Cinta Sang Abdi Negara

Cinta Sang Abdi Negara
masih belum dapat feel nya


__ADS_3

Saat Aris dan Via sudah berada di kamar mandi dan Via masih dalam gendongan Aris. Via terus meronta memohon agar ia di turunkan. "Turunkan aku!" ucapnya kesal.


"Aku akan memandikan kamu! Kamu siap?" goda Aris pada Via.


Via menutup bagian dada nya yang pasti terlihat oleh Aris dan Aris tersenyum. "Jangan kamu tutupi saya sudah tahu, ukurannya pun emh... lumayan penuh di genggaman!" ujar Aris yang membuat Via melototkan kedua matanya karena terkejut. "Padahal boro-boro memegang dan menggenggam lihat nya saja aku sudah takut! Takut khilaf!" batin Aris.


"Jangan bilang kamu tadi berbuat macam-macam sama aku saat tidur tadi?" selidik Via tidak percaya.


"Kenapa memangnya? Apa salah? Kamu istri ku tidak haram jika aku menyentuh, memegang dan menggenggamnya." sahut nya santai.


"Dasar laki-laki kurang ajar kamu! Bisa-bisanya kamu macam-macam saat aku tertidur!" marah Via seraya memukul-mukul dada bidang Aris.


"Aduh sakit! Kamu kdrt ya sama suami!" kesal Aris karena Via terus saja memukul nya. "Hemm jadi kamu mau aku macam-macam sama kamu saat kamu sadar begitu maksud nya?" goda Aris yang membuat Via semakin teriak kesal pada suaminya itu.


"Shut... jangan teriak-teriak nanti ayah sama bunda akan mendengar dan berpikir macam-macam sama kita." satu pukulan lagi mendarat pada lengan Aris dari Via.


"Ini juga karena kamu!" kesal Via cemberut.


Di tempat ayah dan bunda duduk mereka mendengar Via berteriak-teriak di dalam kamarnya setelah Aris membawa kunci duplikat yang bunda berikan tadi.


"Pengantin baru teriak begitu sampai kedengaran kesini ya ayah." ucap bunda tersenyum pada suaminya itu. "Bunda jadi ingat waktu kita saat pengantin baru, mungkin seperti itu kali ya." sambung nya seraya membayangkan dahulu mereka saat baru menikah.


"Hemm bunda jangan menggoda ayah seperti itu, ini masih pagi!" sahut nya.


"Apa sih ayah, siapa juga yang godain ayah." balas bunda sebal. "Bunda kan cuma ingat jaman kita muda dulu!" tambahnya membuat ayah tersenyum menggoda istrinya yang sebal padanya.


***


Di tempat lain seorang laki-laki sedang menatap keluar dekat jendela rumahnya, menatap ke arah luar dengan penuh nanar dan penyesalan.


"Via... sekarang kamu sudah menikah dan kamu menikah dengan laki-laki itu." ucapnya dengan penuh emosi.


"Harusnya aku yang menjadi suami mu bukan dia! Aku tahu aku sudah bodoh karena melepaskan kamu begitu saja, tapi semakin aku melihat mu dengan laki-laki itu semakin aku tidak merelakan kamu terus bersamanya. Aku tahu kamu tidak akan mudah untuk melupakan aku Via karena aku yakin hati kamu pasti masih ada untuk ku." gumamnya penuh nanar menatap ke depan.

__ADS_1


"Aku akan membuatmu bersama ku lagi Via harus! Dan aku pastikan tidak akan ada satu orang pun yang akan memisahkan kita." ujarnya sinis.


"Aku menyesal karena lebih memilih perempuan j***** seperti dia, aku menyesal karena sudah mensia-siakan kamu Via, aku menyesal! Aku akan membuatmu kembali padaku karena aku tahu aku masih memiliki rasa cinta padamu dan aku tidak akan pernah rela kamu dengan laki-laki lain selain aku!" ucapnya yakin.


*


*


*


Via keluar dari kamar menuruni tangga dengan kesal karena suaminya itu membuat dia kesal dari tadi. Aris hanya mengekornya saja dari belakang dengan senyum manisnya.


" Via kamu kenapa cemberut begitu?" tanya bunda saat melihat anaknya itu turun dari tangga.


"Gak apa-apa Bun aku cuma kesal aja!" jawabnya dengan mendelik mata ke arah Aris yang ada di sampingnya.


"Kenapa istri kamu sampai cemberut begitu?" tanya bunda langsung menatap Aris yang ditanya malah celingukan karena bingung kenapa sampai cemberut.


"Aku gak tahu bun mungkin Via lapar." balas Aris seadanya.


