CINTA INI TAK BERSYARAT

CINTA INI TAK BERSYARAT
39.Malam pertama


__ADS_3

...⚘⚘Happy Reading⚘⚘...


Setelah beberapa saat, Vian keluar dari kamar mandi hanya berbalutkan handuk dipinggangnya saja dan dengan sengaja memperlihatkan dada bidangnya yang kotak-kotak itu, dia juga mengibas - ngibaskan rambut basah nya biar terlihat seksi seperti di film-film itu pikirnya.


Tapi, saat melirik Bening, ternyata perempuan itu tidak terpesona dan menganga seperti cerita di novel-novel biasanya itu😂


Bening malah asyik senyum-senyum sendiri melihat foto-foto pernikahannya di hp dan mengupload fotonya disosial medianya.


Heeeemmm.. apa yang kau lihat perempuanku?kenapa kamu tidak melihatku, awasss kamu ya"


ucap Vian lirih sambil ngedumel.


Vian berjalan kearah narkasnya, disemprotkanya parfum mahalnya ke seluruh dada bidangnya, aroma maskulin menyeruak didalam kamar tersebut.


Vian sedikit melirik Bening, dan ternyata benar dugaanya, Bening terpaku dengan hp yang masih menyala ditangannya, tapi wajahnya melihat Vian dengan sempurna.


Vian tersenyum tipis-tipis dan berjalan mendekati Bening, diraihnya dagu Bening yang masih terbengong, dan segera dilahapnya dengan rakus bibir ranum berwarna pink itu, hp pun terjatuh entah nyelip dimana.


Beningpun mulai memejamkan matanya, menikmati sensasi ciuman yang Vian berikan, ditambah dengan bau aroma maskulin dari badan Vian, membuat perasaan Bening terbang melayang entah kemana.


Vian pun semakin memperdalam ciumannya, tangannya pun tidak tinggal diam saja, mulai bergerilya meraba-raba mencari sesuatu yang keny*l dan menggemaskan itu, akhirnya mulai terdengar suara desahan manja yang keluar dari bibir mungil dan manis itu.


"Akhirnyaa.. Kenaa kau yank"


ucapnya dalam hati tertawa jahat.


Sebenarnya Vian hanya ingin menggoda saja, karena bening tadi mengabaikannya hanya karna sebuah foto, dia belum mau melakukan hal sejauh ini karna tadi Bening masih terlihat sangat lemas sekali.


Tangan Vian sudah berhasil melepas kemeja Bening dan membuangnya kesembarang arah, terpampang br* Bening berwarna merah maroon yang terlihat menyembul itu, membuat gairah Vian makin menyala.


Dirabanya punggung Bening, dengan sekali tarikan br* pun terlepas dan menampilkan dua bukit kembar yang menantang untuk segera didaki😂


Dengan senyum tipis Vian segera melahap apa yang ada didepan mata, sambil memainkan dengan lembut di area puncaknya.


Bening hanya bisa pasrah merem melek dan menikmati sensasi yang luar biasa ia dapatkan, suara desahan pun makin terdengar jelas ditelinga Vian, membuatnya semakin semangat meninggalkan jejak ukiran ciumannya disekeliling gunung.


Triiiinnnggggggg.....


Tiba-tiba suara hp Vian berbunyi dengan indahnya, tapi Vian hanya melirik saja dan tetap melanjutkan aktivitasnya.


Triiiinnggggggg...


Hp Vian kembali berbunyi memekakkan telinga.


"Sayang.. Angkatlah dulu, kali aja penting"


ucap Bening.


"Shiitttt!!!"


Vian mengumpat kesal karena dia sudah mode on.


Diraihnya hp diatas narkas dengan cepat.


"Yaaa.. Kenapa kau menelpon jam segini Donn!mengganggu saja!"


bentak Vian.


"Ini masih jam 08:00 tuan, awal lagi untuk bertempur menjebolkan pertahanan gawang lawan ini"


ucap Doni meledek.


"Dasar kau ya, ada apa? katakan cepat!"


ucap Vian kesal.


"Hehe.. santai bos, calm down!"


ucap Doni makin meledek.


"Katakan cepat atau kututup telponya!"


sungut Vian.


"Pelakunya sudah tertangkap tuan, dan ada sesuatu hal penting, yang ingin saya bicarakan langsung dengan anda tuan muda yang suka marah-marah"

__ADS_1


jelas Doni.


"Oh yaa? Baguslah, apa ini, harus dibahas sekarang juga?"


tanya Vian malas.


"Iya tuan muda, saya tunggu dikafe seperti biasa boss!"


ucap Doni.


Vian menaiki kasur dan memeluk Bening kembali.


"Sayang..Sepertinya kita harus iklan dulu.."


ucap Vian manja.


"Emangnya sinetron ada iklannya?"


ucap Bening sambil tertawa.


"Kan emang gitu kan yank, saat lagi seru-serunya, eeehhh...muncullah iklan nggak jelas kayak Doni tadi!"


"Kayak di saluran tv ikan terbang itu kah yank?"


