Cinta Sang Abdi Negara

Cinta Sang Abdi Negara
akhirnya terbongkar juga


__ADS_3

"Iya sudah Ris kalau begitu kami pamit ya, terlalu lama ninggalin anak di rumah sama bibi khawatir kalau dia tiba-tiba rewel." pamit Nisa karena kondisi nya gara-gara dia keceplosan soal Via yang pernah menginap dan Nisa tidak tahu jika Via juga merahasiakan hal ini. "Semoga kamu cepat pulih ya Via ingat jaga kandungan kamu!" seru nya. Via tersenyum dan mengangguk lemah.


"Emm baiklah, terima kasih kalian sudah menjenguk Via istri saya dan terima kasih juga atas doanya." balas Aris menjawab.


"Kalau begitu kami pulang ya, di jaga Via nya baik-baik ya Ris!" goda Nisa penuh penekanan.


"Hemmm pasti!" serunya mantap.


Nisa dan Aris pun melangkah menuju pintu keluar tempat dimana Via berada. Saat mereka akan keluar Aris pun mencoba mengikuti Adam dan juga Nisa untuk mengantarkan mereka ke depan sekalian mencari informasi tentang kecurigaan nya pada istrinya yang seperti menyembunyikan sesuatu pada dirinya.


Via yang melihat suaminya itu akan keluar mengikuti Adam dan Nisa ia pun langsung memanggil suaminya. Via takut jika Aris akan bertanya-tanya tentang soal kedekatannya bersama Nisa dan tentang menginap nya di rumah Nisa.


"Sayang..." panggil Via lembut. "Kamu mau pergi kemana?" tanya Via dengan lemah.


"Hemm aku mau antar pak Adam dan juga Nisa ke depan boleh?" tanyanya ragu.


"Kamu jangan pergi, aku gak ada teman ngobrol temani aku!" ucapnya manja membuat Aris tersenyum mendengarnya.


Aris pun mendekati Via untuk menghampiri istrinya yang jarang bermanja-manja padanya. Selama menikah dengan istrinya Aris tidak pernah mendengar Via merengek seperti itu.


Aris memandang ke arah Via menatapnya dengan intens lalu mengusap pipi Via dengan lembut. "Apa ini istri ku, sepertinya kehamilan ini membuat kamu jadi manja, apa ini bawaan dari calon anak kita ini?" goda Aris seraya mengusap perut Via dengan lembut.


Via tersenyum, malu juga rasanya merengek seperti itu pada suaminya ini kali pertamanya ia bersikap seperti itu. "Memang nya tidak boleh bermanja-manja pada suamiku sendiri." jawabnya dengan muka cemberut membuat Aris semakin gemas melihat nya.


"Aku seperti ini agar kamu tidak menanyakan kepada Nisa dan juga pak Adam, aku tahu kamu mulai curiga, tapi aku menyembunyikan hal ini untuk kebaikan kamu juga dan aku juga tidak mau masalah ini menjadi semakin panjang." batin Via dalam hatinya.


"Boleh dong malah aku suka kalau kamu manja seperti ini!" ujarnya seraya mencium bibir Via dengan lembut dan sedikit ******* nya.


Via memukul dada Aris karena perbuatannya itu dan Aris melepaskan pangutan di bibir istrinya seraya tersenyum dan menatap Via. "Ih Abang istri lagi sakit begini ya masih saja mesum!" sebal Via pada suaminya yang tidak tahu tempat dan keadaan.


Aris tergelak dengan tawa nya. "Aku khilaf!" ucapnya cengengesan. "Karena kamu yang selalu membuat ku khilaf." jawab nya setengah berbisik. "Cepat pulih ya aku ingin segera menengok bayi kita!" godanya membuat Via mencubit lengan Aris yang sedang mengusap perutnya.


"Dasar tentara mesum!" ucapnya Via sebal namun Aris tidak marah melainkan dia mengusap kepala Via dan menciumi keningnya.

__ADS_1


*


*


*


"Bagaimana apa anda sudah menjalankan apa yang sudah kita sepakati?" tanya Tama pada seorang perempuan dengan menggunakan handphone nya.


"Iya aku sudah menjalankan apa yang anda inginkan!" jawabnya.


