
Dengan berbagai rayuan, bujukan dan juga permohonan Aris mengajak Via untuk menerima ajakannya malam ini, dan pada akhirnya Via pun menerima ajakan kencan malam Minggu pertama mereka berdua. Ya memang apa salahnya jika Via menerima ajakan Aris itu toh mungkin inilah waktu dimana mereka harus saling mengenal satu sama lain.
"Jadi kamu serius menerima ajakan saya?" tanya Aris meyakinkan Via.
Via menghela nafasnya berat. "Saya gak akan jawab untuk keduanya kalinya!" sahut Via sebal.
"Eh, ok kita sekarang pergi ya..." sahut nya melemah, bisa batal kalau terus di tanya-tanya.
"Iya sudah!" ucap Via datar. "Saya simpan dulu belanjaan saya ke kosan." sambung nya seraya pergi meninggalkan Aris yang menunggu di depan mobil nya.
"Ok saya tunggu!"
Tidak lama Via pun datang setelah menyimpan barang belanjaan dan mengganti pakaiannya. Malam ini Via terlihat berbeda di mata Aris saat ia melihat nya. Via yang memakai baju dress berwarna putih di bawah lutut dengan menggunakan jaket berbahan jeans berwarna biru terlihat sederhana namun berbeda jika ia yang pakai. Rambut ia biarkan terurai dengan di hiasi jepit rambut berbentuk bunga sehingga mempermanis penampilan Via saat ini.
Aris menganga terpesona dengan penampilan Via, terlihat norak sikap Aris yang seperti itu namun jujur penampilan Via saat ini membuat Aris menatap Via dengan penuh. Aris yang melihat penampilan Via yang selalu menggunakan seragam suster nya dan rambutnya yang selalu di tata dengan rapi saat ia bekerja. Tapi saat ini Aris benar-benar memuji kecantikan Via.
Via mengibas-ngibas tangan nya di depan wajah Aris yang terlihat bengong saja saat ditanya. "Hallo... ada orang di sana!" teriak Via pada Aris. "Hei...!"
"Eh iya!" sahut nya kikuk.
"Anda kenapa bengong, sakit? Atau jangan-jangan kesambet lagi!" merinding Via saat mengatakan itu.
"Ia kesambet suster galak!" godanya membuat Via mendengus sebal. "Hemm... sepertinya kamu bahagia sekali ya saya ajak jalan." Aris dengan santainya mengatakan itu.
"Maksudnya apa ya? Kan tadi anda yang ajak saya, memaksa dan memohon saya untuk menerima ajakan anda!" kesal Via.
"Hehe iya sayang... kamu sampai ganti baju dan dandan cantik seperti ini!" tutur nya dengan senyum menggoda.
Deg! Jantung Via berdetak kencang mendengar ucapan sayang dari Aris namun Via mencoba untuk tidak salah tingkah atau terlihat grogi di depan Aris. Via menghela nafasnya panjang. "Hemmm...Memangnya anda mau di bicarakan orang lain karena membawa perempuan jelek! " elak Via karena Aris selalu menggodanya karena penampilannya itu.
"Oh jadi kamu berpenampilan cantik begini untuk saya ya? Supaya saya tidak di permalukan! Wah terima kasih lho saya jadi terharu." ucapnya dramatis.
"Ayok jalan!" ajaknya cepat agar Aris tidak selalu menggodanya terus menerus.
Aris tersenyum tipis menggoda Via membuat umurnya terasa akan panjang.
Sesampainya di sebuah cafe Aris langsung menarik tangan Via agar bisa berjalan dengan beriringan. Masuk ke dalam cafe itu dan mencari tempat duduk yang nyaman untuk mereka berbicara karena masih ada hal yang perlu mereka bicarakan.
Mereka memasuki cafe yang menyediakan live music. Musik romantis tentu nya, cafe itu bisa menyumbangkan lagu yang mereka suka bagi yang mau menyanyikan lagu dengan suara mereka.
