
...ππ HAPPY READING ππ...
...β€ Sebab jarak bukanlah pembunuh, melainkan ibu yang mengajarkan hati bagaimana menimang rindu β€...
Sore harinya Joe berniat memberikan suprize buat Eveline dengan membawakan satu Cup besar eskrim rasa faforitnya, dengan sebuket bunga yang berhiaskan berbagai macam coklat yang begitu menggoda.
Joe sengaja tidak memberitahukan kedatangannya kepada Eveline, dia hanya menanyakan keberadaannya kepada Doni.
Tok.. tok..
Terdengar suara merdu Eveline menjawabnya dari dalam.
" Siapa...?"
Eveline mematung melihat seseorang terpaku didepan pintu dengan wajah ditutupi sebuket coklat dan tangan kiri membawa satu cup Eskrim faforitnya.
" Kurir ya? tapi aku nggak pesan deh kayaknya? apa Aa Doni yang pesan ya?"
Seketika senyum terbit dari wajah tampan Joe nongol dibalik buket coklat yang dia bawa.
" KAKAAKK...!"
Eveline berlari menghambur kepelukan Joe dengan senyum cerianya.
" Wah.. wah.. wah.. kayaknya kamu rindu berat ya sama kakak? baru sehari nggak ketemu lho padahal?"
Ledek Joe sambil menyeimbangkan tubuhnya takut ambruk, karena kedua tangannya membawa barang.
" Rindu banget malah..!"
Ucap Eveline semangat.
" Benarkah?"
Joe tersenyum mendengarnya.
" Sama eskrim dan coklatnya tapi, hahaha.. ini buat aku kan kak, makasih banyak lho, tau aja aku pengen buka puasa pake eskrim dan coklat."
Eveline dengan santainya langsung mengambil eskrim dan coklat dari tangan Joe.
Senyum sejuta watt Joe perlahan memudar, tergantikan dengan rasa gemas ingin menguyel - nguyel kedua pipi Eveline yang terlihat menggemaskan itu.
" Berarti kakak pulang aja nih?"
Ucap Joe sebal karena Eveline malah terlihat asyik sendiri dengan buket coklatnya tadi.
" Wookey.. bye!"
Eveline terlihat tidak perduli.
" KUNTIIIIIIILLLLLLL...!"
Teriak Joe sebal.
" Hehehehe... bercanda kak, ayok kita masuk!"
Eveline langsung mengandeng lengan Joe sambil cengar - cengir masuk ke dalam apartement.
" Kamu ini, baru lihat coklat ama eskrim udah nyuekin kakak, gimana kalau kakak bawa emas berlian buat hantaran! bisa langsung amnesia kayaknya."
Ucap Joe tanpa sengaja.
" Emas hantaran? emang siapa yang mau menikah?"
Tanya Eveline polos.
" Haaah..? e.. kalau misalnya kok! hehe.."
Joe lupa kalau saat ini dia berhadapan dengan bocah yang masih labil.
" Kirain kakak mau nglamar Eveline? hahaha... gile aje ya kan? masak aku nikah sama om - om?"
Ucap Eveline tertawa geli sendiri.
Sejenak Joe terdiam mendengar ucapan Eveline, ada rasa nyeri disudut hatinya.
" Emang kamu nggak sudi kalau nikah sama om - om?"
Raut wajah Joe sudah berganti mimik.
" Eehh... e.. bukan gitu maksud aku, cuma kan..."
Ucapa Eveline terpotong.
" Bukankah rasa cinta dan sayang itu tidak di ukur dari berapa banyaknya umur?"
Mata Joe menatap tajam ke arah Eveline.
" Ma.. maaf kak, bukan maksud aku ngomong gitu? tapi..."
Eveline menjadi serba salah.
" Eveline.. apa kakak salah kalau kakak beneran sayang sama kamu? cinta sama kamu? dan ingin menikah denganmu?"
Joe perlahan menggapai jemari Eveline dalam genggaman tangannya.
__ADS_1
" HAAAAHH...!"
Eveline seketika langsung menarik tangannya yang sudah gemetaran.
" Apa kamu tidak mempunyai perasaan yang sama dengan kakak?"
Tanya Joe lemas ternyata dugaannya salah.
Eveline hanya terdiam dan menunduk tanpa berani memandang wajah tampan Joe yang sudah memelas saat itu.
" Maaf kalau begitu, kakak nggak seharusnya ngomong gitu ke kamu!"
Ujar Joe langsung menundukkan pandangannya.
Eveline masih saja terdiam dalam posisi yang sama.
" Emm..kalau gitu kakak pulang aja deh, bentar lagi udah mau buka, kakak buka diluar aja, bye.."
Joe seketika langsung balik kanan meratapi nasipnya karena ditolak mentah - mentah oleh bocah yang masih beranjak dewasa itu.
" KAKAAKK...!"
Eveline berlari kemudian memeluk Joe dari belakang dengan erat.
Ciiiiiieeeeeee....π
Senyum Joe mengembang dengan sempurna.
" Awasss.. kakak mau pulang!"
Joe menaikkan satu sudut bibirnya.
" JANGAANN..!"
Teriak Eveline masih memeluk erat tubuh Joe.
" Kakak tidak menerima penolakan! dan juga kakak tidak bisa kembali berteman setelah ditolak!"
Ucap Joe mengancam.
" Tapi..."
Ucapan Eveline masih mengantung.
" Ya sudah.. kakak pulang saja!"
