
Adam cemberut mendengar perhatian Nisa terhadap bos nya itu. "Jangan memberikan perhatian kepada laki-laki lain saya tidak suka." ucapnya ketus.
"Perhatian apa mas aku cuma bilang hati-hati di jalan memang salah ya? Bilang hati-hati ke setiap orang wajar mas itu gak berlebihan bagi aku." elak Nisa dengan lembut.
"Ya memang tidak salah, tapi bila kamu perhatian terhadap bos kamu itu bisa-bisa dia pikir kamu memberikan harapan lebih." ucap Adam menjelaskan.
Nisa mengerutkan keningnya bingung. "Harapan lebih apa sih aku gak ngerti maksud kamu mas!" sanggah Nisa tak mengerti.
"Udah lah gak usah di bahas, lebih baik kamu sekarang masuk sudah malam istirahat ya." titah Adam perhatian menunjuk dengan dagu nya ke kontrakan nya Nisa.
Nisa cemberut sebal. "Kenapa gak usah di bahas, ya udah aku masuk." ujar Nisa masih kesal.
"Jangan marah lah, nanti saya ajak kamu nginep di kontrakan saya, mau?" goda Adam memainkan kedua alisnya genit.
"Big no..." jawab Nisa langsung melangkah cepat masuk ke kontrakan nya.
"Hei Queennisa Khumaira ku... kamu mau kemana?" goda Adam memanggil-manggil nama Nisa.
Nisa hanya menatap sekilas wajah Adam dan ia menjulurkan lidah nya mengejek Adam lalu ia pun masuk dengan cepat.
Adam tersenyum melihat sikap Nisa. "Saya tahu pak Rangga itu memiliki perasaan sama kamu Nisa, tapi kamu tidak sadar, sebagai laki-laki saya tahu dengan sikap Rangga terhadap kamu yang begitu istimewa, tapi saya tidak akan membiarkan Rangga merebut kamu dari saya." ucap Adam dalam hatinya.
***
Di kantor, Adam hari ini ia sudah bisa masuk untuk menjalankan tugasnya kembali.
"Sudah sehat?" tanya Andi saat ia melihat Adam sudah masuk bekerja.
"Iya lumayan lah agak lebih baikan, emh bagaimana kelanjutan kasus gue kemarin apa ada kelanjutan nya apa ada info lainnya?" tanya Adam penasaran.
"Ah iya tadinya gue mau nemuin elu di kontrakan elu, tapi karena elu udah ada di sini gue mau bilang kelanjutan kasus elu itu, ternyata memang benar preman itu adalah preman suruhan dari seseorang untuk mencelakai elu, dan elu tahu siapa dalang dari semua ini? Dia adalah Rangga, pengusaha muda sekaligus bos dari Nisa tunangan elu." ucap Andi menjelaskan.
Adam menghela napas nya berat. "Apa preman itu bilang apa motif Rangga untuk mencelakai gue." tanya Adam.
"Preman itu tidak menceritakan apa alasannya Rangga, tapi preman itu bilang kalau ini ada hubungannya dengan Nisa tunangan elu." jelas Andi menceritakan.
Adam hanya manggut-manggut kan kepalanya dan diam tak bisa berkata apa-apa lagi. "Seperti nya anda ingin bermain-main dengan saya pak Rangga, saya akan pastikan anda tidak akan bisa mendapatkan Nisa, bahkan dekat dengan Nisa pun saya tidak akan pernah biarkan!" ucapnya dalam hati.
__ADS_1
***
"Gimana mas apa kasus kamu udah dapet titik terang nya, apa preman itu sudah tertangkap semua mas?" tanya Nisa saat mereka sedang makan di sebuah restoran.
"Ya semua preman itu sudah tertangkap semua mereka sudah dalam tahanan." jelas Adam.
"Apa mas tahu apa motif dan alasan mereka?" tanya Nisa penasaran.
"Mereka bukan untuk merampok atau mencuri barang, mereka ingin mencelakai saya, karena ada seorang dalang yang menyuruh mereka berbuat seperti itu." ucap Adam memberitahu.
"Maksud kamu ada seseorang yang menyuruh mereka untuk mencelakai kamu mas?"
"Iya dan kamu tahu siapa dalang yang memerintahkan mereka seperti itu, dia orang yang kamu kenal bahkan mungkin kamu setiap hari bertemu dengan nya." ucap Adam membuat Nisa semakin penasaran.
"Siapa mas?" tanya Nisa semakin mengerutkan keningnya bingung.
"Pak Rangga, bos di tempat kerja kamu!" jawab Adam pasti.
Nisa menatap Adam tak percaya. "Apa kamu yakin mas? A... aku gak percaya pak Rangga bisa berbuat seperti itu, apa penyebab dia bisa jahat begitu." sahut Nisa tak percaya.
Adam menghela napas nya berat menggeleng-geleng kepalanya. "Ya mas juga tidak percaya pak Rangga bisa berbuat seperti itu, tapi para preman itu mengatakan kalau mereka di bayar oleh pak Rangga untuk mencelakai saya." ujarnya.
