CINTA INI TAK BERSYARAT

CINTA INI TAK BERSYARAT
92.Pertumpahan Darah


__ADS_3

...🐵Happy Reading🐒...


🥀🥀🥀🥀🥀🥀


Pukul dua pagi Doni dan Joe sudah bersiap, dia menggunakan baju anti peluru lengkap, serta menggunakan jaket serba hitam dan tidak lupa dengan senjata yang diselipkan dipinggangnya.


"Sayang..Uncle? Mau kemana pagi - pagi buta begini?"


Tanya Alexa yang terbangun karena haus dan tanpa sengaja melihat dua pria tampan yang sangat dia sayangi sedang bersiap dengan pakaian serba hitam.


"Mau berburu.."


Ucap Joe.


"Mau maen game.."


Ujar Doni.


Mereka berucap bersamaan tapi tidak kompak jawabannya.


"Hah.. jadi mana yang bener nie? berburu atau maen game sih?"


Tanya Alexa bingung.


"Hehe.. dua - duanya sayang"


Ucap Doni menyentil dagu Alexa yang tirus itu.


"Kita mau berburu sambil maen game"


Joe tersenyum sambil merapikan jacketnya.


"Haah? emang ada game seperti itu?


Alexa makin heran dibuatnya.


"Emm.. semacam game petak umpet yank, jadi selagi kita ngumpet kita cari mangsa, biar nggak digigitin nyamuk"


Doni berucap asal saja, dia tidak ingin kekasihnya mengkhawatirkan mereka berdua.


"Emang ada nyamuk yang mau gigit elu, dih aku rasa tuh nyamuk langsung keracunan gigit darah lu"


Joe tertawa mengejek teman duetnya.


"Siapa bilang? Alexa aja syuka aku gigit, yaa kan sayang?"


Ucap Doni merangkul kekasih yang sudah tersipu malu.


"Ciih.. kalian berdua ini memang menyebalkan!"


Ucap Joe bersidekap sambil membuang pandangannya ke lain arah, dia malas pagi - pagi buta melihat drama telenovella.


"Sudahlah..kalian berdua adalah dua mahkluk ciptaan Tuhan yang paling aku sayangi, jangan bertengkar mulu!"


Alexa memeluk pinggang dua pria tampan itu sekaligus.


( Author pengen banget jadi Alexa 😅🤣 )


"Apa kalian mau mendatangi geng mafia Kenand sekarang?"


Alexa sebenarnya tahu rencana mereka pada awalnya.


"He em"


Ucap mereka serempak.


"Sayang? boleh aku ikut bersama kalian?"


Tanya Alexa.


"Tidak Boleh!"


Mereka berdua serempak berteriak.


"Diih kalian ini, tapi sayang..kamu harus berjanji ya, pulang dengan selamat, aku selalu menunggumu disini"


Ucap Alexa memeluk Doni erat.


"Heeh..Uncle mu ini juga ikut andil didalamnya, masak cuma dia doang yang diberi semangat!"


Penyakit iri Joe mulai keluar.


"Ututututtt..uncle ku tersayang, uncle juga harus hati - hati, utamakan keselamatan kalian, aku sangat menyayangi uncle, terima kasih sudah mau membantu keponakan uncle yang cantik ini?"


Alexa memeluk erat tubuh Joe yang gagah dan kekar itu.


Joe tersenyum senang sambil memeluk dan membelai rambut indah Alexa.


"Heeh..sudah jangan lama - lama, entar berkarat lagi!"


Doni menarik tangan Alexa agar terlepas dari pelukan pamannya.


"Ciih..berani sekali kau? kau pikir aku ini apa? aah..apa kamu tahu keinginan terbesar dan cita - cita Alexa dulu?"


Ucap Joe tersenyum licik.


"Uncle.."


Alexa menghela nafasnya.


"Apa? memang apa keinginannya?"


Tanya Doni penasaran.

__ADS_1


"Menikah denganku!"


Joe tersenyum jahat.


