CINTA INI TAK BERSYARAT

CINTA INI TAK BERSYARAT
95.Nyidam terekstream.


__ADS_3

...🌲🌲🌲Happy Reading🌲🌲🌲...


Siapa yang rindu dengan babang Vian tampan hayo😍


Sementara dibelahan negara kita tercinta, terlihat pasangan suami istri yang sedang berduaan di ayunan teras depan rumah dengan kedua paha Bening menjadi bantal kepala Vian sambil melihat jejaring sosial medianya.


"Yank.. aku kok kepengen makan yang seger - seger ya?"


Ucap Bening sambil mengusap rambut Vian dipangkuannya.


"Contohnya..?"


Tanya Vian santai.


"Rujak eskrim.. eemm.. kayaknya enak banget yank?"


Bening sudah membayangkan rasa pedes manis dari bumbu rujak dengan buah seger ditambah eskrim rasa vanilla, nikmatnya tidak tergantikan dimakan saat cuaca panas begini.


"Dimana itu belinya?"


"Kalau di rumah Romo sih sering ada yang jualan keliling yank, kalau didaerah sini kagak pernah lihat sih?"


Tring.. tring.. hp Bening berbunyi.


"Wuaaahh.. baru diomongin langsung telpon romo, benar - benar ikatan batin yang kuat"


Ucap Bening antusias.


"Hallo, assalamualaikum Romo?"


Sapa Bening.


"Wa'alaikumsalam nak, gimana kabarmu dan suamimu?"


Tanya Romo dibalik telponnya.


"Alhamdulilah baik Romo, tumben Romo telpon, kangen yaa dengan putri Romo yang cantik ini?"


"Haha.. apa kalian sibuk sore ini?"


"Emm.. sepertinya tidak Romo? kenapa?"


"Datanglah kerumah, mamimu masak besar ini, paman dan bibimu juga akan datang nanti."


"Emang ada acara apa Romo?"


Bening berfikir sejenak.


"Acara perkumpulan rambut - rambut yang sudah beruban, datanglah, ajaklah suamimu sekalian"


Ucap ayah Bening asal.


"Haah? romo ini ada - ada saja, baiklah nanti sore kami akan kesana."


"Baiklah.. Romo tutup ya."


"Owh iya, tunggu Romo, mami dimana?"


Bening teringat sesuatu.


"Mamimu lagi masak di dapur, kenapa?"


Tanya Romo heran.


"Emm.. romo, tolong bilangin ke mami, buatin Bening rujak eskrim dong?"


"Rujak eskrim?"


"Iya Romo, kayak yang dijual keliling di komplek itu?"


"Hemm.. baiklah, nanti Romo sampaikan ke mamimu."


"Terima kasih Romo, assalamualaikum."


Ucap Bening tersenyum gembira.


"Wa'alaikumsalam.."


"Ada acara apa yank?"


Tanya Vian.


"Paling semacam reuni tembang kenangan gitu deh yank?"


"Apa Romo ulang tahun? atau mami kamu?"


"Enggaklah, mereka lahir di bulan yang sama, akhir tahun nanti."


"Owh gitu"


"Haaah.. astaga!"


"Apa? kenapa?"


Tanya Vian terkejut.


"Anniversary mereka ini yank, astaga.. kenapa aku bisa lupa?"


"Gimana kalau kita berangkat sekarang aja, kita cari kado dulu buat mereka?"


"Diih.. pinternya, suami siapa sih ini?"


Ucap Bening gemas, sambil menguyel - uyel pipi Vian.


"Tampan juga jangan lupa?"


"Dihh.. Lebaynya kumat."


"Hahaha.."


Mereka tertawa geli sendiri.


Akhirnya setelah pergi bersiap, mereka mulai menaiki mobil sport Rang Rover seri terbaru milik Vian menuju mall terbesar di kota Yogyakarta.

__ADS_1


"Kita beliin apa ini yank?"


"Apa ya? yang kelihatan romantis gitu?"


"Harus gituh yang romantis?"


"Iya dong, harus tetep romantis sampai rambut memutih sekalipun."


"Kayak kita ya yank?"


"Emang rambutmu udah putih?"


tanya Bening mengejek.


"Nanti yank.. bukan sekarang! kamu mah selalu saja menggagalkan rencana gombalan romantisku!"


