CINTA INI TAK BERSYARAT

CINTA INI TAK BERSYARAT
53.Sekuat batu karang.


__ADS_3

...🦚🦚 Happy Reading 🦚🦚...


Vian masuk kamar dengan membating pintunya, dia segera mandi dengan air dinginnya untuk menghilangkan asap yang mengepul diotaknya.


Dia jadi berpikiran apakah benar yang dikatakan wanita dikafe tadi.


Bening masuk kekamar dan dilihatnya baju berserakan, tapi orangnya tidak ada, dia cari kesudut ternyata ada suara gemercik air, mungkin dia sedang mandi pikirnya.


Bening duduk ditepi kasur dengan tatapan kosong, melamun tentang kejadian sebelum terjadinya tragedi tembakan, dia selalu bersenda gurau ditempat itu, tak terasa air mata mata Bening mengalir deras sambil mengelus kasur kingsize itu.


Ceklek..


Vian keluar menggunakan handuk kimononya, dan Bening segera mengambilkan baju tidur untuk suaminya.


"Sayang ini baju gantimu!"


ucap Bening lembut.


Braaakkk...


Ditepisnya baju ganti yang dibawa Bening hingga berserak mengenai kosmetik Bening dimeja rias.


"Sayang?"


ucap Bening terkejut.


"Nggak usah sok perhatian padaku!"


ucap Vian kasar.


"Sayang? aku memang selalu menyiapkannya untukmu?"


ucap Bening.


"Dan untuk semua pria yang kau incarkan?"


ucap Vian penuh emosi.


"Apa maksudmu sayang?"


tanya Bening heran.


"Nggak usah sok pura-pura baik didepanku, kenapa ngak akting aja didepan cowok yang dibawah tadi? apa dia juga sudah kau layani dengan baik?"


tuduh Vian.


"Sayang? dia itu dokter yang akan membantumu mengembalikan ingatanmu, dia itu kebetulan sahabatku saat masih SMA?"


jelas Bening.


"Haaahh..Sekarang rasa-rasanya aku sudah malas mengingat masalalu kelamku, apalagi tentang dirimu dan segala tingkah lakumu yang menjijikkan itu!"


ucap Vian sambil menggunakan baju tidur yang diambilnya sendiri.


"Sayang aku tidak pernah berkhianat darimu?maksudmu apa?"


tanya Bening yang sudah tidak tahan mengeluarkan air matanya.


"Apa kita bertemu pertama kali dihotel?"


tanya Vian.


"Iya..Kita bertemu pertama kali dihotelmu yang diBali? apa kamu mulai mengingatnya sayang?"


ucap Bening sedikit bersemangat.


"Ciiiihhh.. Jadi benar kata wanita itu, kamu adalah wanita jalang, gadis murahann!"


ucap Vian emosi.


"Sayangg...! kamu ngomong apa? wanita siapa?"


ucap Bening dengan deraian air mata.


"Heeehh.. Jangan pernah memanggilku sayang lagi!aku jijik mendengarnya"


ucap Vian sambil menyambar slimut dan bantalnya.


"Huuuuff..haaaah.."


Bening mengatur nafas dan dadanya yang terasa sesak sekali.


"Kamu mau kemana?"

__ADS_1


tanya Bening menahan Vian.


"Aku mau tidur diluar, aku nggak sudi tidur satu ranjang dengan wanita murahan sepertimu!"


ucap Vian marah.


"Tunggu.. kamu masih dalam masa pemulihan, kamu harus tidur dengan nyaman, biar aku saja yang tidur diluar!"


ucap Bening.


Bening segera mengambil selimut dan bantal dari tangan Vian dan segera berjalan ke luar kamar dengan hati yang hancur, remuk redam, dia tidak menyangka Vian bisa berkata-kata dengan kejam seperti itu, atas dasar apa dia mengatakanku wanita murahan


Aku tidak pernah sedikitpun berkhianat darinya pikir Bening.


Bening duduk disofa sambil menahan suara tangisannya, dia takut mertuanya mendengarkan suara tangisnya, hanya air mata yang mengalir dengan derasnya dan suara sesak nafas dari dadanya.


Bening membaringkan badannya disofa, sambil terus membayangkan omongan Vian yang tidak pernah benar adanya.


"Kenapa mas Vian ngomong seperti itu, kamu jahat mas, hatiku rasanya benar-benar sakit!"


ucap Bening lirih sambil meringkuk diatas sofa.


Masih dengan segala deraian air mata yang membasahi pipinya.


Saat ibu Vian ingin pergi kedapur untuk mengambil air minum, dia tak sengaja melihat seseorang tidur diatas sofa.


"Sayang..Bening? itu kamu nak?"


ucap ibu Vian terkejut.


"Mama?"


ucap Bening lirih.


"kamu ngapain tidur disini nak? apa kamu menunggu Vian? bukanya dia sudah pulang tadi kata simbok?"


ucap ibu Vian.


