
"Assalamualaikum?" sapa Via saat dirinya di depan pintu rumah nya.
"Wa'alaikumussalam." sahut mama mertua menjawab di dalam rumah. "Lho, Via kenapa kamu pulang sendirian mana suamimu?" tanyanya heran.
"Lho bukannya bang Aris ada di rumah? Aku pulang sendiri kok, bang Aris susah di hubungi." ujarnya.
"Di rumah? Aris malah belum pulang setelah mengantarkan kamu pergi bekerja. Makanya mama tanya sama kamu!" seru nya.
Via terkejut mendengar perkataan mama mertua nya itu. Lalu bang Aris kemana dong mah?" tanya nya mulai cemas. "Tapi handphone nya aktif cuma dia gak jawab panggilan aku padahal aku udah beberapa kali menelponnya!" tambahnya.
"Coba kamu terus hubungi dia lagi siapa tahu sekarang Aris menjawabnya." titah mama pada Via dan Via pun mencoba menelpon ke nomor suaminya lagi.
"Gak ada jawaban mah, coba aku cek GPS nya ya." mencoba untuk tidak panik. Via pun mengecek lokasi dimana suaminya sekarang berada.
"Aku udah cek handphone dan juga GPS mobilnya. Bang Aris di daerah jalan xxx mah sekarang! Apa aku kesana aja ya sekarang?"
"Kamu serius mau kesana sendiri? Mama takut ah. Kamu kan perempuan kalau pergi sendirian begitu mama khawatir." ucapnya.
"Aku coba telpon bang Syam dulu siapa tahu bang Aris sedang bersamanya." ucapnya dan di angguki pelan oleh mama mertua nya yang mulai terlihat panik dan cemas.
Setelah Via menelpon rekan Aris sekaligus sahabat nya itu. Dan Syam pun menjawab kalau dia tidak sedang bersama nya malahan dia juga mencarinya dengan menelepon namun tidak ada jawaban sama sekali seperti Via saat ia menghubungi suaminya.
"Bagaimana dong bang Syam? Kemana ya bang Aris? Apa aku ke lokasi dimana GPS itu menunjukkan lokasi terakhir suamiku berada?"
"Lebih baik kamu di rumah saja, biarkan saya yang kesana. Iya nanti saya pergi ke lokasi untuk cek apa komandan Aris masih di sana atau tidak. Kamu gak usah khawatir nanti saya akan segera kabari kalau sudah ada disana." ucapnya dan di iyakan oleh Via.
"Bagaimana?" tanya mama cepat setelah Via menutup panggilan telepon nya.
"Sahabat bang Aris juga gak tahu dia sekarang dimana, malahan bang Syam juga telpon bang Aris dari pagi tapi gak di jawab sama sekali." ujarnya lemas. "Mah aku jadi khawatir ada sesuatu yang terjadi pada suami ku, perasaan aku dari tadi gak enak terus. Gak biasanya bang Aris gak jawab telepon nya." ucapnya takut.
"Via jangan bicara seperti itu, mama yakin Aris baik-baik saja!" serunya mencoba untuk menenangkan Via padahal dirinya pun sama cemas nya. "Kita berdoa saja semoga Allah selalu melindungi suami kamu dimana dia berada." tambahnya lagi.
"Aamiin." ucap Via di tengah ketidaktenangan hati nya.
***
__ADS_1
"Jaga dia! Jangan sampai dia lolos. Beri dia makan dan minum, jangan sampai dia mati karena saya masih ingin bermain-main dengan nya!" ujarnya dengan penuh tersenyum licik.
"Baik bos!"
Tama pun melangkah keluar dari tempat dimana Aris di sekap, lalu ia dengan melihat ke arah sekitar gedung mengecek apa tempat itu benar-benar tidak ada orang yang akan tahu. Tama pun tersenyum. "Aku yakin tempat ini tidak ada satu orang pun yang akan tahu keberadaan nya. Hemm sekarang aku ingin tahu bagaimana reaksi Via setelah suaminya itu menghilang secara tiba-tiba." batin nya dengan senyum yang mengembang karena rencananya saat ini akan berhasil.
***
Saat ini Via benar-benar merasa cemas akan keadaan suaminya itu apalagi setelah ia tahu kabar dari sahabat nya jika suaminya itu tidak ada di tempat hanya ada mobil yang terparkir di sana dengan posisi mencurigakan. Lokasi di sana sangat sepi dan jarang di lewati oleh orang.
