Cinta Sang Abdi Negara

Cinta Sang Abdi Negara
malam pertama


__ADS_3

Siang berganti sore dan sore berganti malam, acara pernikahan pun sudah selesai saat tadi sore. Sekarang Nisa dan Adam beserta keluarga kembali pulang ke rumah ibunya, kebetulan rumah Nisa dekat dengan gedung, tidak perlu untuk menyewa hotel toh mereka pun dekat dengan perumahan tempat Nisa tinggal.


Acara memang selesai pukul 2 namun tamu penting dari kedua keluarga yang ingin bertemu dengan kedua mempelai mau tidak mau Adam dan Nisa pun menyapa tamu penting itu, walaupun tamu-tamu itu bukan teman Nisa dan Adam.


Kedua sahabat Nisa Rahma dan Aldo sudah kembali ke Jakarta, mereka tidak mau merepotkan Nisa apalagi di hari pernikahan nya. Sedangkan pak Rangga mantan bos Nisa ia tidak hadir dalam pernikahan Nisa dan Adam karena ada urusan pekerjaan yang tidak bisa di tinggalkan. Ntahlah apa itu alasannya yang sebenarnya atau memang sengaja tidak datang karena merasa sedih di tinggal nikah oleh Nisa.


Pada akhirnya mereka sampai di rumah pukul setengah 7 malam, keluarga Nisa yang jauh mereka menyewa hotel karena tak ingin merepotkan ibu Andini, sedangkan keluarga Adam kembali ke rumah adik nya mama Mel yang berada di Bandung.


Setelah sampai rumah Nisa langsung masuk kamar dan mereteli hiasan-hiasan yang masih menempel pada jilbab di kepala nya, segala pernak pernik yang menghiasi atas kepala nya. Sedangkan Adam langsung ijin untuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya untuk melaksanakan shalat Maghrib nya.


Nisa belum selesai dengan kegiatannya, sedangkan Adam sudah beres mandi dan sholat magrib nya.


"Mas bantuin ya." tawar Adam saat Nisa kesulitan melepaskan pengait di jilbabnya.


Nisa melirik. "Iya mas, tolong bantu aku lepasin pengait ini ya aku gak bisa." jawab Nisa mengijinkan Adam untuk membantu nya.


Adam tersenyum dan mengangguk. Setelah semua yang menempel di jilbab Nisa terlepas Adam pun meminta ijin untuk bersiap-siap melaksanakan shalat isya di masjid karena waktu isya sebentar lagi, Nisa pun dengan cepat masuk ke kamar mandinya untuk membersihkan diri.


Setengah jam pun berlalu, Adam yang sudah selesai melaksanakan shalat isya nya pun datang, ia merasa bingung harus bagaimana.


Adam menghela napas nya berat. "Kenapa saya jadi gugup begini ya, apa yang harus saya lakukan nanti saat berdua di kamar bersama Nisa." batin Adam dalam hati nya.


"Ini kan malam pertama saya dengan Nisa, apa saya harus meminta hak saya sekarang? Bagaimana kalau Nisa menolaknya, bisa malu saya." gumam Adam.


Adam pun menjadi salah tingkah dengan kegugupan di hatinya itu. "Nisa saya mau sekarang!" ucap Adam dalam hati nya. "Ah tidak-tidak, Nisa bisa ilfil atau bahkan takut sama saya." ujarnya dalam hati.

__ADS_1


"Ah saya tidak akan meminta nya sekarang masih banyak waktu, iya waktu!" ucap Adam sambil mondar mandir di depan teras.


"Tapi saya penasaran, apalagi tadi bapak-bapak bilang malam pertama itu tidak akan terlupakan! Apa nya yang tak terlupakan?" pikir Adam penasaran.


"Bang ngapain Abang di sini sendirian kak Nisa mana?" tanya Dimas saat ia tidak sengaja melihat Abang ipar nya.


Ekhemm Adam berdehem sedikit terkejut saat adik ipar menyapanya. "Abang habis dari masjid, nyari angin bentar di dalam panas." jawab Adam gugup menggaruk leher nya yang tidak gatal.


"Oh... Ya udah masuk bang kayaknya mau turun hujan tuh ada petir." ucap Dimas mengajak Adam masuk.


Adam tersenyum kaku. "I...iya."


"Nak Adam dari mana kok bisa barengan sama Dimas, Nisa mana?" tanya ibu Andini heran.