Tama tersenyum. "Bagus!"


"Tapi sepertinya rencana yang kita rencanakan tidak seperti apa yang kita rencanakan kemarin."


Mendengar ucapan perempuan itu membuat Tama mengerutkan keningnya tidak mengerti. "Maksud anda apa? Anda tadi bilang jika apa yang saya inginkan sudah berhasil lalu sekarang maksud anda apa saya kurang paham dengan ucapan anda?"


"Saya memang sudah membuat mereka salah paham dan sepertinya mereka juga bertengkar, tapi kesalahpahaman itu terjadi bukan karena dengan rencana kita yang awal kita rencanakan." ujar perempuan itu menjelaskan apa maksud dia.


"Ok apapun itu rencana nya saya sangat puas jika memang mereka bertengkar dan hubungan mereka menjadi tidak baik." jawabnya senang. "Saya senang bekerjasama dengan anda!" sambung nya.


"Ok." sahut nya lalu Tama pun menutup panggilan itu dengan seringai licik menghiasi bibirnya. "Bagus, jika rencana ku ini berhasil maka ini kesempatan ku mendekati Via kembali." gumamnya.


Selepas kabar yang membuat dirinya merasa bahagia ia pun menelepon salah seorang suruhan nya itu tidak menunggu lama panggilan itu pun di jawab. "Hallo, kumpulkan semua informasi orang yang sudah saya perintahkan dan ingat jangan membuat mereka curiga. Lalu kirim kan semua informasi itu dengan cepat." ucapnya cepat lalu menutup panggilan itu.


"Lihat saja, aku pastikan Via akan menjadi milik ku seutuhnya!" gumam nya pelan namun dengan tatapan penuh keyakinan dan mantap.


Tak lama informasi yang di pinta pun ia dapatkan dari salah satu suruhan nya dengan sebuah video pada email yang dia kirimkan. Tama pun langsung melihat tanpa menunggu lagi karena ia ingin tahu bagaimana kejadian setelah Via dan suaminya itu bertengkar karena ulah Tama yang bekerjasama dengan mantan pacar Aris suami Via.


"Shiit! Sial!" umpat nya saat ia melihat video yang ia putar lalu Tama dengan kesal melemparkan barang-barang yang ada di ruangan nya. "Ah berengsek! Lagi-lagi aku gagal!" geram nya penuh dengan emosi.


"Dan sekarang Via ku sedang hamil laki-laki berengsek itu. Aku akan semakin sulit untuk mendapatkan Via kembali pada ku. Aaaaah! Aku tidak rela! Tidak akan pernah rela!" emosi semakin memuncak.


***

__ADS_1


Esok harinya Aris yang baru saja pulang dari tugas malam nya langsung menemui Via di rumah sakit, malam tadi Via di temani oleh mama Aris yang sudah tahu kabar jika menantu nya itu masuk rumah sakit. Karena Aris suaminya itu tidak bisa meninggalkan pekerjaannya mau tidak mau Aris harus menitipkan istrinya pada kedua orang tua nya. Ia khawatir jika istrinya membutuhkan sesuatu saat ia tinggalkan untuk berdinas.


Saat masuk ke dalam ruangan dimana Via di rawat Aris melihat Via yang sendirian di dalam nya. "Assalamualaikum sayang." ucapnya seraya mengusap kepala Via dan mencium kening istrinya. "Mama mana? Kok kamu sendirian." tanyanya heran karena istrinya terlihat sendirian.


"Wa'alaikumussalam. Mama tadi bilang mau ke kantin mau cari makan dan juga minum, kasihan mama pasti lapar dan lelah karena semalaman mama nunggu aku di sini." Via merasa tidak enak hati sampai merepotkan mertua nya karena menunggunya.


"Gak apa-apa, lagi pula kalau kamu gak ada yang nunggu aku malah khawatir kamu perlu apa-apa." ucapnya pelan dengan mata menahan kantuk.


"Bang kamu kok agak telat sih pulang nya, memang kemana dulu? Gak biasanya kamu pulang dinas malam jam segini." tanya Via merasa aneh pada suaminya itu.


