CINTA INI TAK BERSYARAT

CINTA INI TAK BERSYARAT
106. Hari pembalasan.


__ADS_3

...🍁🍁 HAPPY READING 🍁🍁...


πŸ•Š


Mobil Range Rover hitam telah berhenti di sebuah pelataran Villa diatas bukit yang jauh dari keramaian kota.


Seorang pemuda tampan menggunakan t-shirt berwarna hitam yang ketat, mengekspose ototnya yang kekar dengan celana jeans berwarna hitam dan tidak lupa kaca mata hitam bertengger di hidung mancungnya juga sebuah topi bertengger dikepalanya.


Siapa lagi kalau bukan babang tampan Doni kita..😁


" Dimana dia sekarang?"


Tanya Doni kepada salah seorang anak buah Vian.


" Ada di dalam tuan."


" Sudah kalian cek seluruh tubuhnya?"


" Sudah tuan, pelacak dan handphonenya sudah kita buang di sungai bawah sana."


" Good, sekarang waktunya kita bermain - main gaes.."


Doni tersenyum bahagia seperti mendapat mainan baru.


Terlihat wajah Kenand sudah babak belur, dan tangan serta kakinya diikat kuat, dia terduduk dilantai gudang Villa itu.


" Hei bro.. masih ingat denganku? "


Tanya Doni duduk di kursi depan Kenand.


" Ciihh.. emang kamu siapa, kenapa aku harus mengingatmu? "


Jawab Kenand santai.


" Aku adalah orang yang akan selalu kamu ingat setelah kejadian hari ini."


Doni tersenyum licik.


" Apa maumu? uang, jabatan, atau kekuasaan? katakan saja, jangan bermain - main denganku seperti ini! "


Tanya Kenand santai.


" Hahahaha.. haaah.. parameter kehidupanmu hanya setakat itu kah? kasihan sekali hidupmu! "


Doni melipat kakinya dan bersandar dikursi.


" Apa kau bisa bahagia kalau tidak punya harta?"


Kenand menaikkan satu oktaf suaranya.


" Rejeki kita sudah ada yang mengatur, sekeras apapun egomu untuk mendapatkan apa yang kau inginkan, tidak akan memuaskan nafsu sesaatmu! kamu hanya bisa lari ditempat, meratapi nasip malangmu itu."


Doni mulai emosi berbicara dengan pria didepannya.


" Apa masalahmu denganku?"


Kenand menegakkan punggungnya.


" Aku? aah tidak, mungkin lebih tepatnya kekasihku."


Ujar Doni.


" Siapa kekasihmu? "


Doni membuka topi dan kaca mata hitamnya, sedangkan Kenand menajamkan mata dan ingatannya.


" Kamu.."


Kenand memicingkan kedua matanya.


" Kekasih Alexa, yang sangat dia cintai."


Ucap Doni tersenyum miring.

__ADS_1


" Hahahahahhahaha...hahahahhahahahah..."


Kenand malah tertawa keras, suaranya menggema didalam ruangan bawah tanah itu.


" Diam..! atau ku patahkan rahangmu biar kau tidak bisa tertawa lagi."


Ucap Doni geram.


" Hahahaha.. Alexa? eherrmm... apa kau tahu, kenapa aku jadi seperti ini, ini semua karna wanita yang kau sebut sebagai kekasihmu itu."


" Apa maksudmu? "


Doni menajamkan mata dan telinganya.


" Harta, tahta dan kekayaan yang melimpah adalah syarat utama untuk mendapatkannya bukan?"


Kenand tersenyum getir mengingat kisah lampaunya.


" Kenapa kau bisa tahu? "


Doni mulai heran.


" Hahaha..apa kau lupa, siapa pria yang sangat dia cintai sebelum kamu? "


Buggghh..


Doni menendang kaki Kenand merasa tidak terima menjadi nomor dua.


" Hahahaha.. dulu dia sangat mencintaiku, sangat menyayangiku, bahkan tidak bisa sebentar saja jauh dariku."


Kenand mulai mengingat sosok wanita cantiknya itu dulu.


" Heiii.. apa kau mau mati sekarang juga! "


Bentak Doni.


" Itu kenyataannya, bahkan aku pun sama seperti dia, itu kenapa aku berjuang sangat keras untuk menjadi kaya raya, tapi sekarang apa yang aku dapat, hahaha...!"


Kenand tertawa tapi mengeluarkan air mata kesedihannya yang selama ini tersimpan dibalik kelakuan sombong dan angkuhnya.


Doni menjeda perkataannya.


" Alexa, dan lebih tepatnya karena pria tua yang dia sebut sebagai ayahnya itu."


" Apa? "


Doni terkejut bukan kepalang, tenyata Kenand juga mengalami hal yang sama seperti dirinya.


Sesi curhat antara mantan dan kekasih dimulai guys..πŸ˜…


" Asal kau tahu, aku menghalalkan segala cara untuk mendapatkan harta dan kekuasaan sampai aku harus dibenci dan dikucilkan dari keluargaku, merasa tersisih dan terbuang dari keluarga sendiri, apa kau tahu seperti apa rasanya? SAKIT..!"


Kenand meluapkan segala unek - uneknya.


" Tapi bukanya kamu suka bermain dengan wanita? dan bergonta - ganti pasangan setiap malam?"


Ucap Doni tersenyum miring.


" Itu hanya pelampiasanku saja, aku merasa tidak punya siapa - siapa disana, keluargaku bisa melihatku, tapi mereka tidak menggangapku ada, walaupun aku sekarang bergelimpangan dengan harta, tapi hidupku kacau dan hancur setelahnya."


