
...🌺🌺Happy Reading🌺🌺...
Ceklekkkk...
Bening membuka pintu kamarnya.
Dilihatnya seorang laki-laki tertidur meringkuk mendekap sebuah foto, Bening mendekat, dilihatnya masih ada sisa air mata dipipinya.
Dilihatnya ada selang infus tentancap ditanganya, Bening hanya bisa memandang dan menghela nafas panjang.
Setelah beberapa saat, Bening memutuskan untuk mandi, karena badannya sudah lengket semua,dia ingin segera berendam di bathup sambil menikmati sabun aromaterapi yang tidak bisa dia nikmati selama beberapa hari ini.
Terdengar suara gemercik air didalam kamar mandi, Vian terbangun, dilihatnya sebuah tas ransel yang tergeletak diatas meja, Vian yakin itu pasti kekasih yang dia rindukan, kemudian dia pura-pura tertidur lagi.
Setelah berganti pakaian santai dan mengeringkan rambutnya, Bening berjalan ke arah Vian, dilihatnya dia masih tertidur pulas.
"Dia ini kebo apa sapi? masak aku pakai hairdryer pun dia tidak bangun?"
ucapnya lirih.
"Bening... sayang.. maafkan aku! ini semua salah paham! aku sudah tidak mencintainya..Beningggg.. jangan tinggalkan aku sayangg.. aku rindu!"
ucap Vian pura-pura mengigau.
"E.. ehhh dia mengigau?"
ucap Bening terkejut memegang dadanya.
"Bening..sayanggg.. maafkan aku! jangan pergi dariku!"
ucapnya Vian masih dengan mata tertutup.
"Hiiihhhhh"
Bening bergedik ngeriii, gini amat ngigaunya, apa penyakitnya parah sampai kek gini?"
ucapnya lirih tapi masih didengar Vian.
"Aaahh.. Mending aku tanya mami ajah!"
Bening beranjak dari tempat tidurnya.namun ditariknya kuat tangan Bening, dan terhempass dipelukan Vian, dipeluknya erat tubuh Bening, dia sangat merindukannya.
"Aaaawwwww! lepaskann! "
seru Bening.
"Sayangg..Maafkan aku!"
ucap Vian memohon.
"Enggak ada kata maaf bagimu! lepaskan aku!"
berontak Bening.
"Sayangg.. Aku tidak sengaja melakukanya! dia memaksaku!"
jelas Vian masih memeluk Bening.
"Terpaksa tapi kau menikmatinya! dasar playboy!aku benci kamu.. Awaasss! lepaskan aku!"
teriak Bening.
"Sayangg, mana ada aku menikmatinya, aku hanya sedikit mengenangnya!"
"Mengenang kau bilang? dasar playboy cap katak, keterlaluann kamu, aku benci kamu!"
dipukulinya dada Vian sekuat tenaga.
"Aaawww...awww...!"
teriak Vian pura-pura kesakitan.
"Haahhh... apa aku terlalu keras memukulmu?"
tanya Bening
"Sayangg.. Aku benar-benar tersiksa kamu giniin?dadaku terasa sesak!aku sudah tidak mencintai dia lagi, dihatiku sekarang cuma ada kamu seorang sayang! maafkan aku!"
Ceklekkk.. pintu terbuka kembali
"Haaahh..Kalian ngapain? mau romo nikahkan sekarang juga!"
teriak romo.
"Mau romo!"
"Tidakkkk romo!"
Mereka berdua serentak berbicara.
"Duduk yang benar romo mau bicara!"
dilihatnya mereka masih bepelukan.
"Aaahhh.. Maaf romo! kamu sihhh vian ihhh!"
ucap Bening kesal, sambil duduk dikursi samping tempat tidur.
__ADS_1
"Romo sudah mendengar cerita dari mami, kalian sudah dewasa, selesaikan masalah kalian dengan kepala dingin, jangan sampai kalian menyesal nanti dibelakang!"
ucap romo.
"Baik romo!!"
jawab mereka serentak.
"Romo keluar dulu! dan Bening.. jangan keras kepala, setidaknya dengarkan penjelasanya dulu!"
ucap romo sambil mengacak rambut Bening.
"Iya romo"
Heninggg...
Vian kemudian menelpon seseorang.
"Donnn! kirimkan rekaman cctv di ruanganku saat Vina datang, sekarang juga, cepat !"
titah Vian.
"Oohh..namanya Vina? Vina Vian.. diihhh serasiii lah kalian"
gumam Bening pelan.
"Kenapa sayang? apa yang kamu katakan?"
tanya Vian.
"Apaaa! nggak ada!"
"Sayang, aku akan perlihatkan rekaman cctv sepenuhnya, seharusnya kamu lihat dulu setelah itu!"
"Apaaa? kamu menyuruhku melihat kemesraan kalian? aah.. Aku tidak sudi! sakit mataku melihatnya!"
"Hemm..Kamu cemburu!"
ledek Vian.
"Menurutt loee!"
bentak Bening.
"Sayangg.. Maafkan aku, aku memang salah,tapi tidak sepenuhnya yank, dia memaksaku, dan dia menghimpitku dengan tiba-tiba, tapi setelahnya aku mendorongnya sampai dia jatuh yank! suerr...!"
ucap Vian panjang lebar.
