CINTA INI TAK BERSYARAT

CINTA INI TAK BERSYARAT
159. Bonchap: Malam seribu bintang


__ADS_3

...Happy Reading...


..."Bukan kebahagiaan yang menjadikan kita bersyukur, tapi bersyukurlah yang membuat kita bahagia. Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat, Itu akan mengajarkan pelajaran yang berharga. Orang yang bersyukur selalu menghiasi wajah mereka dengan senyuman."...


Malam ini badan Doni terasa remuk, tulang-tulang ditubuhnya serasa membelah diri, kurang istirahat menjadi salah satu pemicu utama, apa yang Doni rasakan sampai detik ini.


" Yank.. aku pulang!"


Doni berjalan menunduk seperti orang mabuk saat memasuki kamar mereka berdua.


" Abang udah pulang? eeh.. gimana keadaan kak Bening? bayinya cewek apa cowok bang? mirip ama siapa dia?"


Alexa datang dengan puluhan deretan pertanyaan yang siap meluncur di bibir mungilnya.


" Cowok..! semua lancar, tapi Abang yang tidak baik-baik saja!"


Ucap Doni tiduran masih dengan stelan jas yang sama.


" Benarkah? apa yang terjadi?"


Tanya Alexa langsung mendekati tubuh suaminya sambil membantu membuka jas dan kemeja yang acak-acakan.


" Mereka yang punya anak, aku yang teraniaya, salahku apa coba yank? mereka enak-enakan tidur diranjang, aku megangin empeng anaknya biar kagak rewel."


Doni memeluk pinggang Alexa sambil mengungsel-ungselkan kepalanya ke area perut, sedangkan Alexa tersenyum geli membayangkan wajah kusut suaminya saat itu.


" Ya nggak papa dong bang, itung-itung belajar jagain anak juga kan, jadi besok nggak kaget gituh!"


Ucap Alexa tersenyum sambil membelai rambut hitam suaminya.


" Ahaaaaaa...!"


Semangat Doni tiba-tiba membara, matanya berbinar, hilang semua lelah,letih dan lesu yang sempat dia rasakan, berganti dengan senyum yang penuh arti.


" Astagaaa.. ada apa bang? bikin kaget saja deh!"


Alexa terkejut sendiri.


" Uncle mana?"


Tanya Doni mulai mengatur strategi.


" Entah.. kayaknya kagak pulang deh, mungkin uncle pulang ke apartementnya."


Ucap Alexa tanpa menaruh curiga sama sekali.


" Yeeesssss... akhirnyaaa!"


Doni berdiri memeluk Alexa, mengangkat dan memutarkan tubuh istrinya karena kegirangan.


" Abanggg... awas jatoh bang... ya ampun bang...!"


Alexa tertawa juga terkejut, dia memeluk erat leher suaminya.


" Temenin abang mandi yuk!"


Doni mengedipkan sebelah matanya, membuat Alexa gemas dengan tingkah genitnya.


" Aku udah mandi bang, eeh------"


Doni sudah membopong Alexa ke dalam kamar mandi, dan menarik piyama tali milik istrinya dan membaringkan dibathup yang luas itu tanpa persetujuan istrinya.


Sorot mata mereka saling bertemu, senyum keduanya tidak pernah pudar, saat Doni melepas semua pakaiannya dan ikut masuk kedalam bathup yang dipenuhi busa sabun aromatherapy yang menyejukkan hati.


" Yank.. kamu udah siap kan?"


Bisik Doni ditelinga Alexa dengan meninggalkan gigitan kecil yang membuat bulu kuduk Alexa meremang.


" Lahir batin bang, hehe..."


Doni langsung menyambar bibir mungil Alexa, mereka saling tabrak-tabrakan bibir sampai si Burung peliharaan Doni yang dia jaga mati-matian sampai saat ini, sudah memberontak ingin berada ditempat yang anget-anget.


Karena keinginannya sudah mencapai diubun-ubun, Doni tidak menunda-nunda kesempatan emas ini, pemanasan kali ini dia sudahi, segera dia mengendong Alexa keluar kamar mandi tanpa menghentikan aktifitasnya.


" Bang.. matikan dulu lampunya!"


Pinta Alexa.


" Kenapa harus dimatikan? biar saja lampunya hidup, biar anak buahku tidak kesasar sayang, kasian dia sudah menunggu sejak lama."


