CINTA INI TAK BERSYARAT

CINTA INI TAK BERSYARAT
157. Aku bisa apa?


__ADS_3

...Happy Reading...


...“Tidak ada seorang pun yang bisa kembali ke masa lalu dan memulai awal yang baru lagi. Tapi semua orang bisa memulai hari ini dan membuat akhir yang baru.” ...


Tidak ada manusia atau hal yang sempurna di dunia ini. Semua pasti pernah melakukan kesalahan di dalam hidupnya. Hal tersebut dikarenakan kesempurnaan hanya milik Tuhan.


Mengejar kesempurnaan hanya akan mambuat kita stres dan frustrasi, yang akan berdampak buruk pada kehidupan yang sedang kita jalani.


Begitupun kenyataan yang dihadapi Joe, harus bisa memahami dan mengerti pekerjaan Eveline, dia hanya ingin, selalu bisa melihat senyum Eveline untuk dirinya, walau harus menunggu entah sampai kapan, yang pasti dia tidak mau semua berakhir sampai disini saja.


Malam itu saat Eveline masih beradu argumentasi dengan Joe didepan kamar Doni dan Alexa, tiba-tiba pintu terbuka dengan sempurna.


Ceklek..


Doni melihat kedua orang itu sambil mengerutkan dahinya terheran.


" Kalian sedang apa disini?"


Doni menajamkan pandangan kearah mereka dengan tatapan aneh.


" Aah.. hehe.. ini Eveline mau minta e... apa tadi yank?"


Joe yang sedari tadi merunduk dan menempelkan telinganya ke pintu terkejut bukan kepalang, bahkan hampir oleng saat pintu terbuka.


" Mau minta roti eehh.. pembalut, hehe.. apa kami mengganggu aa?"


Tanya Eveline tidak enak hati.


" Hmmm.. tunggu lima menit dan masuklah, aku harus pergi."


Doni langsung berlari menuruni tangga.


" Kenapa harus nunggu lima menit aa?"


Teriak Eveline terheran tanpa mendapat jawaban dari Doni yang terburu-buru.


Joe pun hanya menggangkat kedua bahunya saat Eveline mengernyitkan kedua alis matanya ke arah kekasihnya itu, yang ternyata sama-sama tidak tahu jawabannya.


Flashback beberapa menit yang lalu.


Saat Doni sedang asyiknya mengabsen aset berharga milik istrinya, dan meninggalkan beberapa stempel cindera mata cintanya dan mulai menikmati setiap celah anugerah terindah yang pernah dia miliki, tiba-tiba ponselnya berdering.


" Bang.. ponselmu bunyi tuh.. emmphh.. angkat dulu gih, takut penting aahh!"


Alexa berucap sambil menahan sentuhan nikmat yang Doni ciptakan.


" Nanggung yank.. aah.. biarin ajah.. udah siap tempur banget nih rudalnya, udah kagak nahan banget dah!"


Doni hampir saja menendang bola tepat di mulut gawang.


" Bang.. tuan muda tuh yang nelpon?"


Alexa yang tanpa sengaja melirik layar ponsel suaminya, padahal mereka sudah sama-sama onfire.


Doni bangun dari tubuh Alexa dan segera mengangkat telpon yang masih berdering sedari tadi.


" Hallo tuan muda? ada apa?"


Ucap Doni sambil menahan kesal didadanya.


" Don.. cepat kemari, istriku mau melahirkan, cepaaat! atau posisimu yang jadi taruhannya!"


Ucap Vian panik dan langsung memutuskan sambungan telponnya.


" Kenapa bang?"


Tanya Alexa penasaran, sambil memunguti baju mereka yang berserakan dilantai.


" Apa aku terlihat seperti dukun beranak yank?"


Doni memegang kepalanya yang sudah memanas.


" Haah? kenapa jadi dukun beranak?"


Alexa bingung sendiri melihat wajah absurd Doni.

__ADS_1


" Nona muda yang mau melahirkan, kenapa aku yang dicari? kenapa tidak langsung dibawa ke rumah sakit atau dukun beranak gituh? haisss... merusak moodku dimalam yang udah aku tunggu-tunggu seumur hidup saja!"


Umpat Doni sambil sibuk memakai celananya kembali.


" Pffttt... sabar bang, masih ada malam berikutnya, apa perlu aku temenin?"


Ucap Alexa sambil menahan tawanya saat mendengar umpatan suaminya yang terlihat sangat kesal.


" Nggak usah yank, ini udah malem, aku harus buru-buru sebelum suamimu ini jadi pengangguran! pakai bajumu dulu, nanti masuk angin, ngelu-ngelu dah si Jaka malam ini."


Doni bergegas mengambil ponsel dan kunci mobilnya dan segera keluar kamar.


" Yawda resleting celananya naikin dulu tuh bang?"


ucap Alexa melihat Doni yang memakai bajunya terburu-buru dan lupa dengan resleting celananya yang masih terbuka.


" Aaaaaaaaarrrrrggggghhhh... aawww... shit!"


Doni mengaduh kesakitan, saat ujung si Jaka terjepit resleting.


" Astaga bang.. pelan-pelan dong ahh? belum juga nyelup udah opname nih Jaka?"


Alexa langsung membetulkan ****** ***** Doni yang ternyata di dalam masih amburadul.


