
...🦋🦋 Happy Reading 🦋🦋...
⚘⚘⚘
Akhirnya pagi ini, berita penangkapan Kenand sampai di telinga Wilson, kasus obat terlarang, dan segala bentuk kriminal lainnya semua terungkap, Kenand sekarang sedang merasakan dinginnya jeruji besi bawah tanah, untuk mempertanggung jawabkan segala perbuatannya.
Wilson sedang duduk diteras belakang sambil menikmati secangkir kopi hitam buatan Bety genit.
" Alexa.."
Ucap Wilson memanggil putrinya saat melintas dibelakang teras.
" Kenapa yah?"
" Kemarilah, ayah ingin bicara."
Alexa mendekat dan tetap duduk walaupun hati ingin menolak tapi kaki tetap saja melangkah.
" Apa lukamu sudah membaik? "
" Apa ayah peduli? "
" Haah.. kau ya? "
" Sudahlah yah, aku sedang malas berdebat dengan ayah pagi ini."
Alexa berdiri, hampir melangkah dan terhenti mendengar ucapan ayahnya.
" Apa kamu sudah mendengar berita tentang Kenand? "
" Apa ayah masih tetap akan menikahkan aku dengan narapidana itu? "
" Apa kamu menginginkannya?"
" Apa ayah pernah bertanya apa keinginan Alexa?"
" Haaah.. aku tidak perduli dengan keinginanmu, kalaupun Kenand di penjara, anak teman relasi ayah yang lebih mapan dan berkelas masih banyak."
" Apa aku ini benar anak ayah?"
" Kau ya..! lancang sekali ucapanmu!"
Emosi Wilson memuncak.
" Hmm.. jadi, semua terserah ayah, apapun keinginanku itu tidaklah penting bagi ayah, hanya saja kali ini, Alexa mohon, gunakan sedikit saja hati ayah jangan ego ayah."
Alexa berlalu meninggalkan ayahnya yang masih berfikir keras, anak relasi mana yang cocok untuk menjabat sebagai menantu keluarga Wilson.
" Maaf tuan besar, ada tamu yang mencari Anda?"
Ucap Bety mulai tampil.
" Aku tidak menerima tamu sepagi ini! "
Bentak Wilson.
" Maaf.. tapi kata nyonya dia seorang pengacara."
" Pengacara? siapa yang memanggil pengacara ke rumahku sepagi ini? "
Wilson bergegas pergi ke ruang tamu penasaran.
" Selamat pagi Tuan Wilson "
sapa pengacara itu.
" Pagi, siapa yang memanggilmu kemari sepagi ini?"
tanya Wilson heran.
" Maaf Tuan, saya hanya mau menyampaikan surat wasiat ini."
" Surat wasiat apa?"
" Surat wasiat peninggalan Kakek Wirajaya."
ucap pengacara itu tersenyum.
Wilson mulai membuka sampulnya dan mulai membaca setiap ketikan tulisan yang tertera.
" Apa - apaan ini..! wasiat macam apa seperti ini! siapa kau? jangan main - main denganku!"
Wilson berdiri dan menyobek kertas wasiat itu berkeping - keping.
" Maaf Tuan, saya hanya menyampaikan saja, disitu tertera waktu dan tempat yang harus saya kunjungi, jadi itu semua sudah kakek Wirajaya yang putuskan."
Pengacara itu sedikit ketakutan melihat amarah Wilson.
" Sialan.. apa maunya si Tua bangka itu, apa -apa an ini, aku yang menjalankan perusahaan itu, kenapa jadi pindah atas nama Mama Alexa semua!"
Wilson berkacak pinggang.
" Maaf Tuan, saya permisi, itu tadi hanya salinan saja, surat wasiat yang asli masih kami simpan."
Ucap pengacara itu, segera kabur sebelum singa mengamuk.
__ADS_1
" Apa..! haiiiss.. kurang ajar!"
Wilson berjalan mencari istrinya dengan amarah yang memuncak.
Ternyata Joe sudah berada ditempat untuk berjaga - jaga.
Joe, Alexa dan mama Alexa sedang duduk santai diruang tv sambil memakan cemilan dengan santainya.
" Mah..?"
teriak Wilson memekakkan telinga.
" Kenapa yah? apa pengacaranya sudah pulang? apa isi surat wasiatnya yah?"
Tanya mama Alexa pura - pura tidak tahu.
" Apa yang sedang kalian rencanakan?"
" Kalian? maksudnya gimana yah, bukannya tadi surat wasiat dari kakek? memang apa isinya?"
Mama Alexa lulus casting kali ini, perannya bisa dia mainkan sebagus mungkin.
Wilson berencana untuk diam dan tidak memberitahukan semua kepada istrinya, tapi sayang sekali, Joe si manusia jahil sudah stand by untuk melanjutkan drama pagi ini.
" Kak, saya sudah menerima email surat wasiat itu tadi pagi, makannya saya bergegas langsung kemari sepagi ini, apa benar atau tidak? ternyata pengacara itu benar -benar kemari."
" Kau.."
Wilson kembali kesal.
" Memang isinya apa Joe?"
Tanya mama Alexa sok penasaran.
" Pemindahan kepemilikan seluruh aset peninggalan kakek Wirajaya."
Ucap Joe mantap.
" Pemindahan?"
Tanya Alexa terkejut, dia benar - benar tidak tahu, Joe belum sempat memberitahunya.
