CINTA INI TAK BERSYARAT

CINTA INI TAK BERSYARAT
151. SAH


__ADS_3

...Happy Reading...


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


...Β "Marriage is more than finding the right person. But it is being the right person."...


...( Pernikahan lebih dari sekadar menemukan orang yang tepat. Tetapi tentang menjadi orang yang tepat )...


Begitu juga dengan pernikahan Doni dan Alexa, jalan yang harus mereka tempuh untuk mendapatkan restu dari kedua orang tua Alexa begitu sulit, penuh dengan liku - liku yang perih bahkan dengan beribu luka, namun karena cinta yang tulus dan berjuang dengan keras, hasilnya pasti tidak akan sia - sia.


Menyatukan dua insan dengan karakter yang berbeda dalam suatu ikatan pernikahan memanglah tidak mudah.


Pasalnya masing-masing memiliki perbedaan dari segi segala aspek, bukan segi fisik, yaitu laki-laki maupun perempuan, melainkan dari segi cara memperlakukan 'hidupnya' sendiri.


Dan pagi ini Alexa sudah dikelilingi MUA profesional yang akan mengubah dirinya bak bidadari turun dari Kayangan.


Ratu sehari, seperti itulah kiasan yang sering mereka gambarkan tentang sosok pengantin wanita.


Dekorasi yang mewah, megah dan indah menambah kesempurnaan perhelatan akbar yang sudah mereka nanti - nantikan dan bahkan mereka impikan sejak lama.


Rombongan Doni yang diwakilkan oleh keluarga Herlambang telah sampai dikediaman rumah Alexa.


Vian terlihat sangat tampan menggunakan jas berwarna Navy dengan menggandeng istri cantiknya Bening yang perutnya sudah membuncit namun tetap terlihat cantik mempesona, aura bumilnya terpancar dengan indahnya.


Doni tidak kalah tampannya hari ini, Raja sehari memanglah harus terlihat wow dari siapapun, setelan Tuxedo berwarna putih memancarkan aura ketampanannya yang begitu menyorot mata yang memandang.


Kegugupan yang Doni rasakan pagi ini sangat luar biasa sekali, bahkan tangannya sudah sedingin es, walau dia sudah menghafalkan ucapan ijab Qobul, namun tetap saja, saat melihat banyak mata yang memandang nyalinya sedikit menciut.


Terlihat Alexa turun menggunakan gaun panjang berwarna putih dengan dihiasi senyuman tercantik yang membuat Doni terpukau.


Senyum Doni tak pernah pudar, tak pernah beralih matanya memandang sosok yang sebentar lagi akan menjadi istrinya.


Nyali yang tadinya menciut, kembali pulih dengan segera, ketika melihat wanita yang sudah mengubek - ubek hatinya duduk disebelahnya menunggu ucapan SAH dari para saksi.


Joe terlihat duduk dikursi paling depan, walau dengan wajah sendu, tapi dia berusaha terlihat tegar, dia tidak ingin melihat Alexa sedih dihari pernikahan yang dia nantikan karena melihatnya terpuruk karena seorang bocah tengil dihatinya.


Dengan diawali ucapan Bismilah, Doni dengan mantap menjabat tangan pak penghulu walau sedikit gemetar, tapi pagi ini dia sudah siap lahir batin.


" Saya terima nikah dan kawinnya ALEXA PUTRI WILSON binti Rudy Wilson dengan maskawin satu set perhiasan emas dibayar TUNAI."


" Sah..?"


" SAH..!"


Ucap para saksi.


" SAAAAAAAAHHHHH..!"


Ucap sepuluh pasukan berseragam komplit berbarengan dari arah depan pintu.


Semua mengucap kata Hamdalah sambil menoleh penasaran kearah pintu.


Sepuluh pasukan itu terdiri dari lima cowok tampan maskulin dan gagah perkasa dan lima cewek cantik yang terlihat begitu mempesona dengan seragam kebanggaan mereka sebagai abdi negara, yang paling menonjol memanglah Eveline yang terdepan.


Degh!


" Gemoy sayang..? benarkah itu kamu?"


Gumam Joe masih tidak percaya melihat sosok Eveline yang memang banyak perubahan.


Walau wajah Eveline tidak seputih gebu dulu, namun tetap terlihat cantik dengan kulitnya yang terlihat lebih coklat, rambutnya yang dulu terurai panjang, kini sudah dipangkas pendek diatas bahu.