"Persisss!! hahaha..."


mereka tertawa bersama.


"Yawda, aku ganti baju dulu ya yank!!"


ucap Vian segera bangkit.


Tiba-tiba...


Sreeeeeeeeettttt....


Handuk Vian tersangkut kaki Bening.


"Haaaaaaaaaahhhhhhh..!"


"Haaah yankk, jangan pingsan dulu..? tunggu nanti malam ya?"


ucap Vian menarik handuk dan segera berlari kearah ruang ganti baju.


"Alaaamaaakkk... Muatkah itu nanti?aaahh... Kenapa baru melihatnya udah ngiluu aku ya!aaahhhh.....!"


ucap Bening sambil bergidik ngeri membayangkannya.


"Sayang..aku keluar dulu ya? apa ada yang mau dipesan?"


tanya Vian tersenyum melihat Bening yang menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut tebal.


"Enggak yank, udah sana pergi, hati-hati dijalan"


teriak Bening dari bawah selimut.


"Hehe..okeyy, jangan membayangkan yang tidak-tidak ya? nanti malam kamu akan menikmati rasanya"


ucap Vian tersenyum licik sambil berlalu pergi keluar.


Disudut kafe terlihat Doni sudah menunggu dengan satu cangkir kopi didepannya.


"Udah lama kamu disini Don?"


tanya Vian segera duduk didepan Doni.


"Yaaah lumayan, apa ada drama dulu sebelum keluar? jarak kafe dari rumah anda bukannya jauh?"


ucap Doni.


"Aahhh...Diamlahh! katakan? siapa pelakunya?"


ucap Vian kesal.


"Pelakunya hanya orang biasa, dia mengaku bahwa mereka hanya iseng dan mereka ikut dalam geng Begal".

__ADS_1


ucap Doni.


"Takkan mungkin mereka hanya iseng belaka, mereka pasti tau resiko setelah meledakkan bom dihotel termewah dikota ini? pasti ada dalang dibalik semua ini?"


tanya Vian heran.


"Benar sekali tuan, maka dari itu, walaupun polisi sudah memenjarakanya, saya tetap menyuruh anak buah kita menyelidiki sekeliling rumah dan anggota keluarga dua pelaku itu!"


ucap Doni.


"Good dan apa hasilnya?"


tanya Vian.


"Ternyata, dua pelaku itu adalah orang yang sedang mengalami kesulitan keuangan boss, dan mereka dibayar dengan upah yang tinggi, bahkan keluarganya pun dijamin boss, makanya mereka mengakui semua perbuatan itu atas dasar keinginan mereka sendiri, dan menerima hukuman tanpa memberitahukan pelaku sebenarnya, karena mungkin hukuman dari begal bukannya seumur hidup, mereka berfikir yang penting keluarganya tidak kesusahan lagi!"


ucap Doni.


"Mereka hanya diperalat, siapa dalang dibalik semua ini?"


tanya Vian.


"Devina boss!"


ucap Doni.


"Haaaahh...sialann, cari masalah dia denganku!tangkap dia sekarang juga!"


ucap Vian.


"Tapi..sepertinya, akan membutuhkan waktu yang lama tuan"


ucap Doni.


"Kenapa? apa begitu sulit hanya menangkap seorang wanita saja?"


ucap Vian heran.


"Setelah mengetahui dua orang itu tertangkap, Dia kabur keluar negri menggunakan jet pribandinya"


ucap Doni.


Devina memang anak dari salah satu pengusaha konglomerat di Amerika, wajar jika dia diberikan fasilitas yang mewah oleh orang tuanya.


"Apa suaminya mengetahui ini semua?"


tanya Vian heran.


"Mereka sudah lama pisah ranjang tuan, sepertinya saat kedatangan Devina kekantor waktu itu, hubungannya dengan sepupu anda mungkin sudah retak"


ucap Doni.


"Dasarr wanita licik dan kurang ajar, beraninya dia bermain api denganku, Cari dia walau keujung dunia sekalipun!"


ucap Vian marah.


"Wanita yang anda bilang licik dan kurang ajar itu juga pernah anda cintai dengan teramat dalam boss!"


ucap Doni meledek.


"Kaaauuuuu yaaa, mau mati kau yaa!"


ucap Vian kesal.


"Maaf tuan muda, saya permisi, mau mengecek anak buah kita!"


sambil kaburr sebelum singa mengamuk.


Memang hanya Doni yang mengetahui betapa dalam cinta Vian kepada Devina, dan betapa hancurnya Vian saat itu kala mendengar wanita pujaannya menikah dengan sepupunya sendiri, Doni lah tempat curhat, teman, sahabat, asisten, sekaligus sudah dianggap saudara sendiri oleh keluarga Vian.


Dilanjut kagak nih malam pertama yang gagal tadi?


Jangan lupa mohon dukungannya gaes😊ditunggu LIKE,VOTE,dan COMENTnya biar author makin semangat.


Terima kasih😘😘

__ADS_1


__ADS_2