"Via kita duduk di sini saja ya." titah Aris lembut. "Kamu mau pesan apa?" tambah nya.
"Terserah!" sahut nya pelan.
"Ok. Mba!" panggil Aris memanggil seorang pelayan disana.
"Saya pesan minuman ini dan ini!" tunjuk nya menunjuk makanan yang ia pesan.
Mereka pun menunggu pesanan datang. "Via... sebelum saya membicarakan tentang rencana kita nanti saya ingin panggilan kita kita jangan begitu formal. Bagaimana kalau kita panggil dengan kata aku sama kamu, apa kamu tidak keberatan?" pinta Aris penuh tanya.
Via menghela nafasnya seraya menyenderkan punggungnya pada kursi dan melipat kedua tangannya di dada. "Ok saya akan coba." tutur nya.
Aris tersenyum tipis. "Ok. Aku sekarang akan membicarakan tentang rencana kita. Aku Minggu depan cuti, bagaimana kalau kita bertemu dengan orang tua kamu, aku akan meminta restu dari orang tua kamu agar aku bisa dengan cepat menikahi kamu! Apa kamu siap?" tutur Aris mantap.
Via menatap pada wajah Aris, apa dia benar-benar berkata seperti itu dari hati nya atau hanya dari mulut nya saja. "Apa kamu yakin? Akan menikahi ku? Dan apa kamu serius ingin bertemu dengan kedua orang tua dan keluarga ku?" tanya Via penuh serius.
"Aku serius! Aku tidak main-main Via, aku akan buktikan bahwa aku memang serius!" jawab nya yakin.
"Sepertinya kamu harus berpikir ulang lagi soal pernikahan ini, aku tidak mau pernikahan di jadikan bahan lelucon seperti ini, bahan agar kita sama-sama di untungkan, rasanya aku seperti menodai arti dari sebuah pernikahan!" ujar Via mulai goyah.
"Kenapa? Kamu akan membatalkan pernikahan kamu ini?" serunya. "Dan kamu akan membuat kedua orang tua kamu kecewa lagi?" tanyanya yang membuat Via semakin ragu.
"Aku akan tetap datang ke rumah orang tuamu nanti dan meyakinkan mereka." ucap Aris semakin mantap untuk maju walaupun Via mulai ragu.
"Kita lihat saja nanti!" ucap Via seraya menghela nafasnya berat. "Jika kamu bisa meyakinkan kedua orang tua ku, aku akan menerima pernikahan ini, tapi..." Ada jeda di kalimat ini. "Tapi jika kedua orang tua ku tidak merestui hubungan kita, aku akan mundur dan kamu harus terima itu!" sambungnya.
__ADS_1
"Ok, deal!" ucap Aris mantap seraya mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan pertanda kata setuju dan Via pun membalas uluran tangan Aris itu dengan serius. "Deal!" ucapnya.
Aris menatap ke arah Via dan memikirkan perkataan Via barusan. "Jika kedua orang tua kamu tidak merestui hubungan kita, maka aku harus siap melupakanmu Via! Apa aku akan sanggup melewati masa-masa seperti itu lagi?" batin Aris lirih masih menatap wajah Via dengan tatapan kosong.
"Apa kamu bisa mengambil hati kedua orang tuaku nanti ketika kamu bertemu dengan mereka? Aku jadi teringat saat kak Tama melamar ku dulu, ayah dan bunda tidak langsung merestui hubungan kita walaupun hanya sebatas pertunangan, padahal kita sudah lama menjalin hubungan sebagai kekasih. Ntah apa yang membuat mereka ragu dengan kak Tama waktu itu, sampai pada akhirnya aku terus mencoba meyakinkan bunda dan ayah agar mau menerima pinangan Tama dan keluarganya pada ku, sampai akhirnya ayah dan bunda luluh karena aku terus meyakinkan mereka. Tapi sekarang aku menyesal karena keyakinan ku pada kak Tama, menilai dia adalah sebagai laki-laki yang baik, dan meyakinkan pada kedua orang tua ku agar mereka percaya, tapi pada akhirnya kak Tama lah yang menghilangkan kepercayaan kedua orang tua ku." batin Via mengingat ia akan kejadian pada waktu Tama akan melamarnya.
