
Beberapa bulan kemudian, masalah Rangga sudah selesai dan kasus nya sudah Adam cabut karena Adam sekarang sudah berteman dengan Rangga, mereka sudah akrab satu sama lain. Rangga yang sudah benar-benar menyesal dengan perbuatannya.
Nisa tengah sibuk dengan skripsinya yang hampir selesai. Adam juga masih sibuk dengan tugas kenegaraan nya.
Kini Adam dan Nisa juga tengah mempersiapkan segala persyaratan-persyaratan untuk pernikahan mereka dari persiapan pernikahan kantor, persiapan surat-surat dan lain-lainya.
Sedangkan kedua orang tua Adam dan Nisa sibuk dengan berbagai kebutuhan untuk acara pernikahan anak-anaknya. Sebagai orang tua yang baru akan menikah kan putra putri nya pertama kali, mereka sangat antusias apalagi kedua sahabat ini sebentar lagi akan berbesan.
Nisa segera menyelesaikan skripsinya supaya nanti ketika menikah ia sudah mendapatkan gelar sebagai sarjana pendidikan, dan hanya fokus kepada rumah tangga yang akan ia bina bersama Adam.
***
Ketika suatu malam Nisa dan Adam sedang berada di sebuah acara pernikahan rekan kerja Adam, menghadiri sebuah undangan dari sahabatnya yang satu pekerjaan dengan nya.
Adam yang memakai baju batik bergaya formal dan Nisa memakai kebaya modern dengan jilbab yang berwarna senada membuat Nisa terlihat begitu cantik dan anggun. Adam dan Nisa memakai baju couple, itu permintaan Adam dua hari yang lalu sebelum mereka pergi menghadiri pernikahan itu, yang mana di adakannya resepsi pernikahan di sebuah hotel mewah.
Saat mereka tiba di tempat pernikahan itu, teman Adam langsung menyambut nya dengan senang. "Wah ini nih calon pengantin juga udah datang." ucap rekan Adam menggoda nya.
"Cantik benar calon ibu Bhayangkari pak Adam ini, paling bisa cari calon istri." goda rekan Adam.
Adam hanya tersenyum tipis menanggapi godaan mereka, ya dia akui Nisa adalah gadis cantik, bukan rupanya saja yang menawan tapi hatinya pun lembut, Adam sangat beruntung mendapatkan Nisa sebagai pendamping nya, satu lagi yang membuat Adam merasa beruntung mendapatkan Nisa, Nisa selalu menutupi auratnya dimana pun ia berada bahkan di dalam rumah pun Adam belum pernah sekalipun melihat rambut Nisa itu tandanya ia sangat menjaga auratnya dari pandangan laki-laki yang bukan muhrimnya.
"Semoga kalian selalu bahagia ya, selamat menempuh hidup baru." ucap Adam pada temannya ketika mereka ada di panggung pengantin.
"Terima kasih, gue doain elu juga cepat nyusul kita ke pelaminan cepat tuh tunangan elu halalin ntar di ambil orang nyesel lu!"ucap teman Adam.
"Tenang aja gue nanti kasih undangan nya spesial buat elu." sahut Adam cepat.
Nisa hanya tersenyum saja, melihat interaksi antara Adam dan teman nya itu.
Setelah selesai jam menunjukkan pukul 11 malam, acara di hotel pernikahan teman Adam pun usai, Nisa dan Adam berpamitan terlebih dahulu kepada rekan-rekan Adam yang ada di sana.
Perjalanan pulang Nisa dan Adam menggunakan mobil yang di kendarai oleh Adam sendiri. "Maaf ya acara nya sampai malam seperti ini, kamu ngantuk gak? Kalau ngantuk kamu tidur aja nanti mas bangunin kamu." titah Adam lembut.
__ADS_1
"Gak mas, aku gak ngantuk lagian udah dekat juga kan kita akan sampai." jawab Nisa santai.
Adam tersenyum tipis. "Ya sih, mas cuma pengen lihat kamu tidur aja, lucu!" goda Adam.
"Lucu? Mang aku kayak badut kalau lagi tidur!" sergah Nisa sebal.
"Mas gak bilang gitu ah." jawab Adam dengan senyumnya.
Nisa cemberut dan membuat Adam semakin gemas dengan senyumnya.
"Nisa kamu mau kalau kita nanti nikah di hotel seperti tadi pernikahan teman mas?" tanya Adam penasaran, selama ini Adam tidak pernah tahu keinginan Nisa menikah dengan tema apa.
"Aku mau di gedung aja mas biar cepat beres jam dua udah selesai." jawab Nisa santai.