" Malang sekali nasipmu malam ini, Jaka oh Jaka!"


Doni meratapi nasipnya dimalam perhelatan menuju asoy yang terlihat mengenaskan.


Flashback off.


Saat lima menit sudah berlalu Eveline mengetuk pintu kamar Alexa.


" Yaa.. tunggu sebentar."


Alexa terburu-buru memakai baju tidurnya dan segera membukakan pintu kamarnya.


" Lagi pada ngapain sih, kayak yang sibuk aja malem-malem gini?"


Ucap Eveline penasaran.


" Kamu belum cukup umur untuk mengetahuinya yank!"


" Diiihhh.. aku udah gede yaa kak, udah dapet sertifikat untuk nembak penjahat tauk!"


Eveline merasa tidak terima.


" Uuuuuhhhh... mau dong ditembak kamu..?"


Ledek Joe dengan tampang cute nya.


" Haiiissss.. kakak ini, malah ngeledek ya? beneran aku tembak nih!"


Eveline memelototkan kedua matanya.


" Sini.. sini...! disini.. pas dihati kakak, haha..."


Joe menarik tangan Eveline dan menempelkan didada bidangnya yang berotot itu.


" Aiiiihhh... kakak mah gitu deh orangnya!"


Umpat Eveline sambil mengerucutkan bibir mungilnya.


Ceklek.. pintu kamar Alexa terbuka.


" Eveline? uncle? ada apa?"


Tanya Alexa terheran.


" Pfffffttttttthhhh.."


Mereka berdua memalingkan wajahnya membelakangi Alexa menahan tawanya.


" Ada apah kalian berdua ini?"


Alexa makin penasaran dibuatnya.

__ADS_1


" Haaah.. emm.. aku mau minta pembalut teh, aku lupa tanggalnya, jadi nggak bawa persediaan tadi."


Ucap Eveline sambil menetralkan wajahnya.


" Owalah.. kirain ada apa, tunggu bentar, teteh ambilin dulu."


Alexa bergegas mengambilkan pembalut di laci nakasnya.


" Hemmmphh.."


Eveline mengangguk sambil menahan tawanya.


" Ini dek, ambil aja semua."


Alexa langsung menyerahkan satu plastik pembalut ditangannya.


" Okey.. makasih teh, emm.. dan itu..?"


Eveline ragu untuk mengatakannya.


" Apaan sih dek?"


Alexa yang masih tidak sadar dengan penampilannya.


" Itu.. teteh celananya kebalik, pfffttthhh.."


Eveline susah payah menahan tawanya.


" Udah kebalik, trus kayaknya celana kolor cowok deh, punya laki loe yaa? hahahaha..."


Tawa Joe sudah tidak bisa tertahankan lagi.


" HAAAH..? haiisss... pergi kaliaaannnnn!"


Jerit Alexa langsung membanting pintu kamarnya, tidak kuasa menahan malu.


" HAHAHAHAHAHA..."


Joe dan Eveline bergandengan tangan turun tangga, sambil tertawa terbahak-bahak.


Alexa langsung memperhatikan penampilan bajunya, ternyata dia menggunakan piyama atasannya saja dan bawahnya menggunakan celana kolor Doni, dan lebih pahitnya TERBALIK.


" Haaaaaiiiissss...Aaaaaaaaa..sial banget deh malam ini!"


Alexa menelungkupkan wajahnya dibawah bantalnya, sambil mengumpat kedua manusia yang ikut meramaikan kegagalan bercinta pada malam hari ini.


Dan besok pagi dia harus siap mental untuk menerima ledekan dari paman gilaknya yang pasti akan membuat seisi rumah heboh dengan kekonyolannya malam ini.


" Udah kak ketawanya, entar bangunin orang tua teh Ale lagi?"


Ucap Eveline yang baru keluar dari kamar mandi dapur dan masih melihat Joe tertawa.


" Hahaha.. haiiss.. yakin gue yank, mereka tadi pasti gagal bikin adonan deh, lihat aja muka kusut Ale haha.. "


Joe masih memegangi perutnya yang terasa kram.


" Udah iih kak, jangan nertawain orang berlebihan, entar kebalik kena karma baru nyahok kakak mah!"


Eveline duduk didepan Joe.


" Entar tanggal nikah kita, harus dihitung secara rinci ya yank? jangan sampai pas kamu datang bulan, okey?"


Langsung terlintas ide cemerlang di pikirannya.


" Diihh kakak? mikirnya udah sampai situ?"


Pipi Eveline merah merona saat mendengarnya.


" Hehe.. tunggu ya? tunggu sebentar lagi?"


Joe menarik tangan Eveline dan mengecup mesra jemari tangannya.


Apa pun yang kita tunggu, ketenangan pikiran, kepuasan, rahmat, kesadaran batin dan kebahagiaan yang abadi akan kelimpahan nikmat, pasti akan datang kepada kita, hanya jika kita siap menerimanya dengan hati yang terbuka dan bersyukur.


Keikhlasan itu melegakan, kesabaran itu menguatkan, pasrah itu bikin nyaman, prasangka baik itu mencerahkan.

__ADS_1


Aku pasti tungguin deh uncle? hehe...


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya kakak-kakakku yang canteek?


__ADS_2