Ucap Doni memasang wajah melow dan berhasil mendapat cubitan gemas di kedua pipinya.


" Ngomong apa sih bang, matiin kagak? aku malu bang.."


Alexa menarik selimut tebalnya dan menutupi seluruh tubuhnya.

__ADS_1


" Ciiih.. ngapain mesti malu, seluruh tubuhmu sudah ada cap Halalnya buat abang, mulai malam ini, kamu akan olahraga terus tiap malam, jadi biasakan ya sayang?"


Goda Doni dengan senyum mesumnya.


" Aku udah langsing bang, ngapain mesti olahraga tiap malam?"


Alexa yang bentuk badannya proporsional merasa tidak terima.


" Kalau olahraga dengan abang bukan bikin langsing, mungkin malah bikin jadi gendut, hehe.."


Doni sudah merangkak naik ke atas tubuh Alexa.


" Diiihh.. kok bisa?"


Alexa masih terasa canggung dan kaku atas perlakuan suaminya yang mulai menguasai dua bukit barisan miliknya.


" Bisalah.. tapi jangan panik, olahraga dengan abang walau tidak bikin langsing tapi dijamin bikin kamu ketagihan tiap malam, hehe.."


Doni sudah melorot ke area hutan lindung, dan mulai bermain-main disana.


Alexa yang merasakan sensasi yang berbeda mulai mengeluarkan suara-suara parau yang membuat Doni makin semangat dibawah sana.


Alexa segera mematikan lampu kamarnya, dan menyisakan lampu kecil disudut ruangan, sedangkan Doni masih asyik melakukannya aktifitasnya dibawah selimut tebal dan hangat itu.


Tiba-tiba...


Ceklek..


Pintu kamar Alexa terbuka, kepala mama Alexa menyembul kedalam.


" Alexa.. apa kamu sudah tidur nak?"


Ucap Mama Alexa perlahan.


" Allohuakbar.."


Teriak Alexa terkejut bukan kepalang, dia lupa belom mengunci pintunya.


" Kenapa? ada apa nak?"


Mamah Alexa makin berjalan mendekat, dan Alexa segera menarik selimutnya sampai ke dagu.


" Aah.. a.. a.. aku hanya terkejut ma, aku capek ma, kita ngobrol besok saja ya mah?"


Alexa menekan kedalam kepala Doni, agar tidak terlihat menyembul ke atas dan malah membuat satu des*h*n terlepas dari bibirnya.


Mamah Alexa sebenarnya hanya ingin memastikan seluruh keluarganya dalam keadaan aman saja.


" Aah.. sepertinya tidak mah, mungkin dia menginap di apartementnya, emm.."


Yang didalam selimut bukannya berhenti, malah makin menggila.


" Yasudah.. kamu istirahat ya, mama keluar dulu!"


Mama Alexa balik kanan menutup pintu.


Alexa menghela nafas panjangnya, merasa sedikit lega karena tidak ketahuan kalau sedang enak-enak didalam.


Baru saja dia ingin bangkit dan mengunci pintu, tiba-tiba pintu kembali terbuka.


" Astaga mama.."


Alexa kembali menutupi tubuh polosnya dengan selimut, dan si Doni mengigit bibir bawah sambil menahan nafasnya, karena kepalanya terhimpit diantara dua kaki Alexa yang menjepit.


" Kalau suamimu? apa belom pulang juga?"


Tanya Mama Alexa mengingatnya.


" Aah.. belom ma, mungkin sebentar lagi, hehe.. mama istirahat aja udah malam, biar nanti aku yang kunci pintu kalau abang udah pulang, hehe.."


Detak jantung Alexa benar-benar tidak beraturan kali ini.


Mana ada ceritanya ke Gep sedang enak-enak sama mama sendiri ya kan?


" Okey kalau begitu, itu kakimu kenapa gerak-gerak terus?"


Tanya Mama Alexa memperhatikan bagian ujung selimut Alexa yang terus bergerak sedari tadi.


" E.. ini anu mah, bantal guling hehe.. kakiku kecapekkan mah, jadi aku taruh bantal guling dibawahnya, hehe.."


Alexa makin gemetar saat mamanya mulai mendekat.


" Mau mama pijitin kagak? biar cepet sembuh.. mama hidupin ya lampunya?"


" JANGAAN..!"

__ADS_1


Teriak Alexa menjerit.


" Haah? kenapa? biasanya kamu kegirangan kalau mama pijitin, bahkan minta nambah?"


