
"Hah..." Via membuang nafas nya kasar. "Akhirnya aku sampai juga di kosan." ucapnya. Via duduk di kursi sejenak lalu terbersit bayangan yang melewati pikiran nya. Via tersenyum puas. "Pasti dia kesal sekali." gumamnya ia membayangkan muka kesal Aris tadi di parkiran.
"Ih kenapa aku jadi mikirin cowok itu sih!" tanyanya dalam hati sambil geleng-geleng kepala tidak mengerti.
*
*
*
Dua Minggu setelah Aris mengunjungi rumah Adam dan Nisa serta Adam mengutarakan isi hatinya yang tidak suka akan keberadaan Aris yang selalu menemui Nisa, akhirnya Aris pun berjanji pada dirinya sendiri ia akan melupakan Nisa walau bagaimanapun caranya yang pasti Aris tidak mau Adam menjadi salah paham padanya.
Sebenarnya Aris tidak mau langsung melupakan Nisa begitu saja karena ini akan terasa menyakitkan, ia ingin walaupun Nisa tidak mencintai Aris setidaknya Aris bisa berteman dengan nya namun karena Adam terlihat tidak suka akan kehadiran Aris dalam rumah tangga nya Aris pun memutuskan jika ia akan melupakan Nisa dan membuka hati untuk perempuan lain. Ya walaupun perempuan saat ini tidak ada yang membuat hati Aris bergetar dan belum bisa ada perempuan yang seperti Nisa yang begitu sempurna di hati Aris, tapi Aris akan berusaha mencari perempuan itu.
"Kenapa kamu Ris dari tadi melamun saja, ingat kita lagi tugas sekarang jangan sampai karena kamu memikirkan masalah pribadi kamu jadi gak fokus sama tugas kita, kamu komandan kita harus lebih fokus!" ucap Syam yang melihat sahabatnya itu diam saja.
Aris menghela nafasnya panjang. "Iya seharusnya gue lebih fokus sama tugas kita." sahut nya pelan.
"Sudahlah masalah cinta kamu yang miris itu tidak usah dipikirkan, perempuan di dunia ini banyak kamu itu ganteng dan punya kerjaan yang jelas jadi perempuan mana sih yang gak tertarik sama kamu." tambah Syam meyakinkan Aris yang sekarang sedang patah hati.
"Iya elu bener Syam gue harus bisa lupakan Nisa." jawabnya mantap.
"Nah gitu dong Aris yang saya kenal itu seperti ini gak melow selalu semangat dalam hal yang di inginkan. Saya doakan kamu semoga cepat ketemu sama jodohmu haha." Syam mendoakan Aris padahal dia juga masih mencari jodoh.
"Doa tuh buat diri elu sendiri kan elu juga masih jomblo." balas Aris tidak terima seperti dirinya saja yang miris padahal Syam pun sama mirisnya. "Apa jangan-jangan karena gue sahabatan sama elu gue jadi sial begini ya!" sebal nya Aris.
"Sembarangan kamu!" sahut Syam sebal bisa-bisanya dia jadi pembawa sial. "Kalau saja kamu bawahan saya bukan atasan saya sudah saya jitak kamu Ris." ucapnya kesal.
"Hahaha makanya jadi atasan gue dong biar elu bisa jitak gue." ucapnya bangga.
"Sial!" umpat nya kesal. Kalau sudah bicara soal jabatan dia pasti kalah dari Aris sahabat nya itu padahal umur mereka lebih tua Syam dari pada Aris, berati pengalaman hidup Syam lebih unggul dari Aris namun dari soal kecerdikan dalam bertugas Aris yang selalu unggul darinya.
Pagi hari Aris sedang berada di sebuah bengkel motor karena ban motor nya tiba-tiba tidak enak untuk ia pakai dan sekalian juga ia mengecek mesin kendaraan nya.
__ADS_1
Pagi ini Via masuk pagi ia mengendarai sepeda motor kesayangannya si matic putih. Namun saat di perjalanan ia tidak sengaja ban motor nya terkena paku atau apa yang pasti saat ini ban motor Via menjadi oleng sepertinya ban motor nya kempes. Via melihat ke arah kiri dan kanan mencari bengkel terdekat dari keberadaan nya saat ini.
"Alhamdulilah ada bengkel juga di daerah sini, untung gak jauh." ucap Via senang karena ia menemukan bengkel yang tidak jauh dari sana.
Via pun mendorong membawa motor nya ke arah bengkel dengan pelan. "Ah kenapa juga ini ban mesti kempes segala, bisa kesiangan masuk kerja ini!" gumamnya kesal. "Perasaan aku kok gak enak sih, ada apa ya?" batin nya.
Setelah sampai di bengkel Via dengan cepat langsung mendekati si Abang tukang bengkel. "Bang tolong dong cek motor saya, ban nya kempes." ucap Via meminta tolong pada tukang bengkel yang sedang memperbaiki motor itu.
"Sebentar ya mba saya selesaikan motor ini dulu nanti saya cek motor mbaknya." sahut nya.
"Aduh bang bisa saya dulu gak, saya mau berangkat kerja bisa terlambat saya bang, ayok dong please cek motor saya dulu siapa tahu cuma isi angin doang!" Via dengan tidak sabar menyuruh si Abang bengkel itu.
"Aduh mba saya mau perbaiki motor yang lebih dulu datang kesini, teman saya juga masih pada sibuk tuh!" tunjuk nya pada teman-teman nya. "Coba saya lihat dulu ya mba!" tambahnya Karen melihat Via yang tidak sabaran.