" Iya.."
" Jadi pindah atas nama siapa?"
Tanya Alexa lagi.
" Atas nama mbak Nia."
" Apa? atas namaku? kenapa?"
" Aku pun tidak tahu mbak, aku hanya membaca saja."
" Tidak akan aku biarkan hasil kerja kerasku menjadi milik orang lain! apa - apaan semua ini!"
" Maksud ayah orang lain siapa? apa aku ini orang lain di mata ayah?"
Ucap mama Alexa berakting menangis, setelah beberapa detik lalu meneteskan obat mata untuk memperkeren aktingnya.
" Aku yang mengembangkan perusahaan itu, aku yang mati -matian kerja, kenapa jadi kamu yang memiliki semuanya? apa ini adil?"
Teriak Wilson mengeluarkan emosinya.
" Apa bedanya, hanya soal nama kepemilikan, ayah bisa menjalankan semuanya seperti biasanya, tidak akan ada yang berubah yah."
" Enak saja kamu bilang, aku yang bekerja, kamu yang memiliki dan menikmatinya."
" Jadi mau ayah gimana?"
" Kembalikan kepemilikan itu atas namaku!"
" Aku tidak punya wewenang yah, itu wasiat dari kakek kan?"
" Pokonya aku tidak sudi!"
Bentak Wilson.
" Kalau ayah takut, kita semua akan mengambil harta ayah? ambillah semua, nikmatilah semua yang ayah mau, kami akan pergi dari sini, ayo Joe, Alexa, cepat kemasi barang kalian!"
Ucap Mama Alexa tegas.
" Tapi mah?"
Alexa benar - benar terkejut, masih belum percaya dengan semua ini.
" Cepat kemasi barangmu, kita pergi dari sini, biarkan ayahmu menikmati hasil kerja kerasnya sendiri."
Wilson terduduk lemas dilantai, masih tidak percaya, kenapa ada surat wasiat semacam itu, dan sekarang keluarganya pun meninggalkannya sendiri di istana mewah dan megah itu.
Joe, Alexa dan Nia sudah menggeret kopernya masing - masing.
" Mah.. barang -barangku masih banyak yang tertinggal."
Ucap Alexa pelan.
__ADS_1
" Biarkan saja, ini tidak akan lama."
Bisik Nia pada putrinya.
" Maksudnya?"
Tanya Alexa semakin penasaran.
" Diamlah, nanti kamu akan tau semua!"
Ucap Joe menimpali.
Terlihat Wilson duduk disofa menopang kepalanya yang terasa berat.
" Kak..kami pergi dulu."
Ucap Joe tanpa menerima jawaban.
" Jaga kesehatanmu, jangan lupa makan."
Ucap mama Alexa ikut berpesan.
Nia dan Joe keluar dari rumah sambil tersenyum, sedangkan Alexa makin penasaran dibuatnya.
Saat menaiki taksi, ketawa Joe pecah.
" Hahaha.. seumur - umur baru kali ini aku melihat wajah kakak benar - ,benar gelap seperti mendung hitam."
" Hihi.. bagaimana akting mbak Joe? apa sudah lulus seleksi untuk main sinetron di tv ikan terbang?"
Senyum mama Alexa merekah.
" Wuaaah.. mbak sudah bisa mengambil peran istri yang tersakiti, haha.."
Joe kembali tertawa lepas.
" Kalian ini kenapa? maksudnya apa ini, kenapa kalian bahagia sekali melihat kesedihan ayah?"
Alexa mulai menginterogasi.
" Hehe..kita hanya akting sayang, surat wasiat itu hanya pura - pura, biar ayahmu tidak gila harta!"
ucap mama Alexa.
" Jadi tadi.."
Ucapan Alexa mengantung masih tidak percaya.
" Kamu harus tau berterima kasih pada unclemu yang tampan ini setelah sandiwara ini berakhir!"
Ucap Joe sombong.
" Wuaah.. kalian benar - benar pantas mendapat piala oscardo!"
Alexa bertepuk tangan.
" Emm.. sekarang ayah sedang apa ya? kangen?"
Mama Alexa menunduk lemas.
" Yaelah mbak..baru beberapa kilo ninggalin rumah, udah kangen aja!"
Ucap Joe tidak habis pikir.
" Walau bagaimanapun juga dia suami mbak, soulmate mbak!"
" Haiyaaah.. raja hutan pun disebut soulmate!"
Joe mulai jengah.
" Walaupun dia kamu bilang raja hutan pun, dia pernah mencintai mbak dengan tulus dan bersikap manis dan juga menggemaskan!"
Mama Alexa mengingat masa mudanya dulu.
" Apa mama mau balik lagi?"
" Mau.."
" Apaaa..?"
Joe dan Alexa serentak terkejut.
" Haiiis.. tapi tidak sekarang, nanti aku video call saja sama Bety, ayah sedang apa?"
Ucap mama Alexa santai.
" Sekarang aku mulai menyadari bahwa CINTA itu memang gila."
Ucap Joe menyandarkan kepalanya di jok mobil.
" Asal jangan uncle saja yang gila, opssh.. uncle kan Jones, mana tahu ya kan? hahaha.."
Pletaakkk
Kening Alexa jadi sasaran tangan Joe yang gatal.
__ADS_1
Owh uncle.. tunggu giliranmu😘
Hayooo..jempoll mana jempollnya dongg..!