Cinta Sang Abdi Negara

Cinta Sang Abdi Negara
akhirnya menikah


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana Via dan Aris menikah, seminggu berlalu begitu sangat cepat. Sebelum nya pihak wedding organizer Via sudah meminta merubah acaranya, dulu Via akan mengadakan acara adat sebagaimana adat dari laki-laki yaitu Tama dan rencana awalnya ia akan langsung resepsi pada siang hari nya. Namun sekarang berbeda laki-laki yang akan menikahi nya itu adalah Aris seorang TNI ia akan menambahkan acara upacara pedang pora yang biasa dilakukan oleh seorang prajurit saat menikah.


Via menghela nafasnya panjang, saat ini Via merasa gugup karena ini adalah hari dimana ia akan berubah statusnya dari seorang gadis menjadi seorang istri. Via melihat jam yang ada di handphone nya. "Satu jam lagi aku akan menjadi seorang istri, apa aku akan siap?" batinnya mulai ragu.


Acara pernikahan di adakan di gedung, ijab Kabul dan juga upacara pedang pora juga akan di laksanakan di gedung. Acara resepsi akan di selenggarakan malam harinya karena mengingat tamu yang diundang oleh kedua orang tua Via begitu banyak, maklum lah ayah nya Via adalah seorang anggota DPR yang cukup dikenal dan di segani oleh banyak orang.


Aris yang sudah sampai pun tak kalah tegang dan juga deg-degan. Lebih baik berhadapan dengan para penjahat karena ia tidak akan tegang atau takut beda dengan hari ini ia merasa begitu berdebar-debar, ia takut jika ia akan lupa atau salah saat pengucapan ijab kabul nanti.


"Apa anda sudah siap pak Aris?" tanya bapak penghulu yang ada di hadapannya itu.


"Saya siap!" jawabnya tegas seraya menghirup nafas nya dalam-dalam.


"Baiklah kalau begitu kita akan mulai ijab kabul nya ya." balas pak penghulu.


Tak lama ijab kabul pun selesai dengan tegas dan lancar Aris pun sekarang sudah sah menjadi suami Via, saat ini Via belum ada di sampingnya sengaja Via tidak berada di samping Aris saat ijab kabul berlangsung.


"Via ayok nak kita keluar, sekarang kamu sudah sah menjadi seorang istri dari suami mu, ingat pesan bunda ya jadilah istri yang Sholehah dan nurut apa yang di katakan suami jangan membantah nya apalagi membuat suami murka. Sekarang kamu sudah menjadi seorang istri ridho nya Allah ada pada suami mu, ayah dan bunda sudah melepaskan kamu sebagai tanggung jawab kami, kamu sekarang tanggung jawab suami mu." lirih bunda memberikan pesan pada Via.


"Bunda aku jadi sedih bunda bicara seperti itu?" sahut Via pilu.


"Sudah jangan menangis, ini hari bahagia kamu dan kamu sudah cantik jadi jangan sampai air mata kamu merusak hiasan kamu." ucap bunda lembut menahan kesedihannya, ia pun merasa sedih anak perempuan satu-satunya kini sudah bukan tanggung jawab nya lagi, tapi sebagai ibu dia sangat bahagia jika anaknya bahagia. Anak perempuan nya sekarang sudah menikah itu berarti dia akan menjadi tanggung jawab suami nya. "Ayok kita keluar! Semua orang menunggu kamu disana." sambung bunda.


Via keluar dari kamar tempat ia di rias oleh perias pengantin, Via dengan balutan kebaya cantik berwarna putih membuat Via hari ini begitu berbeda, aura kecantikan nya keluar membuat para tamu yang melihat nya begitu kagum akan kecantikan Via saat ini tidak terkecuali Aris sang suami, ia menatap nya dengan begitu terpesona pada Via yang sedang menghampiri nya.


Saat sudah di hadapannya Via yang menunduk malu pun mau tidak mau harus mencium punggung tangan Aris karena sebagai tunduk nya istri pada suami. Aris pun mengulurkan tangannya.


"Tahan ya!" ucap fotografer saat dia akan mengambil gambar. "Ok bagus!" tambah nya.


Setelah acara ijab kabul selesai sekarang acara selanjutnya yaitu upacara pedang pora yang akan di lakukan oleh para TNI dari rekan-rekan Aris tentunya.


Acara pun selesai lalu dengan acara-acara lain nya, bersalaman dengan tamu yang datang pada pagi harinya.

__ADS_1


Sore harinya Via pengantin baru itu istirahat sejenak untuk menyiapkan energi untuk resepsi pada malam hari nanti agar tidak kelelahan saat acara berlangsung. Aris pun ikut istirahat dengan Via di kamar yang di sediakan oleh pihak hotel karena resepsi di adakan di hotel mewah.