Mendengar keributan di sana membuat Aris yang sedang memainkan Handphone nya menunggu motor nya yang sedang di cek mengangkat kepalanya yang tadi menunduk pada handphone yang ia pegang dan melihat ke arah keributan. "Eh bang selesaikan dulu motor saya kan saya duluan yang datang kesini lagipula nanggung bang dikit lagi ini selesai." kesal Aris melihat Abang tukang bengkelnya malah memeriksa motor orang lain.
Via menoleh melihat ke arah Aris yang berbicara. "Anda?" kesal nya menatap tajam ke arah Aris. " Udah bang cek motor saya dulu gak usah pedulikan dia bang, Abang gak kasihan sama saya." tambahnya memelas.
"Aduh mba saya jadi bingung begini deh. Bentar ya pak saya cek dulu motor si mbak nya." ijin si Abang bengkel. Dan Aris hanya diam saja tanpa berkomentar. Setelah mengecek motor Via. "Aduh mba ini bukan kempes karena kurang angin tapi ini mesti di ganti ban dalamnya mba, lihat mba ban motornya kena paku mana dalam begini!" tambahnya.
"Wah lama mba, lagi pula saya juga kan belum beres kerjain motor yang si bapak tentara itu, kemungkinan sejam setengah lah." jawabnya santai.
"Apa? Sejam? Aduh bang saya bisa terlambat masuk kerja ini, apa gak bisa cuma isi angin aja gitu!" tawarnya.
"Gak bisa mba, kalau cuma isi angin aja sih mba gak bakal sampai tempat kerja yang ada nanti mba nya cari bengkel lagi di perjalanan." sahut nya.
"Udah lah bang benerin motor saya dulu nanggung dikit lagi bang beresin!" ucap Aris menengahi perdebatan antara Via dan tukang bengkel.
Via mendengus kesal bukan hanya pada harinya yang jelek namun kesal juga dengan lelaki yang ia temui saat ini. "Oh ternyata dia TNI." batin Via saat ia melihat Aris berseragam loreng TNI rapi dan terlihat gagah. "Tentara mesum!" umpat nya pelan dan sedikit ketus.
"Udah mba nya naik angkot atau kendaraan lain saja biar motornya mba simpan saja di sini, nanti saya benerin, pulang mba bekerja bisa mba bawa lagi di sini." saran Abang bengkel.
"Saya juga takut sama bapak tentara ini mba kalau saya gak lebih dulu benerin motor nya, Bagaimana kalau saya di tembak sama dia, tuh lihat!" bisik Abang bengkel pada Via menunjukkan senpi yang Aris bawa.
__ADS_1
"Dia gak bakal nembak bang, udah gak usah takut!" bisik Via.
Aris yang mendengar bisikan kedua orang yang ada di hadapannya itu hanya tersenyum tipis.
"Ah saya takut mba gak berani saya." takutnya. "Ke mba sih pasti nembak cinta nah ke saya pasti nembak pakai peluru." tambahnya.
Via cemberut sebal pada si Abang bengkel. "Kenapa bawa-bawa cinta sih bang gak ada hubungannya." sebal Via cemberut.
"Sudah kalian berdebat nya? Sudah selesai belum bang motor nya, saya mau pergi!" sahut Aris menengahi perdebatan antara Via dan Abang bengkel.
"Bang kasihan lah saya, saya pasti terlambat masuk kerja kalau naik kendaraan umum di jam segini mana dapatnya pasti lama." ucap Via memelas.
"Gak bisa mba, saya gak bisa benerin motor mba dengan cepat nanti kalau mba gak puas saya yang kena omel. Kalau mba gak mau nunggu dan mau nya buru-buru cari bengkel lain aja saya gak apa-apa kok mba." ucap nya.
Via berdecak kesal. "Jam segini susah cari kendaraan mana saya sudah telat banget ini." gumamnya pada si Abang bengkel.
"Ya mau gimana lagi mba."
"Ini pak sudah selesai motor nya coba di cek saja gimana enaknya. Kalau kurang pas nanti saya benerin lagi." ucapnya pada Aris.
"Sudah pas." jawab Aris saat ia mengecek motor nya. Aris pun memakai helm nya setelah menyalakan motor nya itu ia akan segera pergi. Namun saat ia akan pergi ia merasa kasihan pada suster galak itu karena dia tidak bisa berangkat kerja, pekerjaan seperti kita itu di butuhkan oleh masyarakat dan di terapkannya peraturan dimana kita harus tepat waktu dalam bertugas. Dan pada akhirnya ia mengalah pada keegoisan nya sebagai pekerja yang sama-sama memiliki peraturan yang ketat.
"Ayok saya antar!" ucapnya cepat tanpa menatap ke arah Via, dan Via pun bergeming karena ia merasa bukan padanya lelaki itu mengajak nya.
"Hei mba pak tentara mau antar mba berangkat kerja itu, lumayan mba daripada mba telat." teriak si Abang bengkel pada Via yang hanya diam saja.
"Mau antar saya?" tanyanya heran.
"Iya, saya tidak akan mengulangi nya lagi, Kalau tidak mau ya sudah!" sahut nya cuek.
Via berpikir keras jika dia bilang mau terasa gengsi tapi jika dia menolak ia pasti akan terlambat untuk bekerja padahal ia sedang di tunggu oleh rekan kerjanya dan dokter yang akan menangani pasien yang akan segera di operasi.
Aris mengegas motor nya dengan keras supaya Via tersadar dari lamunannya. "Terlalu lama berpikir saya tinggal!" ucapnya ketus.
__ADS_1
"I... iya saya ikut!" sahut nya cepat saat Aris akan pergi meninggalkan nya.