Cinta Sang Abdi Negara

Cinta Sang Abdi Negara
khayalan Rangga


__ADS_3

Saat Rangga dan Nisa yang saling sapa menyapa seorang perempuan cantik nan seksi menghampiri mereka dengan gaya sosialitanya mendekat pada Rangga dan Nisa berada.


"Sayang apa yang kamu lakukan disini?" tanya nya heran setelah mencium pipi Rangga di hadapan Nisa namun Nisa pura-pura tidak melihatnya.


"Kamu kenapa kesini bukannya kamu baru saja pulang dari luar negeri?" tanya Rangga sedikit terkejut dengan tingkah laku tunangannya di hadapan Nisa.


"Sayang aku ini tunangan kamu lho aku kangen sama kamu sayang." ucapnya manja mendelik mata nya pada Nisa.


"Eh mba nya jangan suruh-suruh tunangan saya untuk bantuin mba dong minta sana sama pelayan nya, saya tahu ya kalau tunangan saya ini tampan dan jangan di jadikan alasan mba hamil bisa menggoda tunangan saya sekaligus calon suami saya ini." ucap nya angkuh.


Nisa hanya tersenyum mendengar ucapan perempuan itu. "Maaf pak Rangga saya duluan ya, permisi..." ucap Nisa masih dengan perkataan yang lembut.


"Queennisa..." panggil Rangga namun Nisa pura-pura tidak mendengar nya.


"Kamu itu ya!" tunjuk Rangga kesal pada tunangan nya itu dan menarik tangan tunangannya itu masuk ke dalam ruangan nya.


"Kamu ya bisa tidak sih berbicara yang baik dan benar kepada orang lain, kamu tahu dia itu teman saya dan dia juga pelanggan saya di sini." ucap Rangga kesal dan marah pada tunangan nya itu.


"Sayang kamu marah sama aku, ayo lah sayang aku itu cemburu melihat kamu begitu akrab dengan perempuan lain aku baru lihat kamu sedekat itu dengan seorang perempuan." urai Axel tunangan Rangga.


"Saya sudah kasih tahu ya kalau dia itu teman saya jangan lakukan seperti itu lagi saya tidak suka." sahut nya masih kesal.


Axel mendekati Rangga yang berdiri membelakangi nya ia pun memeluk Rangga dari belakang Rangga hanya diam saja tidak merespon atau pun membalas pelukan tunangan nya itu. Axel membalikkan tubuh Rangga sehingga mereka sekarang saling berhadapan menatap wajah tampan Rangga yang terlihat sangat kesal.


Axel terus memeluk Rangga menyelusup kan kepalanya ke dada Rangga. "Maaf sayang aku tadi tidak mengontrol emosi ku aku tidak tahu kalau dia cuma teman kamu." ucapnya lirih namun Rangga masih saja diam.


"Ayolah sayang maafkan aku, aku tahu aku salah." ucapnya terus memohon dan tangan nya mulai mengusap bibir Rangga yang sedang cemberut terlihat menggoda bagi Axel, ia pun mencoba mendekati bibir Rangga dan cup sebuah kecupan mendarat di bibir Rangga tapi Rangga masih diam membuat Axel menjadi bingung, tapi naluri nya yang liar membuat Axel terus menciumi bibir Rangga dan hingga pada akhirnya Rangga pun terpancing dengan aksi Axel yang nakal itu.


Cukup lama mereka bermain namun Rangga segera sadar dari perbuatannya itu. "Sudah, ini di kantor bagaimana kalau ada yang melihat kita berciuman seperti ini." ucap Rangga saat tersadar kalau ini di kantor dan perbuatannya itu memang salah.

__ADS_1


Axel pun tersenyum puas. "Oh kamu mau kita lakukan ini di rumah kamu? Ok aku siap kapanpun kamu mau." godanya.


"Sudah lah kamu pulang sana, kamu baru sampai di Indonesia kan jangan ganggu, saya sedang bekerja." ucapnya cuek.


"Ok aku akan pulang sekarang, nanti sore aku akan ke rumah mu, aku akan bawakan oleh-oleh yang sudah aku siapkan untukmu dan juga keluarga kamu." jawabnya.


"Terserah!" sahut nya dingin.


"Aku ke toilet dulu ya aku mau merapikan dulu dandanan ku, permainan kamu tadi hebat sayang." goda Axel sebelum ia pergi ke toilet.


Rangga menghapus bibir nya dari noda lipstick Axel setelah mereka berciuman, sempat terbuai dengan perbuatan Axel tadi, sebagai laki-laki normal ya walaupun dia tidak mencintai Axel tapi jika di suguhkan dengan hal nakal seperti itu Rangga ya terima saja karena begitu lihai nya permainan Axel tadi membuat Rangga sedikit melupakan Nisa yang masih ada di supermarket nya itu.