Aris terdiam seperti melamun ada hal yang sedang ia pikirkan saat ini. Rasa kecewa sedang menyelimuti perasaannya saat ini. Ntah harus marah pada siapa, kini Aris sedang menahan kesal dan marah nya pada laki-laki yang berstatus mantan tunangan dari istrinya itu.


"Sayang... hei!" panggil Via dengan menggoyangkan tubuh Aris sampai terguncang namun suaminya itu masih saja bergeming dalam lamunannya. "Sayang!" teriak Via sedikit keras.


Aris baru tersadar dari lamunannya karena mendengar teriakan istrinya. "Hemmm ada apa?" tanyanya kikuk.


"Hei harus nya aku yang bertanya seperti itu, apa ada masalah? Aku lihat kamu sampai melamun seperti itu?" tanya Via mengkerut.


"Tidak ada apa-apa!" sahut nya cepat namun Via tahu jika suaminya sedang menyembunyikan sesuatu darinya. "Aku mau tanya sama kamu, apa selama aku pergi bertugas setahun ke Lebanon, Tama mantan tunangan kamu selalu mengganggu mu?" tanya Aris cepat.


Via yang mendapatkan pertanyaan seperti itu membuat nya sulit untuk menjawab. "Ti... tidak!" elaknya gugup.


"Kamu yakin?" tanyanya lagi dengan menatap dengan serius.


"Emh... ya... yakin." sahut nya dengan suara bergetar. "Kenapa kamu tanya seperti itu?"


Aris mendengus kesal pada istrinya yang masih menyembunyikan tentang kejahatan Tama yang akan melecehkan nya ia pikir jika Aris belum tahu apa yang terjadi selama ia pergi bertugas. Saat Aris selesai pekerjaan nya Aris langsung menemui Adam dan Nisa di kediamannya sebelum ia datang ke rumah sakit. Awalnya mereka tidak mau menceritakan apa yang terjadi pada istrinya itu. Dengan segala permohonan nya akhirnya Nisa dan Adam menceritakan dari kejadian dimana Tama berniat jahat pada istrinya, dan Adam pun menceritakan kronologis dimana ia melihat Via di dalam hotel sebelum ia menolong nya.


"Aku kesal pada diriku sendiri, aku bisa menjaga keamanan negara tapi aku tidak bisa menjaga keamanan istri ku, bagaimana jika waktu itu istri ku tidak ada yang menolongnya, aku benar-benar terpukul setelah tahu kejadian ini selama aku jauh dengan istri ku. Aku merasa seperti laki-laki yang tidak berguna, tidak bisa menjaga istri ku sendiri." kesal nya dalam hati menyalahkan dirinya sendiri. "Aku harus membuat perhitungan dengan nya! Aku tidak terima istriku terus di ganggu oleh nya dan aku tidak akan biarkan dia menggangu rumah tangga ku!" sambung nya dengan geram di hatinya.


"Hei sayang! Apa kamu lelah?" tanya Via merasa khawatir dengan suami nya itu karena ia dari tadi diam saja dan terlihat seperti menahan kesal.


"Hemm aku tidak apa-apa!" jawab nya singkat dengan memijat pangkal hidungnya merasa lelah karena mengantuk dan juga menahan emosinya membuat kepala nya sangat pusing.

__ADS_1


"Sini!" Via menepuk kasur yang ia tempati mengajak suaminya itu untuk merebahkan tubuhnya di sampingnya. "Kamu pasti lelah dan ngantuk, kamu bisa tidur di sebelah ku." sambungnya. Namun Aris masih bergeming. "Pemeriksaan aku masih lama kok, sini!" ajak nya lagi. Aris pun mengikuti apa yang di inginkan istrinya itu rasanya ia butuh pelukan Via saat ini agar hatinya yang sedang kesal dan penuh kekecewaan bisa ia redakan. Aris naik ke ranjang dimana Via terbaring tidur di sebelah nya dan memeluk istrinya dengan erat. Dan tidak lama Aris pun tertidur dalam pelukan Via begitu cepat, rasa lelahnya dan istirahat nya yang kurang beberapa hari ini membuat nya bisa dengan nyaman beristirahat apalagi tidur dalam pelukan sang istri yang sangat ia cintai.


__ADS_2