Via langsung masuk saja ke hotel yang sudah di sediakan rasanya lelah juga acara pagi tadi meninggalkan Aris di sana yang masih sibuk menyambut rekan-rekannya. Via langsung membersihkan dirinya dari keringat yang membuat nya tidak nyaman seharian ini.


Setelah selesai mandi ia pun langsung merebahkan tubuhnya yang lelah itu di atas kasur mengistirahatkan sejenak tubuhnya sebelum acara resepsi nanti di gelar.


Aris masuk ke dalam kamar hotel yang sama dengan Via, melihat istrinya tertidur pulas di atas kasur membuat langkah nya terdiam menatap wajah cantik istrinya itu tidur dengan damai lalu Aris pun tersenyum tipis seraya mendekat pada tubuh Via yang tertidur itu. "I love you my wife." bisik nya di telinga Via namun Via bergeming masih tahan dalam posisi nya saat ini. "Hemm dasar kebo!" ucap Aris tersenyum melihat istrinya tidak bangun saat ia bisikan tadi. Lalu Aris pun melangkah pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya juga.


Saat Via terbangun dari tidurnya ia mengerjapkan kedua matanya dengan pelan mengumpulkan semua nyawanya agar terkumpul sempurna. Sedangkan Aris yang dari tadi tidak ikut tidur menatap wajah Via saat ia tidur sampai ia bangun. Aris sengaja tidak tidur agar bisa memperhatikan wajah cantik Via saat tertidur pulas.


"Enak Bobonya ya?" goda Aris dengan senyuman manisnya.


Via terkejut saat bangun yang pertama kali ia lihat adalah wajah Aris yang sedang menatapnya dengan intens begitu dekat dengan wajahnya. Refleks Via memukul wajah Aris dengan bantalnya. "Siapa kamu? Bisa-bisa nya kamu ada di kamar ku!" teriak Via belum sadar sepenuhnya dari tidurnya itu seraya terus memukul Aris dengan bantal.


"Hei aku suamimu!" jawab Aris kesal karena ia terus saja di pukuli oleh bantal. Aris pun menahan tangan Via yang terus saja menimpukkan bantal padanya.


Via tersadar setelah Aris bilang jika dia adalah suaminya. "Aku dimana sih?" tanyanya bingung.


Aris tidak menjawab pertanyaan Via yang sedang bingung itu ia malah sibuk dengan merapihkan keadaan nya saat ini yang sudah acak-acakan karena ulah Via. "Kamu ya cantik-cantik tidur kok begitu!" cibir Aris.


"Kamu kan tidur pasti gak tahu bagaimana gaya kamu tidur!" tambah Aris. "Ini lihat!" Aris menunjukkan handphone nya itu pada Via disana ada gambar yang Aris ambil saat Via tidur dengan pulas nya. Berbagai macam gaya foto dan video Aris ambil saat Via tertidur.


Via melihat video itu dan rasanya malu sekali karena ia tertidur dengan mulut menganga. Via mencoba merebut handphone Aris dari tangan nya namun tidak berhasil membuat ia kesal dan cemberut.


"Aku akan menyebarkan video dan gambar ini!" goda Aris pada Via yang sedang cemberut itu dengan senyum jahat nya.


"Ah jangan!" cegah nya. "Kamu mau buat aku malu ya?" sergahnya kesal.


"Haha itu yang aku mau, bikin kamu malu!" balas Aris dengan gelak tawa nya, sehingga membuat Via mencoba merebut handphone Aris dari tangan nya itu agar ia bisa menghapus video itu.


Saat akan mencoba merebut dari tangan Aris, Aris pun mencoba menjauhkan handphone nya itu dengan tangannya ke atas, dan terus saja seperti itu membuat mereka dalam posisi sangat dekat saat ini malah begitu dekat. Sehingga Aris yang pintar dalam mencari kesempatan dalam kesempitan itu pun mencium bibir Via dengan cepat. Cup. ciuman singkat ala Aris mendarat pada bibir Via, ciuman singkat ia dapatkan dari istri nya itu sehingga Via yang terkejut dan pasti akan marah membuat Aris langsung dengan cepat berlari menuju kamar mandi dengan tawanya yang renyah karena sudah berhasil membuat istrinya kesal.

__ADS_1


"Dasar tentara mesum..." teriak Via geram karena sudah mencuri ciuman dari bibirnya.


Setelah selesai dari kamar mandi Aris yang sudah bersiap-siap untuk acara nanti malam lalu melihat Via yang masih kesal dan cemberut itu sehingga Aris tersenyum tipis melihatnya. "Ayok kamu mandi sana nanti kita telat datang!" titah Aris pada Via namun Via tidak menyahut atau menjawab dia langsung pergi begitu saja membuat Aris geleng-geleng kepala. "Hemm untung nya aku sayang kamu!" tambahnya melihat sikap Via tadi.


