CINTA INI TAK BERSYARAT

CINTA INI TAK BERSYARAT
30.Sepi tanpamu


__ADS_3

...💐💐Happy Reading💐💐...


Tiga hari sudah Bening dan Alexa berlibur dan selama Tiga hari itu Vian tersiksa, dia bahkan tidak kekantor, Doni yang mengurus semua pekerjaanya, terkadang kalau ada file yang harus ditanda tangani Doni harus datang kerumah Vian, keadaan Vian benar-benar kacau, dia tidak sanggup jika harus kehilangan Bening, hidupnya terasa sepi tanpanya.


Setiap hari bahkan dia bolak balik kerumah Bening untuk mengecek apakah Bening sudah pulang atau belum, hpnya masih belom aktif sampai saat ini juga..


Tok..tok..tok...


Vian mengetuk pintu rumah Bening.


Jam menunjukkan pukul 12.00 malam.


"Den Vian?"


tanya art Bening


"Bii.. apa bening sudah pulang?"


tanya Vian dengan wajah pucatnya, dia bahkan tidak makan dengan baik selama tiga hari ini.


"E....belom den, non Bening belum pulang..."


jawabnya kasihan.


Bruuuuukkkkkkk..


Vian terjatuh tidak sadarkan diri.


Art Bening terkejut dan segera membangunkan orang tua Bening.


"Tuan..nyonya!"


"Ada apa mbok? kenapa malam-malam begini tidak tidur?"


"Anu nyonya.. Ada den Vian dibawah, dia pingsan!"


"Haaahh... Kenapa bisa pingsan? romoo! bangun nak Vian pingsan!"


"Hahh.. Ayo kita lihat!"


Dibawanya Vian masuk kedalam kamar Bening.


"Kenapa dia bisa pingsan disini mi, ini sudah larut malam?"


tanya romo.


"aku juga nggak tau romo? tapi dia memang setiap hari datang kesini romo, kata simbok bahkan sehari bisa tiga atau empat kali kesini menanyakan Bening sudah pulang apa belom!"


"Hemmmm...Cepat hubungi dokter pribadi kita mi!"


"Iya romo"


"Dan jugaaa.. hubungi Bening, kalau masih tidak aktif hubungi teman Bening itu, bisa mati anak orang dibuat kalau terus-terusan begini !"


ucap romo kesal.


"Iya romo, aku akan segera menanyakan nomor temannya itu!"


ucap ibu Vian segera menelponya.


"Bagaimana dokter, apa dia baik-baik saja?"


"Sebenarnya dia sangat lemah, asam lambungnya naik, mungkin beberapa hari ini dia sering tidak makan, dan tidak menjaga pola makanya dengan baik! aku sudah memberinya obat dan memasang selang infus, kalau besok pagi dia belom sadar, dia harus segera dibawa kerumah sakit! "


jelas dokter.


"Baik dokter, terima kasih"


"Besok saya akan memeriksanya pagi - pagi sekali"


"Lakukan yang terbaik dokter, terima kasih!!"


"Mi.. Apa sudah ada kabar dari anakmu yang bandel itu?"


tanya romo kesal.


Kenapa anaknya begitu keras kepala, tidak menyelesaikan masalahnya dengan baik,malah membuat orang lain sekarat begini pikirnya.


"aku sudah berhasil menelpon temannya itu romo, dan udah ku suruh untuk mengajaknya pulang karena ada hal yang darurat!"


"Ada apa sebenarnya dengan hubungan mereka?"


"Besok kita tanyakan pada Vian kalau dia sudah bangun!sekarang sebaiknya kita istirahat!"


ucap ibu Bening.


______________________________________


______________________________________


Keesokan paginya, Vian mulai membuka matanya, kepalanya terasa berat, pusing tujuh keliling, dilihatnya samar-samar keadaan disekelilingnya.

__ADS_1


"Dimana aku, kenapa kepalaku sakit sekali!"


ucapnya lirih.


Dilihatnya foto Bening diatas nakas.


"Sayanggggg.. sayangggg... kamu dimana? jangan tinggalin aku yank! kamu dimana?"


Vian berteriak.


Ceklekk...


Terlihat ayah Vian bersama dokter masuk kedalam kamar.


"Nak vVan? kamu sudah sadar?"


tanya ayah Bening.


"Haaaahhhh..?"


Vian bengong.


"Mari saya periksa dulu keadaanmu tuan? apa akhir-akhir ini tuan tidak menjaga pola makan anda?"


tanya dokter pada Vian.


Vian menggangukkan kepalanya dengan lesu.


"Heermmm.. Baiklah, mulai sekarang tuan harus menjaga pola makan, istirahat yang cukup, jangan terlalu stress, dan jangan lupa diminum obatnya."


nasehat dokter.


"Mi..Ambilkan bubur buat nak Vian, aku akan mengantarkan dokter kedepan dulu!!"


ucap ayah Bening.


