
"Mah papah ke kantin dulu ya cari makanan, mama mau titip apa?" tanya papa Aris saat di ruangan nya.
"Papa mau cari makanan biar aku aja pah ya belikan?" tawar Aris pada papa nya itu.
"Tidak usah papa mau beli sendiri, ya sambil jalan-jalan juga bosan papa di sini." ucap papa Aris merasa bosan di dalam ruangan tempat istrinya di rawat.
"Oh gitu, ya udah deh gimana papa aja." sahut Aris.
"Mama mau pesan yang segar-segar deh pah." ucap mama Aris menginginkan makanan yang segar.
"Ya udah papa keluar dulu ya." pamit nya papa dan di angguki mama dan juga Aris.
Setelah kepergian papa untuk ke kantin mama pun menatap Aris dengan selidik. "Kamu serius kan gak ganggu hubungan rumah tangga orang lain?" tanya mama penasaran.
Aris tersenyum kecut. "Apa sih mah memang nya aku laki-laki apa sampai merebut istri orang, mama ini aneh-aneh aja sih." sahut Aris tak terima.
Mama Aris menghela nafas panjang. "Syukur lah mama khawatir sama kamu, kalau kamu merebut istri orang, karena kamu tadi sempat memuji perempuan cantik tapi sedang hamil." jawab mama Aris takut akan anak nya berbuat yang aneh.
"Tenang aja mah aku gak punya kelakuan mines seperti itu, lagian aku kan TNI bisa di sidang di kantor aku mah kalau berbuat hal buruk semacam itu." ujar Aris menjelaskan.
"Ah syukur lah." ucap mama Aris lega.
Tak lama papa Aris pun datang dengan banyak makanan yang ia beli dari kantin namun yang membuat Aris terkejut adalah dua orang yang beriringan bersama papanya. "Assalamualaikum?" ucap papa Aris saat membuka pintu kamar ruangan mama di rawat.
"Wa'alaikumussalam pah." jawab mama dan juga Aris bersamaan.
"Alaaaah kenapa papa bisa bawa kedua orang yang tadi nyapa aku ya, apa papa kenal dengan mereka berdua?" batin Aris saat melihat ibu bersama bapak yang tadi bertemu saat di ruang tunggu.
"Emh mah Aris kenalin ini teman papa bersama istri nya, tadi papa gak sengaja bertemu dengan mereka saat papa tadi ke kantin." tutur papa memperkenalkan kedua orang yang bersama nya.
"Aduh mereka masih ingat gak sama aku, hadehh kalau mereka ingat terus tanya-tanya bisa malu aku." gumam Aris dalam hatinya.
"Oh ya saya istri nya pak Ilham." ucap mama Aris mengenalkan dirinya pada teman suaminya.
"Dan ini putra pertama saya Aris namanya." ucap papa Aris memperkenalkan putranya itu.
"A...Aris." ucap Aris gugup dan menyalami kedua teman papa nya.
__ADS_1
"Eh kamu itu laki-laki yang tadi ngobrol sama saya ya waktu di ruang tunggu? Oh jadi kamu anak nya pak Ilham ya." tanya ibu itu mengingat-ingat kejadian saat di ruang tunggu.
Aris hanya tersenyum kikuk karena ternyata ibu itu mengenali nya. "Kalian sudah pernah bertemu ya?" tanya papa Aris kepada temannya itu.
"Iya tadi waktu kita sedang menunggu dan Aris anakmu juga ada di sana." jawab pak Adi teman papa Ilham.
"Saya kira nak Aris ini sedang menunggu istrinya yang sedang memeriksa kandungan nya, soalnya saya tadi melihat nak Aris dan istrinya ada di sana." ucap ibu itu dengan jelas.
"Istri?" ucap papa mama serempak menatap Aris penuh selidik dan Aris menatap kembali ke arah mama dan juga papa nya yang sedang butuh penjelasan darinya.
"Nanti aku jelaskan pah mah." sahut Aris cepat. "Aku keluar dulu deh." pamit Aris cepat meninggalkan ruangan mama nya takut sekaligus malu jika ia lama-lama ia berada di sana.
*
*
*
Pukul 11 Adam yang baru saja sampai di rumah nya melihat Nisa yang sedang tertidur menunggu suaminya itu pulang, tidur di sofa dan televisi yang masih menyala, membuat Adam menghampiri Nisa yang sudah pulas.
"Sayang, kenapa kamu tidur di sini?" gumam Adam saat melihat istrinya itu.