"Haah? menikah? apa itu benar sayang? jadi kamu nggak mau menikah denganku? apa kamu mencintai dia?"


Doni tidak terima dengan pernyataan Joe.


"Haiiisss.. itu hanya ucapan anak kecil sayang, jangan diambil hati"


Alexa mulai merayu Doni.


"Tapi harusnya anak kecil itu belum kepikiran nikah kan yank?"


Doni masih tidak terima.


"Tapi anak kecil itu tidak pernah berbohong biar kamu tahu!"


Joe menambahi minyak dalam kobaran api.


"Uncle..!"


Alexa mulai malas berdebat pagi buta.


"Bener juga yank? jadi sebenarnya kamu mau nikah sama aku apa dengan dia!"


Doni cemburu tak tentu arah.


"Ya pasti dengan kamu lah sayang, masak nikah sama paman sendiri, jangan bercanda deh?"


Alexa mulai melemah.


"Hahahaha.."


Suara tawa Joe menggema di ruangan mewah villa itu.


"Hiss..sial, aku terkena jebakan batman uncle gila mu itu!"


Doni mengumpat sambil berjalan mengikuti Joe keluar Villa.


"Sayang.."


Panggil Alexa.


"Iya sayang.."


Doni segera menoleh dan mendekati Alexa.


"Hati - hati, aku sayang kamu!"


"Iya, pasti sayang, aku akan segera kembali untukmu, jangan kemana - mana"


Doni mengecup mesra bibir mungil dan memeluk erat gadis kesayangannya.


"Woiiii..fisikal distancing woii..!"


"Aah..pamanmu itu selalu saja membuatku kesal!"


Ucap Doni lirih.


"Berdamailah walau hanya sebentar saja, uncle itu memang menyebalkan, tapi dia sebenarnya mempunyai hati dan pribadi yang sangat hangat"


Ucap Alexa sambil mengusap bahu Doni dengan lembut.


"Aku tahu itu"


Ucap Doni tersenyum.


Akhirnya Doni dan Joe berangkat dengan sebuah mobil sport dengan kaca anti peluru, dan diikuti lima mobil bok berisikan puluhan anak buah Tuan Mike.


Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam,mereka sampai di suatu kawasan gedung - gedung tinggi di tepi sebuah dermaga.


Doni dan Joe turun dan mengatur strategi,mereka memerintahkan anak buahnya berpencar mengelilingi gedung tersebut.


"Uncle.. sepertinya kita harus menyusup kedalam untuk melihat situasi dan merekam bukti"


"Hmm..aku juga berfikiran seperti itu"


Akhirnya mereka bisa kompak dalam hal strategi.


"Kita sikat saja sopir truk itu, kita menyamar menggunakan pakaiannya.


"Siap uncle"


Doni dan Joe mulai beraksi, dua sopir truk telah dilumpuhkan dengan satu pukulan dibelakang kepala tanpa menimbulkan suara.


Doni mulai melajukan truk memasuki gerbang gudang narkoba itu, dipakainya kaca mata yang ada kamera kecil disampingnya.


Sedangkan Joe mempersiapkan senjata dan melihat situasi disekelilingnya.


"Uncle..! nanti uncle serang disektor kiri, aku akan menyerang di sektor kanan"


Ucap Doni membagi wilayah.


"Enak saja, mangsa lebih banyak disektor kanan? kamu mau serakah biar cepat menang ya?"


Joe merasa tidak terima diberi wilayah yang sedikit penjagaannya.


"Uncle ini udah berumur, jangan main - main, nanti encoknya kambuh gimana? kagak ada yang jual koyok cabe disini!"


Ucap Doni yang sebenarnya tidak ingin uncle Joe mendapatkan resiko lebih tinggi, bagaimana pun juga ini rencananya, Doni tidak ingin terlalu membebani orang lain.


"Kau benar - benar meremehkanku !"

__ADS_1


Ucap Joe sambil menembakkan peluru bius pada pengawal gerbang gudang itu.


Bruk..bruk..bruk..


