CINTA INI TAK BERSYARAT

CINTA INI TAK BERSYARAT
113. BAPER


__ADS_3

...🦋🦋 HAPPY READING 🦋🦋...


..." Tidak ada Kesuksesan yang instant dalam hidup ini, bahkan untuk membuat Mie instant sekalipun, harus merebus air terlebih dulu. "...


Itulah yang dirasakan Doni saat ini, walau belum sepenuhnya, mendapatkan wanita pujaan hatinya, yang tidak pernah absen sedetikpun dan selalu saja berlalu - lalang di dalam pikirannya.


Sore ini Doni mendapatkan undangan spesial makan malam dirumah Big Bos nya, dan Doni berencana mengajak belahan jiwanya.


Tulilutt..


Doni menghubungi Alexa.


" Hallo assalamualaikum bang."


Jawab Alexa lesu.


" Wa'alaikum sayang.. eh.. salam, hehe.. suaramu kok lesu gitu yank? kenapa? apa kamu kesiangan, jadi nggak sempat sahur?"


" Sahur kok, tapi tadi habis sholat subuh tidur lagi, hehe."


" Em.. nanti sore kamu ada acara nggak?"


Tanya Doni.


" Kayaknya nggak ada deh, emang kenapa bang? mau ajak aku ngabuburit ya?"


Alexa sudah tersenyum bahagia.


" Ya.. bisa dibilang gitu, tapi di rumah tuan muda."


" Loh kok dirumah tuan muda sih? kenapa nggak di bazar ramadhan gitu, pasar malam pun jadi deh?"


" Kata Tuan muda, ada sesuatu hal yang penting yang harus dibicarakan, sambil bukber bareng gitu."


" Heem.. kalau gitu aku nggak usah ikut aja deh, males dengerin omongan yang berat - berat, hidup aku aja udah berat banget."


" Heh.. nggak boleh ngomong gitu, itu namanya kamu nggak bersyukur, bukannya ayahmu sudah membuka dinding restu buat kita? jadi apa lagi yang berat di hidupmu sayang?"


Ucap Doni memberikan wejangan, entah dapat wahyu dari mana dia bisa berkata bijak seperti itu, yang pasti bukan Wahyu kang ojol tetanggannya.


" RINDU."


Ucap Alexa singkat padat jelas.


" Hahahaha.. nanti aku kasih penawar rindu buat kamu, tapi kalau udah buka puasa ya?"


Ide jahil Doni keluar dengan sempurna.


" Hemm.. sebenarnya males banget sih."


ucap Alexa lesu.


" Apa kamu nggak mau bertemu dengan nona Bening?"


Tanya Doni.


" Aha..! Owh iya.. kan ada kak Bening ya kan? aku sampai lupa, aku kangen banget sama kakak, okey bang.. jemput aku nanti ya? jangan sampai telat, kita datang lebih awal aja bang, biar bisa lama ngrumpi sama kak Bening."


Alexa berubah mood secara tiba - tiba mengenang sosok kakak seperti Bening.


" Dasar cewek, kalau udah ngrumpi aja, langsung semangat empat lima!"


" Hehe.. kangen banget soalnya, udah lama nggak jumpa kak Bening."


" Kangenan mana sama abang?"


" Kak Beninglah, kalau abang mah kemarin juga ketemu."


Ucap Alexa polos tanpa saringan.


" Nggak usah ikut ajalah kamu, abang pergi sendiri aja!"


Doni pura - pura ngambek.


" Ciee.. abang ngambek? iya deh.. kangenan abang, haha."


" Telat."


" Dihh abang, ikuuuttt..!"


Alexa merengek seperti anak kecil melihat gulali.


" Cium dulu..!"


" Puasa bang, ingat dosa kagak sih?"


Alexa tidak habis pikir, orang sedingin Doni bisa berubah menjadi selebay sekarang ini.

__ADS_1


" Awas aja nanti kalau udah buka!"


" Buka apa?"


" Buka baju, ya buka puasalah neng, apalagi? Cieee... ngarep abang buka yang lain ya?" hahaha.."


Doni tertawa puas dapat bahan ledekan.


" Wasalamualaikum."


Tut.. tut.. tut..


" Hallo yank? hallo? kok dimatiin sih si oneng markoneng ini."


Doni merasa sebal saat teleponnya di putus tiba - tiba.


Baru telponnya yang diputus udah kesel, gimana kalau hubungannya author putus, nangis guling - guling lu bang 🤣🤣


Sore pun menjelang, Doni sudah sampai di pelataran rumah mewah Alexa dengan mengendarai Motor sportnya, dia kecanduan naik moge bersama kekasihnya itu.


Ting tong..


Doni menekan bel rumahnya sambil bersandar pada dinding, dengan gaya cool, dia menggunakan kemeja warna navy dan jeans berwarna biru pudar, tidak lupa dengan kaca mata hitam penambah kegantengan hakikinya.


Ceklek..


" Haah.. mas Aldebaran?"


Sapa Bety dengan mata berbinar - binar seperti sedang menang lotre.


" Haiisss..!"


Doni terkejut bukan kepalang dan sontak mundur beberapa langkah dari pijakan kakinya saat ini.


" Mas Al mau cari Bety apa nona Alexa?"


Bety bergaya centil sambil memutarkan rok kembang yang dia pakai.


" Hah.. mas Al? haisss.. ya Alexa lah, masak cari jambu air gini."


Ucap Doni keceplosan saat melihat hidung Bety yang mirip sekali bentuknya dengan jambu.


