CINTA INI TAK BERSYARAT

CINTA INI TAK BERSYARAT
63.Meluluhkanmu


__ADS_3

...🌸🌸🌸Happy Reading🌸🌸🌸...


Pagi menjelang dan hari ini Bening sudah diperbolehkan pulang,Vian masih tetap setia menunggu bening tertidur di kursi besi didepan ruangan.


"Nak vian?kenapa tidur disini?didalam kan ada sofa?"


tanya ibu Bening terkejut saat keluar kamar ingin menyelesaikan urusan administrasi.


"Eemmm..Nggak papa ma,takut nanti Bening masih shock"


ucap Vian.


"Sabar ya nak?Bening dulu bahkan lebih parah lagi kamu buat!"


ucap mama Bening meledek.


"Hehe..Itu Vian masih sakit ma,klo nggak mah Vian sayang-sayang putri mami!"


"Ciiiihh...Dasar menantu alay!!"


mami mendengus.


"Hehe..Mami mau kemana?mau beli sarapan kah?biar Vian aja mah?"


ucap Vian.


"Enggak..Mami bosan makanan dirumah sakit,mami mau makan dirumah aja nanti,ini mau ngurus administrasi dulu,biar bisa cepet pulang!"


ucap mami.


"Ehh mami..Biar Vian ajalah,mami kira Vian suami apaan?Bening kan istri Vian,jadi semua Vian yang nanggung!"


ucap Vian mrengut.


"Aaahhh iya lupa..Penyakitmu sudah sembuh ya kan??"


ucap mami meledek.


"Mamiii....!!"


rengek Vian.


"Yaudah sana!"


ucap mami mau masuk kembali.


"Mami tunggu!!"


"Apaaa?kamu lupa bawa dompet kah!!"


ejek mami.


"Diiih mami..menantu mami ini bisa beli rumah sakit ini tanpa harus bawa dompetlah!"


ucap Vian sombong.


"Ciiiihh..Sombong,apa kamu taruh peti harta karun dibawah tanah hah??"


tanya mami kesal.


"Kan ada mobil banking mi..Gitu aja kok rempong!!"


jelas vian cengengesan.


"Dasar menantu oleng,trus mau apa manggil-manggil?naksir?karena ditolak Bening??"


tanya mami kepedean.


"Bisa habis aku disate Romo Handoko,mah..Bantu jelasin ke Bening mah,aku udah nggak kuat diginiin...!"


ucap Vian melas.


"Kayak ada judul lagunya deh!!"


"Mamiiii...Vian serius!!"


ucap Vian kesal.


"Hehe..Cup..Cup..Mami juga baru berusaha Vian,kamu berdoa aja yah,semoga Bening cepat luluh!"


ucap mami.


"Siap mi..Emm..nanti pulangnya Vian anter ya mi,pokoknya mami harus maksa Bening biar mau Vian anter ya?mami adalah satu-satunya dewi penolong Vian,tolong ya mi!!"


rengek Vian.


"Ciiiihhhh..Kamu ngrayu mami?"


"Sedikit mi!"


"Haaah...Awas saja sampai kamu nyakitin Bening lagi,mami ulek kamu jadi sambel terasi sama ayam geprek!!"


ucap mami sambil mempraktekan ngulek sambel.


"Ngilu bayanginnya mi,yawda Vian keruang administrasi dulu,tolong bujuk Bening ya dewi penolongku!!"

__ADS_1


ucap Vian tersenyum gila.


"Mau kulempar sendal ni bocah!!"


ucap mami kesal.


Vian sudah lari ngibrit keruang administrasi.


"Permisi mbak??"


ucap Vian.


"Iya mas..Ada yang bisa saya bantu?"


"Saya mau bayar administrasi atas nama Bening ayu handoko mbak!"


Suster itu segera mencari dikomputernya nama pasien dan penanggung jawabnya.


"Ooh..Anda suami nona Bening?"


ucap suster tersenyum.


"Iya sus,ini kartunya!"


Vian menyerahkan blackcard miliknya.


"Eemm..e..maaf anda benar suami nona Bening?apa anda suami keduanya?"


tanya suster heran.


"Haaah..saya suami satu-satunya mbak,enak saja orang seganteng saya dipoligami!"


ucap Vian tidak trima.


"Yang bisa poligami bukannya hanya laki-laki mas?"


ucap suster malah meledek.


"Lelaki maupun perempuan sebaiknya nggak usah ada poligami,satu aja cukup,nggak usah serakah,nggak baik,ntar cepet mati!"


ucap Vian asal.


"Kalau itu saya setuju mas!hehe.."


"Terus kenapa bilang suami Bening ada dua??"


tanya Vian heran.


"Soalnya disini nama suaminya tertulis atas nama bapak Alan!"ucap suster itu.


