
...๐ฅ Happy Reading ๐ฅ...
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
Herlambang terduduk disofa sambil memijit kepalanya, dia benar-benar sudah pusing memikirkan putranya, dia juga sudah mendengar cerita dari istrinya tentang kelakuan Vian terhadap Bening ditambah dia menyaksikan sendiri tingkah putranya yang sudah lepas kendali.
"Vian sekarang apa maumu?"
tanya ayah Vian melemah.
"Eemm..Aku sudah punya wanita yang lebih baik darinya yah"
ucap Vian santai.
"Apaaaaaaaaa...!"
ucap ayah Vian langsung kembali memuncak emosinya.
Bening yang mendengarnyapun sudah merosot jatuh kelantai.
"Beningg..?"
ayah Vian dan ibunya mendekati Bening dan memapahnya berdiri.
"Ma..bawa Bening kekamarnya dulu, aku akan bicara pada anak nakalmu ini dulu!"
ucap ayah Vian pada istrinya.
"Ayo nak.. mama antar ke kamarmu!"
ucap ibu Bening mengandeng menantunya, Bening hanya bisa menangis dan pasrah, dia pun tak tahu harus bagaimana menghadapi suaminya yang mendadak 360ยฐ berubah.
"Maksud kamu apa Vian, jelaskan pada ayah?siapa wanita yang kau maksud!"
tanya ayahnya.
"Yang pasti dia wanita yang baik, menyayangi dan mencintaiku dengan tulus!"
ucap Vian mantap.
"Hahahaha.. kamu baru saja bangun dari komamu, dan langsung tau ada wanita yang tulus mencintaimu selain istrimu yang sudah menemani selama sebulan lebih saat kau sekarat dirumah sakit? hahahaha....Lelucon dari mana ini vian!"
ucap ayah Vian yang malah tertawa dengan kerasnya.
"Tapi yah, Bening bukan wanita baik-baik yah! dia hanya mau menguasai harta kita dan akan mencampakkanku nantinya!"
ucap Vian protes.
"Siapa yang memberitahu informasi sampah seperti itu?"
ucap ayah Vian melunak.
"Kekasihku yah!"
jawab Vian.
"Haaaahh.. Kekasihmu yang mana?"
tanya ayah Vian heran.
"Devina yah!"
jawab Vian.
"Hahahahhaha...Vina? Devina Maharani Nugroho itu kah? hahaha..haaaahhh, kenapa kamu jadi bodoh setelah koma nak!"
tegas ayah Vian.
"Ayah tahu juga? brati dia memang benar kekasihku kan yah?"
"Yaa..Lebih tepatnya kekasihmu yang telah mencampakkanmu dan memilih menikah dengan sepupumu!"
jelas ayah Vian.
"Maksud ayah apa? bukannya aku yang meninggalkannya karena dijebak Bening dihotel dan terpaksa menikahi Bening karna rasa tanggung jawab?"
tanya Vian.
"Lelucon dari mana itu? hah..Kamu punya asisten yang dari dulu setia menemanimu dan mengetahui semua kisah hidupmu, kenapa tidak kau tanyakan padanya dan kamu punya banyak anak buah, kenapa tidak kamu suruh menyelidiki semuanya? dan hanya percaya dengan wanita licik itu saja! haaahhh...Ya Tuhan Vian, kamu benar-benar sudah merusak sebuah berlian dan hanya memilih emas palsu!"
__ADS_1
ucap ayah Vian pergi berlalu meninggalkan Vian yang berdiri mematung memikirkan cerita ayahnya.
Vian naik keatas dan menuju keruangan kerjanya disamping kamarnya, dia masih bimbang harus mempercayai siapa, dan dia berniat untuk menyelidiki semuanya besok, tanpa terasa Vian tertidur disofa diruang kerjanya.
Bening yang dari tadi tidak bisa tidur, hanya membolak balikkan tubuhnya tanpa terpejam sedetikpun.
"Aaahhh..Aku tidak bisa begini terus, kasihan janin yang ada dikandunganku kalau aku terus-terusan stres dan nggak selera makan seperti ini!"
ucapnya lirih.
"Kemana mas Vian? aah.. Mana mungkin dia mau menemuiku, sedangkan dia sudah punya wanita lain, hiks..hiks..!"
Bening kembali menangis.
"Lebih baik aku menenangkan diri saja ditempat lain, kalau disini terus dan diperlakukan seperti begini terus sama mas Vian, aku bisa stres terus, kasian anakku nanti!"
ucapnya lagi.
"Kamu yang sabar ya nak? walaupun papamu tidak mengakuimu, aku akan tetap membesarkanmu dengan penuh kasih sayang!"
ucap Bening mengelus perutnya yang belum buncit.
Tut..tut..tut..
"Haloo Alexa? apa kamu sedang sibuk?"
ucap Bening dibalik telponnya.
"Tidak kak, aku baru saja Shitf dua ini, ada yang bisa aku bantu kak?"
tanya Alexa heran kenapa jam segini menelponnya pikirnya.
