
Setelah keluar dari ruangan pak Santoso Via langsung menuju tempat kerjanya disana Via bertemu dengan Sofi yang sedang mengerjakan pekerjaannya. "Eh gimana pak Santoso gak marah-marah kan?" tanya Sofi langsung saat ia melihat Via yang menghampirinya.
Via menghela nafasnya pelan. "Gak marah sih cuma beliau kecewa karena aku tadi datang terlambat." jawab Via dengan senyum tipisnya.
"Memang nya kamu terlambat kenapa sih gak biasanya kamu gitu, biasanya kan kamu on time." tambah Sofi ia merasa penasaran karena Via terlambat datang.
"Hari ini memang banyak kejadian yang aku alami Fi, yang pertama ban motor ku kempes udah gitu ketemu laki-laki yang menyebalkan yang pernah nabrak aku dulu terus di jalanan macet panjang karena tadi ada kecelakaan dan aku berhenti itu pas banget dekat dengan kejadian terjadinya kecelakaan, aku gak bisa diam dong." Via menceritakan kejadian tadi pagi yang ia alami.
"Terus tadi kamu naik apa kesini?" tanya Sofi penasaran jika motor Via kempes.
"Naik motor, aku tadi di anterin sama laki-laki menyebalkan itu?" jawabnya cemberut.
"Kok bisa?" tanyanya dengan nada tinggi lagi Sofi semakin penasaran kenapa Via bisa di antar oleh laki-laki yang sering Via ceritakan dan Via sangat membencinya lelaki itu.
"Panjang ceritanya aku malas ah cerita-cerita soal laki-laki itu." sahut nya sebal. "Udah kita kerja saja ok, aku gak mau dapat teguran lagi dari pak Santoso gegara terlambat dan juga kerja gak bener!" sambung nya.
"Cari apaan sih?" tanya Sofi penasaran saat ia melihat Via tengah sibuk seperti mencari sesuatu.
"Tag nama aku sama id card Fi kamu lihat gak?" Sofi menggeleng tidak tahu. "Aduh kayaknya jatuh deh pas aku tolong korban kecelakaan tadi, atau jatuh di jalan apa ya?" pikir Via bingung dimana ia menjatuhkan nya.
*
*
*
Pada malam hari Aris yang baru saja sampai di rumah kediaman kedua orang tuanya, ia merasa ingin bertemu dengan keluarganya saat ini, ntah kenapa? Mungkin karena Aris sudah lama tidak bertemu dengan kedua orang tua nya itu.
Pada kesempatan ini Aris sedang ada waktu untuk menengok keluarga nya, ia pergunakan sebisa mungkin agar bisa bertemu. Sepulangnya dari pekerjaan ia langsung menuju rumah orang tua nya itu.
__ADS_1
"Assalamualaikum." ucap Aris di depan pintu rumah orang tuanya, waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam.
"Wa'alaikumussalam." jawabnya dari dalam rumah. Mamanya Aris menjawab ucapan salam dari Aris ia langsung membukakan pintu.
"Aris!" ucap mama sedikit terkejut dengan kedatangan anak pertama nya itu karena jarang sekali anak nya itu pulang apalagi malam-malam seperti ini.
"Malam mah, maaf ya Aris ganggu istirahat mama karena kedatangan Aris ini malam-malam begini." Aris merasa tidak enak sudah mengganggu istirahat mamanya.
"Gak papa mama malah senang kalau kamu datang." jawabnya senang dengan senyuman tersulam dari bibir mamanya.
Aris tersenyum seraya menarik tangan mama nya untuk mencium punggung tangan mama nya itu dan mama Aris pun dengan senang hati mengulurkan tangannya pada Aris. "Papa sudah tidur mah?" tanya Aris menanyakan keberadaan papa nya.
"Tadi papa langsung istirahat, mungkin kecapean karena tadi pagi papa mengecek perkebunan kita yang di Bandung, pulang sore langsung tepar deh." jawab mama Aris menjelaskan. "Kamu mau bertemu sama papa? Mama bisa kok bangunkan papa." tambah nya.
"Eh gak usah mah biarkan papa istirahat saja kasihan!" cegah Aris pada mamanya agar tidak membangunkan papanya. "Aku juga mau nginap kok disini jadi bisa besok aku ketemu sama papa." sambung nya.
"Iya sudah kalau begitu, kamu sudah makan belum?" tanya mama pada Aris.
"Iya sudah istirahat ya." titah mama lembut.
Aris melangkah pergi menuju kamarnya dengan membawa jaket yang ia tadi pinjamkan pada Via, Aris masuk ke dalam kamarnya itu menaruh jaket itu dengan melempar nya pada kursi yang ada di kamarnya. Jaket itu tidak ia pakai karena sudah kotor, namun aroma parfum suster galak itu menempel pada jaketnya itu.
Aris pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya setelah kegiatan yang melelahkan apalagi tadi juga menempuh perjalanan yang lumayan jauh antara tempat ia bertugas dengan rumah orang tuanya.
Tak lama Aris pun selesai dari membersihkan dirinya, terasa segar dan rasa lelahnya pun hilang. Aris menggunakan pakaian rumah nya. Jaket yang tadi ia lemparkan menarik perhatiannya lalu ia pun mengambilnya dari kursi tempat tadi ia melempar nya.