Nisa pun menggeliat saat merasakan sentuhan tangan yang menyentuh pipi nya. "Mas kamu sudah pulang..." ucap Nisa dengan suara yang serak khas bangun tidur.
"Heeeeem." jawab Adam berdehem dan tersenyum. "Ayok kita ke kamar!" ajak Adam.
"Eh mas kamu mau ngapain?" tanya Nisa saat Adam mulai siap mendekati tubuh Nisa, tanpa banyak bicara Adam pun langsung menggendong Nisa dan tersenyum. "Berat." goda Adam pada Nisa saat ia mengangkat tubuh Nisa namun tidak terlihat kesulitan Adam saat menggendong Nisa.
Nisa memanyunkan bibirnya. "Lah kenapa mas gendong aku coba kalau berat." ucap Nisa sebal.
"Mau aja, biar kamu gak capek naik tangga." ucap Adam cengengesan.
"Kamu kan udah capek terus sekarang malah gendong aku nanti malah jadi tambah capek mas..." ucap Nisa merasa jadi beban Adam.
"Gak apa-apa mas suka gendong kamu kok." seru Adam.
Nisa pun tersenyum saja mendengar ucapan Adam, dan Nisa pun menyelusupkan kepalanya di dada Adam yang sedang menggendong nya.
__ADS_1
Saat sampai di kamar Adam pun membopong tubuh Nisa ke tempat tidur dengan lembut. "Mas mandi dulu ya udah bau acem dan lengket banget ini badan." ijin Adam pada Nisa.
"Iya mas... mandi nya pake air anget ya, mau aku siapkan?" tawar Nisa lembut.
"Tidak usah sayang kamu istirahat saja ya jangan kemana-mana tunggu mas selesai mandi." titah nya penuh perhatian.
Nisa tersenyum. "Mas... kamu itu ya bikin aku semakin cinta dan sayang sama kamu, kamu suami yang aku mau." gumam Nisa bahagia mendapatkan perhatian yang begitu besar dari suami nya.
Tak lama Adam pun selesai dari mandi nya dan menghampiri Nisa yang sedang menunggu nya sambil membaca buku, dengan tubuh yang segar dan aroma yang wangi membuat Nisa tersenyum menatap suaminya itu. "Kenapa sayang kamu kok senyum-senyum gitu lihat mas, ada yang lucu?" tanya Adam melihat istrinya itu tersenyum.
Adam langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur mendekati Nisa yang ada di samping nya. "Kangen sama kamu." ucap Adam gemas memeluk Nisa dan menempelkan pipi nya pada pipi Nisa.
"Mau aku pijat mas?" tawar Nisa lembut.
"Pijat plus-plus ya hehe." goda Adam.
"Ih kamu mas gak capek apa?" tanya Nisa heran.
"Gak capek malah bikin seger." goda Adam cengengesan.
"Mas tadi ada tugas apa sih kok mendadak?" tanya Nisa mengalihkan kemesuman suami nya itu.
"Itu soal keamanan malam ini kan ada konser live music dari Korea sayang, kamu tahu tidak boy band BTS yang lagi di sukai sama perempuan-perempuan itu." urai Adam menjelaskan.
"Tahu lah mas yang personilnya ganteng dan imut-imut gitu kan?" tanya Nisa antusias.
"Sayang banget aku gak bisa nonton, kamu ambil foto mereka gak mas?"
"Ambil tapi cuma beberapa aja." jawab Adam malas.
"Mana mas aku mau lihat dong siapa tahu ganteng nya nular sama anak kita." ucap Nisa membayangkan.
Adam mengusap wajah Nisa yang sedang membayangkan artis Korea itu. "Jangan bayangin mereka dosa mending bayangin suami yang ada di hadapan kamu ini, lagian ya bayi yang ada di perut kamu itu anak mas jadi pasti ganteng nya kayak mas suami kamu!" urai Adam tidak terima.
"Iya ih kamu serius amat sih mas mukanya, aku kan cuma bercanda, ya jelas anak kita gak bakal jauh dari ayah sama bundanya." sahut Nisa sedikit sebal.
"Iya kamu suami ada dihadapan tapi malah puji laki-laki lain." ujar nya sebal.
__ADS_1
"Ish cemburu ya kamu mas?" tanya Nisa dengan memainkan kedua alisnya.
"Hemmm." jawab Adam berdehem malas menanggapi istri yang menggoda nya itu.