening Ayu Handoko kekasih hatinya.
Tok..tok..tok...
Vian sudah sampai dirumah Bening dan segera mengetuk pintu rumah Bening, dia sudah tidak sabar ingin menemui perempuan yang sudah mengobrak abrik hatinya akhir-akhir ini.
"Ehhh... Nak Vian".
Ternyata yang membukakan pintu ayah Bening.
"Asalamualaikum om"
Vian tersenyum malu-malu.
"Bening ada om?"
"Waalaikumsalam nak.. ada dikamarnya, duduklah dulu, biar ibunya yang memanggil".
Tok..tok..tok..
"Ndok kamu dicariin temenmu itu"
Ucap mama Bening.
"Iya mi, aku udah siap"
Jawab Bening dengan tersenyum ceria, dia juga sangat menantikan malam ini.
"Waahh... Cantik sekali putri mami malam ini, cieeeee.. Mau kencan ya? eehhh tapi..Gimana dengan pacarmu itu nduk, bukanya kamu sudah punya pacar yaa?"
tanya ibu Bening penasaran.
"Aaaahh mami, kenapa nanyain dia! bikin mode aku ilang aja deh"
sungut Bening kesal mengingat kisah masa lalunya.
"Loh.. Mamikan cuma nanya, ngak baik lho mendua kan pacar?"
"Dihhh mami! bukan aku yang mendua, tapi dia yang dua in aku mi! iihh mami nyebelin deh"
Ucap Bening kesal.
"Haaduhh... Kasian sekali anak mami!!kamu punya utang cerita sama mami, sekarang kamu temu in calon mantu mami dulu, ntar kelamaan dia nunggu"
Ucap ibu bening sambil tersenyum, sebenarnya dia penasaran apa yang terjadi dengan hubungan putrinya, tapi nanti sajalah dia tanyakan pikirnya.
"Yawda.. Bening pergi dulu ya mi"
__ADS_1
Ucap Bening sambil mencium tangan maminya.
"Hati-hati yaa,jangan pulang malem-malem, ingat anak gadis lho"
Ucap mami mengingatkan.
"Siaappp bos..!"
Ucap Bening sambil hormat.
"Ciiieee.... Pip.. Pip.. Pip... Calon mantu.. Hahaha..."
Ibunya Bening berlalu sambil tertawa meledek putrinya yang terlihat bahagia malam ini.
"Dasar mami korban tik-tik, hihihi..."
Bening segera turun dan menemui pujaan hatinya yang sudah menunggu sambil mengobrol dengan Handoko dibawah, mereka segera pamit dan berangkat ke kafe.
Akhirnya mereka berdua sampai didepan kafe, Vian turun membukakan pintu mobil untuk Bening.
"Bening.. emmm... Boleh ngak aku tutup mata kamu?"
"Haahh... Kenapa mesti ditutup?"
"Hehe...namanya juga surprise, ya harus ditutup dong?"
"Kamu mah ada-ada aja deh".
Tapi tetap menurut ditutup matanya dengan kain yang telah Vian siapkan.
"Ayok kita jalan".
Vian menuntun Bening pelan-pelan kedepan pintu kafe.
Semua pengunjung kafe memandang,mereka sebelumnya memang sudah diberitahu oleh ownernya.
Terlihat kafe sudah ditata indah dan romantis,para pengunjung pun antusias menunggu aksi sepasang kekasih yang ingin mengikat hubunganya ke jenjang yang lebih serius, tidak lupa beberapa diantaranya mengabadikan moment-moment dan mengupload keuwuwan sepasang muda-mudi itu ke sosial media mereka masing-masing.
"Tunggu disini sebentar ya".
"Eehh.. kok ditinggal?"
"Cieee.. yang udah nggak mau ditinggal bentar aja?"
"Diiihh.. kamu mah gitu?"
"Bentar aja kok"
Vian langsung lari kedepan, duduk dikursi dan mengalungkan gitar listriknya, owner sudah menyiapkan segala sesuatunya dengan sempurna.
Semua lampu sementara dimatikan, hanya lilin-lilin kecil sepanjang jalan kepanggung kafe yang dinyalakan, dengan bertaburan bunga mawar disekelilingnya.
Jrenggggggggg....
Hayooo.. nungguin kagak?
.
.
.
.
Jangan Lupa dukungannya gars,klik Like,Vote dan koment kalian.
__ADS_1
Sentuhan jempol kalian autor tunggu ya..
Terimakasih😘😘