Namun tidak memudarkan rasa cinta Joe, malah makin terpesona dengan sosok Eveline yang baru, lebih terlihat cantik mempesona, lebih euuuuhhh gitu, apalagi dengan tubuhnya yang memang sudah semlohay dari dulu, ditambah dengan memakai sragam yang memang pantas sesuai dengan cita - citanya.


" Eveline..? akhirnya kamu bisa datang dek?"


ucap Doni tersenyum bahagia.


" Silahkan tanda tangani dulu berkasnya."


Ucap Pak penghulu menyadarkan ketakjuban seluruh tamu undangan pada Eveline dan sembilan temannya.


" Dan kalian sudah SAH menjadi suami istri sekarang, kamu boleh cium tangan suamimu, dan kamu boleh mencium kening istrimu."


Senyum pak penghulu tidak pernah pudar, ikut bahagia melihat pasangan didepannya.


Alexa meraih jemari tangan Doni dan menciumnya dengan rasa syukur yang teramat dalam.


Cup.. Cup.. Cup

__ADS_1


Doni mencium bibir istrinya tiga kali, walau sekilas namun sontak membuat seluruh tamu undangan bersorak gembira.


" Bang.. dikening, bukan dibibir!"


Bisik Alexa menahan malu, karena semua mata tertuju pada mereka.


" Biarin aja, udah sah ini! dibibir aja biar lebih afdol, hehe.."


Doni tersenyum bangga dengan apa yang dia lakukan, tidak terbesit rasa malu sedikitpun, toh dia sudah memiliki Alexa sepenuhnya.


" Hahahaha.."


Semua ikut bahagia, terlihat kedua orang tua Alexa hanya mengelengkan kepalanya saja melihat tingkah menantunya ini.


Setelah semua sudah selesai, akhirnya Eveline berlari ke arah kakak dan kakak iparnya dengan melewati Joe yang matanya sedari tadi tidak beralih dari dirinya.


" Aa'.. teteh.. selamat ya, akhirnya kalian resmi menjadi suami istri, semoga bahagia dan langgeng selalu sampai maut memisahkan."


Eveline memeluk keduanya dengan perasaan haru bahagia, akhirnya dia punya keluarga baru yang sangat menyayanginya.


" Makasih ya dek, akhirnya kamu pulang juga, apa pendidikannya sudah selesai?"


Sorot mata Alexa memancarkan rasa bahagia dan lega dengan pernikahannya dan dengan kedatangan Eveline, karena kedatangannya juga sangat diharapkan seseorang, yang membuat hati Alexa ikut merasakan perih.


" Sudah kak, tapi maaf, aku sedikit terlambat, ada beberapa prosedur yang harus kami selesaikan dahulu, jadi kami harus pergi kesuatu tempat, karena takut telat makannya aku ajak sekalian rombonganku kesini, hehe.."


Eveline tersenyum sambil menoleh kearah sembilan temannya yang ikut bahagia dan juga lega, pasalnya dalam perjalanan kemari tadi dia yang paling gelisah, muter sana sini, tidak bisa diam, takut terlewatkan momen penting kakak satu - satunya.


" Aa' bahagia sekali hari ini, selain sudah mendapatkan kakak iparmu yang cantik ini, akhirnya aa' bisa melihat kamu memakai seragam kebanggaanmu ini!"


Doni mengacak rambut Eveline dengan gemas sekaligus bangga.


" Siap.. Itu semua juga berkat doa aa' dan semuanya, hehe.."


Eveline hormat ala - ala kepolisian kepada kedua kakak tercinta.


" Selamat ya Don..! ingat jangan sampai kamu menyakiti hati keponakanku, walau secuil saja!"


Terdengar suara berat dari belakang tubuh Eveline, siapa lagi kalau bukan Joe.


Suara itu?


Eveline merasa salah tingkah sendiri dengan hanya mendengar suara seseorang yang sangat dia hafal betul siapa itu, walau tidak menoleh memandangnya sekalipun.


Sret


Tangan Eveline tertarik kebelakang.


Degh!


Tangan ini? aku rindu?


" Mau kemana? kita ambil foto dulu! kamu ini hobinya kabur - kaburan muluk!"


Suara parau Joe mengalun dengan merdunya, kemudian dia menyuruh juru kamera mengabadikan foto mereka.


Eveline mengigit bibirnya bawahnya, menahan rasa grogi yang entah muncul dari mana.