"Mama..hiks..hiks..hiks..."


isak Bening, dia menangis memeluk ibu mertuanya.


"Kenapa nak? ada apa?"


"Mas Vian ma, dia menuduh aku berkhianat, padahal aku sama sekali tidak pernah melakukan itu? mama tahu sendiri kan, setelah aku menikah, aku selalu bersama mas Vian, bahkan kejadian tembakan itu juga sehari selepas kepulangan dari Malaysia, dan saat mas Vian koma pun, aku tidak pernah meninggalkannya ma! hiks..hiks..."


ucap Bening mengeluarkan unek-uneknya.


"Astaga sayang..kamu yang sabar ya nak? kenapa Vian bisa bicara seperti itu?"


tanya ibu Vian heran.


"aku juga tidak tahu ma, tiba-tiba mas Vian menuduhku sebagai wanita murahan, dan diapun tadi marah aku ngobrol dengan dokter Alberto, padahal dia juga temanku saat SMA ma!"


ucap Bening menangis tersedu.


"Kenapa Vian seperti itu ya? apakah ada yang menghasutnya? tapi bukanya tadi dia dikantor bersama ayah?"


ucap ibu Vian heran.


"Aku..aku nggak kuat ma, dituduh mas Vian terus seperti itu!"


"Lalu kenapa kamu tidur disini?"


tanya ibu Vian heran.


"Mas Vian nggak mau tidur satu ranjang denganku lagi, hiks..hiks..."


"Ya ampun sayang, kamu harus kuat, kamu harus sabar ya nak, kami akan melakukan apapun untuk mengembalikan ingatan Vian!"


ucap ibu Bening.


"Hemmm...hoek..hoek..!"


Bening berlari menuju wastafel dapur.


"Kamu kenapa nak?"


uvap ibu Vian menyusul dan memijit leher menantunya.


"Mungkin aku masuk angin ma!"


ucap Bening.

__ADS_1


"Kamu pasti kurang tidur, yawda kamu tidur ya sayang, bertahanlah nak, saat Vian sembuh pasti dia akan berubah seperti Vian yang dulu.


Bening kembali beristirahat dan tidur disofa.


Saat pagi menjelang, Bening terbangun ingin menjalankan sholat subuhnya, setelah selesai dia bermaksud untuk membuat sarapan.


Tapi gejolak diperutnya terasa kuat, perutnya seperti di aduk-aduk.


Hoekkk..hoekkk...


Bening memuntahkan isi dalam perutnya,yang cuma air, karena tadi malam dia juga muntah, jadi perutnya belum terisi sedikitpun.


Ibu Vian yang mendengarnya segera berjalan cepat kedapur.


"Bening? kamu muntah lagi nak?"


tanya ibu Vian.


"Iya mah, sedikit pusing juga ma!"


ucap Bening agak sempoyongan.


"Kita harus ke dokter sayang, masuk anginmu ini sudah parah, mama akan membangunkan Vian untuk mengantarmu ke dokter!"


ucap ibu Vian berjalan menuju kamar Vian.


Ternyata Vian sudah memakai jas rapi dan bersiap ke kantor pagi-pagi.


"Sayang..Kamu mau kemana? tumben sepagi ini sudah rapi?"


tanya ibu Vian heran.


"Kekantor ma!"


ucap Vian singkat.


"Vian..Kamu antar dulu Bening kerumah sakit ya, dia muntah terus dari tadi malam, mungkin dia masuk angin tidur diluar!"


ucap ibu Vian.


"Dia kan sudah besar ma, bisa pergi sendiri, aku mau kekantor, ada urusan ini!"


ucap Vian cuek.


"Tapi kan nak, istrimu sedang sakit, badannya lemas lho!!"


ucap ibu Vian.


"Kan ada supir juga, aku sibuk ma!"


ucap Vian keras kepala.


"Vian..Kamu jangan keterlaluan pada istrimu, waktu kamu sakit koma sebulan, dia bahkan tidak pernah meninggalkanmu walau sebentar saja!"


ucap ibu Vian mengeras.


"Ma..Sudahlah, aku bisa pergi sendiri, mungkin mas Vian sibuk!"


sahut Bening yang daritadi mendengar percakapan ibu dan anak itu.


"Tuh..Dia bisa sendiri ma, aku pergi ya!"


ucap Vian ketus sambil keluar rumah dengan enjoynya.


"Viaaaannn, kamu benar-benar ya..."


ucap ibu Vian emosi.


"Ma.. Sudahlah biaran saja!"


ucap Bening menahan ibu Vian.


"Mama yang antar kamu kedokter, kamu bersiap ya nak?"


ucap ibu vian.


Dan akhirnya dua wanita itu pergi kerumah sakit diantarkan oleh sopir.


Masih berlanjut nggak nih kesedihan Bening?


Jangan lupa LIKE, VOTE, dan COMENT kalian ya gaes.


Terimakasih😘😘

__ADS_1


__ADS_2