CINTA INI TAK BERSYARAT

CINTA INI TAK BERSYARAT
127. Malam Pesta Pertunangan


__ADS_3

...πŸ’ Happy Reading πŸ’...


...♀ Ada saatnya kamu melepaskan seseorang bukan karena tidak mencintainya lagi, tetapi demi menjaga hati kita sendiri, agar tidak terluka lagi oleh sikap yang sama, dan orang yang sama ♀...


^^^Nay_ yang tersakiti ^^^


Sore itu Joe sudah sampai dipelataran rumah Nay, dengan setelan jas berwarna navy dan menggunakan kaca mata hitam dengan Mobil Ferarri terbarunya.


Tapi dia masih stay duduk di kursi kemudi, dia ragu untuk masuk, alasan apa yang harus dia ucapkan agar Nay mau ikut ke pesta pertunangan Doni dan Alexa.


Saat dia masih memikirkan alasan terbaik, pintu kaca mobil Joe di ketuk dari luar.


" Mau tanya alamat atau apa nak? kok parkir didepan rumah saya?"


Ucap mamahnya Nay.


" Maaf tidak bu, saya mau bertemu dengan Nay."


Ucap Joe sopan.


" Kamu bukanya temen Nay kan?"


" Iya bu."


" Yawda ayo masuk, kenapa cuma bengong disini aja?"


" Hehe.. iya bu, apa Nay ada di rumah?"


" Ada, mau ajak bukber ya?"


Tanya mamah Nay menduga.


" Hehe.. iya bu."


Joe menemukan ide dari ucapan mamah Nay.


" Tunggu sebentar ya, saya panggilkan Nay dulu."


Ucap Mamah Nay sambil berlalu masuk ke dalam.


Tak selang beberapa lama, Nay keluar dengan wajah terkejut.


" Pak Joe, ada apa? bukanya ini sudah bukan jam kerja? apa aku harus menjadi sopirmu saat ini juga?"


Ucap Nay terheran.


" Panggilah mas kek, kakak, atau abang juga boleh deh, biar ngak terlalu tua banget dah kesannya!"


Ucap Joe memasang tampang kesalnya.


" Hemm.. panggilan pak itu sudah pas, kita kan relasi kerja pak, jadi itu sudah sewajarnya!"


Ucap Nay datar seperti biasanya.


" Padahal kalau hari ini kamu bisa memanggilku Darling.. aku akan mengurangi hukumanmu lho!"


Ucap Joe santai.


" Apa? Darling?"


" Iya sayang.."


Jawab Joe kilat sambil tersenyum gila.


" Hah.. maksud saya, kenapa saya harus memanggil seperti itu?"


Nay malah jadi kikuk sendiri.


" Haaah.. karna akan ada saatnya kamu akan berterima kasih padaku, karena selalu ada untukmu! bersiaplah.. Doni mengundangmu ke acaranya, dan dia menyuruhku spesial untuk menjemputmu!"


Joe malas berdebat terlalu lama denan Nay, karena waktu sudah sore, takut terlambat.


" Beritahu saja dimana alamatnya, aku akan datang sendiri nanti."


Ucap Nay yang memang sangat keras.


" Dia mengundangmu sekarang, bukan nanti, dan kamu jangan terlalu ge er ,karena aku menjemputmu, aku hanya disuruh! jadi cepatlah berdandan atau kamu mau pergi dengan dandanan seperti itu juga tidak masalah, palingan juga kamu nanti kabur!"


Ucap Joe tersenyum miring.


Nay yang hanya menggunakan celana jeans selutut dan kaos oblong terbengong sendiri mendengar ucapan Joe.


" Cepatlah.. Doni menunggumu!"

__ADS_1


Ucap Joe sengaja menaikkan mood Nay saat ini, sebelum nanti dihempaskan oleh keadaan.


" Baiklah.. tunggulah sebentar!"


Ucap Nay berlalu ke dalam.


