Cinta Sang Abdi Negara

Cinta Sang Abdi Negara
permintaan


__ADS_3

Beberapa Minggu kemudian, setelah kejadian Rangga yang membayar para preman untuk mencelakai Adam itu pun masih dalam proses, sebenarnya Adam tidak mau memperpanjang masalah ini karena ia tidak mau berurusan lagi dengan Rangga sang pengusaha muda itu. Tapi rekan-rekan Adam tak terima jika kasus Adam ini penyelidikan nya di hentikan.


Hari-hari Nisa sekarang hanya pergi kuliah dan pulang kontrakan itu yang setiap hari yang dilakukan oleh Nisa. Adam masih saja tetap sibuk dengan tugasnya.


Seperti saat ini Nisa dan kedua sahabatnya sedang berada di dalam kelas, ya setelah kejadian Nisa dengan Rangga, Rahma belum mengetahui kejadian Rangga yang telah berbuat jahat kepada tunangan Nisa, Nisa tidak menceritakan hal itu, karena Rangga belum menceritakan pada Rahma.


Pernah Rahma bertanya pada Nisa kenapa dia sampai berhenti bekerja, tapi Nisa menjawab pertanyaan Rahma, bahwa om Rahma lebih tahu apa penyebab Nisa mengundurkan diri dari pekerjaannya.


"Nisa gue penasaran banget masalah apa antara elu sama om gue dan tunangan elu?" tanya Nisa penasaran.


"Ma gue udah bilang sama elu kalau om elu gak cerita sama elu berarti gue juga gak bisa cerita sama elu, gue gak mau memperpanjang masalah gue sama pak Rangga." ujar Nisa masih bungkam.


"Elu kan udah tahu om gue punya perasaan sama elu seenggaknya elu jangan jauhin om gue Nis gue kasihan sama dia, om gue sekarang lebih sering diem dan gak banyak cerita sama gue atau pun nyokap gue." ucap Rahma memohon.


"Ma gue kan mau nikah sebentar lagi, dan gue harus jaga perasaan calon suami gue, dan gue juga kecewa sama om elu perbuat sama mas Adam yang ham..." Nisa langsung menutup mulutnya yang hampir keceplosan tentang Rangga yang akan mencelakai Adam.


"Yang hampir apa Nis? Coba elu cerita sama gue!" desak Rahma pada Nisa.


"Udahlah Ma hargai keputusan Nisa, dia yang jalani hidup nya kenapa elu yang repot sih, masalah om elu biar mereka yang selesaikan, mereka gak bisa cerita karena mungkin elu gak bakal bisa menyelesaikan masalah mereka." ujar Aldo menengahi perdebatan mereka.


"Kenapa sih Nis elu gak mau cerita, gue sahabat elu, selama ini kita gak pernah ada rahasia begini." ucap Rahma kesal.


"Maaf ya Ma, Aldo, gue bukan gak mau cerita sama elu berdua tapi gue gak mau persahabatan kita merenggang gara-gara masalah ini." jelas Nisa tak enak hati.


Rahma menghela napas nya panjang dan membuang nya pelan dan Aldo tersenyum tipis dengan memanggut-manggut kan kepalanya tanda mengerti.


***


"Mas udah lama nunggu aku nya ya?" tanya Nisa pada Adam saat Adam menunggu jam kuliah Nisa selesai.


"Gak kok, baru aja mas sampai, malah mas kira telat jemput kamu sekarang!" jawab Adam seadanya.

__ADS_1


"Mas pas banget jemput aku, gak kurang dan gak lebih hihi." ujar Nisa menggoda Adam yang wajahnya saat ini begitu serius.


"Ya kayak kamu buat mas, PAS!" jawabnya datar dengan sibuk memakaikan Nisa sebuah helm di kepalanya.


Nisa tersenyum manis dan Adam pun melihatnya. "Jangan berikan senyuman kamu untuk orang lain apalagi untuk laki-laki lain, cukup untuk mas saja." ucapnya tegas tapi lembut.


Nisa mencubit pinggang Adam gemas. "Mas kalau aku jutek ntar di sangka sombong dan aku gak bakal dapat pahala sedekah dari senyuman dong mas." ujar Nisa mengelak.


"Ih cubitan kamu pedes banget kayak gado-gado karet 5, kamu cukup sedekah dengan harta aja, kalau sedekah senyuman kamu, laki-laki bakal salah paham dan saya yang jadi pusing." ujar Adam dengan muka di tekuk.


Nisa tersenyum. "Mas kamu itu serius banget sih jadi orang, itu muka jangan di tekuk begitu, jelek tahu." goda Nisa pada Adam.