Trak... suara benda jatuh dari jaket nya setelah ia mengangkatnya. Lalu Aris pun menunduk ke bawah melihat benda apa yang terjatuh dari jaket nya itu, di ambilnya dan di lihat nya benda itu. Aris mengerutkan keningnya. "Ini seperti sebuah id card dan tag nama!" gumam Aris pelan.
Aris membawa id card nya dan tag nama yang menempel itu di pegang nya benda itu dan Aris pun beranjak naik ke atas kasur nya ia merebahkan tubuhnya yang lelah itu dengan menatap ke langit-langit di dalam kamarnya dengan tangan kanan ia lipat untuk menahan kepala sebagai bantalannya.
__ADS_1
Di tariknya tangan kiri yang masih memegang id card dan tag nama tersebut. "Ini pasti tag nama dan id card suster galak itu." gumam Aris melihat benda itu dengan membolak-balikan dua benda itu. "Ns.Novia N,R.S.kep." di bacanya tag nama itu oleh Aris lalu Aris pun melihat id card Via, di sebuah id card itu ada sebuah foto kecil Via berserta identitas nya sebagai pekerja rumah sakit. "Oh jadi namanya Novia..."
Di lihat nya kembali id card secara seksama, Aris tersenyum melihat foto Via disana. "Cantik! Tapi sayang galak dan jutek." gumam Aris pelan. "Eh kenapa aku jadi memuji dia sih ah, sial!" celoteh nya pelan saat tersadar tak sengaja memuji Via.
"Apa aku kembalikan saja ya padanya benda ini?" gumamnya. "Ah tidak-tidak dia kan tidak mau bertemu dengan ku lagi yang ada nanti dia sangka aku ingin bertemu dengannya lagi, dia kan galak!" lagi-lagi Aris merasa ragu untuk mengembalikan dua benda itu. "Tapi...pasti perawat itu butuh id card ini." lagi Aris merasa bimbang antara hati malaikat dan hati iblis saling menyahut. "Ah pusing... sudah lah aku simpan saja, kalau bertemu dia lagi akan aku kembalikan padanya." fix Aris pilih keputusan yang paling simpel.
Di simpan nya dua benda itu pada tas kecil milik nya yang selalu ia bawa. Aris kembali menatap langit-langit kamarnya hatinya terasa kosong saat ini, ia merasa hidupnya seakan tidak bersemangat. Teringat seseorang yang selama ini mengisi hati nya tapi kini Aris sudah bertekad akan melupakannya. "Bagaimana kabar nya saat ini ya, setelah ia tahu tentang perasaan ku padanya apa Nisa membenciku atau bagaimana? Ah aku sudah tidak peduli lagi aku akan melupakan mu dan mencari pengganti mu. Tapi siapa...?" teriaknya frustasi.
Sejenak kejadian tadi pagi mengingatkan Aris pada sesosok perempuan yang dengan cekatan menolong korban kecelakaan, tanpa takut dan tanpa jijik ia melihat ceceran darah dimana-mana dan ia juga tidak merasa sayang akan pakaian yang terkena akan lumuran darah orang lain. Sungguh sesosok perempuan yang hebat. "Novia..." panggil Aris memanggil nama Via dalam hatinya. "Shit! Kenapa jadi ingat dia sih, ah otak ku sudah tidak beres ini." umpat nya kesal dengan hati dan ucapannya yang bertolak belakang. Dalam hati memuji namun dalam ucapan ia begitu tidak suka.
Sedangkan di dalam kamar mama dan papanya Aris. Papa Aris yang sedang tertidur terbangun dari tidurnya karena terdengar istrinya membuka pintu seperti akan keluar. Namun papa nya Aris tidak beranjak turun dari kasur nya. Tak lama mama nya Aris masuk kembali ke kamarnya. "Siapa mah yang datang malam-malam begini?" tanya papa pada istrinya saat istrinya itu kembali masuk ke kamar.
"Anakmu pah yang datang." jawab mama cepat.
"Aris?" tanyanya lagi.
"Iya lah pa Aris memang siapa lagi, anakmu kan cuma dua Aris dan Andra. Andra kan ada di kamarnya jadi yang datang pasti Aris." balas mama sedikit ngegas karena suaminya itu.
"Tumben dia pulang malam-malam begini!" tambah papa berucap.
"Seperti nya dia lagi ada masalah pah, masalah cinta. Aris kan kalau masalah cinta selalu minta pendapat mama karena kalau masalah pekerjaan dia pasti sudah tidak di ragukan lagi." jelas mama.
"Anak itu sudah besar tapi masih bingung memilih perempuan, seharusnya dia itu sudah berumah tangga mah dia sudah cocok untuk memiliki istri. Iya walaupun dia terbilang masih muda tapi dia sudah di ijinkan untuk menikah secara usianya sudah pas." ujar papa menjelaskan.
"Iya pah tapi mungkin anak kita belum menemukan perempuan yang cocok untuknya." sahut mama.
"Anak kita itu gak jelek-jelek banget mah pasti banyak kok perempuan yang mau sama diatapi kenapa susah sekali dekat dengan perempuan." kesal papa menilai anaknya itu.
"Belum ketemu jodoh nya aja pah, do'akan saja lah pa semoga cepat di pertemukan." harap mama penuh.
__ADS_1
Apa Aris dan Via akan di pertemukan lagi?
happy reading guys!!!