***


Sore hari Via yang dari tadi hanya menonton saja turun ke bawah untuk mencari makanan karena perutnya yang terasa lapar. Ia menemui bibi pembantu nya. "Bi, bibi mau kemana? Bunda sama ayah kemana kok rumah sepi begini sih?" tanya Via langsung saat melihat pembantu nya seperti akan pulang.


"Ibu sama bapak pergi non tapi bibi gak tahu pergi kemana." jawabnya.


"Itu bibi mau kemana?" tanya Via lagi.


"Eh iya non bibi mau pamit pulang, anak bibi sakit jadi bibi mau nemenin anak bibi dulu, gak apa-apa kan? Tadi bibi udah ijin sama ibu dan udah di ijinkan juga." sambung nya.


"Oh anak bibi sakit, ya udah pulang aja bi kasihan kan kalau di tinggal mana lagi sakit. Titip salam ya buat anak bibi, semoga cepat sembuh." ucap Via, selama ini bibi pembantu itu bekerja sudah sangat lama, jadi terhadap anaknya Via merasa dekat walaupun jarang bertemu.


"Terima kasih non, maaf ya bibi gak nemenin non karena bibi harus segera pulang." bibi merasa tidak enak karena meninggalkan majikannya.

__ADS_1


"Gak apa-apa bi biar saya saja yang temani Via." ucap Aris dengan senyum nakal menatap Via saat dia turun dari tangga dan mendengarkan pembicaraan bibi dan Via.


"Ah iya bibi lupa kalau non udah nikah dan sekarang sudah ada yang menemani non di rumah." jawab bibi cengengesan Via hanya cemberut saja mendengar jawaban bibi pembantu nya itu sedangkan Aris tersenyum.


"Ya udah non, Aden saya pamit!" ijin bibi untuk pulang seraya melangkah keluar rumah.


"Padahal aku mau minta bibi untuk bikin makanan." gumam Via lemas namun terdengar oleh Aris.


"Kamu lapar?" tanya Aris menatap ke arah Via. Namun Via diam saja tidak menjawab pertanyaan Aris karena ia masih sebal.


Aris pun beranjak pergi ke dapur tanpa mendengar jawaban Via, ia langsung mencari bahan makanan yang ada di dapur dan ia pun berniat akan membuatkan makanan untuk istrinya itu.


Via menatap Aris yang melangkah pergi ke dapur lalu ia pun melanjutkan lagi menonton film kesukaan di handphone nya.


Tidak membutuhkan waktu yang lama Aris sudah menyelesaikan masakan nya lalu ia pun membawa makanan itu pada Via yang sedang serius menonton drama romantis yang ia sukai.


Aris dengan pelan menghampiri Via dan mendekati Via ia penasaran apa sih yang di tonton nya sampai seserius itu. Pelan namun pasti Aris jalan mengendap dengan membawa makanan yang ia buat. Aris tersenyum saat berdiri di belakang Via tanpa Via sadari lalu Aris pun melihat drama yang di tonton oleh istrinya itu, sebuah adegan ciuman yang begitu mesra ada di drama itu membuat Via yang menonton begitu serius sampai Aris datang pun ia tidak sadar.


"Kamu mau?" bisik Aris di telinga Via dengan suara menggodanya membuat Via terperanjat kaget sedang serius ia menonton ketahuan oleh suaminya itu, ia malu karena adegan yang ia tonton di saat sedang berciuman.


Aris menggoda Via. "Asyik banget sih nonton nya sampai gak ajak suami mu." ucap Aris tidak terima.


"Ih apa sih, mana makanan nya?" tanya Via langsung mengalihkan rasa malunya karena menonton adegan seperti itu.


Aris tersenyum melihat salah tingkah istrinya itu. "Tidak usah malu, itung-itung buat referensi kita nanti ya." goda Aris membuat wajah Via memerah.


"Referensi apa coba maksud nya? Aku masih kecil gak paham maksud kamu ya!" elaknya dengan muka sok imut.


"Emh gitu mau aku ajarkan? Mumpung gak ada orang yuk!" ajaknya, namun buka kata iya yang Aris dapatkan tapi cubitan keras mendarat di paha nya sehingga ia mengaduh kesakitan.


"Jangan macam-macam ya!" ancamnya.


"Aku gak macam-macam cuman satu macam saja!" balas Aris dengan menaik turunkan kedua alisnya.

__ADS_1


Via menghela nafasnya panjang selalu saja Aris berpikir mesum jika bersama nya. "Kamu itu kenapa sih otak nya selalu saja kotor kalau sama aku, heran deh! Perasaan aku gak pernah godain kamu!" kesal Via.


Aris tergelak dengan tawanya. "Lucu aja kalau godain kamu kayak gitu, muka kamu jadi munyan menyon gitu." godanya.


__ADS_2