"Kemana kamu? Dan untuk apa kamu sampai melewati jalanan itu padahal perjalanan ke rumah tidak perlu melewati jalanan sepi itu!" gumam Via merasa heran.
"Aku harus mencari nya kemana?" lirihnya pelan. "Apa suamiku pergi ke rumah pak Adam atau Nisa ya?" tanyanya dalam hati. "Apa aku harus kesana ya?"
Dengan cepat Via pun bersiap untuk pergi ke rumah Adam dan juga Nisa siapa tahu suaminya sedang berkunjung ke rumah mereka, ya walaupun ini terdengar aneh dan tidak mungkin tapi apa salahnya jika Via mencoba.
"Mah aku ijin keluar dulu ya, aku mau ke rumah salah satu teman bang Aris. Siapa tahu kan jika dia sedang kesana!" pamitnya pada mertuanya
"Iya tapi kamu hati-hati ya. Kalau ada apa-apa hubungi mama." ucapnya dan di angguki oleh mama mertua.
Tak lama Via pun kini berada di depan rumah kediaman Adam dan juga Nisa. "Assalamualaikum." ucapnya.
Via pun memasuki rumah Nisa dan juga Adam. Lalu ia pun duduk. Tanpa basa-basi Via pun langsung mengatakan maksud ia datang kesini.
"Nisa apa suamiku tadi pagi datang kesini?" tanyanya.
"Aris kesini? Tidak! Aris tidak datang kesini kok? Memang nya kenapa?" tanya Nisa penasaran karena Via terlihat sangat khawatir.
Lalu Via pun menceritakan suaminya itu dari saat ia mengantarkan nya pergi bekerja sampai hilangnya kontak bersama suaminya itu. Adam yang saat ini sedang berada di rumah dan mendengar pembicaraan Via dan juga istrinya langsung ikut gabung.
"Begitu Nisa pak Adam, aku sangat cemas sekali, aku takut terjadi sesuatu padanya." lirih nya ia berucap.
Nisa dan Adam saling pandang mereka pun bingung dan heran mendengar ucapan Via tadi. Mereka pun tidak tahu Aris saat ini dimana. "Apa pak Aris pernah bercerita jika dia sedang bermasalah dengan siapa atau ada orang yang sedang mengganggu nya?" tanya Adam serius.
Via mendongakkan wajahnya saat ia tadi menunduk menahan kesedihannya lalu menatap Adam yang menanyakan hal itu pada nya. Via berpikir sejenak.
__ADS_1
"Iya suami ku pernah bilang jika mantan tunangan ku menyuruh orang untuk mengikuti kegiatan kami, dan kemarin ada kejadian saat suamiku tahu ada yang mengejarnya dan dia tahu jika itu suruhan kak Tama bahkan mereka sempat saling pukul." ujar Via menceritakan apa yang terjadi pada suaminya saat sebelum hilang nya dia.
"Dan suami ku juga pernah bertanya apa aku masih di ganggu oleh Tama atau tidak." ucap Via menuturkan. "Apa kamu dan pak Adam bercerita tentang kejadian kak Tama yang akan melecehkan aku itu pada suami ku?" tanya Via dengan menatap ke arah Nisa dan juga menatap ke arah Adam silih berganti.
Adam dan Nisa pun diam tidak langsung menjawab. "Maaf Via sebelumnya, memang kami lah yang sudah menceritakan tentang terjadinya kejadian sama kamu itu pada Aris, karena dia terus saja mendesak kami agar kami menceritakan nya. Dan Aris sempat marah pada kami karena tidak langsung memberitahukan kejadian seperti ini padanya, namun kami pun memberi tahu pada nya karena ini permintaan kamu, karena kamu yang meminta untuk menyembunyikan hal itu. Sebenarnya Aris itu harus tahu karena dia adalah suami kamu yang akan bertanggung jawab atas diri kamu. Dan Aris pun bilang jika dia akan beri perhitungan pada Tama karena sudah mengganggu hubungan antara kamu dan juga Aris."tutur Nisa menjelaskan.
Via terdiam dan tiba-tiba air matanya turun begitu saja, ia sungguh sangat menyesal karena ia tidak langsung menceritakan kejadian ini pada suaminya.
"Apa kejadian hilangnya pak Aris ada hubungannya dengan Tama?" tanya Adam menatap pada wajah Via dengan serius.
Nisa pun sama menatap ke arah Via. "Iya Via sepertinya kejadian ini ada kaitannya dengan kejadian kamu dulu. Mungkin Tama masih penasaran sama kamu dan mencoba mengganggu hubungan kalian berdua lagi." tambah Nisa meyakinkan Via.
