
...💮Happy Reading💮...
🌺🌺🌺🌺🌺
Akhirnya Alexa dan uncle Joe sudah berada di bandara YIA Yogyakarta, mereka tengah bersiap menaiki pesawat.
"Uncle, abang udah masuk apa belum sih?"
"Mana ku tahu, memangnya aku bodyguardnya apa?"
Ucap Joe cuek sambil mengambil tempat duduk sesuai nomornya disamping kaca pesawat sesuai nomor tiketnya.
"Diih... uncle ini sensitif banget sekarang?"
Ucap Alexa ikut duduk sesuai nomornya juga.
"So?"
Joe menaikkan kedua alisnya.
"So..somay ikan pake bumbu kacang tambah cabai sekilo,aah.. mantap!"
Ucap Alexa geram melihat tingkah pamannya.
"Ciih..mules-mules deh tuh perut!"
Joe memasang tampang cueknya.
"Ehh..itu abang,ternyata baru masuk"
Alexa tersenyum ceria melihat kekasih hatinya muncul dari ambang pintu pesawat.
"Bodo amat"
Ucap Joe duduk bersandar sambil menyilangkan kaki panjangnya.
"Abang? ternyata abang baru naik sekarang?"
Tanya Alexa berdiri mendekati Doni.
"Iya.. tadi ada sedikit drama di rumah tuan muda, jadi aku agak terlambat, untung nggak telat"
Ucap Doni tersenyum sambil merapikan rambut Alexa yang sedikit berantakan terkena angin saat masuk pesawat.
"Oh ya? mereka memang cocok jadi pemeran drama, hehe.."
"Banget.."
"Abang duduk di kursi nomor berapa?"
Tanya Alexa.
"Emm..nomor 17, kayaknya didepan uncle mu itu deh?"
Ucap Doni mengamati nomor ditiketnya.
"Yaah.. penuh semua deh kursi deket abang?"
Ujar Alexa cemberut.
"Yawda nggak papa, sekarang kamu duduk aja"
"Padahal pengen duduk deket abang deh"
"Ya.. mau gimana lagi, masak mau diusir, lagian disamping abang itu ibu-ibu, ntar malah ngomel-ngomel berabe sayang"
Ucap Doni sedikit berbisik.
"Ckkk.."
Alexa berdecak sambil memikirkan sesuatu.
"Sudahlah..nggak papa sayang, duduklah"
"Aha? aku punya ide?"
Alexa mendekati pamannya.
"Uncle?"
"Hemm.."
"Uncle tampan banget deh hari ini?"
"Udah tau"
"Uncle baik hati kan?"
"Maksudmu?"
"Hehe..Uncle tukaran posisi duduk ya? uncle di depan situ, aku mau duduk deket abang Doni"
"O.. gahh!"
"Yahh.. uncle gitu banget deh"
"Uncle mau duduk deket jendela ini"
"Uncle ini katrok banget deh, kayak nggak pernah duduk dipesawat dekat jendela saja!"
__ADS_1
"Enggak per..dulii!"
Joe memasang tampang masa bodohnya.
"Uncle.. kita main tebak-tebakan yuk? kalau uncle kalah, uncle pindah kursi didepan, tapi kalau aku yang kalah, aku yang pindah didepan, gimana?"
"Hmm.. boleh! siapa takut?"
Joe tersenyum riang, tanpa ada rasa takut kalah sedikitpun.
"Ada seorang gadis kecil dibawah sebuah pohon rindang?"
Ucap Alexa segera melontarkan tebak-tebakannya.
"Lalu?"
Tanya Joe santai.
"Dia melihat seekor kura - kura mengambil sekotak makanan kesukaannya diatas pohon rindang tersebut?"
"Terus?"
Ucap Joe kembali.
"Dari bawah terlihat apanya?"
Ucap Alexa sambil tersenyum.
"Emm.."
Joe pura-pura berfikir keras.
Doni yang masih mematung disamping Alexa pun ikut berfikir tentang jawabannya.
"Hitung sampai tiga ya?" Kalau.."
Belum sempat Alexa menyelesaikan ucapannya, Joe sudah menyambar dengan cepat.
"Kelihatan bodoh nya lah, haha..mana mungkin kura - kura bisa manjat pohon, haha.. kamu lupa siapa uncle mu ini?hahaha.."
"Hiiiss..dasar uncle nyebelin"
Doni hanya bisa tersenyum sambil mengacak rambut kekasihnya yang terlihat menggemaskan itu.
"Sudahlah sayang, duduklah"
Ucap Doni menenangkan Alexa.
"Aku duduk didepan aja, malas duduk sama uncle Julid dan nyebelin itu, abang duduklah disini"
Ucap Alexa cemberut.
Joe tersenyum puas, sambil membaca majalah didepannya, dia jagonya kalau cuma jawab tebakan receh seperti itu.
"Tante..tante mau kemana?"
Ucap Alexa menyapa ibu - ibu disebelahnya.
"Ahh..panggil saja ibu, saya sudah punya cucu lho"
Jawab ibu itu sambil tersenyum tersipu.
"Tapi ibu masih kelihatan muda banget lho?"