Pelayan yang membawa pesanan makanan dan minuman pun datang membuat Via dan Aris yang sedang dalam pikirannya masing-masing tersadar dari lamunan mereka berdua.
"Terima kasih ya mba!" ucap Via dengan ramah.
"Kenapa kamu selalu ramah terhadap orang lain, tapi dengan ku kamu selalu pasang wajah yang tidak enak di pandang." celoteh Aris mengeluarkan unek-unek nya selama ini.
"Mungkin karena kamu sangat menyebalkan!" sahut Via santai seraya menyendok makanan yang sudah ada di hadapannya ke dalam mulutnya.
"Aku akan membuatmu jatuh cinta padaku!" tutur Aris mantap menatap wajah Via dengan serius.
"Coba saja!" tantang nya membalas tatapan Aris dengan sama seriusnya.
Setelah makan selesai hanya tersisa minuman, mereka masih betah dengan suasana di dalam cafe itu, karena alunan musik romantis membuat makan berdua mereka lebih berwarna.
"Aku ke toilet sebentar ya?" ijin Via pada Aris.
"Perlu aku antar? Siapa tahu kamu butuh aku disana!" tawar Aris dengan senyum nakal.
"Tidak usah, tidak perlu repot-repot!" balas Via ketus. Membuat Aris tergelak dengan tawanya yang renyah dengan melihat Via yang melangkah pergi.
Tidak lama Via pun sudah selesai dengan urusan nya di dalam toilet. "Via!" panggil nya. Seseorang memanggil nama Via dan Via langsung menoleh pada orang yang memanggilnya. "Malas deh!" ucapnya dengan menghela nafasnya malas.
"Via kamu sedang apa di sini?" tanyanya penuh selidik.
"Kenapa memang nya, ada masalah?" tanya Via.
"Tidak, aku hanya bertanya saja. Apa masalah bila aku bertanya? Karena tidak biasanya kamu datang ke tempat seperti ini malam Minggu lagi!" tutur nya membuat Via jengah.
"Apa urusannya dengan kak Tama, apa salahnya kalau aku pergi bermalam mingguan dengan kekasih baruku!" ujar Via bangga. "Memang nya cuma kak Tama saja yang bisa bermalam mingguan dengan pacar barumu itu!" sambungnya.
"Ah sudahlah aku gak mau bahas itu lagi, sekarang aku ya aku Via yang baru, kita sudah tidak ada hubungan lagi, jadi gak ada urusannya dengan kak Tama, mengerti! Permisi!" ucap Via cepat seraya melangkah kan kaki nya dengan cepat ia tidak mau lagi berdebat dan berurusan lagi dengan Tama apalagi malas rasanya jika bertemu lagi dengan kekasih baru mantan nya itu.
Via langsung duduk di dekat Aris yang sedang sibuk menelepon. "Ada apa? Kok cemberut?" tanya Aris setelah ia selesai menelpon dengan rekan nya itu.
"Tidak ada!" sahut nya cepat.
Aris melihat sekilas jika di cafe ini juga ada Tama dan juga pacar barunya mungkin Via cemberut karena adanya Tama di cafe itu. "Apa Via masih cemburu melihat Tama bersama pacarnya itu?" batin Aris melihat Via yang datang-datang dari toilet dengan muka di tekuk seperti itu.
"Via aku ijin toilet ya hehe gantian!" ucap Aris cengengesan namun Via hanya menatapnya sekilas.