Setengah jam telah berlalu, Nay belum juga menampakkan hidung batangnya.


" Astaga perempuan satu ini, entah apa aja yang dipermaknya? kenapa dandan lama banget, haruskah semua perempuan seperti itu?"


Joe mulai ngedumel saat matanya sudah lelah mengotak - atik Hp nya dari tadi sambil menunggu.


" Perempuan memang seperti itu!"


Terdengar suara seorang pria dari arah belakang.


" Permisi Om, maaf tadi saya hanya.."


Ucap Joe malu.


" Tidak apa - apa, aku dulu saat nungguin mamahnya Nay juga sering ngedumel kagak jelas gitu, haha."


Ucap Haryo yang ternyata adalah ayah dari Nay.


Joe tersenyum lega, ternyata ayah Nay sangat ramah berbeda dengan putri cantiknya yang sering jutek.


" Kamu sudah lama mengenal Nay?"


Tanya Haryo.


" Belum om, baru sekitar sebulan soalnya saya belum lama kembali ke sini."


Jelas Joe.


" Memangnya kamu bukan teman satu perusahaan Nay?"


" Tidak om, perusahaan saya di Korea, tapi untuk saat ini saya bekerja sama dengan perusahaan Nay, jadi kita saling kenal."


Jelas Joe.


" Owh.. ternyata seperti itu?"


Ucap Haryo bangga dengan pemuda satu ini, masih muda, ramah ternyata dia sudah sukses.


" Ayah.. aku pergi dulu ya?"


" Baiklah, hati - hati ya nak."


" Permisi Om, saya izin membawa Nay."


Ucap Joe sopan.


" Baiklah, jaga baik - baik puteri om satu - satunya ini ?"


pesan Haryo sambil menepuk bahu Joe.


" Siap Om."


Jangankan jagain Om, ngawinin juga mau, pengennya aku kantongin sekalian puteri om yang sering ngeselin ini, aku bawa pulang, aku sayang - sayang deh, mimpi ?


Dalam perjalanan mereka hanya terdiam, Joe pun seakan tidak punya topik, dia lebih penasaran dengan apa yang akan Nay lakukan saat nanti dia melihat Doni dan Alexa bertunangan.


Setelah sampai di kediaman rumah Alexa yang sudah disulap menjadi rumah yang indah melebihi hotel berbintang itu Joe baru membuka suara.


" Kamu siap?"


Tanya Joe.


" Siap ngapain?"


Tanya Nay heran, kalau cuma acara perusahaan dia sudah terbiasa menghadirinya, tidak perlu persiapan yang terlalu rempong pikirnya.


" Siap menerima kenyataan, hehe.."


Joe pura - pura bercanda.


" Nggak jelas kamu mah!"


Ucap Nay langsung membuka pintu mobil.


Nay dengan santainya berjalan tanpa menunggu Joe, dan Joe pun hanya mengekorinya dari belakang.


Suasana pesta sudah sangat ramai, dan suara Mc dari pengisi acara sudah terdengar, ternyata acaranya sudah di mulai.

__ADS_1


Alexa yang menggunakan gaun berwarna putih panjang bermekaran dengan bagian belakang terbuka terlihat sangat cantik dan elegan.


Doni menggunakan Toxedo berwarna Hitam dan terlihat memancarkan aura ketampanannya malam ini.


Mereka sudah berada diatas panggung siap untuk memulai acara.



Nay mulai memasuki karpet merah menuju ke depan panggung bergabung dengan tamu undangan yang lainnya.


Saat dia berjalan mulai mendekat, dia seakan tidak percaya, dia masih ragu melihat sepasang kekasih itu diatas panggung, benarkah itu bosnya yang selama ini dia kagumi.


Sesampainya di deretan tamu undangan terdepan, langkah kakinya terhenti, tangannya gemetar, kakinya melemas, dan langkah kakinya mulai oling kebelakang.


