
...Happy Reading...
ππππππππππππππππππ
Pernikahan adalah momen berharga bagi setiap orang.
Ketika menikah, maka status pun berubah menjadi pasangan suami istri, sosok suami atau istri inilah yang akan terus mendampingi menjalani kehidupan.
Pasangan suami danΒ istri yang taatΒ pada Allah kelak akan dipertemukan lagi di surga.
Hingga akhirnya perhelatan akbar Doni dan Alexa malam ini sudah berakhir dengan meriah, para tamu undangan dan seluruh kolega dari Vian dan Doni pun terlihat semua hadir memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai.
Namun Bening dan Vian tidak bisa lama-lama diacara mewah Doni, karena kandungan Bening sudah sangat besar, jadi tidak nyaman jika terlalu lama berada dalam keramaian tamu undangan.
Walau Joe dan Eveline mengabarkan bahwa mereka pulang terlambat karena Eveline ada tugas dadakan, mereka tidak mempermasalahkannya, karena mereka tahu, tanggung jawab sebagai Abdi negara itu sangat penting dan lebih diutamakan.
Gaun panjang Alexa pun sudah terlepas, dibantu oleh para perias yang telah menyelesaikan tugasnya malam ini.
Saat Alexa memasuki kamar hotel, dia merasakan sedikit nyeri diperutnya, dia segera masuk kedalam kamar mandi.
" Yaaaah..beneran deh? aku dateng bulan?"
Alexa merebahkan tubuhnya di kasur empuk sambil meluruskan kakinya yang pegal karena seharian berdiri, sedangkan Doni masih berbincang dengan sahabat dan koleganya dibawah.
Tak lama ada sebuah pesan masuk di ponsel Alexa.
Klunting..
" Aah.. kak Bening."
Alexa tersenyum sambil membuka pesannya.
Alexa.. jangan lupa buka kadoku yang pertama ya? jangan lupa dipakai malam ini, hehe.. semangat dek! jangan kasih kendoorr okey! mendes*h yang kuat biar suamimu makin yahutt nantinya, haha..
" Haiiss.. kak Bening ini, gimana mau mendes*h kuat, orang lagi berdarah!"
Umpat Alexa meletakkan ponselnya.
Tiba-tiba terlintas ide cemerlang dari otak Alexa yang encer itu.
Ahaaaaa... aku godain abang aja malam ini? pasti seru.. haha!
Alexa segera beranjak ke kamar mandi membawa baju haram itu.
Baju tidur tipis menerawang dua jengkal berwarna merah maroon satu set bersama baju dalam warna senada itu kini sudah melekat ditubuh Alexa, bukan hanya terlihat seksi tapi benar-benar menggoda bagi pria mana saja yang melihatnya.
Bahkan dia tiba-tiba ragu sendiri ingin keluar, saat melihat tampilannya didepan kaca kamar mandi.
" Yank.. kamu dimana?"
Teriak Doni saat tidak melihat Alexa saat dia memasuki kamar pengantennya.
" Di kamar mandi bang!"
Ucap Alexa saat mendengar suara suaminya memanggil.
Duh.. kenapa aku malah jadi deg-deg serr sendiri ini? gimana ya? lanjut apa kagak ya?
Alexa mondar-mandir sendiri memikirkannya, tanpa terasa lima belas menit waktu telah berlalu.
" Yank.. kamu ngapain sih didalam? lama banget? abang gerah nie? mau mandi jugak!"
__ADS_1
Teriak Doni yang sudah melepas kemeja dan celananya, hanya menyisakan boxer saja.
" Aaahh... ya bang, sebentar!"
Ceklek..
Saat Doni menoleh, matanya seperti tersihir, tubuhnya mendadak menegang, aliran darahnya memanas dengan sendirinya, jantungnya berdetak melebihi biasanya, lidahnya kelu saat ingin berucap, bahkan terasa sulit menelan salivanya sendiri.
Semangaatttt Alexa... kita lanjutkan Show ter~ Hot jeletott malam ini.
Alexa melebarkan senyumnya, memberi semangat untuk aksi gilanya sendiri dengan berjalan melengak-lengok seperti iklan diTv.
Gleekk
Dengan susah payah akhirnya Doni berhasil menelan ludahnya sendiri, mencoba menetralisir godaan istri yang membuatnya hampir melayang, baru kali ini dia melihat perempuan setengah tel*nj*ng seperti ini, dan lebih gilanya itu istrinya sendiri yang memang tidak pernah berpenampilan terbuka saat bersamanya selama ini.
Sah.. Don.. ini Sah.. dia istrimu, dia milikmu mulai saat ini, lakukan tugasmu malam ini dengan sempurna, akhirnya malam puncak Aahh segera dimulai gaesss...!
Donipun ikut tersenyum menyambut Alexa yang berjalan mendekati dirinya, bahkan dia melupakan keinginanya untuk mandi.
Alexa mulai merangkul leher Doni dengan mesranya.
" Banggg.."
Alexa berbisik ditelinga Doni dengan memberikan sedikit tiupan-tiupan yang berhasil membuat bulu kuduk Doni meremang.
