
Pagi hari Aris sudah bangun dari tidurnya, karena memang terbiasa bangun pagi Aris. Melihat istrinya yang masih tertidur dengan pulas Aris pun tersenyum menatap wajah cantik istrinya yang baru satu hari ia nikahi.
"Pagi sayang! Kamu pasti masih lelah tidurmu pulas sekali." bisik Aris pada telinga Via namun Via masih bergeming tidak ada gerakan sama sekali. "Hemmm dasar, memang punya istri sudah seperti kebo saja kalau sedang tidur!" tambahnya.
Aris beranjak dari tempat tidurnya lalu melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Setelah selesai mandi Via yang masih tertidur pulas masih dalam posisi yang sama saat ia tinggal untuk mandi. Aris yang seorang TNI merasa tidak enak jika pagi hari ia gunakan waktu nya untuk tidur dan juga karena perutnya yang terasa lapar membuat dia menginginkan sarapan di pagi hari namun karena Via masih tidur ia pun keluar dari kamar nya sendiri.
Hari ini dia keluar kamar dengan pakaian rumah biasa dan tidak lupa ia selalu menggunakan jam tangan di tangannya agar waktu selalu ia ingat dan juga kebiasaan sehari-hari.
Pelan ia pun turun dari tangga dan melihat apa kedua mertuanya sudah bangun atau belum.
"Aris kamu sudah bangun? Mana Via istri mu?" tanya bunda saat melihat Aris turun dari tangga tanpa Via.
"Via masih tidur, mungkin semalam kelelahan." jawab Aris apa adanya.
Bunda tersenyum menatap suaminya ia berpikir mungkin jawaban mantunya itu adalah Via kelelahan karena malam pertama mereka dan ayah pun menatap istrinya membalas senyuman dengan pikiran yang sama seperti istrinya.
Aris yang melihat kedua mertuanya dengan curiga karena jawabannya itu membuat Aris menjadi malu. "Emh... semalam kan acara resepsi sampai malam jadi Via tidurnya kurang, capek karena seharian kemarin dia berdiri dan menyalami para tamu." ujarnya menjelaskan agar tidak berpikir yang macam-macam.
"Oh seperti itu..." ucap bunda dengan tersenyum.
"Iya sudah kita sarapan dulu saja ya, biar Via nanti menyusul." ajak ayah melihat mantu barunya seperti malu-malu.
Mereka pun sarapan pagi hanya bertiga saja karena saudara mereka yang datang kemarin sudah pulang.
"Aris apa setelah menikah, kalian punya rencana bulan madu?" tanya bunda di sela-sela sarapan mereka.
Aris terbatuk-batuk karena mendapat pertanyaan dari mertuanya seperti itu dan bunda pun langsung menyodorkan minuman pada mantunya. "Pelan-pelan kalau makan!" ucap bunda lembut.
"Emh maaf!" sahut nya.
"Tidak apa-apa, jadi... bagaimana?" tanya bunda penasaran.
__ADS_1
Aris bingung menjawabnya sarapan pagi ini terasa seret di tenggorokan nya, kali pertama nya sarapan di rumah mertua dan di berikan pertanyaan soal bulan madu. "Nyesel aku turun! Tahu begini aku akan menunggu sampai Via bangun." batin Aris dengan senyum menghiasi bibirnya.
"Emh aku gak tahu bunda, emh mungkin bulan madunya di tunda dulu karena kan kami juga harus bekerja, aku dan Via cuti hanya sebentar saja." jawabnya ragu.
"Hemmm begitu ya! Lalu kamu akan langsung bawa Via kemana?" tanyanya lagi.
"Aku mau tanya Via dulu, karena aku dan Via belum merencanakan kami tinggal dimana. Rumah sih sudah aku sediakan sebelum kita menikah tapi jika Via mau tinggal di rumah dinas juga tidak apa-apa." tutur Aris menjawab.
"Bunda cuma sedih aja karena Via sekarang tidak akan tinggal disini lagi." pilu bunda berucap.
"Bunda ini, seperti Via selalu tinggal dengan kita saja setiap hari dia kan juga biasanya ngekos jadi apa bedanya coba?" tanya ayah heran.
"Iya sih tapi terasa beda saja ayah..." sahut bunda sebal. "Kamu jaga Via ya jangan buat dia sedih apalagi sampai dia menangis, bunda gak akan rela jika itu terjadi. Kalau saja itu terjadi kamu akan berurusan dengan bunda langsung!" ancamnya.
