CINTA INI TAK BERSYARAT

CINTA INI TAK BERSYARAT
27.Lagu untukmu


__ADS_3

...🦋🦋Happy Reading🦋🦋...


Perlahan Vian berjalan menaiki panggung dengan senyum sejuta wattnya.


Diambilnya gitar, duduk dikursi depan mic dan mulai menyanyikan lagu spesial untuk pujaan hatinya dibawah sana..


...


Dengarkanlah..


Wanita pujaanku,malam ini akan kusampaikan..


Hasrat suci kepadamu, dewiku..


Dengarkanlah kesunguhan ini


Aku ingin..Mempersuntingmu..


Tuk yang pertama dan terakhir


Jangan kau tolak dan buat ku hancur


Ku tak akan mengulang tuk meminta


Satu keyakinaan hatiku ini


Akulah yang terbaik untukmu..


I


L


O


V


E


U


Bening..


Proookkk..proookkk..prokkk....


Suara gemuruh tepuk tangan dari seluruh keluarga dan saudara mereka riuh gembira, mereka tak menyangka orang seperti Vian mempunyai suara yang bagus dan bisa menyanyikan lagu romantis dimalam yang bahagia ini.


Bening tersenyum malu-malu karena seluruh keluarganya ikut menggodanya.


"Kamu puass?"


tanya Vian pada Bening.


"Tentu.. suaramu bagus banget yank?"


jawab Bening.


"Udah bagus tampan lagi, bisalah jadi idol kayak idola kamu yang sering kamu lihat ditv tuh!"


ucap Vian sombong.


"Ceileeehh.. Kumat sombong akuttnya!"


tawa Bening.


"Jangan lupa janjinya?"


ucap Vian mengingatkan.


"Kalau nggak lupa!"


jawab Bening.


"Awasss yaaa!"


ancam Vian.


Malampun semakin larut dan keluarga Vian pun pamit undur diri.


"Jangan lupa besok datang pagi ya yank? atau mau aku jemput sekalian?"


tanya Vian.


"Nggak usah yank, kita lain arah, lagian juga aku mau ngecek restaurant bentar!"


ucap Bening.


"Awas lupa! aku terkam nanti dikantor!"


ancam Vian.


"Huuuuuuu...Atuuttt!"


ledek Bening.


Diusapnya kepala Bening, dikecupnya kening Bening dan Vian pun ikut pamit pulang.


Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Bening sudah bersiap-siap ke restaurant dan saat keluar rumah bening dikejutkan sesuatu..


"Woooww..Mobil siapa ini?"


pikir Bening.


"Selamat pagi nona?"

__ADS_1


ucap seseorang keluar dari mobil tersebut.


Sebuah mobil Lamborgini keluaran terbaru berwarna merah menyilaukan mata.


"Pagi..anda siapa ya?"


tanya Bening.


"Saya orang yang diutus Tuan Alvian untuk menyerahkan mobil ini kepada nona Bening!"


jelasnya.


"Haaahh..Ini untukku?"


"Ini kunci dan surat-surat mobilnya nona, saya permisi"


ucapnya.


"Oh ya..Terima kasih!".


Bening segera menekan layar ponselnya.


Tuuttt.....Panggilan tersambung..


"Morning sayangnya aku?"


ucap Vian dibalik telpon.


"Sayang? kamu beliin aku mobil?"


tanya Bening sambil melihat surat mobil itu memang atas namanya.


"Apa kamu suka?"


"Suka bangettt yank! tapi kenapa mesti repot-repot beliin mobil, punyaku juga masih bagus yank!"


"Biar kamu lebih cepet nyampe kantor! aku udah kangen banget sama kamu!"


ucap Vian menggombal dipagi hari.


Doni yang disamping hanya terheran sampai menggeleng - ngelengan kepalanya, dasarr bos bucin pikirnya.


"Dasarr tukang gombal !"


"Kok gombal? beneran ini lho!"


"Yaudah.. Aku ke resto bentar, baru kesana ya yank!"


"Okey jangan lama-lama ya yank!"


Tak berselang lama, terdengar suara gaduh diluar kantor.


"Donnn..Siapa itu ribut-ribut sepagi ini?"


Baru Doni akan melangkah keluar, pintu sudah terbuka..


Ceklekkk...


Vian menoleh..


"Devina?"


"Maaf tuan, saya sudah melarang nona Vina masuk, tapi dia memaksa tuan?"


ucap sekertarisnya.


Vian menghela nafas panjang..


"Ya sudah, keluarlah! Don kamu juga keluar, skalian ambilkan aku berkas untuk nanti kita meeting, aku akan bicara padanya.. dan kamu tolong suruh Ob buatkan kami minum!"


ucap Vian ada sekertarisnya.


"Baik tuan".


Ucap mereka serentak.


Hening..tidak ada yang bicara.