"Mas gak tahu Nisa, tapi yang sekarang saya ingin kan kamu harus berhenti bekerja di sana, mas takut terjadi sesuatu sama kamu apalagi kamu setiap hari pulang malam sedangkan mas gak bisa jemput kamu setiap hari karena pekerjaan mas juga harus tetap siaga." ucap Adam memohon.
"Iya aku tahu kok mas, aku juga sebenarnya sudah mau berhenti kerja karena sebentar lagi aku akan bikin skripsi, aku mau fokus ke tugas kuliah aku." ujarnya mantap.
Adam tersenyum senang. "Iya itu lebih baik." sahut Adam dengan senyuman nya.
"Aku gak nyangka pak Rangga bisa sejahat itu, aku melihat dia sebagai pimpinan yang sangat baik dan ramah, tidak hanya kepada ku tapi kepada semua karyawan yang lain juga." kata Nisa penuh kecewa.
"Hati seseorang tidak ada yang tahu, seperti sekarang, apa kamu tahu isi hati saya saat ini?" tanya Adam serius menatap Nisa yang sedang menyuapkan makanannya.
"Nisa mengerutkan keningnya mengunyah makanannya dan menelannya dengan cepat. "Maksud mas apa sih, ya jelas aku gak tahu, aku kan gak punya ilmu batin atau pun indera ke enam." sahut Nisa cemberut.
Adam tersenyum simpul. "Kamu tahu gak kalau kamu cemberut gitu, saya jadi pengen cepet-cepet bawa kamu ke KUA." goda Adam dengan senyum manisnya.
"Ish mas... aku jadi takut sama kamu kalau kamu genit begitu, aku jadi pengen gelitikin kamu pake pisau." ancam Nisa.
__ADS_1
Adam tertawa. "Sadis banget kamu, imut-imut tapi kejam." ucap Adam bergidik ngeri.
Nisa mengangkat kedua bahunya. "Kamu yang mulai mas, jutek-jutek tapi genit." sebal Nisa.
***
Sore hari seperti biasa Nisa pergi bekerja, dan seperti biasa Nisa bertemu dengan pak Rangga bos nya itu namun, beda untuk saat ini rasa kagum Nisa terhadap Rangga pudar begitu saja karena Rangga yang mencoba mencelakai Adam calon suaminya.
Buru-buru Nisa menemui pak Rangga di dalam ruangan ia ingin segera tahu apa alasan Rangga menyuruh para preman itu untuk mencelakai Adam.
Tok...tok...tok suara pintu di ketuk.
"Masuk!" ucap Rangga dari dalam ruangan nya
Nisa masuk ke dalam ruangan Rangga setelah ia di ijinkan untuk masuk. " Permisi pak, maaf saya mengganggu anda sebentar." ucap Nisa cepat.
"Oh Queen tidak apa-apa saya sedang tidak sibuk, ada perlu apa kamu menemui saya, apa ada hal yang sangat penting?" tanya Rangga ramah dengan senyum bahagia nya melihat Nisa datang ke ruangan nya.
"Saya tidak akan lama-lama, saya hanya ingin mendengar pengakuan anda, kenapa anda menyuruh para preman untuk mencelakai mas Adam? Alasan apa anda sampai berbuat jahat seperti itu?" tanya Nisa cepat dengan hati yang sangat kesal dan marah.
Deg. "Maksud kamu apa Queen, saya tidak mengerti." elak nya pura-pura tidak mengerti.
"Pak Rangga anda jangan mengelak saya sudah tahu semuanya, para preman yang mencelakai mas adam itu sudah tertangkap dan sudah menceritakan semua nya dan mereka mengaku bahwa mereka di bayar oleh anda untuk mencelakai mas Adam calon suami saya." jelas Nisa kesal.
Rangga tersenyum sinis. "Oh bagus lah kalau semua sudah tahu, saya jadi tidak perlu memberi pelajaran lagi kepada Iptu Adam." jawab Rangga sinis.
"Maksud anda apa? Ada masalah apa pak Rangga dengan mas Adam, seperti nya anda tidak menyukai calon suami saya?" tanya Nisa penuh selidik.
"Itu urusan saya dengan dia!" ujarnya.
Nisa tersenyum sinis. "Saya kira anda adalah pimpinan yang sangat baik bos yang bisa mensejahterakan para karyawannya, tapi saya salah sudah mengagumi anda sebagai pimpinan saya yang baik, ternyata ada hati yang sangat jahat di dalamnya." ucap Nisa dengan mata berkaca-kaca.
"Ini surat pengunduran diri saya!" menyerahkan surat pengunduran diri nya di atas meja Rangga.
Rangga mematung, terkejut dengan sikap Nisa yang akan mengundurkan diri dan bukan ini yang Rangga mau, jika Nisa mengundurkan diri nya otomatis dia dan Nisa akan menjauh bahkan tidak akan bertemu seperti biasa dan niat untuk mendapatkan nya pun akan semakin sulit.
"Saya permisi." pamit Nisa pada Rangga dan Nisa pun melangkah pergi dari ruangan bosnya itu.
__ADS_1
Ketika Nisa sudah di depan pintu dan akan membuka nya Rangga pun memanggil nya. "Queennisa tunggu!" panggil Rangga saat melihat Nisa yang hendak pergi itu.