"Ciiih..Dasar si jabrik sukanya ngaku-ngaku ajah!ganti mba..nama suami sahnya Alvian Putra Herlambang!"


"Yaa sudah tidak masalah mas,toh nona Bening juga sudah bisa dibawa pulang kok!"


ucap suster itu.


"Nggak bisa mba,ganti dulu itu nama suaminya!!"


ucap Vian tak mau dibantah.


"Nggak papa mas,kan sudah boleh pulang?"


ucap suster tersenyum.


"Kalau nggk mau ganti aku beli dan aku robohkan rumah sakit ini!!"


ucap Vian kesal.


"Cieee..Masnya cembokurrr niye,oke deh aku ganti!"


ucap suster itu malah mengoda.


"Ciiihhh dasarr suster ngesot!!"


ucap Vian lirih sambil berlalu.


Vian kembali menuju ruangan Bening,dilihatnya Bening dn ibu mertuanya sudah siap berkemas.


"Mah sini aku bantu bawain barangnya?"


ucap Vian nyelonong masuk dan mengambil barang -barang Bening.


"Ehhh..siapa yang suruh...!!"


ucap Bening terpotong karna Vian langsung keluar membawa barang tanpa mendengarkan ocehan Bening.


"Mah..aku nggak mau dianter dia!!"


ucap Bening kesal.


"Terus?kamu mau tukar tambah suami gituh?emang ada yang lebih ganteng dari dia mau sama kamu yang keras kepala ini!!"


ucap mami santai.


"Mamiii...dia yang bikin calon cucumu hilang dari perutku mi!!"

__ADS_1


ucap Bening kesal.


"Tapi...dia juga asal usul dari cucu mami yang kamu kandung itu,apa kamu lupa?"


ucap mami.


"Diiihh mami ini ngeselin deh!"


"Bening...Sekarang ingatannya sudah sepenuhnya kembali,bahkan gombalannya pun sudah kelihatan!berarti dia sudah sepenuhnya waras!"


nasehat mami.


"Tapi mi...."


"Apa sebelum dia amnesia dia pernah menyakitimu?"


Bening menggelengkan kepalanya.


"Apa pernah membuatmu menangis?"


Hening..


"Apa pernah membuatmu kecewa?"


Bening terduduk menitikkan air mata,mengingat kisah manis percintaan mereka yang singkat tapi indah terasa,Vian lah pelipur lara,penyemangat saat dia terpuruk dititik nol.


"Ayo kita pulang..apa kamu masih betah disini?mami sih ogah..mami sudah rindu masakan rumah!"


ucap mami berjalan keluar melihat Bening hanya bengong ditempat.


"Mamiiiii...tunggu,aku masih lemes nih!"


teriak Bening.


Greeppp...


Vian tanpa basa basi langsung memeluk Bening,karna sebenarnya dia hanya menunggu diluar sambil mendengarkan kata-kata dewi penolongnya.


"Maaf..maafkan aku sayang,aku sangat mencintaimu,jangan giniin aku yank!"


ucap Vian meneteskan air mata.


"Ciiihhhh..haaah..hampir aja jantungku copot,kenapa mas bikin kaget sihh!"


ucap Bening memukul bahu Vian.


Cup...


Satu kecupan manis berhasil memdarat dibibir ranum Bening.


"Heii..apa-apaan ini?"


"aku kangennnnn!"


ucap Vian cengar cengir tanpa melepaskan pelukannya.


"Awassss,aku mau pulang!"


ucap Bening yang hampir merona pipinya,karena tidak bisa dipungkiri dia juga sangat merindukan pelukan itu.


Huuppp...


Vian dengan sigap langsung mengendong tubuh Bening kepelukannya.


"Diiihh..Turunkan aku mas!aku bisa jalan sendiri!"


ucap Bening meronta.


"Kamu masih lemas,nggak boleh capek-capek,jadi nurut ya sayang!"


ucap Vian yang bersikeras.


"Turunkan aku,aku benci kamu!!"


"Boleh..tapi sekarang biarkan aku tetap menggendongmu!"


"Dihh..malu dilihatin orang tau"


"Kenapa?aku suamimu,kita sah ngapain ajah!"


"Dihh kamu mah?Enggak punya malu?"


"Apa kamu mau kita buat debay lagi sekarang disini!!"


ucap Vian mengedipkan satu matanya.


"Jangan gila dong mas!"


"Aku gila karnamu sayangg!"


ucap Vian sambil berjalan.


Vian tetap menggendong Bening sampai kedalam mobil,dia tidak mempedulikan orang disekeliling yang melihatnya kasak kusuk dibelakang mereka.


Next..Saatnya kangen-kangenan babang Vian!!😂😂

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan like,vote dan komen kalian gaess😊


Terima kasih😘


__ADS_2