"Sayang?"


ucap Vina mendekat ke arah kursi Vian memecah kesunyian.


"Duduk kamu disitu !"


perintahnya.


"Sayang aku ingin menjelaskan sesuatu !"


ranyunya sambil memeluk leher Vian dan duduk dipangkuannya dengan santainya.


"Menyingkirlahh!"


ucap Vian.


"Vian sayang, dengarkan aku dulu, aku tidak bermaksud menghianatimu, bahkan sebenarnya aku masih sangat mencintaimu!"


jelas Devina.


"Haahh... Setelah kamu menikah dengan sepupuku sendiri, kamu bisa bilang seperti itu!"


ucap Vian.


Vian ingin berdiri tapi dipeluknya erat kepala Vian dan diciumnya bibir Vian tiba-tiba secara buas oleh Devina.

__ADS_1


Vian tidak bisa menghindar karena posisinya tertindih.


Bahkan dia mengingat segala kenangan yang mereka lalui masa lampau yang sudah mulai Vian lupakan.


Disudut pintu, ada sepasang mata yang sudah mengalirkan air matanya dengan derasnya.


Bening mundur selangkah, dua langkah dan akhirnya berbalik dan berlari sekuat tenaga tanpa menghiraukan orang-orang disekitar yang melihatnya.


Dibantingnya pintu mobil dan Bening menangis tersedu-sedu, dia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Diaturnya nafas Bening yang masih tersengal-sengal, dia harus segera pergi dari sini pikirnya.


Back to.. Kantor Vian.


"Tuan?"


ucap Vian terkejut dengan apa yang dilihatnya.


Serentak mereka tersadar dan menoleh..


"Haaaahh...Awas! pergi kamu dari sini!"


seru Vian mendorong Devina dengan sekuat tenaga.


"Sayang? aku bisa jelaskan semuanya! aku masih mencintaimu sayang! dengarkan aku..!"


teriaknya sambil kesakitan karena jatuh tersungkur.


"Donnn.. seret Dia keluar dari ruanganku, dia tidak bisa diajak bicara baik-baik!"


geram Vian.


Dia juga aneh, kenapa dia masih saja tertipu daya oleh mantan kekasihnya yang telah mencampakkanya dan memilih sepupunya itu.


"Apa yang aku lalukan? bagaimana kalau Bening


sampai tahu! aah..Untung dia belum datang!"


Dijambaknya rambut Vian kebelakang, dan dia langsung teringat Bening dan segera menelponya.


Tuttt...tuttt..panggilan terputus.


"Kenapa dirijeck?"


lirih Vian.


Ditelponya kembali Bening.


Tutttt..


Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau diluar jangkauan. Operator yang menjawab telponnya.


"Kemana Bening? kenapa tadi rijeck?"


ucap Vian semakin pusing.


Chat..


Vian: sayang? kamu dimana? (09.00)


Vian: sayang ada apa? kenapa dirijeck?


(09.10)


Vian: sayang apa terjadi sesuatu? (09.45)


Vian:sayang kamu masih di resto? aku kesana yaa?


Tidak ada satupun pesan yang dibaca, apalagi yang dibalas.


Dikantonginya hp lalu menyambar kunci mobil dan segera beranjak pergi ke resto Bening, dia khawatir skaligus merasa aneh, tidak biasanya Bening mengacuhkanya.


Saat ingin memasuki lift dia bertemu Doni.


"Don sudah kau bereskan dia?"


"Sudah tuan, saya sudah memaksanya pulang"


"Ya sudah aku pergi ke resto Bening sebentar yaa!"


ucap Vian.


"Maaf Tuan, klien kita dari Singapore sudah menunggu di ruang tamu eksklusif tuan, tadi saya menemuinya, jadi agak lama, Beliau sudah menunggu anda!"


"Haaahh.. baiklah!"


ucap Vian terpaksa karena itu klien penting dalam proyek besar yang ditanganinya saat ini, nanti selesai aku keresto pikirnya.


Disisi lain, disebuah pantai, Bening duduk dengan menelungkupkan kepala ke kakinya, dia masih tidak percaya, kenapa Vian tidak jauh beda dengan Alan, mereka hanya bisa menyakiti perasaanya.


"Dasar cowokk! semua sama aja! brengsek!aaahhhhhh......!"


Bening teriak sepuasnya.


Untung saja disana sepi cuma ada beberapa orang saja bermain ombak pantai.


Dia tidak tahu lagi harus berbuat apa, disaat dia sudah move on dan menyiapkan pernikahan idamanya, malah satu nama yang lebih mengerikan dan lebih horor dari yang namanya Hantuu datang!!yaitu: " MANTAN "


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Jangan lupa mohon dukungan Like, Vote dan komen kalian ya gaess, biar author lebih semangat🙏🙏


Sentuhan jempol kalian sangat berarti buat author🥰

__ADS_1


Terima kasih😘


__ADS_2