CINTA INI TAK BERSYARAT

CINTA INI TAK BERSYARAT
111. Demi kamu


__ADS_3

...๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ HAPPY READING ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ...


๐Ÿฆœ


Setelah perjalanan hampir setengah jam, Alexa dan Doni sampai di parkiran Hotel tempat dia menginap.


" Kamu nginap disini yank?"


Tanya Doni menggandeng tangan Alexa masuk le loby hotel.


" Iya, sama mama dan uncle Joe juga."


jawab Alexa sambil bergelayut manja di lengan kekar Doni.


" Ngapain uncle Joe ikut nginep disini?"


" Apa abang lupa? dia Dalang pemersatu hubungan kita, masih aja jealous sama uncle."


" Hehe.. habisnya dia nempel mulu ama kamu, udah kayak uler keket aja!"


Mereka sudah sampai di depan pintu.


" Mama?"


Sapa Alexa ketika melihat mamanya sedang membuat makanan didapur mini.


" Kamu dari mana aja? katanya tadi pagi bentaran doang, ini sudah jam berapa?"


" Abang Doni tu mah nggak ngebolehin Alexa pulang!"


Ucap Alexa santai sambil memakan kentang goreng buatan mamanya.


" Apa?"


Mama Alexa terkejut dengan omongan ceplas - ceplos putrinya.


" Apaan sih yank, ngomongnya kok gitu?"


Bisik Doni keringetan dadakan.


Mama Alexa mematikan kompornya dan mulai menggulung lengan bajunya dengan mata tertuju kearah Doni.


" Hehe.. maaf tante, tadi saya sedikit nggak enak badan, jadi Alexa bantu jagain."


Jemari tangan Doni meremas lutut Alexa yang seakan tidak peduli dengan ketakutan Doni.


" Kamu kira putri saya tukang jaga orang apa?"


" Bilang iya gitu bang..! jagain hati abang gituh, haha.. aku mandi dulu ya bang, selamat interview abang, haha.."


Ucap Alexa langsung ngibrit ke kamar mandi.


" Astaga.. Alexa..!"


Doni mengeratkan gigi putihnya kesal dengan tingkah kekasihnya sendiri.


" Sini..!"


Ucap Mama Alexa menyuruh Doni mendekat.


" I.. iya tante."


" Potong ini tipis setipis - tipisnya!"


Mama Alexa menyodorkan bawang merah satu mangkuk.


" Hehe.. tapi saya nggak bisa masak tante?"


" Aku cuma nyuruh kamu potong bawang merah aja, bukannya memasak!"


" Baik tante."


Doni mulai mengiris bawang merah setipis mungkin dia bisa, bahkan saking semangatnya, dia menunduk berkonsentrasi penuh dengan pisau itu, sampai keluar air matanya, meleleh kemana - mana.


Joe yang ingin mengambil air minum berjalan mendekati Doni, untuk apa?


Apalagi kalau bukan ngerjain kekasih keponakan jahilnya itu.


" Wuaahh..belajar jadi suami sayang istri nih?"


Joe duduk didepan Doni sambil meneguk air putihnya.


" Heiss.."


" Potong yang bener, kurang tipis itu!"


Joe mulai meledek.


Cekrek.. cekrek..


Joe mengambil beberapan foto Doni yang menangis karena mengiris bawang merah.


" Update status dulu, kasih caption hastag Suami Sien Istri, hahaha."


Joe tertawa riang melihat hasil jepretannya.


" Uncle, hapus nggak?"


" Enggak.. kayaknya bakalan viral nie, haha!"

__ADS_1


" Astaga, kamu kenapa bang? disiksa sama mama ya?"


Tanya Alexa mendekati Doni dan mengusap air matanya.


" Haiss.. sudah diam, kalian ini berisik sekali, ayo kita makan."


Ucap Mama Alexa.


" Tapi ini belum selesai tante?"


Tanya Doni.


" Ini sudah ada yang digoreng, kelamaan nunggu kamu!"


Ucap Mama Alexa tersenyum, dia memang cuma mau ngerjain Doni aja tadi.


" Hahahaha.."


Joe tertawa melihat wajah kesal Doni.


Doni hanya menghela nafas panjangnya.


Enggak anak enggak emaknya, jahilnya kagak ketulungan deh.


" Owh ya Don, apa benar kemarin kamu yang memenangkan tender dari suamiku?"


Tanya mama Alexa.


" E.. iya, maaf tante, saya hanya menjalankan kewajiban saya."


Jawab Doni tidak enak hati.


" Tidak apa - apa, bukan itu maksud tante, cuma kita ada sedikit rencana, jelaskan Joe, kamu kan yang punya ide!"


Ucap Mama Alexa.


" Jadi gini, nanti kita pura - pura jual saham diperusahaan tempatmu lima puluh persen, dan otomatis kalian juga berhak atas perusahaan kami, dan saat itu kamu buat seolah - olah kalian ambil alih perusahaan kakak, dan perusahaan kak Wilson beralih ke perusahaan kalian."


" Tapi sepertinya itu tidak mudah, om Wilson pengusaha yang cukup handal, dia tidak semudah itu untuk ditipu?"


Jawab Doni ragu.


" Tapi dia sudah kami tipu, dia tidak tahu kalau kami hanya pura -pura ambil hak milik semua asetnya."


" E.. tapi?"


" Aku akan membantumu nanti, asal kamu tau aja imbalan yang cocok untuk pengorbananku ini!"


Joe tersenyum mengatur satu rencana.


" Apa imbalannya?"


Tanya Alexa ikut penasaran.


Ucap Joe tersenyum licik.