Ucap Alexa tersenyum memikirkan ide jailnya.
"Benarkah? terimakasih lho? aah.. aku jadi malu"
Ibu itu sudah melambung ke angkasa menerima pujian dari Alexa.
"E.. ibu, bagaimana pendapat ibu tentang orang yang menyukai sesama jenis?"
"Haah? maksudmu?"
"Ibu lihat laki - laki yang duduk di kursi belakangku itu?"
"Iya.. kenapa? Dia tampan juga"
Ucap ibu itu mengamati Joe yang tengah asyik membaca majalah.
"Tapi apa ibu tau, dia itu homo, dan dia sedang mendekati pria disampingnya itu"
"Haah? benarkah?"
"Dia merebut kursiku tadi bu, dia memaksa, karena ingin mendekati laki - laki disampingnya itu"
"Waah..masak sih, padahal dia tampan sekali lho? sayang sekali dia seperti itu?"
"Kalau nggak percaya, ibu tanya aja langsung, dan suruh dia pindah disini, nasehatin dia bu, nggak baik kan seperti itu?"
"Iya juga ya, menyalahi kodrat kalau seperti itu, dosa"
Ucap ibu disebelahnya ikut nimbrung.
"Baiklah.. biar ku nasehati dia"
"Eh.. bu jangan lupa, suruh pindah kesini, kasian pria yang disampingnya itu"
"Tentu, apa kamu tidak keberatan pindah kebelakang?"
__ADS_1
"Tentu tidak bu, aku juga sangat menentang hubungan sesama jenis"
"Baiklah"
Ibu itu segera berdiri dan mendekat ke kursi belakang.
Yess.. Alexa di lawan, hahaha.. rasain uncle, mam - mam tu ibu jaman now, hahah..
"Heh kamu?"
Ucap Ibu itu menuding Joe.
"Haah? saya bu?"
Ucap Joe heran sambil menuding mukanya sendiri.
"Ya kamu lah..siapa lagi?"
"Kenapa? ada apa bu?"
Tanya Joe heran.
"Kamu masih muda, tampan lagi, kenapa harus menyukai sesama jenis?"
"Haah? maksud ibu apa? siapa yang suka sesama jenis?"
Doni pun ikut binggung dengan ocehan ibu itu.
"Kamu sengaja kan merebut kursi gadis itu hanya untuk menggoda pria disebelahmu itu? hei anak muda, sadarlah? nggak baik menyalahi kodrat Tuhan, dosa, bisa kena azab nanti baru tau!"
Ucap ibu itu panjang lebar.
"Haah? siapa yang bilang? aku normal bu? enak saja ibu ini, ini fitnah bu?"
Joe kesal sekali mendengarnya, mukanya sudah memerah menahan malu, banyak mata yang memandang ke arahnya.
Doni tersenyum menahan tawanya, dia tahu persis siapa pelaku pemfitnahan itu.
"Maaf? apa Tuan mau menggoda saya, apa Tuan menyukai saya?"
Tanya Doni mengikuti permainan Alexa.
"Haah..kau? nggak sudi aku !"
Joe berdiri sambil memelototi Doni.
"Kalau begitu, paman yang tampan, pindahlah kedepan, kasian abang itu, kayaknya dia sudah punya pacar deh, paman tampan cari mangsa yang lain saja ya?"
Ucap Alexa sambil tersenyum gila.
"Kau.. benar - benar ya? Awas kau nanti!"
Joe berdiri dengan amarah yang dipendam, dia segera berbicara pada seorang pramugari untuk menukarkan tiketnya, untung masih ada kursi kosong paling belakang.
"Safety fligt paman tampan, hahaha.."
Alexa segera pindah ke kursi belakang sesudah mengucapkan terima kasih pada ibu - ibu disampingnya.
"Sayang.. apa kita tidak keterlaluan pada unclemu?"
Tanya Doni saat memandang wajah kemenangan dari Alexa.
"Biarkan saja, suruh siapa jadi orang tua kagak mau ngalah ama yang muda"
Alexa tersenyum puas sambil bergelayut manja dilengan Doni.
"Kamu memang kelinci nakalku yang paling pintar"
Ucap Doni mengacak rambut Alexa.
"Cantik enggak?"
"Tentu dong, pacarnya siapa dulu?"
"Sayang enggak?"
"Pasti dong, sayang banget malah"
"Mana hadiahnya?"
"Hadiah?"
Alexa menaik turunkan kedua alisnya, dan Doni paham maksudnya.
Doni segera memberikan hadiah kecupan manis dikening kekasihnya yang super duper jahil itu.
Maafkan aku uncle Joe, lain kali jangan remehin keponakanmu ini, haha
Alexa tersenyum bahagia atas keberhasilannya hari ini.
Lihat saja nanti Alexa, kalian tunggu pembalasan dariku, pembalasan selalu akan lebih kejam.
(Joe si jones yang terdzolimi)
Yang sabar ya uncle Joe,nanti kita balas ya🤣🤣
Jangan lupa,tinggalkan jejak kalian ya gaes..
Klik Like,Vote,dan Komen kalian.
__ADS_1
Terima kasih🙏🙏