CINTA INI TAK BERSYARAT

CINTA INI TAK BERSYARAT
141. Gegana


__ADS_3

...🤍🤍 Happy Reading 🤍🤍...


... "Dia tidak yakin kapan itu terjadi. Atau bahkan saat itu dimulai. Yang dia tahu pasti adalah bahwa di sini dan saat ini, dia begitu jatuh cinta dan dia hanya bisa berdoa agar dia merasakan hal yang sama."...


Saat pagi menjelang, Eveline masih senyum - senyum sendiri mengingat kejadian malam tadi, bahkan saat dia terbangun dari tidurnya, wajah tampan Joe lah yang pertama ada didalam pikirannya.


Masa iya gue suka ama om - om sih? apa ini yang dinamakan cinta? atau hanya sekedar suka dan berlalu begitu saja? entahlah.. yang pasti saat ini aku bahagia. Itu saja..


Eveline senyum - senyum sendiri seperti orang gila sambil memeluk bantal gulingnya.


" Dek.. aa' pergi kerja dulu, bangun kamu, jangan ngebo mulu! anak perawan kagak boleh males - malesan, buruan mandi!"


Teriak Doni dari balik pintu kamarnya.


" Yaelah.. iya aa' bentar lagi!"


Jawab Eveline malas.


" Ada surat noh dibawah buat kamu! cepat bangun atau ember melayang kesitu nih!"


Teriak Doni lagi.


" Astaga.. punya aa' satu aja bawelnya setengah mampus deh!"


Eveline beranjak turun daripada pagi - pagi harus saur kedua dengan ember kan kagak lucu.


" Surat apaan sih A ?"


Tanya Eveline duduk sofa.


" Entah.. kayaknya dari kepolisian."


Ucap Doni sambil merapikan dasi.


Saat Eveline membuka amplop itu ternyata benar saja, Eveline lolos tes tahap pertama, dan dia harus mengikuti pendidikan Bintara wanita dalam kurun waktu sekitar tiga bulan.


" Aa' aku lolos tahap pertama!"


Teriak Eveline sambil jingkrak - jingkrak.


" Benarkah?"


Tanya Doni terkejut.


Lalu bagaimana nasib uncle Joe, masak Cinta baru bersemi langsung ditinggal begitu saja, malang sekali nasibmu Uncle?


Doni melamun sejenak, membayangkan bagaimana reaksi Joe kalau mengetahui Eveline akan pergi pendidikan.


" Apa kamu yakin akan ikut pendidikan?"


Tanya Doni kembali.


" Tentu dong A'.. ini kan memang cita - citaku dari dulu, aku susah payah berlatih agar lolos seleksi tahun ini tahu kak!"


Ucap Eveline dengan semangat.


" Baguslah.. kejarlah cita - citamu, jangan dulu mikirin cinta, masih panjang perjalanan kisah hidupmu, semangatt..! Aa berangkat ya!"


Ucap Doni mengacak rambut Eveline dan berlalu pergi.


Saat mendengar penuturan dari kakaknya, Eveline termenung, dia langsung teringat dengan sosok Joe yang tadi malam mengukir sesuatu yang indah dihatinya.


Haaah.. kak Joe? gimana dong? aku nggak bisa jumpa dengan kakak lama dong? nggak bisa kontak juga? pendidikan mana boleh bawa handphone? belom lagi nanti kalau aku lolos dan ditugaskan ditempat terpencil, jauh dari kota? jauh dari sinyal hp? apa aku bisa?


" Aaarrrggggghhh kak Joe..!"


Teriak Eveline pusing tujuh keliling.


Eveline mengacak - ngaak rambutnya sendiri, ada rasa bahagia cita - citanya didepan mata, tapi ada rasa gegana, gelisah galau merana ketika mengingat sosok Joe yang sudah menyentuh hatinya.


" Hachiiiiiimmmm.."

__ADS_1


Tiba - tiba tanpa ada asap atau debu, Joe bersin - bersin saat turun dari tangga.


" Uncle sakit?"


Tanya Alexa saat melihat Joe.


" Enggak kok!"


" Terus kenapa bersin - bersin?"


Tanya Alexa heran.


" Entahlah, tiba - tiba hidungku gatal!"


" Uncle mau kemana udah rapi begini?"


Tanya Alexa kepo.


" Mau kerja lah? udah ganteng gini masak bobok!"


ucap Joe tanpa beban.


" Kerja apa kerja hayo?"


Ledek Alexa.


" Ya kerjalah, orang pake jas gini?"


Ucap Joe heran.


" Ngapel pake jas juga bisa lho ya?"


Alexa makin gencar menggoda pamannya.


" Kamu ini ngomong apa sih, nggak jelas banget? lowbate loe? belum dicas apa sama si kutu kupret itu?"


Ucap Joe ikut meledek.