Tinggg... tanda pesan masuk dihp Vian.
"Kamu lihatkan yank, posisiku terhimpit, dia yang memaksa! tuh...Liat, aku dorong dia sampai jatuh, dan dia langsung diseret keluar sama Doni!"
"Tapi waktu dicium kamu sempat menikmatinya!dasarr mesumm!"
disentilnya bibir Vian oleh Bening.
"Aawww.. Maaf yank! aku terkejuttt itu! maafkan aku, aku tidak akan mengulanginya, aku sudah berpesan pada security jika wanita itu datang dia akan langsung mengusirnya yank! maafkan aku!"
"Kalau ada kata maaf, buat apa ada polisi?"
ujarnya.
"Kalau aku ditangkap polisi kamu mau jadi jomblo mengenaskan lagi?"
ledek Vian.
"Diiiiihhh kamu mah! dasar resekkk!"
"Maaf sayang! maafkan aku, aku sangat merindukanmu!"
dipeluknya Bening dengan erat.
"Kalau sampai kamu berhubungan dengan dia lagi aku tidak akan memaafkan kamu lagi!"
"Aku janji sayang..Aku janji, jangan tinggalin aku lagi?"
pintanya.
"Huufttt..."
Bening menghela nafas panjang, sebenarnya dia lega setelah melihat kelanjutan kejadian itu lewat cctv tadi.
"Owh ya sayang.. Kamu pergi berlibur kemana?kenapa nggak ngajak aku?"
"Orang lagi berantem masak diajak liburan!"
"Hehe..Aku benar-benar tersiksa 4 hari ini, aku cariin kemana-mana nggak ketemu, sebenarnya kamu sembunyi dimana yank?"
"Siapa yang sembunyi, aku liburan kebukit menoreh lah!"
"Kamu nggak ketemu cowok lain kan disana yankk!"
"Ketemulah..! banyak malah, ganteng-ganteng, imut dan menggemaskan semua!"
ucap Bening asal.
Vian terdiam dengan muka memerah, ditatapnya tajam kedua mata Bening, seperti harimau yang siap memangsa mungsuhnya.
__ADS_1
"Tapi bo onggggg....!"
ledek Bening sambil tertawa keras.
"Awassss kamuu yaaa...! awww...awwww....!"
Vian menjerit kesakitan, jarum infusnya tercabut saat ingin mengejar Bening, darahnya muncrat kemana-mana.
"Haaahhh sayanggg, kenapa bisa terlepas, ini gimana ini masangnya?"
tangan Bening bergetar melihat darah bercecer.
"Udahh biar dicabut aja, kasih plaster aja yank!"
ucap Vian menekan pergelangan tangan yang diinfus.
Bening dengan segera membersihkan darah ditangan dan menutupnya dengan plaster.
"Nggak papa ini yank dilepas?"
"Nggak papa, aku udah baikan kok, kan udah ada kamu, langsung sembuh deh!"
"Kamu sakit apa sih yank, kok ampe diinfus sgala?"
"Aku lupa makan nyariin kamu kemana-mana, asam lambungku naik deh, trus kemarin aku pingsan waktu datang kerumahmu!"
"Haaaaahhhh pingsan?"
tanya Bening kaget.
Pantesan mami bilang aku mau bunuh anak orang pikirnya.
"Makanya! jangan tinggalin aku lagi, kamu puass lihat aku tersiksa kayak gini?"
"Yaa nggak gitu juga kali yank? sekarang mana yang sakit?"
"Inii...!"
Vian memonyongkan bibirnya"
"Dasar mesummmm!"
Cup..
Kecupan sekilas mendarat dibibir Vian.
Vian tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini, diterkamnya langsung bibir Bening sampai ngos-ngosan karena memang Vian sudah sangat merindukan bibir mungil Bening.
Ceklekkk....
"Kaliaaannn?"
ucap ibu Bening terkejut.
"Haahhh... Mami? ada apa?"
Bening terkejut salah tingkah.
"Apa mami menganggu kalian?"
tanya ibu Bening sambil tersenyum mengejek.
"Aaahhh nggak mami, i..ini lagi itu!"
ucap Bening menutupi malunya kepergok berciuman dan Vian hanya bisa tersenyum sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Mami hanya mau mengantarkan makanan buat nak Vian, dia harus makan yang teratur mulai sekarang! kamu harus mengingatkanya Bening!"
ucap ibu Bening.
"Iya mi"
"E...satu lagi, apa mami harus menunda pernikahan kalian dua atau tiga tahun lagi?"
ledek mami sambil keluar kamar Bening.
"Tidaaakkkk mami!"
ucap mereka serentak.
"E....atau mami harus mengundang pak naib sekarang juga!"
kepala Mami menyembul masuk lagi.
"Haaaaahhhhhhh! mamiiiiiii.....!"
teriak Bening.
Hahaha..
Terdengar suara mami tertawa lepas sambil berjalan menuruni tangga.
Sampai jumpa next episode ya..
Jangan lupa mohon dukungannya..
Ketik Like,vote dan komen kalian gaess,terimakasih🥰🥰
__ADS_1