Via selesai dari kamar mandi nya dengan wajah yang segar dan tidak cemberut seperti tadi. Aris yang sedang membalas pesan dari handphone nya pun melirik ke arah Via karena tercium nya wangi sabun yang memenuhi ruangan kamar itu. "Sudah selesai!" tanyanya. Bukan menjawab pertanyaan Aris Via hanya mendelik kan kedua mata nya tidak suka. "Hemm masih marah?" tanyanya lagi namun Via masih bergeming tidak menjawab membuat Aris berdiri dari tempat duduknya lalu melangkahkan kakinya menghampiri Via. "Maaf tadi aku hanya bercanda, jangan marah ya!" lirih nya.


"Mana handphone kamu?" pinta Via tegas.


"Untuk apa?" tanyanya seraya memberikan handphone nya pada Via dan langsung dengan cepat Via mengambilnya dari tangan Aris. Setelah ia dapatkan handphone Aris ia langsung dengan cepat membuka galeri foto dan video dan menghapus semua gambar yang Aris ambil. Lalu menyerahkan handphone Aris padanya.


Aris tersenyum. "Hemmm puas?" tanya Aris menatap Via dan Via hanya cengengesan.


"Sudah ah jangan ganggu, sana!" usir nya merasa gugup karena di tatap tadi seperti itu membuat Via salah tingkah di buat nya.


Aris pun duduk kembali pada kursi dan membalas lagi pesan-pesan yang belum ia balas.


Malam resepsi pun tiba Aris dan Via sudah berdiri di atas panggung pengantin. Via memakai gaun cantik terlihat seperti boneka cantik yang hidup, dandanan nya tidak begitu tebal karena ia memintanya seperti itu agar tidak terlihat berlebihan sedangkan Aris memakai jas yang berwarna senada dengan gaun yang Via pakai terlihat sangat tampan dan gagah. Mereka pasangan yang sangat serasi malam ini.


Mereka berdua saling menyalami para tamu yang datang, dari rekan ayah nya bundanya dan juga rekan Via beserta rekan Aris yang datang.


Saat nya sesi pengambilan foto pengantin. Aris dan Via terlihat kaku dan malu-malu saat pemotretan di lakukan mungkin karena mereka masih canggung. Tukang foto pun mengarahkan pada kedua pengantin itu agar lebih dapat feel nya saat mereka berfoto. "Coba tatapan kalian yang mesra ya, dan itu mas nya tolong pinggang istrinya di rangkul mesra ya supaya gambar akan bagus saat di ambil nanti." ucap sang fotografer mengarahkan keduanya agar tidak kaku. Dan beberapa gambar di ambil oleh fotografer itu dengan arahan yang bisa dilakukan oleh keduanya sehingga tidak lama pengambilan gambar pun sudah dapat dan hasilnya pun memuaskan karena mereka lama kelamaan terbiasa dengan arahan sang fotografer.


Pukul 12 acara selesai, Via dan keluarga memutuskan pulang ke rumah saja tidak menginap di hotel. Pukul satu malam mereka sampai di rumah kediaman Via. Mereka pun langsung ke kamar masing-masing karena waktu untuk beristirahat.


Di dalam kamar Via dan Aris menjadi bingung harus bagaimana dan harus berbuat apa. Mereka terlihat kaku tidak seperti tadi saat di hotel. Namun Aris mencoba agar tenang saja toh sekarang mereka sudah sah menjadi suami istri. Via yang masih memakai gaunnya masih duduk di kasur dengan kaki menjuntai ke bawah. Aris membuka jas nya lalu mendekat ke arah Via membuat Via menjadi berpikir macam-macam. "Mau apa dia? Ah jangan-jangan!" batin Via takut ia membayangkan malam pertama nya dengan takut.


Aris berjongkok dekat dengan kaki Via lalu ia pun menarik kaki Via itu dengan lembut. "Eh kamu mau apa?" tanya Via takut Aris akan berbuat macam-macam.


Aris tersenyum. "Aku tahu kaki kamu pasti pegal seharian berjam-jam berdiri dengan memakai sepatu tinggi seperti ini!" ucap Aris lembut seraya mencopot sepatu high heels Via lalu memijat kakinya dengan lembut.


"Emh tidak usah!" tolak Via seraya menarik kakinya yang di pijat Aris. "Kamu juga pasti pegal karena kamu tadi sama-sama berdiri dengan ku." sambung nya.

__ADS_1


"Tidak apa-apa aku senang melakukannya, siapa tahu nanti kamu bisa memijat ku dan aku bisa..." ucapnya seraya menatap ke arah Via dari bawah sampai ke atas tubuhnya dengan senyum nakal nya membuat Via yang memegang jepitan rambut nya ia lemparkan pada wajah Aris.


"Jangan mimpi! Dan jangan berharap!" ucapnya tegas.


__ADS_2