" Iya sayanggg.."
Doni memejamkan matanya sambil merasakan desiran hebat didadanya.
" Ahh.. aku mau em... mau-------"
Belum sempat menyelesaikan ucapannya, Doni langsung mengangkat tubuh Alexa kedalam gendongan depannya, sambil menyambar bibir ranum Alexa.
Sampai akhirnya Doni membaringkan tubuh Alexa, dan kembali menerkamnya dari ujung kepala hingga sampai ke dua bukit idaman para pria, nalurinya sebagai lelaki menuntunnya untuk mencicipi rasa choco chip dengan sedikit menyesapnya dan bermain-main disekitar area puncak gunung Bromo dan merbabu itu.
Terdengar suara rintihan lembut Alexa yang membuat dirinya semakin bersemangat dan gencar-gencarnya mendaki bukit itu.
Juniornya apa kabar?
Jangan tanya lagi, sudah berdiri tegak dengan sempurna siap menembus area benteng Thakhesi yang sudah dijaga ketat selama ini, bahkan sekarang terlindung oleh sesuatu yang membuatnya harus menunggu satu minggu untuk menerjangnya.
Dengan satu tarikan, baju tipis berbahan sutra lembut itu terlepas begitu saja.
" Bang.. a.. aku.."
Alexa ingin berucap saat dia sudah melihat Doni hampir diawang-awang dengan deru nafas yang sudah ngos-ngosan.
" Sayaangg.. kamu tahan ya? sakitnya tidak akan lama."
Doni mencium kening Alexa, seakan memberikan kekuatan super untuk menahan rasa sakit ini.
" Bang.. tapi aku sedang----"
Ucapannya kembali dipotong oleh suara Doni yang sudah parau.
" Sayang.. percayalah dengan abang, ini tidak akan sakit terlalu lama."
Doni kembali meyakinkan.
" Tapi bangg, aku-----"
" Abang akan melakukannya pelan-pelan sayang?"
__ADS_1
Doni langsung menindih Alexa dan menarik ****** ***** Alexa dengan satu tarikan.
" Baaanggggggggggg... jangan-----"
" HAAAAAHHHH... DA...DA... DARAH..?"
Doni terduduk lemas dengan mulut menganga, terkejut bukan kepalang.
" Abaanggg..! aku baru mau bilang, kalau aku lagi datang bulan! kenapa main tarik-tarik aja sih!"
Alexa langsung membetulkan kembali semuanya, dan segera bangkit berdiri dengan santainya mengambil piyama tidurnya yang dia pakai sebelumnya.
" ALEXAAAAAAAA..!"
Doni berteriak sekencangnya saat kembali pulih dari keterkejutannya.
" SURPRIZEEEE....hehehe..."
Alexa berlari ke arah balkon kamar hotelnya dengan tertawa meledek suami yang baru beberapa jam yang lalu resmi SAH menjadi pendamping hidupnya.
" Yankkkkk... sini kamu, tanggung jawab ini, si Otong udah bangun taukk!"
Doni berlari mengejar Alexa dengan kesalnya.
" Hahaha... ampun bang Jagoooo!"
Alexa berteriak kegelian saat Doni berhasil menggelitik pinggang Alexa.
" Rasakan kamu ya... berani-beraninya godain abang ya, mana pake baju gitu lagi? kapan kamu belinya ha?"
Doni makin gencar mengerayangi area tubuh sensitif Alexa.
" Hahaha.. stop abang.. stooopp geli tahu, kak Bening yang ngasih, aku cuma ngehargain pemberiannya aja, dia bilang suruh pakai malam ini, ya aku pakai dong? benarkan? kagak salah dong?"
Alexa berusaha memberontak dari kungkungan tubuh kekar Doni.
" Salahnya kamu udah bangunin si Otong tanpa memperbolehkannya masuk kerumahnya!"
" Diiihh.. bukan salahku dong?"
" Tanggung jawab, tidurin si Otong buruan!"
Doni hampir memelorotkan boxernya dihadapan Alexa.
" Noooo...! pergi sono bang ke kamar mandi, aku udah nyiapain sabun buaaanyaaakkk disana, pake ya bangg.. hahaha...!"
Alexa berhasil kabur dari dekapan Doni dengan tertawa bahagia.
" Semangaaaattt buat Milk Shake nya ya abanggg, aku bobok cantik dulu, daaaaa....hahaha"
Alexa masuk kekamar sambil berteriak dengan tingkah konyolnya.
BERHASILL... BERHASILLL... Horeee..!
Epiloge..
Doni dengan wajah lemasnya membuka kedai milk shake dadakan dikamar mandi, dengan bermandikan sabun satu botol, dia habiskan dengan wajah yang berubah menjadi Horor.
Menyedihkan?
Itu yang Doni rasakan, bahkan keinginan menuju Ahh nya harus rela mundur sepekan setelah malam ini.
Sabar babang Doni? sabun murah ini kan.. kan..?
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan LIKE dan VOTE kalian ya?