"Siap bunda aku tidak akan membuat Via bersedih aku akan membuat Via selalu bahagia." jawabnya mantap dan tegas.
"Baiklah bunda akan pegang ucapan kamu ini, bunda harap kamu bisa melakukan nya dengan baik." balas bunda dengan senyuman nya. "Iya sudah bunda mau bangunkan Via dan membawakan nya sarapan ke kamar, kalian lanjut saja sarapannya." tambahnya.
"Emh biar aku saja bunda yang bawakan sarapan itu ke kamar, aku akan bangunkan Via juga." tawar Aris menawarkan dirinya.
"Sudah." jawabnya seraya membawa makanan untuk Via sarapan.
Saat di depan pintu Aris langsung masuk ke dalam kamarnya itu melihat istrinya masih bergelut dengan selimut nya membuat Aris menggelengkan kepalanya. "Punya istri benar-benar ya!"
Lalu Aris pun menyimpan makanan dan segelas susu itu di atas nakas nya menatap Via yang masih bergeming tidak mendengar ada orang yang masuk saking dia masih nyenyak dalam tidurnya.
Aris mencoba menusuk-nusuk pipi istrinya itu lalu mengusap nya dengan lembut, membuat istrinya bergerak sedikit dan bergumam manja. "Bunda aku masih ngantuk jangan ganggu dulu ya..." gumamnya manja.
Aris tersenyum. "Dasar... dia kira aku bunda!"
Aris mencari ide agar Via bisa bangun dan senyuman jahat melengkung di bibirnya. Aris melihat segelas susu yang lumayan panas di atas nakas yang ia simpan tadi. Lalu Aris dengan pelan meraih tangan Via dan membawa nya mendekat ke arah gelas susu yang ia pegang dan jari telunjuk Via ia masukkan ke dalam gelas susu yang panas itu. Detik kemudian Via mulai menyadari jari telunjuk nya yang terasa panas. "Aww..." rintih nya. "Panas..." telunjuknya ia tarik ke atas dengan begitu cepat.
Aris tergelak melihat Via kepanasan. "Ayok bangun hari sudah siang!" ucapnya.
__ADS_1
Via menatap ke arah Aris dengan geram karena sudah mengerjainya. "Dasar suami tidak berperasaan!" ucapnya kesal dan muka cemberut.
"Habisnya kamu dari tadi aku bangun kan tidak bangun-bangun." ucapnya. "Ayok mandi kalau kamu tidak mandi akan aku mandikan!" ancamnya.
"Kamu itu perempuan masa bangun siang begini, harusnya kamu bangun pagi-pagi dan bantu bunda siapkan sarapan." titah Aris namun Via hanya diam saja mengumpulkan nyawanya.
"Ayok mandi sana! Apa kamu mau aku mandikan dan mencopot semua pakaian kamu di sini?" ancamnya dengan tegas dengan senyum nakal nya seraya mendekat ke arah Via yang masih duduk di kasur dan akan mencoba membuka piyama yang Via pakai.
"Jangan! Kamu jangan macam-macam ya!" tegas nya tidak mau sambil mencegah pakaian yang akan di buka oleh suami nya itu. "Iya sudah aku akan mandi! Tapi... kamu keluar dulu sana hus hus." usirnya dan di dorong nya tubuh Aris agar ia keluar dari kamar dan Aris menurut saja.
Setelah Aris berada di luar kamar Via dengan cepat menutup pintu kamarnya itu dan menguncinya dari dalam kamar lalu ia pun tergelak dengan tawanya karena sudah berhasil mengerjai suaminya itu. "Haha rasakan pembalasan ku!" ucapnya jahat seraya melangkah kembali pada kasur nya.
Aris yang sadar sedang dikerjai istrinya langsung mengetuk pintu kamar itu dan memanggil-manggil nama Via dengan pelan malu juga rasanya jika terdengar oleh kedua mertuanya karena ia sudah di kerjai oleh istrinya. Namun Via tidak membukakan pintunya hanya terdengar gelak tawa suara Via yang mengejeknya. "Heh awas ya kamu! Kalau ini di rumah pribadi ku aku akan mengunci kamu Via dan aku akan habiskan waktu berdua dengan mu di dalam kamar!" kesal Aris bergumam.
Aris meninggalkan kamar itu ia turun ke bawah lagi menemui mertuanya.