Ucap Vian kesal.


"Hahaha.."


Dan mereka sepakat membelikan jam tangan couple branded untuk kado anniversary orang tua Bening.


Saat perjalanan ke arah rumahnya Bening melihat ada yang jual somay ikan di sebrang jalan.


"Yank.. aku pengen itu deh?"


Ucap Bening menunjuk gerobak somay.


"Somay..?"


"Iya.."


Senyum Bening terbit.


"Yawda tunggu disini aja, aku beliin kesana."


Ucap Vian menepikan mobilnya ditempat yang agak sepi, dia memilih menyebrang jalan kaki aja, karena tempat gerobak somay itu hanya sempit.


Saat Vian masih mengantri somay disebrang sana, ada mobil yang tiba - tiba parkir disebelah mobilnya.


Dan ternyata penghuninya adalah sepasang muda - mudi yang lagi kasmaran, karena kaca mobil Vian gelap, mungkin mereka fikir tidak ada orang didalamnya, sedangkan kaca mobil mereka transparan.


Bening dengan jelas bisa melihat adegan panas yang mereka lakukan didalam mobil.


Gleek..


Bening menelan air ludahnya sendiri sambil melongo melihat mereka berciuman dengan mesranya.


Saat Vian menyebrang dan berjalan ke arah mobilnya, mobil yang disampingnya langsung tancap gas, pergi dari sana.


"Sayang.. ini somaynya, aku beliin jus juga, biar nggak haus."


Ucap Vian sambil menjalankan mobilnya.


Bening hanya mengangguk dan memegang somay juga jusnya.


"Kenapa? kok cuma dipegang aja? kelamaan ya nunggunya? soalnya antri dulu tadi yank."


"Yank.. emang bisa gitu - gituan dimobil ya?"


Ucap Bening mendadak.


"Haah? maksudnya gitu - gituan apa?"


Tanya Vian terheran.


Bening tidak berbicara, diletakkannya somay dan jusnya diatas dashboard mobil dan memeragakan orang berciuman dengan kedua tangannya.


"Hahaha.. kamu penasaran? apa kamu mau mencobanya?"


Ucap Vian tertawa sambil menggoda istrinya.


"Apa itu tidak apa - apa? nanti dilihat orang juga gimana?"


Ucap Bening tiba - tiba menjadi pribadi yang polos.


Vian menepikan mobilnya ditempat yang sepi, karena kawasan yang mereka lewati masih jarang penduduk dan masih banyak pohon rindang besar - besar tumbuh ditepi jalan.


"Nggak bakalan ada yang lihat, kaca kita gelap dari luar!"


Ucap Vian sambil menurunkan kursi yang diduduki Bening.


Walaupun permintaan istrinya agak gila, tapi akan dia kabulkan, karena akhir - akhir ini Bening selalu menghindar dengan berbagai alasan kalau Vian ingin meminta jatahnya.


"Kita coba saja, dari pada nanti kamu penasaran!"


Ucap Vian langsung melahap habis bibir manis istrinya.


Mereka melakukannya cukup lama, dan dedek Vian pun tiba - tiba berontak seketika.


"Yank.. boleh ya? sebentar saja kok?"


Ucap Vian yang sudah on.


Seperti tersihir Bening mengangguk pelan, dia teringat dengan adegan panas muda - mudi didalam mobil tadi.


"Benarkah?"


Ucap Vian langsung menaikkan kaos yang di pakai Bening, dan wajahnya langsung tenggelam didalamnya, menaiki dua bukit kembar yang akhir - akhir ini jarang dia kunjungi.


Dengan satu tarikan Vian menyibakkan skirt jeans selutut yang Bening pakai, dia tidak akan menyia - nyiakan kesempatan emas ini, walaupun sedikit ekstrim dia rasa.


Di suasana siang hari yang panas ini, dua manusia didalam mobil itu bergelut dengan asyiknya menciptakan desahan yang bergelora.


Tanpa mereka sadari mobil Range Rover itupun sedikit bergoyang - goyang mengikuti pacuan kuda Vian dengan buasnya.


Setelah kurang lebih satu jam mereka menyudahi aksi gilanya dibawah pohon pinggir jalan yang sepi itu.


