CINTA INI TAK BERSYARAT

CINTA INI TAK BERSYARAT
120. SKAKMAT


__ADS_3

...๐ŸŒธ๐ŸŒธ HAPPY READING ๐ŸŒธ๐ŸŒธ...


" KAMU " mau tahu siapa orang yang aku sayangi sampai detik ini? Dia adalah kata pertama dari kalimat ini.


Ciee..๐Ÿต


Ingin sekali Joe mengucapkan kalimat seperti itu dihadapan wanita yang sedang gemetaran karena binggung mau menjawab alasan apa, untuk meyakinkannya.


Ingin rasanya Joe bersorak dan berteriak mengucap kata SKAKMAT, tapi apalah daya demi reputasi palsunya yang kini berubah mendadak menjadi pria yang dingin, tegas, berkharisma, tanpa ada gombalan lagi dan tanpa ada kekonyolan yang dia ciptakan lagi didepan wanita ini, hanya didepan Nay ya.. kalau didepan yang lain dia tidak bisa menjanjikan, karena sifat koplaknya itu sudah bawaan orok.


" Kenapa diam saja? apa alasanmu, agar aku tetap menjalin kerjasama ini?"


Joe berucap tanpa terlihat sama sekali aura setingannya.


" Tapi pak.."


Nay masih memikirkan alasan apa yang tepat, namun pikirannya serasa kosong, ibarat Hp sudah ngeblank, kecerdasannya hilang seketika, karena dia masih terkejut karena Joe lah arsiteknya.


" Kalau kamu tidak punya alasan, pintu keluar ada disebelah sana."


Joe menjadi aktor antagonis dadakan siang ini.


Aaarghh.. persetan dengan harga diri ini, daripada gagal kontrak ini, aku pasti akan mengecewakan Pak Doni, dan aku tidak akan membiarkan Pak Doni kecewa hanya gara - gara arsitek gila yang satu ini.


" E.. tidak pak, saya mohon tetap lanjutkan kontrak ini, maafkan saya karena sifat saya tadi yang mungkin kurang berkenan di hati bapak, sekali lagi saya mohon maaf."


Nay berdiri dan membungkukkan badannya sebagai ungkapan permintaan maafnya.


Iyeeeess.. berhasil, kena kau..! Joe dilawan?


Joe tersenyum miring mendengarnya, tapi tertawa terbahak - bahak dalam hati, ini dia yang Joe inginkan.


" Jadi kamu tadi memang sengaja menghindar dariku kan?"


Ucap Joe sambil memicingkan matanya.


" E..ti..tidak.."


Jawab Nay terbata.


" BOHONG."


" E.. iya pak, maaf pak."


" Okey? kalau begitu saya akan tetap melanjutkan proyek besar ini."


Ucap Joe berjalan sambil memasukkan tangannya dikedua saku celananya ke depan kaca jendela, melihat gedung - gedung tinggi diluaran sana sambil menahan tawanya.


" Benarkah? terima kasih banyak pak."


Akhirnya Nay tersenyum lega.


" Tapi ada syaratnya!"


Seringai licik Joe langsung terbit begitu saja.


" Hahh? a.. apa pak syaratnya?"


Nay terkejut mendengarnya, kenapa harus pake syarat pikirnya.


" Pertama."


" Emang ada banyak syarat pak?"


Tanya Nay langsung memegang kepalanya yang terasa berat.


" Jadi diteruskan kagak nie?"


Ucap Joe santai.


" Iya pak, maaf."


Nay hanya bisa pasrah saja menerima semua itu, walau hatinya ingin menolak keras semua kenyataan ini.

__ADS_1


" Pertama, kamu jangan panggil saya dengan sebutan Pak lagi, kamu pikir saya setua itu kah?"


Joe berucap tanpa menoleh sama sekali.


" Baik pak, eh maaf, terus saya harus memanggil anda apa tuan?"


" Panggil saya MAS..!"


" Mas?aah.. ya baik mas."


Nay berkata pelan.


" Kedua, Temani saya jalan - jalan akhir pekan ini."


" Hah? jalan - jalan?"


Nay terbengong, syarat macam apa ini pikirnya.


" Bukan tanpa alasan, kamu pikir saya punya banyak waktu untuk sekedar jalan - jalan tanpa keperluan? apalagi dengan wanita kaku kayak kamu ini, udah seperti jalan sama patung manekin saja!"


Joe berkata dengan angkuhnya.


" Iya, maaf pak, eeh.. maaf mas."


" Aku ingin tahu gambaran seperti apa hotel yang akan saya desain ini, jadi aku bisa lebih mudah mendesain hotel itu sesuai dengan keinginan perusahaanmu! jadi ceritakan secara mendetail nantinya."


" Baik pak."


" Apa kamu bisa nyetir mobil?"


Tanya Joe sedikit menoleh.


" Bi.. bisa pak."