Mama Alexa mematung ditempat karena keheranan.


" Ini sudah baik-baik saja mah, Alexa cuma butuh istirahat saja, tidurlah ma.. ini sudah malam!"


Kepala Alexa sudah hampir pecah memikirkan cara lain agar mamanya cepat keluar dari sana.


" Yasudah.. good night sayang!"


" Goodnight ma!"


Alexa segera mendorong kepala Doni kebawah dan langsung meloncat turun untuk mengunci pintunya.


" Yaaaankkk.. sakit!"


Umpat Doni memegang kepalanya.


" Aduuhh.. maaf bang, aku tidak sengaja, habis aku panik banget bang, takut mama masuk lagi!"


Bisik Alexa sambil mengusap kepala Doni perlahan.


" Yawda.. kita kebuuttt saja malam ini, langsung gass aja, daripada ada gangguan susulan lagi, besok kita slowmotion kalau pas lagi bulan madu okey?"


Doni langsung mengangkat tubuh Alexa dan menghempaskannya dikasur empuk dan langsung mulai menerkam.


Tanpa Ba Bi Bu.. anak buah satu-satunya kesayangan Doni sudah berada dipintu goa yang sangat dia idam-idamkan selama ini.


" Sayang.. are you ready?"


Bisik Doni lembut.


" Hemm.."


Sawah milik Alexa sudah sangat siap menerima pijakan traktor yang sudah berlabel halal.


" Tahan ya sayang.. jangan teriak kenceng-kenceng, nanti mama sama ayahmu bisa-bisa lari kesini!"


" Hu um.. lanjut, buruan bang!"


Alexa malah jadi yang tidak sabaran saat sudah merasakan on fire, sedangkan Doni melebarkan senyumannya saat mendengar ucapan istrinya.


" Hmpphh.."


Alexa mengatupkan bibir dan memejamkan matanya, saat rasa perih tiba-tiba menyerang bagian intinya, dia mencengkeram kuat sprei tebal miliknya, mencoba tidak teriak apalagi mendes*h.


Doni segera mengatur ritme jalannya pacuan traktor, untuk membajak sawah milik istrinya, mereka saling beradu menyalurkan hasrat yang sudah tertunda selama sepekan dari hari pernikahannya, keringat bercucuran, tidak ada lagi rasa sakit yang Alexa rasakan, yang ada hanya rasa nikmat yang tidak tertandingi.


Disaat-saat terakhir menuju puncak, terdengar suara bunyi knop pintu kamar mereka, mereka berhenti sejenak, saling pandang dan saling berbisik.


" Sssttt... kamu udah menguncinya kan tadi yank?"


Bisik Doni perlahan sambil meletakkan telunjuknya dibibir Alexa.


" U.. udah kok."


Alexa mengatur nafasnya yang masih tersengal.


" Nak.. Alexa? kamu sudah tidur?"


Teriak mamah Alexa terheran saat pintu kamar itu sudah terkunci.


" Haiiisss.. bodo amat, udah di pucuk ini!"


Doni menggenjot kembali kudanya, bahkan menambah kecepatan tanpa mempedulikan mertuanya didepan pintu.


" Ke.. ke.. kenapa ma?"


Teriak Alexa terbata saat menerima serangan Doni yang membuat perasaannya naik ke awang-awang, dia pun tidak mencegah suaminya, karena sudah tahu yang dinamakan ENAK versi suami istri.


" Itu didepan kayak mobilnya Doni? masak belom pulang? jadi yang bawa siapa?"


Ucap Mama Alexa kembali.


" Udaah aah.. aah.. ma!"


Akhirnya mereka sampai dipuncak nirwana tertinggi, dengan Doni terkapar diatas tubuh Alexa, mengatur nafas mereka yang tidak beraturan.


" Haah? trus lewat mana? perasaan mama cuma ke dapur bentar doang deh?" Mama Alexa berkata lirih. " Kamu lagi ngapain sih Le? kenapa tidak membuka pintu?" Ucap Mama Alexa terheran.


" Cari PAHALA maa...!"


Eaaaakk.. eaaakkk....🤣

__ADS_1


Hayoo.. yang mau cari pahala juga, kasih hadiahnya buat author dong?


Masih kangen mereka nie, jadi othor kasih bonchabe level 1 nih buat kakak-kakak tersayang🙂


__ADS_2