"Gimana rasanya yank?"


Tanya Vian tersenyum puas dengan aksinya kali ini.


Bening begitu bersemangat dan ikut andil dalam kegiatannya kali ini, membuat Vian merasa bahagia lahir batin.

__ADS_1


"Apaan sih, ayo buruan jalan, ntar ada orang lihat?"


ucap Bening tersipu malu.


"Apa nggak mau nambah lagi?"


Ucap Vian meledek, saat melihat wajah istrinya memerah.


"Cepetan jalan, ntar ditungguin mami!"


Ucap Bening pura - pura marah, tapi sebenernya bahagia, ntah kenapa dia jadi gampang teringin dengan apa yang dia lihat.


"Baiklah tuan putri."


Vian mengacak rambut istrinya dengan gemas dan tersenyum - senyum sendiri mengingat aksi gilanya tadi.


Sesampainya dirumah Bening, mereka semua sudah berkumpul diruang keluarga.


"Waah.. ini dia yang kita tunggu - tunggu, kenapa baru sampai?"


Tanya paman Bening.


"Hehe.. tadi beli sesuatu dulu buat romo dan mami, ini dari kami, selamat ulang tahun pernikahan Romo dan mami semoga langgeng sampai akhir hayat nanti."


Ucap Bening memeluk kedua orang tuanya.


Beli hadiahnya tidak membutuhkan waktu yang lama, tapi perjalanannya yang membutuhkan waktu ekstra.


"Terima kasih nak, aku kira kamu lupa?"


Ucap Romo tersenyum.


"Mana mungkin aku melupakan hari bersejarah kalian? hehe.. jadi mana rujak eskrimnya?"


Tanya Bening mengingat permintaannya.


"Jadi kamu bener - bener mau dibuatkan itu?"


Ucap mami pura - pura terkejut.


"Jadi mami nggak buatin ini?"


Bening menunduk kecewa.


"Sudahlah yank, nanti kita beli aja, katanya di komplek sini ada kan?"


Ucap Vian menenangkan istrinya.


"Tapi maunya sekarang?"


Ucap Bening kesal.


"Mbok.. tolong bawakan rujak eskrimnya kesini!"


Teriak mami Bening tidak tega mengerjai putri kesayanganya.


"Mami ngerjain aku ya?"


Ucap Bening kesal.


"Makanlah, ntar kamu ileran jadi tambah jelek!"


Ledek mami Bening sambil memberikan rujak eskrim pesanannya.


"Hahaha.."


Mereka ikut tertawa melihat kelakuan ibu dan anak itu.


Bening tersenyum bahagia sambil melahap habis satu mangkuk rujak eskrim didepan matanya.


Saat menu utama sudah berjajar rapi di atas meja Bening pun ikut duduk dengan keluarga besarnya menikmati makan besar itu.


Saat mencium bau gulai kepala ikan didepannya, Bening tiba - tiba menutup hidungnya dan berlari ke kamar mandi.


"Hoeeekk.. hoeeek.."


Bening memuntahkan isi dalam perutnya.


"Yank kamu kenapa? kebanyakan makan rujak ya?"


Tanya Vian sambil memijit tengkuk leher istrinya.


"Aku mual mencium bau gulai kepala ikan tadi?"


Ucap Bening lemas.


"Gendong istrimu ke kamar Vian, mami buatin teh panas dulu."


"Baik mi"


Vian langsung membawa Bening ke kamar dan menyelimuti tubuh istrinya.


"Kapan terakhir kamu datang bulan?"


Ucap Mami datang membawakan secangkir teh panas.


"Aku..?"


Tunjuk Bening ke mukanya sendiri.


"Ya iyalah, masak Vian?"


Ucap Mami gemas.


Vian tersenyum melihat interaksi kedua wanita didepannya.


Gimana ekspresi Vian saat mengetahui istrinya hamil?


Jangan Lupa tinggalkan Like dan komentar kalian ya😊


Dan yang sudah berbaik hati memberi author VOTE terima kasih banyak, author doain yang belom punya pasangan segera mendapatkan pasangan yang tampan tidak terkira😂 dan yang sudah punya pasangan dapat anak yang tampan luar biasa🥰


Terima kasih dukungannya🙏

__ADS_1


__ADS_2