" Cieeee.. btw anyway basway.. udah uncle tembak belom si daun muda?"


" Daun muda apaan sih?"


Joe tersenyum paham kemana arah Alexa berbicara.


" Kagak usah pura - pura deh uncle? aku bisa lihat sendiri kemarin di drama dadakan!"


Ucap Alexa menyindir.


" Drama apaan?"


Tanya Joe curiga.


" Drama dimana pihak cowok bingung menentukan pilihan, dan akhirnya dengan satu drama tragedi moge lewat, dia jadi tahu mana yang prioritas mana yang bukan? jadi uncle sudah menentukan pilihan bukan?"


Selidik Alexa.


" Drama? Moge? Haaaaah... jadi kamu yang sengaja buat drama itu kemarin?"


Tanya Joe terkejut.


" Iyess.. hehe."


Alexa siap - siap pasang kuda - kuda.


" Awas kau ya? ngerjain uncle kamu ya..!"


Joe mengejar Alexa yang sudah berlarian sambil tertawa terbahak - bahak.


" Stoooopppp.. capek aku uncle, haus pula nanti aku!"


Alexa duduk sambil ngos - ngosan.

__ADS_1


" Siapa suruh ngerjain uncle ha?"


Joe langsung menyentil kening Alexa dengan gemas.


" Awww.. uncle ini dibantuin bukanya terima kasih malah nyakitin deh!"


" Bantuin yang bagaimana maksudmu ha? jantung uncle hampir copot waktu itu tauk!"


" Jantung mau copot karena berdebar meluk Eveline kan? haha.. ngaku hayo?"


Ledek Alexa kembali.


" Kok Eveline? Moge itu dodol, dia ngerem pas didepan kami tauk!"


Ucap Joe kesal.


" Tapi uncle jadi tau kan mana yang harus uncle prioritaskan? jadi uncle tidak ragu lagi kan harus memilih yang mana? jangan buat orang salah paham uncle? jangan sok tebar pesona kebanyak wanita! entar kena karma tau rasa!"


" Emang siapa yang tebar pesona?"


" Diihh.. dia lupa ingatan? bukanya dari dulu uncle gencar nguber mbak Nay? kenapa sekarang jadi pindah ke lain hati? Eveline adek abang tauk, kalau uncle mempermainkan perasaannya, uncle tahu sendiri harus berhadapan dengan siapa?"


Ancam Alexa.


Joe menghela nafas panjang, dia pun bingung dengan perasaannya sendiri.


" Akupun bingung Le.. dulu saat melihat Nay, jantungku ini berdebar, ada rasa ingin memiliki, walau dia cuek pun aku tidak perduli, tapi sekarang, saat dia mulai bisa tersenyum kearahku, rasa itu tiba - tiba memudar tergantikan dengan bayangan Eveline, uncle pun heran, berkali - kali uncle menepisnya tapi nyatanya Eveline yang mondar - mandir di pikiran uncle!"


Joe menceritakan segala unek - uneknya selama ini.


" Itu namanya Cinta uncle!"


Ucap Alexa mendramatisir keadaan.


" Masak iya aku jatuh cinta sama bocah?"


Sangkal Joe.


" Diiihh.. masih ngelak lagi! kelihatan tauk dari perilaku uncle, dari raut wajah uncle yang selalu tersenyum saat bersama Eveline!"


" Bocah satu itu memang selalu membuatku tersenyum, ada aja tingkah lucu yang dia buat! hehe.."


Joe seketika tersenyum mengingat tingkah Eveline yang absurd.


" Waaaahh.. beneran, uncle udah buciiiinn akut ini mah!"


Alexa menggelengkan kepalanya.


" Jadi kangeen ama tu bocah!"


Ucap Joe dengan hati berdebar - debar membayangkan Eveline.


" Ciiiihhhh... jujur amat kamu uncle! malu dikit napa! ingat umur kaleee...!"


Ledek Alexa.


" Emang kenapa? masa seumuran uncle ini bukan tua, tapi matang! siap lahir batin untuk berumah tangga!"


Jawab Joe sombong.


" Itu uncle? nah kalau Eveline? dia masih bocah uncle? yakin mau ngajakin nikah sekarang? haha.."


Ledek Alexa tertawa.


" Iya juga ya? nanti aku tanyain lah, seharusnya umur tidak jadi masalah sih, bodynya aja udah yahuut, gemoy asoyy gitu, udah bisalah diajak mendesah bareng! aaah.. jadi kagak sabar nunggu sore buat nemuin si gemoyku! uhuuyy.."


Ucap Joe loss tanpa saringan.


" UNCLEEEE...!"


teriak Alexa tidak habis pikir.

__ADS_1


Gimana reaksi uncle Joe tampan kita ya, kalau tahu Eveline akan ikut pendidikan?


Jangan lupa bagi VOTE buat otorr dong?


__ADS_2