" Karena kamu tadi sudah menginjak harga diri saya dengan menghindar saat saya panggil, kamu akan mendapat sanksi pribadi."


" Haah? ta.. tapi saya bukan sengaja pak, saya tadi buru - buru."


" Semakin kamu membantah, semakin saya tambah syaratnya!"


Nay pasrah saja.


" Menjadi sopir antar jemput saya selama satu bulan."


" HAAAH..?"


Kali ini Nay benar - benar kesalnya sampai di ubun - ubun, syarat yang dia ajukan baginya tidak ada yang manusiawi.


" Kamu tenang aja, hanya antar jemput kerja aja!"


" Tapi arah kantor kita berbeda pak?"


Nay mulai protes.


" Itu urusanmu, bukan urusanku, kalau tidak mau ya sudah, pintu keluar ada disebelah sana, saya akan segera menghubungi Doni atau Alvian, aah yaa, Pak Alvian saja, dia kan pemilik perusahaan itu kan?"


Mampus gue, kalau sampai pak Vian tahu, benar - benar berakhir kisah karier gue.


" E... baiklah mas, saya terima semua syarat mas."


Nay menghela nafas panjang.


" Good job, nanti pulang kantor kamu kembali lagi kesini, secepatnya!"


Titah Joe tak terbantahkan.


" Nanti? apa harus hari ini?"


" Mulai besok, tapi kan kamu harus mengambil mobil saya dulu, kalau tidak kamu mau jemput saya pake apa?"


Tanya Joe.


" Taksi?"

__ADS_1


" Haah.. kalau naik taksi, kakiku harus ditekuk, kamu nggak lihat kakiku panjang gini? kebas kakiku kalau harus duduk seperti jongkok, aku nggak mau!"


Ucap Joe menolak keras, walaupun sebenarnya bukan itu alasan utamanya, dia hanya ingin berduaan dengan wanita ini saja.


Allohuakbar, makin tidak waras aja ini manusia, nyidam apa dulu emaknya.


" Baik pak."


" Berapa nomor ponselmu?"


" Untuk? "


" Panggil polisi..!"


" Haah?"


" Ya untuk telpon kamulah, aku paling tidak suka terlambat berangkat kerja, jadi kalau kamu lelet, aku bisa menelponmu untuk memakimu!"


Duh Gusti, mimpi apa aku semalam.


Alexa memejamkan matanya, menahan segala emosi yang memuncak karena pria dihadapannya saat ini.


" Kalau begitu, mana kontraknya biar saya lihat!"


Joe kembali duduk disinggasananya setelah merasa puas tentang sandiwaranya siang ini.


" Ini pak, silahkan."


Nay menyerahkan sebuah map yang berisikan kontrak kerja.


" Okey baiklah, mulai sekarang kita partner kerja!"


Joe tersenyum manis sekali sambil menjabat tangan Nay.


Diih.. pengen muntah aku lihat senyuman gilanya itu.


Lain isi pikiran Nay, lain pula isi pikiran Joe, dia bahkan ingin membuat acara syukuran makan - makan nanti malam dengan Alexa dan Doni karena telah menjadi tim suksesnya hari ini.


Demi kamu, aku dengan sukarela merogoh kocek untuk membelikan sebuah motor sport limited edition buat Alexa, pengorbanan ku banyak asal kau tahu.


" Baik pak, eeh mas, terimakasih, saya permisi dulu."


Ucap Nay pamit.


" Biasakan tidak kaku memanggil dengan sebutan mas! "


Ucap Joe tegas.


" Baik mas, saya permisi."


" Hati - hati dijalan."


Joe tersenyum tulus kali ini, jiwa perhatiannya selalu muncul kala melihat wanita yang dia idamkan.


" Eeeh.. iya mas."


Nay pun tersenyum walau terasa agak aneh.


Saat Nay sudah menghilang dari pandangan, dan pintu tertutup dengan sempurna, Joe melepas jasnya dan jingkrak - jingkrak kegirangan seperti menang lotre atau seperti saat bertaruh dalam pertandingan Bola faforitnya dan dia menang.


" Dududu.. lalalalalala.. dudududu.. lalalalala..."


Joe bernyanyi kagak jelas sambil joged - joged memutar, merayakan keberhasilan sandiwaranya sendiri.


" Cihuuuuyy.. akhirnya.. iyessss.. untuk tiga puluh hari kedepan, akan kubuat kamu termehek - mehek denganku dan menjadi bucin segilanya, liat saja nanti, hahahayyy.."


Ucap Joe sambil terus berjoged dengan asyiknya.


Tiba - tiba..


Ceklek..


Suara pintu terbuka, angin berhembus menerpa badannya, Joe terkejut, seketika badannya menjadi kaku, mematung ditempat, dan ragu untuk menoleh kebelakang.

__ADS_1


Siapa yang datang?


Kasih dulu HADIAH dan VOTE kalian dong?


__ADS_2