" Haiss.. pantesan kamu semangat nyusun rencana? ternyata ada udang dibalik bakwan!"


Ucap Mama Alexa.


______________________________________________


______________________________________________


Seminggu telah berlalu, dan rencana Joe berjalan dengan mulus, dengan bantuan Vian tentunya.


" Don.. apa semua berjalan lancar?"


Ucap Vian melihat Doni yang sedang bersiap - siap.


" Tentu tuan muda, rapat umum pemegang saham, tiga puluh menit lagi dimulai."


Jawab Doni.


" Pastikan tidak ada reporter yang meliput, kasihan nanti bisa menurun harga saham keluarga Wilson, ini kan cuma setingan aja!"


" Siap tuan muda, saya sudah mengatur keamanan dengan ketat.


Wilson yang tidak tahu menahu tentang semua ini, hadir karena undangan sebagai tamu istimewa.


Saat Vian maju kedepan semua mata tertuju padanya.


" Perhatian semuanya, saya akan memberitahukan


pengumuman penting siang ini, bahwa mulai saat ini perusahaan Wilson group akan bergabung dengan perusahaan Herlambang Group yang ada di Tokyo Jepang, dibawah kepemimpinan Doni Setyawan."


Prokk..prokk..


Suara tepuk tangan bergemuruh diruangan class VIP itu.


" Hei.. apa - apaan ini? siapa yang mengijinkan perusahaanku bergabung denganmu?"


Teriak Wilson terkejut.


" Silahkan anda pelajari tentang ini."


Vian menyerahkan satu lembar kertas, berisikan pembelian dan pemindahan saham, walau palsu tetapi terlihat asli, orang - orang yang hadir disitupun semua palsu, setingan dari Joe.


" Maaf tuan muda? tapi kenapa atas nama saya?"

__ADS_1


Tanya Doni heran.


" Karena kamu memang pemilik seutuhnya perusahaan kita yang di Tokyo."


" Maksud anda?"


Doni masih tak percaya.


" Harusnya ini menjadi kado pernikahan kamu nanti, tapi karena banyak hal, sebaiknya saya memberi tahu kamu sekarang."


Ucap Vian tersenyum.


" Tapi bukannya itu..?"


" Mulai hari ini, kamu resmi jadi cucu angkat almarhum kakek, dan perusahaan kita yang di Tokyo itu memang milikmu dan atas namamu, itu warisan dari kakek untukmu."


Ucap Vian menepuk bahu Doni yang melongo mendengar penuturan Vian.


" Tuan muda, apa ini termasuk dari setingan juga?"


Bisik Doni ditelinga Bosnya.


" Tentu tidak, its real.. itu memang hakmu!"


" Tapi saya tidak bisa menerima ini tuan muda, ini terlalu berlebihan untuk saya?"


Ucap Doni tak enak hati.


" Hemm.. terserah kamu saja, kalau kamu mau protes bangunkan saja kakek kalau bisa, saya hanya menjalankan wasiatnya saja!"


Ucap Vian santai.


" Ka.. kalian keterlaluan!"


Bruuukkk...


Wilson jatuh tersungkur, tidak sadarkan diri.


" Astaga om?"


Doni langsung mengangkat Wilson dan membawanya ke mobil untuk dibawa kerumah sakit.


Joe, Alexa dan Mama Alexa yang melihat dari layar CCTV pun segera berlari dan menaiki mobil mengikuti mobil Doni.


" Joe.. kamu gila ya? kamu mau bunuh suami mbak?"


Mama Alexa menangis dari tadi.


" Ma.. sudahlah, ayah pasti baik - baik saja, tenanglah."


" Gimana mama bisa tenang, baru kali ini mama melihat ayah pingsan."


Mama Alexa makin terisak.


" Maaf mbak, aku tidak tahu kalau akan jadi seperti ini?"


Ucap Joe menyesali semua rencananya.


Tiga puluh menit sudah mereka menunggu Wilson diruangan IGD disebuah rumah sakit terbaik dikota itu.


Lampu merah sudah padam, tanda bahwa pemeriksaan sudah selesai.


Seorang dokter keluar dengan beberapa perawat disampingnya.


" Bagaimana keadaan suami saya dokter?"


Tanya Mama Alexa mendekat.


" Keadaan suami ibu sudah membaik, mungkin dia hanya kurang istirahat, terlalu lelah dan juga stres, tapi jantungnya tadi sempat melemah, jadi nanti akan ada pemeriksaan lebih lanjut lagi, sementara pasien harus tetap dirawat disini."


Jelas Dokter kemudian berlalu.


" Terima kasih dokter."


Ucap mereka serentak dengan lega.


" Joe.. kita hentikan saja sandiwaranya sekarang, aku tidak mau terjadi apa - apa dengan kakakmu nanti."


" Baik mbak, maafkan saya."


Joe merasa bersalah dengan semua ini.


" Harusnya mbak menolak rencana gilamu ini sejak awal!"


" Mah.. jangan salahin uncle Joe semua, ini juga semua karena Alexa, maafkan kami ma?"


Alexa memeluk ibundanya yang gemetaran dari tadi.


" Aku akan menelpon Dokter spesialis jantung keluarga Herlambang dari LA, dia dokter terbaik disana."


Ucap Doni ikut merasa bersalah.


" Makasih bang, berikan yang terbaik untuk ayah."


Ucap Alexa sedih.


" Tentu sayang."


Alexa menangis dalam dekapan kekasihnya tercinta.

__ADS_1


Hayooo.. seneng apa seneng kalian liat Rudy Wilson pingsan??


Jempolnya jangan lupa lho ya?


__ADS_2