Sedangkan Via dia merasa bahagia karena sudah berhasil mengerjai suaminya karena dia bisa melanjutkan lagi tidur nya tanpa ada gangguan lagi. Lalu ia pun membuka atasan piyama nya saja dan menyisakan kaos dalam yang sangat sexi serta celana piyamanya, karena kebiasaan nya dulu sebelum menikah ia selalu tidur dalam keadaan tanpa baju namun tadi malam sangat berbeda karena dia tidur bersama Aris ia memakai piyama yang panjang agar saat tidur ia akan aman. "Ah akhirnya aku bisa buka baju juga." senang nya dia berucap. "Gara-gara tidur bareng dia aku harus memakai piyama panjang saat tidur sungguh menyebalkan dan membuat tidak nyaman." tambah nya. "Dan... sekarang aku bisa tidur lagi dengan dalaman seperti ini aman tanpa ada dia yang akan menggangu tidur ku." ucapnya dengan tawanya lalu ia pun langsung naik ke atas kasur tanpa selimut dan melanjutkan tidurnya kembali.
Aris yang baru saja turun dari tangga melihat kedua mertuanya menatapnya kembali. "Lho Via nya belum bangun?" tanya bunda melihat menantunya itu hanya sendirian saja.
"Tadi sudah aku bangunkan tapi Via malah mendorong aku keluar dan mengunci pintunya Bun mungkin akan melanjutkan lagi tidur nya." jawab Aris kaku ia malu karena sikap mereka seperti anak kecil.
"Emh begitu, dasar itu anak ya!" kesal bunda. "Kebiasaan nya begitu kalau sedang di rumah katanya kangen sama kamarnya." ucap bunda. "Kamu tunggu disini ya bunda akan ambil dulu!" sambung nya membuat Aris heran dan bingung apa yang akan di bawakan oleh mertuanya itu.
Tidak lama bunda pun keluar dari kamarnya lalu menghampiri Aris lagi. "Ini!" serah nya. Bunda menyerahkan sebuah kunci. "Ini kunci duplikat kamar Via, bunda sudah tahu dan hapal kebiasaan Via, dia suka kunci kamar nya dan susah sekali untuk bangun. Makanya bunda buat saja kunci duplikat." tutur bunda menyerahkan kunci itu pada Aris.
Aris tersenyum senang. "Terima kasih bunda, iya sudah aku akan bangunkan Via lagi ya." balas Aris cepat seraya melangkah ke tangga untuk ke kamar kembali. "Tunggu istri ku aku akan membuat kamu terkejut." batin Aris tergelak dengan tawanya.
Aris langsung membuka pintu kamar dengan cepat setelah dia berada di depan pintu kamar. Dan terlihat lah istri yang mengerjainya kembali pulas dalam tidurnya tanpa selimut, namun Aris sedikit terkejut dengan keadaan istrinya saat ini Aris menelan ludahnya kasar karena melihat di depan matanya itu sebuah pemandangan yang sangat indah dan menyegarkan kedua matanya. "Ah parah kenapa aku jadi mikir ke arah sana sih! Aku kesini akan mengerjainya bukan malah aku yang terjebak begini." batin Aris saat melihat Via tertidur dalam keadaan tidak memakai piyama yang semalam. Tidur nya yang telentang dengan pakaian seperti itu membuat ia sedikit lupa akan tujuan awalnya.
"Ah begini rasanya ya melihat istri dengan pakaian seperti itu, tahan Aris tahan ini hanya sebuah ilusi!" gumamnya menyadarkan diri.
"Dasar istri penggoda iman!" tutur nya.
__ADS_1
Lalu apa dengan cepat menggendong tubuh Via saat ia sadar akan mengerjainya dan Via pun tersadar dari tidurnya karena ada gerakan yang membuat dia jadi terbangun. Alangkah terkejutnya Via saat ia melihat Aris sudah ada di dalam kamarnya dan menggendong tubuh Via. "Hei kenapa kamu bisa ada di dalam kamar? Bagaimana bisa?" tanyanya heran. Lalu ia pun melihat ke arah tubuh nya yang tidak memakai baju dengan cepat Via menutup bagian dadanya yang terekspos begitu jelas di depan mata suaminya itu. "Turunkan!" pinta Via ketus. Namun Aris tidak mendengarkan pintaan Via dia terus saja membawa Via ke kamar mandi dan akan mengerjai istrinya yang sudah berani membohongi nya Via menjadi panik dan berusaha untuk turun dari gendongan suaminya namun tidak berhasil membuat Via semakin panik apa yang akan di lakukan oleh suaminya itu. "Tidak..."