Untung saja Joe sudah mengantisipasinya, dia sudah menduga hal ini akan terjadi, itulah kenapa dia selalu stand by dibelakang Nay dan dengan cekatan dia raih pinggang Nay sebelum ambruk ke lantai.


" Apa kamu mau aku menemanimu kabur sekarang?"


Ucap Joe berbisik ditelinga Nay dengan tangan masih menahan tubuh Nay yang mulai oleng.


Tidak ada jawaban dari Nay, dia benar - benar terkejut, kenapa Doni tidak memberitahunya dari kemarin, padahal dia sekertarisnya, kemarin pun mereka seharian bersama membahas proyek hotel yang di Lombok pikirnya.


" Setidaknya kamu memberikan ucapan selamat dahulu kepada Bosmu untuk menghormati undangan spesialnya, jangan sampai pingsan dulu!"


Ucap Joe kembali.


Nay hanya meliriknya dengan tatapan tajam sekilas, terlihat raut wajah kecewa dari sorot mata Nay.


" Kuatkanlah hatimu, keluarkan senyum termanismu walau perih yang kamu rasa, jangan sampai semua orang disini tahu kalau kamu mencintai mempelai prianya, cukup aku saja yang tahu!"


Ucap Joe memberi nasehat yang benar - benar menusuk pas di jantung Nay.


Kali ini Nay memejamkan matanya, berusaha menahan air matanya yang ingin tumpah.


" Pegang tanganku, kita kasih ucapan selamat kepada Bosmu tercintah, dan aku akan menemanimu kabur dari acara ini!"


Ucap Joe tersenyum miring.


Nay terpaksa mengandeng lengan Joe, karena badannya pun masih terasa lemas, dia berjalan mengikuti Joe naik ke atas panggung.


" Selamat Pret.. akhirnya kamu resmi bertunangan malam ini!"


Ucap Joe sambil memeluk Doni dengan tersenyum bahagia, akhirnya diikat juga saingannya.


" Terima kasih, ini juga semua berkat Uncle, tanpa bantuan Uncle, aku tidak akan berhasil mendapatkan orang yang paling aku cintai."


Ucap Doni membalas pelukan Joe.


Sebuah ucapan yang membuat Nay memejamkan mata, menahan sesak di dada.


" Jangan lama - lama pelukannya entar kalian dikira Hom* lho!"


Bisik Alexa sambil tersenyum licik.


" Diiihh.. dasar kamu bocil."


Ucap Joe yang langsung melepas pelukan dengan Doni dan pura - pura membersihkan jas kerennya, teringat tragedi di pesawat yang mengatakan Joe pecinta sejenis.


Nay masih berdiri memaku dan menunduk dibelakang Joe.


" Nay.."


Sapa Doni tersenyum.


" Se.. se.. selamat atas pertunangannya pak."


Ucap Nay terbata dan terasa berat dilidah.


" Terima kasih Nay, semoga kamu juga segera menyusul dengan....."


Diliriknya Joe yang memandang ke arah mereka.


" Dengan gue lah siapa lagi kan sayang..!"


Ucap Joe sambil merangkul pinggang Nay yang hanya bisa tersenyum kecut mengingat kisahnya.


" Cie.. udah bisa panggil sayang, semangat kak Nay, uncleku ini udah bucin berat ama kak Nay lho!"


Ledek Alexa dengan senyum cerianya, yang bahkan membuat hati Nay lebih hancur dan terluka.


Nay tidak bisa berkata - kata lagi, sebenarnya dia sudah tidak tahan berada diruangan mewah nan megah ini, rasanya dia ingin berlari dan menceburkan diri di aliran sungai untuk mendinginkan hati dan perasaannya yang sudah terbakar saat ini.


Nyelam sekalian Nay sambil cari ikan buat buka puasa πŸ˜…πŸ˜…

__ADS_1


Siapa ini yang pada nyukurin si cantik Nay?


Mana jempolllnya hayo?


__ADS_2