"Tadi aku lihat bang Adam di luar bu sendirian habis dari masjid, kak Nisa di kamar ya bang?" tanya Dimas menengok ke arah Adam.


Adam tersenyum dan mengangguk lalu ia pun pergi menuju kamar dimana Nisa berada. Saat berada di depan pintu kamar kegugupan Adam pun muncul kembali. "Apa Nisa sudah tidur apa belum ya? Kalau belum bagaimana?"


Adam mengatur napasnya supaya lebih tenang. Ceklek pintu kamar pun di buka sedikit.


"Assalamualaikum." ucap Adam pelan mencari gadis yang membuat nya gugup itu.


"Wa'alaikumussalam mas dari mana aja ke masjid nya lama banget, perasaan masjid dari sini dekat lho." tanya Nisa heran.


Adam menatap Nisa melongo tanpa berkedip melihat Nisa yang menampakkan rambut panjang lurus dan sedikit bergelombang di bagian ujung rambut yang selama ini ia sembunyikan, begitu cantik dan indah apalagi Nisa sekarang mengenakan baju tidur panjang seperti long dress berbahan lembut membuat baju di tubuh Nisa sedikit nge pres di tubuh nya. Walaupun masih kategori sopan tapi membuat Adam tak berdaya.

__ADS_1


"Mas..." panggil Nisa dan melambaikan tangan nya pada wajah Adam yang bengong saja.


"Mas!" panggil Nisa ulang.


Adam tersadar dari lamunan kotor nya saat Nisa mengusap wajahnya Adam. "Mas kok malah bengong sih kenapa? Tadi handphone kamu bunyi mulu tahu, aku gak berani angkat." ujar Nisa memberitahu.


"Ah i...iya mas lihat dulu ya." ucap Adam gagap.


Adam pun melihat handphone nya yang berada di atas meja mengecek siapa yang menghubungi nya.


Nisa pun mengangguk dan berjalan melangkah melewati Adam menuju tempat tidur. Adam pun mengikutinya dengan handphone yang masih di tangan nya. "Mas aku tidur duluan ya gak apa-apa kan? Aku capek banget." lirih Nisa pada Adam yang fokus pada handphone nya.


"Maaf ya mas tempat tidur nya juga kecil jadi agak sempit." hehe ujar Nisa tidak enak hati.


"Tidak masalah masih cukup kok." jawab Adam masih fokus pada handphone nya.


"Aku istirahat duluan ya." ijin Nisa.


"Iy...iya istirahat saja." jawab Adam sedikit tidak rela, Adam sebenarnya dia ingin masih ngobrol dengan Nisa.


Nisa pun tertidur setelah beberapa saat, membelakangi tubuh Adam meninggalkan pikiran-pikiran Adam yang sempat kotor itu, ya mungkin karena terlalu lelah jadi Nisa langsung tertidur dengan pulas.


Adam yang dari tadi masih terjaga pun mengintip Nisa dari belakang tubuhnya dengkuran lembut yang terdengar oleh telinga Adam pertanda bahwa Nisa memang benar-benar sudah tertidur lalu Adam pun menatap Nisa istri nya yang sedang tertidur sangat pulas itu, ia pun tersenyum.


Nisa membalikan tubuhnya menjadi menghadap ke arah Adam sedangkan matanya yang masih terpejam, dan Adam pun tersenyum lalu menatap Nisa yang tertidur pulas itu mengelus pipi mulus Nisa dengan sayang dan lembut, dengan hati-hati juga takut Nisa terbangun oleh nya.

__ADS_1


aku sangat beruntung bisa mendapatkan kamu Nisa, kamu sangat cantik apalagi ini kali pertamanya aku melihat kamu tanpa hijab yang menutupi kepala mu, membuat ku sedikit berpikir kotor saat aku melihat mu hehe sangat lucu dengan ku ini berpikir kotor tapi tidak tahu harus memulai nya dari mana dulu.


Biasanya yang gugup itu di pihak perempuan karena harus mempersiapkan sesuatu yang berharga nya harus di berikan kepada suaminya, sesuatu yang selalu di jaga kehormatannya. Tapi ini berbeda Adam adalah seorang laki-laki yang sudah dewasa dan juga matang tapi karena ini juga kali pertamanya harap di maklumi saja, ia takut menyakiti Nisa istri yang sangat ia cintai. Bukan ketidakmampuan nya namun Adam bingung harus dari mana awal memulainya.


__ADS_2