Sedangkan Joe menarik pinggang Eveline dan merapatkan ketubuhnya dengan erat, sambil membisikkan sesuatu kepadanya.


" Kangeen."


Satu kata yang membuat jantung Eveline berdetak dengan hebatnya, membuat wajah manis Eveline berubah pucat seketika, sehingga sang juru kamera harus mengulang kembali mengarahkan gaya senyum ceria keluarga bahagia.


Doni dan Alexa hanya tersenyum sendiri melihat aksi mereka yang seperti baru pertama kali terlihat bermesraan didepan umum.


Setelah sesi foto selesai, Eveline buru - buru turun dari panggung megah itu.


Sedangkan Joe terlihat mengekori kemana arah wanita yang sangat dia rindukan itu pergi.


Terlihat beberapa teman polwan mereka sedang menikmati makanan yang telah tersaji untuk para tamu undangan.


" Kalian udah makan?". Eveline mengambil piring dan mengisinya dengan berbagai jenis kue yang menggoda selera, bukan jawaban yang Eveline dapatkan, malah pertanyaan yang membuat jantungnya kembali berlarian.


" Eveline? siapa pria tampan dibelakangmu itu?". Salah seorang teman wanitanya mengarahkan ekor matanya ke sosok pria tampan berjas hitam, siapa lagi kalau bukan Joe yang sedang tersenyum manis sekarang.


" E... eh.. dia pa.. pamanku, iya dia pamanku, hehe!". Eveline tersenyum canggung dalam mengucapkannya.


APAAA? apa dia bilang? PAMAN? jadi sekarang dia menganggapku hanya sebagai paman saja? aah.. tidak bisa dibiarkan ini!

__ADS_1


Raut wajah Joe berubah drastis seketika, mendengar ucapan Eveline.


" Wuaaah.. kalau gitu kenalin dong, gue suka model begituan?"


Polwan centil yang satu ini memang tidak bisa melihat cowok keren sedikit saja.


" Gue aja Line..! gue udah lama jomblo ini!"


Bisik teman polwan yang satunya.


Gileee aje kalian! dia milikkuuuu.. hanya milikkuuuu... eeeh.. tapi kan itu dulu?


Eveline menghela nafas beratnya melihat kelakuan dua sahabat barunya selama pendidikan.


Akhirnya Eveline bergabung dengan teman - teman lainnya, dan dua sahabat centilnya itu pun mengekori kemana Eveline beranjak.


Ternyata Eveline bergabung dengan beberapa temannya yang asyik bercanda dengan salah satu MC di acara perhelatan akbar itu.


" Okey.. para tamu undangan yang berbahagia, kali ini kita akan mengajak teman - teman dari Akpol untuk bermain Tik Tok bersama, biar suasana pagi ini tambah berkesan, kita beri tepuk tangan terlebih dulu!"


Ucap Mc itu dengan semangat.


Prok.. prok.. prok..


Terlihat tamu undangan begitu antusias melihat kearah depan panggung.


Joe pun mematung sejenak, melihat aksi mereka yang terlihat kompak itu.


Mereka berjoged ria maju mundur dengan tingkah konyol sambil bernyanyi seperti yang sedang viral di media sosial itu.


Tu.. wa.. ga.. pat..


" Banyak sudah kisah yang tertinggal.."


" Hooeeeeyyy.."


Teriak mereka semua kompak.


" Kau buat jadi satu kenangan.."


" Hoeey.. hoeey..."


Mereka bersepuluh asyik berjoged maju mundur dengan pasangan dadakan mereka masing - masing.


Alexa terlihat terhibur dengan aksi kocak mereka.


" Bang.. besok kalau kita punya anak, kita suruh sekolah di Akpol aja kayak aunty nya, seru kayaknya bang!"


Bisik Alexa dengan mata berbinar.


" Itu gampang, abang aja belom lihat tempatnya kok!"


Jawab Doni santuy.


" Tempat apah?"


" Tempat bikinnya!"


" Bikin apa sih?"


Tanya Alexa yang belum paham arah omongan Doni.


" Bikin anak lah, apalagi?"


Seringai licik nan mesum Doni terbit sudah.


Blosshing..


Wajah Alexa langsung memerah seketika.


" Tunggu nanti malam ya? abang akan eksekusi dengan segera! hehe.."


" Abang iihh.. apaan sih..!"


Pada nungguin nggak ya?


Deg - degan ini othor mau nulis bab selanjutnya!


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya sob!

__ADS_1


__ADS_2