"Ah Queennisa." gumam nya. "Saya harus meminta maaf padanya." ucap Rangga lalu keluar dari ruangannya yang akan menemui Nisa.


Rangga mencari-cari Nisa di semua bagian tempat Nisa berbelanja namun ia tidak menemukan nya. "Apa Queennisa sudah pulang ya?" gumam Rangga. "Kamu lihat pelanggan kita yang sedang hamil yang tadi berbelanja disini dan tadi sempat ngobrol dengan saya?" tanya Rangga pada salah satu karyawan nya.


"Iya terima kasih." ucapnya cepat.


Rangga pun dengan cepat menghampiri Nisa yang berdiri di luar bersama seorang ibu-ibu yang memegang belanjaan Nisa, Rangga mendekati Nisa. "Queennisa apa kamu sudah selesai membeli kebutuhan yang kamu butuhkan?" tanya Rangga pada Nisa saat ia berdiri di samping Nisa.


"Eh pak Rangga saya terkejut lho tiba-tiba ada pak Rangga di sini." ucap Nisa terkejut saat Rangga ada di samping nya.


"Emh maaf saya tidak berniat mengagetkan kamu." jawab nya dengan senyum kikuk.


"Tidak apa-apa pak mungkin tadi saya sedang melamun jadi tidak sadar kalau paka Rangga ada disini, saya sudah selesai kok pak belanjanya." ujar Nisa memberitahu.


"Kamu mau pulang saya antar ya?" tawar Rangga.


"Emh tidak usah pak saya sudah memesan taksi online mungkin sebentar lagi sampai." tolak Nisa lembut.

__ADS_1


"Oh seperti itu ya, maaf ya soal kejadian tadi dia Axel tunangan saya, kamu jangan kapok untuk berbelanja lagi di sini ya." ucap Rangga sungkan.


"Oh selamat ya pak atas tunangannya saya gak tahu kalau pak Rangga sudah bertunangan, tidak apa-apa saya mengerti kok, saya juga gak akan kapok belanja disini asal banyak diskon ya pak hehe." canda Nisa kepada Rangga.


"Untuk kamu jangankan diskon kalau mau, kamu bisa gratis berbelanja di sini." tawar Rangga serius.


Nisa tersenyum. "Ah jangan begitu lah pak saya jadi tidak enak, dan saya juga akan malu mau nya gratisan hehe, saya cuma bercanda kok pak."


"Tapi saya serius!" sahut Rangga mantap.


Nisa tersenyum kikuk. "Emh kalau begitu saya permisi ya pak sepertinya taksi online nya sudah sampai itu." tunjuk Nisa pada sebuah mobil yang akan menjemput nya.


"Oh baiklah kalau begitu." jawab Rangga pelan, ia merasa tidak rela kalau Nisa pulang.


Setelah Nisa sudah naik ke dalam mobil dan mobil itu sudah tidak terlihat Rangga masih saja melihat ke arah mobil yang membawanya pergi.


ah Queennisa kamu semakin terlihat aura kecantikan kamu saat kamu hamil seperti itu, saya jadi ingin menjadi ayah dari anak kamu itu, seandainya aku yang jadi suami kamu alangkah bahagianya hidup ku ini dan alangkah sempurna nya kebahagiaan yang aku rasakan, karir cemerlang dan istri yang Sholehah.


Rangga sedang membayangkan jika hidup bersama Nisa saat ini, mengantarkan Nisa ke dokter kandungan, mengelus perut Nisa yang ada buah hati cinta antara Rangga dan Nisa, dan selalu bahagia hidup bersama Nisa dengan tidak sadar Rangga pun mesam mesem dan senyam senyum sendiri di depan supermarket tempat tadi Nisa menunggu taksi online nya.


"Sayang...sayang!" panggil Axel saat ia keluar dan melihat tunangan nya itu senyum-senyum sendiri seperti orang gila yang ada di pinggir jalan.


"Sayang kamu kenapa sih, kamu gak gila kan?" tanya Axel cemas melihat Rangga belum sadar dari khayalannya.


Rangga pun tersadar saat tubuh nya merasa ada yang menggoyang-goyangkannnya. "Kamu!" ucapnya kesal. "Kamu itu ya selalu saja ganggu kesenangan saya." ucapnya geram.


"Aku salah apa sayang, tadi aku lihat kamu bengong dan senyum-senyum sendiri." sahut Axel sebal dirinya selalu di salahkan.


Rangga menghela nafasnya keras, sedang asyik-asyiknya ia berkhayal hidup nya bahagia dengan Nisa lalu ia tersadar dan melihat yang pertama adalah Axel membuat mood nya ya baik berubah menjadi mood yang sangat jelek.

__ADS_1


__ADS_2