Tidak lama terdengar suara pembawa acara cafe berbicara, memberi tahu bahwa ada pengunjung cafe yang akan menyumbangkan suara nya, ia akan membawakan sebuah lagu dari seorang penyanyi yang sangat ia sukai dan lagunya itu akan ia persembahkan untuk seorang perempuan yang bersama nya saat ini. Si pembawa acara pun mempersilahkan padanya untuk bersiap diri menyiapkan nada-nada yang akan ia nyanyikan, setelah pas pengunjung itu pun duduk di kursi yang sudah di sediakan oleh pemilik cafe dengan membawa sebuah gitar yang akan menjadi alat musik nya.
"Untuk wanita yang ada di sana saya akan persembahkan lagu ini untuk nya." tunjuk Aris pada meja yang dimana Via sedang duduk memainkan handphone nya.
Semua pengunjung cafe yang hadir di sana refleks langsung melihat ke arah meja yang Aris tunjuk, namun Via masih belum menyadarinya karena ia masih menunduk pada layar handphone nya.
Aris tersenyum melihat Via belum sadar, perempuan yang ia tunjuk adalah dirinya padahal semua orang disana menatap nya dengan iri apalagi perempuan disana yang melihat ketampanan Aris dan keromantisan sikapnya pada kekasihnya.
"Sebelum saya bernyanyi, saya akan menyampaikan sesuatu dahulu tentang isi hati saya saat ini, perempuan yang tadi saya tunjuk adalah perempuan yang hebat di mata saya, dia adalah sesosok wanita yang membuat saya hidup ini terasa indah, dia adalah seorang perawat yang selalu membuat para pasien begitu nyaman dia juga selalu membuat para pasien nya memiliki semangat hidup dengan caranya sendiri dia memperlakukan para pasien. Saya bangga saya beruntung bisa mengenali nya dan juga bisa bersama nya saat ini. Suster Via lagu ini saya persembahkan untuk kamu, lagu ini perwakilan isi hati saya saat ini. Suster Via I love you."
Via mendengar namanya di panggil oleh suara di atas panggung itu langsung dengan cepat melihat siapa orang yang berada disana. Alangkah terkejutnya Via saat melihat Aris yang ada disana. "Ya ampun kenapa dia ada disana? Bikin malu saja!" gumam Via menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Aduh malu lagi orang-orang di sini juga menatap ku semua lagi!" batin Via mencoba tersenyum pada pengunjung cafe yang memperhatikannya. Tersenyum semanis mungkin yang Via bisa.
Aris pun memulai memetik gitar nya dengan nada-nada lagunya yang akan ia nyanyikan malam ini. "Untuk mu suster Via ku." ucap Aris saat ia sudah siap akan bernyanyi.
*Lebih indah (Adera)*
saat ku tenggelam dalam sendu
waktupun enggan untuk berlalu
__ADS_1
ku berjanji tuk menutup pintu hatiku
ntah untuk siapapun itu
semakin ku lihat masa lalu
semakin hatiku tak menentu
tetapi satu sinar terangi jiwaku
saat ku melihat senyummu
Dan kau hadir merubah segalanya
menjadi lebih indah
kau bawa cintaku setinggi angkasa
membuat ku merasa sempurna
dan membuat ku utuh tuk menjalani hidup
berdua denganmu selama-lamanya
kaulah yang terbaik untuk ku
kini ku ingin hentikan waktu
bila kau berada di dekat ku
bunga cinta bermekaran dalam jiwaku
kan ku petik satu untuk mu
Dan kau hadir merubah segalanya
menjadi lebih indah
kau bawa cintaku setinggi angkasa
membuat ku merasa sempurna
dan membuat ku utuh tuk menjalani hidup
berdua denganmu selama-lamanya
kaulah yang terbaik untuk ku
ku percayakan seluruh hatiku padamu
kasihku satu janjiku
kaulah yang terakhir bagiku
Dan kau hadir merubah segalanya
menjadi lebih indah
kau bawa cintaku setinggi angkasa
membuat ku merasa sempurna
dan membuat ku utuh tuk menjalani hidup
berdua denganmu selama-lamanya
__ADS_1
kaulah yang terbaik untuk ku.