"Iya romo!"


"Nak Vian, dimakan dulu nak? apa mau mami suapin?"


tanya ibu Bening tersenyum.


"Tidak usah tante, saya bisa makan sendiri, maaf merepotkan tante dan om!"


ucap vian tak enak hati.


"Panggil tante mami, kamu kan calon anak mami!"


"Nak Vian? boleh mami tanya sesuatu?"


"iya mami"


ucap Vian sambil memakan buburnya.


"Ada masalah apa antara kamu dan Bening? tidak biasanya Bening seperti ini nak?"


Vian menundukkan kepalanya dan meletakkn sendok buburnya, dia harus menjelaskan semuanya kepada mami bening agar bisa membantunya bertemu dengan Bening pikirnya.


"E...Tante ini semua hanya salah paham,kemarin Bening datang kekantor saya saat mantan kekasih saya juga mengunjungi saya dikantor tante!"


"Hanya itu? takkan Bening sampai segitu marahnya?"


tanya ibu Bening penasaran,dia tau persis bagaimana anaknya.


"E...Mantan saya memang sedikit berbuat..e..maksud saya, saya tidak sengaja..e...."


ucap Vian bingung harus menjelaskan seperti apa.


"Bicaralah.. tante akan mengerti!"


ucap mami tersenyum tenang.


"Mantan saya memaksa mencium saya tante! dan saat itu Bening melihat dari luar! saya benar-benar tidak tahu mi, dia akan berbuat senekad itu!"


"Hemmmm...mami tau !"


mami Bening menganggukkan kepalanya,pantas saja Bening minta menunda pernikahanya pikirnya.


"Mami sudah menghubungi teman Bening, mereka dalam perjalanan pulang, bicaralah baik-baik, jangan ada yang ditutupi, kalian sebentar lagi menikah lho, jangan ada rahasia diantara kalian!!istirahatlah dulu!"


nasehat ibu Bening.


"Baik mi"


ucap Vian merasa bersalah.


Dilihatnya sekeliling kamar Bening, diambilnya foto Bening yang terlihat tersenyum, didekap erat foto itu.


"Sayangggg aku rindu!"


Vian meneteskan air matanya.

__ADS_1


Didalam perjalanan pulang.


"Alexa, kenapa mami menyuruh kita pulang terburu-buru?"


"Ada yang urgent kak!"


ucap Alexa sambil menambah kecepatan mobilnya.


"Waaahh.. Selain jago taekwondo kamu juga jago balapan ya Lexa?"


tanya Bening terheran melihat Alexa mengendarai mobilnya.


"Aku jagonya kak, hehehe....!"


"Kamu memang luar biasa!"


"Biasa di luar kak.. kebalik.."


Hahahha..


Mereka tertawa bersama, dalam beberapa hari ini mereka terlihat lebih akrab.


Siang menjelang mobil Bening sudah memasuki pekarangan rumahnya yang luas itu.


"Kenapa ada mobil si playboy itu Alexa!"


Bening ingin masuk lagi kedalam mobil, tapi ditarik keluar oleh Alexa.


"Kak...sampai kapan kakak akan menghindarinya!selesaikan baik-baik, kakak bertemu baik-baik, jika memang harus berpisah lakukan dengan baik-baik juga"


jelas Alexa.


"Heemmmm...Baiklah, kita dengarkan apa katanya!"


ucap Bening dengan langkah gontai memasuki rumahnya.


"Mi...Romo? Bening pulang"


teriaknya.


"Haiii sayangg? apa liburanmu menyenangkann?"


tanya ibu Bening sedikit kesal.


"Kenapa dengan ekspresi mami ini? apa tidak suka aku pulang? lalu kenapa mami menyuruh aku pulang kalau gini!"


ucap Bening merenggut kesal.


"Kamu benar-benar yaa! siapa yang ngajarin kamu keras kepala kayak batu gini! apa kamu mau membunuh anak orang haaaa!"


teriak mami Bening sambil menjewerr telinganya.


"Aaaahhh.. Mami sakiiittt! siapa yang membunuh siapa? orang aku liburan doang ya kan Alexa!"


seru Bening kesakitan.


Alexa hanya tersenyum sambil menahan tawanya.


"Kamu lihat sendiri sana! masuk kamarmu!bicara baik-baik, kalau kamu menghindar, mami nikahkan kamu hari ini juga!"


Ancam mami Bening.


"Astaga mamii! ini hari minggu KUA tutup kali mi!"


"Romomu bisa membawa naibnya datang sekarang juga!"


bentak mami.


"Ngeriii kali ahhh, siapa juga yang mau nikah sama playboy cap kodok gituh!"


sungut Bening sambil memasuki kamarnya.


Ceklekkkk.....


Bening membuka pintu kamarnya dengan malas.


Ada apaan ya?


.


.


.


.


Tunggu next episode ya kak😊


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian.


Thank you🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2