"Ee.. Kamu bisa bawa mobilkan?"
tanya Bening.
"Bisa kak, aku jagonya!"
ucap Alexa.
"Kalau begitu cepat jemput aku dirumah mas Vian sekarang ya, pakai mobil restoran aja, kuncinya ada dilaci dekat kasir, kamu bisa menyuruh satpam menemanimu mengambilnya!"
ucap Bening.
ucap Alexa tidak banyak bertanya, toh nanti kak Bening juga pasti akan menceritakan semuanya pikirnya.
Bening segera mengambil sweater hangatnya dan beberapa helai baju yang dimasukkan kedalam tas gendongnya, dia tidak membawa banyak baju, karena dia masih lemas, tidak kuat bila harus mengangkat koper besar.
Dilihatnya keadaan disekitar kamarnya semua sudah senyap, Bening perlahan menyusuri tangga dan keluar rumah dan ternyata Alexa sudah sampai dijalan depan rumah Vian.
"Ayo kak!"
ucap Alexa membukakan pintu mobil.
"Makasih Lexa"
ucap Bening.
"Kita mau kemana kak?"
tanya Alexa.
"Hemmm..Kemana ya Lexa, aku ingin menenangkan diri lagi"
"Tapi nanti orang tua sama suami kakak nyariin?"
tanya Alexa.
"Kita kerumah orang tuaku dulu Alexa, akan aku ceritakan semuanya nanti!"
ucap Bening.
Saat Bening sudah sampai dirumah, hanya simbok yang masih bangun, Bening tak tega membangunkan orang tuanya.
"Alexa..kamu tidur sini aja, ini udah malam!"
ucap Bening.
"Baik kak, terimakasih"
__ADS_1
Saat pagi menjelang seperti pagi-pagi sebelumnya, dia muntah-muntah, dan membuat Alexa panik dan berlari mencari ibu Bening.
"Bu..ibu..!!"
teriak Alexa ke arah dapur.
Benar saja, ibu Bening sudah disana membantu simbok membuat sarapan.
"Alexa? kapan kamu datang? kenapa teriak-teriak?"
"Ibu..Kak Bening muntah-muntah terus daritadi!"
"Haaahh.. Bening ada disini?"
"Iya bu,kami datang tadi malam, kami mau bangunin ibu tapi udah larut malam"
jelas Alexa.
"Nak..Kamu kenapa? masuk angin atau....?"
tanya ibu Bening.
"Atau mi!"
ucap Bening santai.
"Maksudmu?"
tanya ibu Bening masih ragu.
"Yaa.. seperti yang kamu duga mi!"
ucap Bening menunduk bersedih.
"Alhamdulilah.. aku akan segera mendapat cucu!tapi.. kenapa kamu malah bersedih nak? apa kamu masih takut dam belum siap?"
tanya ibu Bening heboh.
"Hemmmm.. nanti setelah sarapan, akan aku ceritakan semua mi, sekarang aku pengen lontong pecel sama rempeyek udang mi, buatin ya?"
ucap Bening.
"Pasti sayang, mami akan suruh simbok belanja bahannya, kamu mandi dulu, mami buatin kamu jahe panas dulu!"
ucap mami segera berlalu.
Setelah Bening selesai mandi dan menikmati wedang jahenya, Alexa sudah memanggilnya turun untuk makan, Alexa memang sudah banyak belajar masak dari koki resto, jadi hobinya sekarang sudah ganti, dari balapan mobil menjadi memasak๐
"Nak ini lontong pecel sama rempeyek udangnya sudah jadi!"
ucap mami.
"Heemmm..Baunya wangi sekali mi!"
ucap Bening langsung makan dengan lahap setelah akhir-akhir ini selera makannya hilang.
"Sebenarnya ada apa nak? kenapa nak Vian tidak ikut kemari?"
tanya ayah Bening heran.
Bening menyudahi sarapannya dan menceritakan keaadaan Vian yang masih belum pulih dan perubahan drastis dari semua perlakuan Vian terhadap Bening.
"Ma..Aku kemarin sempat pingsan,kata dokter aku tidak boleh terlalu stres, karena kandunganku masih muda dan rentan, jadi aku ingin menenangkan diri dulu.
"Haaaahh..Ya sudahlah nak, sebenarnya ini juga bukan kesalahan nak Vian sepenuhnnya, dia kan masih hilang ingatan!"
ucap ayah Vian.
"Tapi ya nggak gitu juga pa, masak dia meragukan anak yang dikandung Bening, sembarangan saja, aku mendidik anakku untuk selalu menjaga kehormatannya apapun yang terjadi!"
ucap mami emosi.
Bening hanya menundukkan kepalanya, dan berfikir apa benar tindakan yang diambilnya saat ini.
Emmm..Author jadi pengen lontong pecel๐๐๐
Jangan lupa klik Like, vote dan coment kalian ya gaess...
Terima kasih๐๐
__ADS_1