" Ckk.. okey lah, mari masuk mas Al, besok - besok sekali - kali nyari Bety yang menawan hati ini ya mas?"


Ucap Bety sambil berlalu masuk kedalam.


" Abang.. ayok bang, aku udah nungguin dari tadi, abang lama deh."


Ucap Alexa berlari mendekati Doni sambil membawa chesse cake buatannya tadi siang.


" Tidak akan aku biarkan kamu gibah terlalu lama."


Ucap Doni menggandeng Alexa.


" Ciih.. dasar pria baperan!"


" Mama sama ayah kamu dimana?"


" Semenjak kemarin pulang dari rumah sakit, hari ini mereka berencana bulan madu lagi."


" Ini kan bulan puasa? bulan madu kemana?"


" Hehe.. ke rumah nenek, dipegunungan yang sejuk sana."


" Cieee.. bakalan dapet adek nanti kamu yank!"


Ledek Doni.


" Hiss abang ini, mereka udah tua, udah nggak bisa reproduksi lagi kali."


Ucap Alexa heran.


" Yaudah.. besok kamu aja yang abang buatin dedek bayi disini..!"


Doni mengelus perut rata Alexa.


" Diih.. abang mesum!"


" Hahaha.."


Doni menggandeng tangan Alexa ke arah motornya.


" Kita naik motor lagi bang? yeayy.. aku didepan lagi ya bang?"


Pinta Alexa.


" Entar pulangnya aja."

__ADS_1


Jawab Doni mengatur strategi modusnya.


" Tumben abang sekarang suka naik motor?"


" Biar bisa dipeluk - peluk, biar bisa elus - elus kaki kamu kalau lagi berhenti di lampu merah, biar bisa..."


Ucapan Doni terputus.


" Diaam.. abang mesum!"


Doni menjalankan motornya dengan kecepatan sedang sambil tersenyum gila.


Setelah dua puluh menit perjalanan mereka sudah sampai di kediaman Alvian Putra Herlambang.


" Alexa...!"


Sapa Bening saat melihat mereka duduk diruang tamu.


" Kak Bening?"


Teriak Alexa yang juga heboh.


" Kamu apa kabar? kenapa nggak pernah main lagi kesini?"


" Baik kak, kemarin sedang banyak hal yang harus diselesaikan, jadi sedikit sibuk, hehe.. ini aku bawain chesse cake buat kakak."


" Waah.. terima kasih Alexa."


Mereka sudah berpelukan layaknya Lala bertemu dengan Pho, dan si Tingky wingky pun duduk mengobrol serius dengan Dipsy membicarakan hal pekerjaan seperti biasanya.


Nguuuuuuuuuuuunngggg...


Dug..dug..dug..


Suara beduk tanda berbuka puasa pun sudah terdengar.


Setelah meminum segelas air putih dan kurma Barhi yang dipesan kusus langsung dari Arab saudi, mereka menunaikan ibadah Sholat Magrib berjamaah.


Setelah itu mereka segera menuju ke meja makan untuk berbuka puasa, berbagai menu telah terhidang berjajar, dari es cendol, es buah dengan menu utama udang galah saos tiram, kerang pedas manis, sop buntut, dan gado - gado kesukaan Bening.


Setelah selesai, mereka kembali berbincang diruang keluarga.


" Don ada beberapa dokumen yang harus kamu tanda tangani sekarang juga."


Ucap Vian memulai topik pembicaraannya.


" Dokumen? kenapa saya yang harus tanda tangan? seharusnya kalau ada tuan muda, saya tidak harus mewakilkan bukan?"


Tanya Doni heran.


" Ini dokumen lain, bacalah baru protes, libur beberapa hari kamu sudah berubah jadi burung beo!"


Ucap Vian menyerahkan dokumen itu.


Doni mengerutkan kedua alisnya, ada rasa bingung dan terkejut atas apa yang dibacanya, terlihat dari perubahan mimik wajahnya.


" Tuan muda? apa saya tidak salah membaca?"


Tanya Doni masih belum percaya.


" Itu wasiat kakek, dan sebenarnya dari dulu kamu sudah diangkat sebagai cucu kakek."


" Astaga.. aku sangat merindukan kakek."


Doni menundukkan wajahnya mengingat sesosok kakek yang begitu mulia hatinya, tidak memandang orang karna harta dan latar belakang orang yang tidak mampu sepertinya dulu, Dialah yang membuat Doni bisa menjadi orang sampai saat ini.


" Itu hakmu, kakek sudah mewariskannya padamu, kamu tinggal tanda tangani saja, untuk peresmiannya terserah kamu kapan siapnya."


Ucap Vian.


" Tapi.."


" Kamu tidak bisa menolaknya, itu sudah wasiat kakek, tidak baik kalau kamu menolaknya, lagian juga, kamu pantas mendapatkan itu semua, jasamu sangat besar dalam membantu perusahaan keluarga kami.


" Terima kasih tuan muda, saya tidak tahu harus bilang apa lagi."


" Cukup kamu jaga apa yang telah kakek percayakan padamu, dan selalu mendoakannya, itu sudah lebih dari cukup."


Ucap Vian tersenyum.


Akhirnya Tingky wingky pun berpelukan dengan Dhipsy juga Lala ikut memeluk kembali Pho dan mulailah acara sinetron anak Theletubies berpelukaannnn....😅


Ayo tunjukkan jempol kalian..


Jika berkenan berbaik hatilah memberikan setangkai bunga mawar kalian buat author.


Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan.

__ADS_1


__ADS_2