Joe kembali melangkahkan kakinya walau badannya masih dalam pelukan Eveline.
" Aaaah.. jangan dulu, dengerin aku ngomong!"
Suara cempreng Eveline terdengar memekakkan telinga.
Ucap Joe memaksa.
" E.. gimana ya ngomongnya?"
Eveline masih bingung harus menjelaskan dari mana dulu.
" Aaahh.. kalau ragu malaslah, anggap saja ditolak! BYE..."
Joe melangkah kembali.
" DITERIMA..!"
Ucap Eveline sambil teriak.
Bunga - bunga bertebaran dimana - mana, balon lope - lope seakan keluar bermunculan dari hati Joe, mengiringi senyum simpul yang menghiasi wajah bahagia Joe saat ini.
" Nah.. gitu dong..!"
Joe membalikkan badannya dan menangkup wajah cantik Eveline yang mulai merah merona.
" Sayang nggak sama kakak?"
Tanya Joe lembut.
Eveline tersenyum sambil menggangukkan kepalanya malu - malu empuss.
" Cinta nggak sama kakak?"
Tanya Joe kembali.
Eveline kembali menggangukkan kepalanya dengan jantung yang sudah berdegup kencang seperti habis lari maraton tujuh komplek.
" Mana suaranya? kakak mau denger?"
pinta Joe dengan nada suara Do.
" Cintah.."
Ucap Eveline perlahan.
Wajah Joe benar - benar sulit dilukiskan dan sulit diterjemahkan dengan kata - kata, dia benar - benar sangat bahagia, akhirnya dia menemukan tambatan hatinya.
Manusia memang hanya bisa berencana, saat kita menyukai seseorang yang lain, tapi Tuhan memberikan hadiah yang lain, kita bisa apa?
__ADS_1
Tuhan lebih tahu apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan, karena Tuhan selalu memberikan apa yang terbaik untuk umatNya.
Saat bibir ranum milik Eveline sudah menari - nari dimatanya, Joe segera memiringkan wajahnya, ingin memberikan ucapan selamat datang wanitaku, walau bukan yang pertama kali dia mencicipi bibir itu, karena saat di Lombok dia sudah merasakan betapa manisnya bibir bocah tengil yang satu ini.
Saat bibir mereka hampir menempel, Eveline teringat sesuatu.
" Kak... belum buka puasa."
Bisik Eveline dengan bibir yang sedikit bergetar.
Tik tok tik tok..
Hanya suara dentingan jarum jam yang terdengar saat itu, seakan tubuh mereka menjadi kaku sesaat tanpa ada pergerakan sama sekali selama seperskian detik.
" Allohuakbar alloh huakhbar..."
Terdengar suara adzan magrib tanda buka puasa sudah tiba.
Bukan Joe namanya, kalau tidak bisa mendapatkan apa yang dia inginkan saat ini.
Terkam langsung, gasskeeuunnn boorrrr...π€£
Akhirnya mereka buka puasa diawali dengan takjil ciuman terpanas yang sudah lama tidak Joe praktekan dalam dunia nyata.
Eveline yang belum begitu mahir hanya menerima ciuman buas itu dengan nafas ngos - ngosan, Joe melahap bibir Eveline yang berasa mint karena mungkin habis gosok gigi setelah mandi, bau wangi mawar dari rambut Eveline tambah membuat hasrat Joe makin menggebu.
Didorongnya Eveline sampai jatuh diatas sofa dengan bibir masih menempel dengan sempurna.
Krucuuukkk... krucuuukkk...
Terdengar suara berisik dari perut Eveline yang dia tindih saat itu.
Joe melepas ciumannya sambil tersenyum merona.
" Kamu sangat lapar? disaat seperti ini?"
Tanya Joe tanpa memudarkan senyumannya.
" E... aku.. itu.. anu..!"
Eveline bingung harus menjawab apa? tapi kenyataannya dia memang lapar, setelah seharian berpuasa ya kan?
" Hehe.. apa ada makanan dirumahmu?"
Tanya Joe gemas sambil mencubit hidung mancung Eveline.
" Enggak.. biasanya Aa Doni udah pulang bawa makanan sebelum adzan."
Ucap Eveline.
Doni memang pantas jadi keponakanku, disaat seperti ini dia terlambat pulang, haha...
" Apa kita buka puasa diluar aja?"
Tanya Joe.
" Kita makan eskrim itu aja dulu."
Eveline mengingat eskrim tadi.
" Owh iya... okey deh, habis magrib kita baru cari makan ya?"
Ucap Joe.
" Yawda aku siapin gelas ama sendoknya dulu."
Eveline segera beranjak ke dapur.
" Sayang.."
Teriak Joe sambil menarik kembali lengan Eveline.
" Apa?"
Tanya Eveline merona mendengar panggilan sayang dari Joe.
Cup..
Cup..
Joe menarik Eveline kembali kedalam pelukannya dan meninggalkan kecupan hangat di kening dan hidung mancung Eveline.
" Udah dong kak, kapan nie buka puasanya!"
Ucap Eveline tersenyum malu.
" Satu lagi."
Cup
Kecupan sekilas mendarat dibibir ranum milik Eveline.
Eaaaa... eaaaaa... eaaaa...
Othor senyum - senyum sendiri nulisnya!
__ADS_1
Berasa kek abegehπ
Jangan lupa yang ikut bahagia, bagi - bagi VOTE buat othor kalian ini yaπ