Adam mengangkat tangan nya ke udara berniat mencubit pipi Nisa gemas rasanya melihat gadis yang ada di hadapannya ini namun niatnya ia urungkan karena Adam tidak berani menyentuh Nisa secara sengaja. Kalau kepepet sih gak masalah. hihiy


Nisa hanya tersenyum geli melihat sikap Adam yang mampu menahan diri untuk tidak menyentuh nya sebelum kata halal yang mereka dapatkan.


"Nisa, kita ke Bandung aja mas mau minta ibu Andini mempercepat pernikahan kita." ucapnya serius.


"Saya bercanda! Tapi kalau kamu mau saya serius!" goda Adam.


"Mas..." Satu cubitan di lengan Adam yang terhalang jaket nya mendarat dengan gemas.


***


Di kontrakan Nisa dan Adam sedang duduk di kursi depan yang ada di teras kontrakan, malam ini mereka sedang ada waktu bersama. Nisa yang sudah tidak bekerja dan Adam sedang tidak ada tugas malam.


Saat mereka sedang asyik bercanda, seseorang datang dan menghampiri mereka berdua. "Selamat malam." ucap seseorang yang tengah berdiri tak jauh dari Nisa dan Adam.


Nisa dan Adam pun refleks menoleh pada orang itu. "Pak Rangga!" ucap Nisa.


Sedangkan Adam hanya diam menatap Rangga dengan tatapan tidak sukanya.

__ADS_1


Melihat suasana malam ini akan begitu panas Nisa yang melihat tatapan Adam dan tatapan Rangga yang begitu dingin membuat Nisa memulai pembicaraan.


"Pak Rangga, ada apa anda kesini?" tanya Nisa penasaran dan sedikit ketus, mengingat perbuatannya yang membuat Nisa merasa kesal.


"Sa...saya... emh maaf saya sudah mengganggu malam-malam begini." ucap Rangga tak enak hati.


"Masih tahu diri!" ucap Adam sinis dengan melipat kedua tangannya di dadanya.


Rangga tersenyum tipis. "Saya kesini untuk meminta maaf kepada kalian berdua." Rangga berucap melirik ke arah Nisa dan Adam bergantian.


"Ya walaupun kesalahan saya terhadap kalian sungguh keterlaluan, tapi saya benar-benar memohon maaf, saya tahu kalian sangat kecewa dan benci terhadap saya, tapi saya sungguh-sungguh sangat menyesal." ucap Rangga lirih.


"Kecemburuan saya yang menutup mata hati dan pikiran saya, sehingga saya khilaf sampai berbuat jahat seperti itu, tapi sekarang saya sadar, cinta tak mesti memiliki cukup saya rasakan dan mulai saat ini saya akan mencoba untuk melupakan Queennisa perlahan-lahan."


Nisa tertegun mendengar Rangga yang terlihat sangat tulus memohon maaf. "Pak Rangga saya dan mas Adam sudah tidak mempermasalahkan lagi masalah ini, dan kami juga sudah memaafkan anda jauh sebelum anda meminta maaf kepada kami, saya memang kecewa kepada anda tapi melihat anda menyesali perbuatan anda saya sangat berterima kasih, karena anda mengakui kesalahan anda." ucap Nisa lembut.


"Terima kasih Queennisa, saya sungguh malu mengingat perbuatan saya yang begitu tidak terpuji kepada kalian berdua, sekali lagi saya mohon maaf." ucap Rangga tulus.


Nisa tersenyum dan Adam mengangguk. "Saya akan maaf kan anda pak Rangga, tapi saya mohon jangan ganggu hubungan saya dengan Nisa, sebentar lagi saya akan menikahinya." ucap Adam tegas.


"Saya janji tidak akan menggangu hubungan kalian, tapi saya minta kepada kalian jangan jauhi saya atau membenci saya lagi." ucap Rangga meminta.


"Baik saya percaya kepada anda!" Adam berucap.


"Boleh saya memeluk anda pak Adam, sebagai tanda pertemanan kita." ucap Rangga lirih dan meminta.


Adam mengerutkan keningnya tanda ia tak setuju dengan permintaan Rangga itu.


Rangga melihat ekspresi Adam yang seperti itu. "Saya sebenarnya ingin memeluk Queennisa tapi itu tidak mungkin saya lakukan kan? Pasti anda tidak akan mengijinkan nya!" ucap Rangga menggoda Adam.


Adam langsung memeluk Rangga dengan cepat setelah mendengar perkataan nya barusan. "Enak saja anda mau memeluk calon istri saya, saya saja calon suaminya belum pernah sekalipun memeluknya." ucap Adam ketus dan kesal dengan permintaan aneh Rangga.

__ADS_1


Nisa hanya tersenyum geli melihat dua pria dingin dan jutek saling berpelukan lalu ia pun memotret mereka berdua menggunakan ponsel miliknya.


__ADS_2