" Sebagai lelaki harusnya kamu punya pendirian, kamu tidak harus menggunakan cara kotor dan licik untuk menjadi kaya, masih banyak cara lain, gunakan otakmu jangan hanya hatimu yang menjadi busuk karenanya."


Ucap Doni geram melihat kebodohannya.


" Ketika saat itu umurmu masih sangat labil, dan baru merasakan indahnya cinta, apa otakmu masih bisa berfikir secara cerdas kalau tertekan oleh keadaan?"


Kenand menyeringai.


" Jangan jadikan itu semua sebagai alasan kejahatan dan kriminal!"


Ujar Doni masih tetap dengan argumennya.


" Kalau menurutmu, setelah tiga hari tiga malam kamu diteror dan diancam, tidak boleh mendekat atau bermimpi sekalipun dengan belahan jiwamu, sebelum kamu kaya raya? apa kamu masih tetap dalam pendirianmu itu?"

__ADS_1


Ucap Kenand tersenyum getir.


" Maksudmu?"


" Tiga hari tiga malam setelah aku diperkenalkan dengan kedua orang tuanya, aku di ancam dan diteror habis - habisan karena tau aku bukan dari keluarga kaya raya dan punya jabatan juga kekuasaan, itu mengapa aku ikut dengan orang tuaku pergi ke luar negri."


" Sampai diteror?"


" Yaa.. itu mengapa aku nekad menghalalkan segala cara agar aku tidak dihina, diremehkan dan diinjak - injak oleh si tua bangka itu."


" Untung saja aku tidak sampai diteror, berati ayah Wilson masih lebih menyayangiku daripada kamu, haha..ayah.. oh ayah mertua.."


Doni pun tertawa getir mengingat wajah seram ayah Alexa, apakah nanti dia masih bisa menyebutnya sebagai ayah mertua?


" Ciihh.. setelah aku melakukan semua ini, dan ditinggalkan semua keluargaku, sekarang dia sudah punya kekasih baru, hahahaha.. haisss.. sialan!"


Kenand meratapi nasib buruknya.


Doni pun menjadi sedikit tidak enak hati, sedikit tapi yaa.. kejahatan tetaplah kejahatan, apapun sebabnya jangan sampai menjadikan itu semua sebagai alasan.


" Ckk.. haah.. Bandar narkoba, geng mafia kejam, menyuruh anak buah menganiaya seseorang, mungkin itu sudah cukup membuatmu sadar diri, bahkan setelah kamu menjadi kaya rayapun, kamu tidak mendapatkan apa yang kamu inginkan bukan? itu kenapa kamu harus tobat? karena Alloh lebih tahu apa yang kamu butuhkan daripada yang kamu inginkan! "


Ucap Doni panjang kali lebar.


" Haiiiss.. siall."


" Haah..padahal aku sudah mengisi penuh peluru dalam pistolku, sayang sekali, aku jadi kasihan pada nasibmu, apa aku boleh menggunakan satu peluru saja? mubazir nanti ya kan?"


Doni memutar kan pistol ditangannya.


" Haaiisshh.. setelah kau merebut kekasihku, apa kamu masih mau menyakitiku? haah.. dasar pria tidak berperasaan! "


Umpat Kenand kesal.


" Itu salahmu, kenapa kamu bodoh, hanya mengikuti nafsu gilamu itu?"


" Kau tau, saat itu aku benar - benar mencintai Alexa, dia gadis pertama yang membuatku jatuh cinta, dan membuatku tergila - gila akan sifatnya yang baik, perhatian, penyayang dan penyabar itu? "


Dooorrrr... dorrrrr...


Kenand memejamkan kedua matanya dan merasakan sesuatu, apa ada yang terluka?


" Haaaaiisss... diamlah! "


Doni melepaskan dua kali tembakan, tapi bukan ke arah Kenand, tapi ke arah kursi dibelakang Kenand.


Doni merasa tidak terima, gadis pujaan hatinya pernah menyayangi orang sampai segitu dalamnya.


" Sekali lagi kamu menyebut gadisku, aku sematkan seluruh peluruku yang masih tersisa ini dimulutmu itu."


Bugh.. bugh..bugh..


Doni menghantam wajah Kenand dari sektor kanan dan sektor kiri, dan satu tendangan keras diperut Kenand.


" Hari ini aku masih bisa membiarkanmu tetap hidup dengan tubuhmu yang masih utuh, tapi sekali lagi kamu mengusik Alexa, walau seujung kuku sekalipun, akan aku pastikan kamu tidak akan punya kuku lagi seumur hidupmu!"


" Haisssh.."


" Dan satu lagi, lupakan Alexa! dan bertaubatlah, biar kamu tahu, kalau Jodoh itu Tuhan yang mengatur, kalau dia bukan Jodohmu kamu bisa apa? hahaha.."


Doni berjalan keluar meninggalkan ruangan tempat penyekapan Kenand.


" Jaga dia jangan sampai lolos sampai polisi datang kemari."


Perintah Doni pada anak buahnya.


" Siap Tuan."


Bagaimanapun juga, kamu harus tetap mempertanggung jawabkan semua perbuatanmu, walau seperih apapun perjalanan kisah hidupmu, kejahatan bukan satu -satunya alasan untuk mendapatkan apa yang kamu inginkan.


Doni memasuki mobil sportnya dan meninggalkan villa mewah itu dengan perasaan yang tidak bisa dia lukiskan dengan kata - kata, akankah nasibnya lebih beruntung dari Kenand? atau lebih buruk dari Kenand?


Hanya author yang tahu🀣🀣

__ADS_1


Hayo jempolnya mana?


Atau author tamatkan disini saja ya kisah mereka?


__ADS_2