Pengawal dari sisi kanan kiri mulai berjatuhan tanpa suara, tembakan Joe dan Doni benar - benar tepat sasaran, mereka melakukannya dengan mulus.


"Sepertinya Kenand tidak ada disini"


Ucap Doni melihat keadaan sekitar.


"Dia pasti bersembunyi disuatu tempat"


Jawab Joe.


"Apa perlu kita buat api unggun disini uncle? sepertinya cuaca sangat dingin."


Ucap Doni santai.


"Apa kita tidak mau bermain - main sebentar untuk merenggangkan otot kita?"


"Haha..boleh juga?"


Doni sudah melompat dari pintu truk kontener besar itu.


"Sialan..bocah itu nyolong start duluan!"


Ucap Joe melihat Doni sudah melumpuhkan beberapa mangsanya dengan beberapa tendangan mautnya.


"Serang..!"


Teriak Doni dan Joe bersamaan, suara mereka terhubung dengan ear phone masing - masing anak buah yang mereka bawa.


Dor..dor..dor..dor..


Suara tembakan dan darah segar mengaliri lantai gedung itu.


Anak buah Kenand tak sebanding banyaknya dengan anak buah yang Joe dan Doni bawa, akhirnya mereka tumbang tak tersisa.


"Uncle? kamu dapat berapa?"


Ucap Doni sambil mengatur nafasnya.


"Aah..aku lupa menghitungnya, aku terlalu asyik bernostalgia bermain tembak - tembakan masa SD dulu"


Ucap Joe sambil memainkan pistol ditangannya.


"Ciih..bilang saja uncle takut kalah!"


"Heeh..aku buka tipe orang yang suka hitung - hitungan ya, aku selalu ikhlas melakukannya!"


"Ini bukan ladang amal uncle, ini ladang pertempuran."


Doni terheran mendengarnya.


"Haaah.. sudahlah, mari kita buat api unggun, badanku sudah mulai membeku lama - lama ditempat ini"


"Haha..baiklah, mari kita pulang"


Mereka memerintahkan semua anak buahnya untuk keluar dari gedung itu.


Dan dalam dua kali jentikan tangan Joe, Doni menekan satu tombol merah pembuat api unggun.


Boooooommmm..!


🥳🥳🥳🥳


"Selamat tahun baru uncle"


Ucap Doni melihat gumpalan api melahap gedung besar itu.


"Tahun baru gundulmu itu?"


Jawab Joe melirik Doni yang tersenyum puas.


"Aah.. bukannya mirip dengan perayaan pesta kembang api?"


"Aah.. benar juga, kenapa kita tidak membawa ayam dan sosis buat manggang disini tadi"


"Mari kita pulang uncle, kita barbeque nan dirumah saja, sambil kita cari si kunyuk sialan itu, aah.. kenapa pula dia suka main petak umpet, bikin tambahan PR saja!"


Ucap Doni kesal sambil merangkul pundak Joe.


"Turunkan tanganmu itu, aku tidak sudi berdekatan denganmu?"


"Ciih..apa uncle sudah sembuh?"


"Heiii.. kau kira aku penyakitan!"


"Apa uncle tidak menyukaiku lagi?"


Doni berlari menuju mobilnya dengan cepat kilat takut kena sembur king kobra.


"Heeeiiitttt...bocah sialan! dia pikir aku beneran homo apa? peliharaanku masih normal bisa tegak berdiri dengan gagahnya ini, heeeiii...!"


Dilain sisi, di dalam sebuah hotel mewah berbintang lima, seorang lelaki tampan sedang tiduran sambil mengamati handphone bermerk gigitan apel terbarunya.


"Haaaiiss...ada yang mengajakku bermain rupanya?"


Senyuman licik diwajahnya terbit disudut bibirnya.


Siapa itu?


Jangan lupa dukungannya gaess..

__ADS_1


Jempol kalian sangat berarti buat author, berbesar hatilah membagikan like kalian🤩


Terimakasih🙏🙏


__ADS_2