"Jika hal ini memang ada kaitannya dengan kejadian kemarin berarti benar Tama mantan tunangan kamu adalah dalang hilang nya pak Aris." Adam mulai curiga dengan Tama.
"Tapi kak Tama dia sudah meminta maaf padaku waktu itu dan dia sudah berjanji tidak akan menggangu rumah tangga ku. Iya walaupun saat itu suamiku sempat salah paham dengan nya." ucap Via masih tidak yakin. "Aku kira kak Tama bersungguh-sungguh untuk tidak menggangu rumah tangga kami." ucapnya penuh kecewa. "Lalu aku harus bagaimana pak Adam, aku takut terjadi sesuatu pada suamiku."
"Kamu tenang saja saya akan bantu kamu, karena kalian adalah teman kami dan juga karena ini sudah masuk ke dalam tindak kejahatan jika Tama lah dalang hilang nya pak Aris. Saya akan meminta rekan dari kepolisian dan juga rekan pak Aris dari pihak TNI untuk bekerja sama mencari pak Aris." ucap Adam meyakinkan Via. "Kamu tidak usah khawatir biar saya tangani masalah ini." ujar nya.
"Iya Via kamu serahkan saja masalah ini pada pihak berwajib, dan juga para TNI. Rekan Aris dari TNI seperti nya tidak akan diam begitu saja saat rekannya hilang begitu saja apalagi Aris adalah orang yang sangat penting untuk mereka, Aris seorang komandan dan aku yakin bawahan dia pasti akan ikut serta untuk mencari komandan nya." sambung Nisa menenangkan Via.
"Iya kalian benar, terima kasih ya karena kalian sudah mau membantu ku, tadi aku sempat bingung harus meminta tolong pada siapa. Sekarang aku lebih tenang karena ada kalian di sini." ucapnya terharu. "Ya walaupun hati aku masih cemas memikirkan bagaimana keadaan suamiku saat ini." tambahnya dengan suara pelan menahan air matanya.
"Sudah kamu jangan menangis mas Adam dan juga pihak kepolisian yang lain pasti bantu kamu." balas Nisa dengan tersenyum hangat dan di angguki pelan oleh Via.
"Jika ada informasi tentang Tama dan juga keberadaan pak Aris tolong kamu beritahu saya agar saya bisa dengan cepat mendapatkan informasi tentang hilangnya pak Aris." ucap Adam pada Via.
"Baik."
Setelah bercerita pada Adam dan Adam akan membantu untuk mencari Aris, Via pun pamit pada mereka. Tadinya Adam akan mengantarkan Via pulang namun Via menolak karena dia sudah memesan taxi online yang akan mengantarkan nya pulang.
"Hemm kasian Via ya mas, kamu harus menemukan Aris mas, melihat Via seperti itu aku ikut merasakan juga bagaimana khawatir nya dia saat ini." ucap Nisa saat melihat kepergian Via.
"Iya, mas yakin kejadian hilangnya pak Aris ada kaitannya dengan Tama. Hemmm kisah cinta mereka begitu sulit saya jadi merasakan apa yang di rasakan pak Aris saat istrinya di cintai oleh laki-laki lain yang berniat mengganggu hubungan mereka, saya jadi ingat saat kamu di cintai oleh laki-laki lain yang berstatus pengusaha, namun mas beruntung karena masalah antara saya dan juga laki-laki itu tidak sampai ada penculikan atau penyekapan terhadap mas." ucap Adam mengingatkan ia pada Rangga yang dulu sempat mengganggu hubungan nya dengan Nisa.
Nisa yang diingat kan akan kejadian lalu, mengingatkan ia pada pak Rangga menjadi salah tingkah lalu dengan refleks ia mencubit lengan suaminya itu. "Aduh sakit sayang." Adam mengaduh kesakitan saat istrinya mencubit nya seraya mengusap lengan nya yang di cubit oleh istrinya itu.
__ADS_1
"Kamu mas kenapa bawa-bawa urusan kita dengan rumah tangga Aris, gak ada hubungannya tahu!" sebal Nisa.
"Hehehe memang gak ada hubungannya tapi cerita pak Aris mengingatkan mas pada mantan bos kamu itu." serunya. "Tapi aku lebih beruntung karena sekarang aku sudah bahagia bersama istri ku yang cantik ini." sambung nya mencolek pinggang Nisa.