"Oh kamu pengen cepat beres biar langsung ngamar ya." goda Adam dengan senyum dan mata genitnya.
Cubitan di paha Adam mendarat dengan dengan gemas. "Aww sakit... Ih kamu udah berani nyubit paha mas ya..." goda Adam meringis kesakitan, cubitan Nisa memang benar-benar pedas.
"Gak apa-apa kok, tapi pedas nya nampol cubitan nya kayak kepiting." Adam masih menggoda Nisa.
"Syukurin itu untuk mas aku kasih spesial!" jawab Nisa dengan cemberut.
Setelah beberapa menit kemudian akhirnya mereka pun sampai di kontrakan. "Alhamdulilah sampai juga mas, aku duluan ya mas." pamit Nisa pada Adam, ia merasa lelah dan ingin segera membersihkan diri.
"Eh tunggu!" ucap Adam.
Nisa menatap Adam. "Ada apa mas?"
Adam berfikir sejenak lalu ia tersenyum. "I love you." ucap Adam kaku.
Nisa tersenyum kikuk bingung harus menjawab apa atas ucapan Adam. "A...aku masuk ya mas." pamit Nisa gugup tanpa menjawab perkataan Adam.
Tak lama pak RT yang sedang berkeliling untuk mengumpulkan para bapak-bapak yang akan meronda. Melihat Adam dan Nisa di depan parkiran mobil pak RT pun menyapa nya dengan ramah. Ekhemm "Selamat malam pak Adam dan mbak Nisa, sudah dari mana pak, sepertinya baru pulang?" sapa pak RT penuh selidik namun tetap sopan.
__ADS_1
"Oh pak RT selamat malam juga pak, ya saya dan Nisa baru sampai tadi dari acara pernikahan rekan saya, pak RT sedang apa malam-malam begini ada di luar?" tanya Adam ramah.
"Saya lagi kumpulkan bapak-bapak yang dapat giliran ronda pak, supaya mereka bisa siap-siap sekarang gak ada ronda banyak pencurian." ujar pak RT menjelaskan.
"Iya pak kita mesti saling menjaga dan saling kompak." jawab Adam seadanya.
"Iya benar pak Adam, silahkan pak Adam dan mbak Nisa nya masuk sudah malam dan tidak baik juga untuk kalian yang masih single gak enak nanti ada omongan dari para warga." titah pak RT dengan sopan namun bikin hati tidak enak.
Nisa dan Adam tersenyum. "Baik pak RT kami permisi." ucap Adam berpamitan dan Nisa mengangguk kan kepalanya dan tersenyum pada pak RT.
Nisa dan Adam pun masuk kedalam kontrakan masing-masing.
Setelah selesai Nisa membersihkan dirinya, sebuah pesan masuk di ponsel Nisa tertera nama pak Rangga disana. "Emh pak Rangga?"
Queennisa selamat malam, maaf saya mengganggu kamu malam-malam begini, bisakah saya bertemu kamu besok pagi sebelum saya berangkat kerja ada yang mau saya bicarakan dengan kamu.
Nisa hanya membaca pesan tanpa membalas pesan itu. "Pak Rangga mau apa dia ajak aku ketemu?" batin Nisa.
"Kenapa masih online, sudah malam istirahat segera tidur!" sebuah pesan dari Adam.
"Iya mas ku sayang... 🥰."
Adam langsung video call Nisa setelah membaca balasan chat nya dari Nisa.
Nisa mengangkat nya agak lama karena ia mendadak tiba-tiba menjadi gugup. "Ah kenapa mas Adam jadi calling aku sih video lagi!"
Nisa menarik udara dengan panjang dan membuang nya perlahan dan segera mengangkat video call dari Adam yang dari tadi terus memanggilnya. "Assalamualaikum mas, ada apa? tadi mas suruh aku istirahat tapi kok malah calling?" tanya Nisa mengalihkan kegugupan nya.
Adam tersenyum. "Saya mau tanya apa benar kata-kata tadi yang kamu kirim itu untuk saya? Saya mau dengar langsung dari bibir kamu coba!" titah Adam menggoda Nisa.
Ekhemm Nisa berdehem karena tenggorokan nya tiba-tiba kering. "Iya itu untuk kamu mas, udah ah aku mau tidur, by!" jawab Nisa dengan cepat dan mematikan handphone nya dengan cepat.
Tut Tut Tut. Panggilan pun terputus Adam pun tersenyum bahagia melihat Nisa ya begitu salah tingkah bagi Adam salah tingkah nya Nisa membuat ia terhibur sekaligus membuat nya gemas.
__ADS_1