Cinta Sang Abdi Negara

Cinta Sang Abdi Negara
razia


__ADS_3

Pagi hari ketika Adam Nisa dan Dimas sedang menyantap sarapan nya.


"Bang, kak Nisa besok aku pulang ya ke Bandung." ucap Dimas pada kakak kandung dan kakak iparnya.


"Kok pulang bukannya masih libur kamu?" tanya Adam penasaran.


"Udah abis masa libur nya bang, lusa aku udah mulai kuliah lagi." tutur Dimas santai.


"Kamu yakin gak mau masuk Akpol? Kalau kamu ada niat masuk Akpol kamu bilang aja sama Abang nanti Abang kasih tahu kamu bagaimana cara masuk ke Akpol." ajak Adam serius.


"Gak ah bang gak minat aku." ucapnya menolak.


"Yakin gak mau masuk, polwan-polwan disana cantik-cantik lho apalagi calon polwan." goda Adam pada Dimas dan di pelototi oleh Nisa.


"Mas... kamu berani ya puji-puji perempuan lain di depan aku." sahut Nisa kesal mendengar ucapan Adam.


"Eh maaf bukan buat mas kok, buat Dimas." jawabnya takut.


"Kan perempuan paling cantik di hati mas cuma Khumaira ku seorang." elaknya Adam mencolek hidung mancung Nisa.


"Ih aku geli deh lihat kalian begitu." ujar Dimas pura-pura mau muntah melihat adegan di hadapannya.


Adam hanya tersenyum melihat sikap Dimas adik iparnya itu.


"Biarin syirik deh kamu." sahut Nisa sebal.


"Kamu serius ya kuliah di universitas otomotif?" tanya Adam selidik.


"Serius lah bang kalau gak serius ngapain aku masuk kuliah mesin." jawabnya cepat.


"Dia kan kuliah sambil deketin teman yang ada kampus nya mas." goda Nisa pada Dimas.


"Cewek?" tanya Adam penuh selidik.


"Iya lah bang cewek masa aku deketin cowok." sahut Dimas keceplosan. "Ups..." Dimas menutup mulutnya yang tidak mengerem omongannya.


"Tuh kan ketahuan kamu!" sergah Nisa.


Dimas hanya cengengesan saja ketika maksud mendekati seseorang telah di ketahui kakaknya.

__ADS_1


"Memang perempuan ada yang suka bongkar kendaraan, kotor penuh dengan oli begitu? Biasanya kan kalau perempuan itu ambil jurusan kebidanan, kedokteran atau seperti kakak kamu jurusan pendidikan." tutur Adam kurang paham.


"Justru itu beda dan uniknya dia, dia cantik tapi tomboi, dan lagi pula kuliah otomotif kan gak mesti pegang oli mulu bang, ada teori nya juga dan gak mesti jadi tukang bengkel nya juga tapi bisa jadi pengusaha hebat nanti nya." ujar Dimas menjelaskan dengan membayangkan teman kampusnya yang akhir-akhir ini selalu ada di pikirannya itu.


"Memang banyak teman cewek di kampus kamu kuliah?" tanya Adam masih penasaran.


"Dikit sih bang kalau cewek makanya dia jadi primadona di kampus aku." ucapnya sesal.


"Kakak jadi penasaran deh sama teman kampus yang kamu taksir." goda Nisa penasaran.


"Kenapa kamu mesti penasaran sama perempuan yang Dimas suka bukan nya kamu suka sebal kalau Ade kamu ini pacaran?" tanya Adam kepada istrinya itu.


"Ya penasaran aja mas, setahu aku waktu SMA teman-teman dia kan cantik-cantik mas apalagi pacar nya yang aku tahu imut banget, paling bisa dia kalau cari perempuan." tandas Nisa.


"Baru ngaku kak kalau Ade mu ini jago menaklukkan hati perempuan." sahut nya bangga menepuk dada nya.


"Gak gitu ya." ucap Nisa sebal.


"Sayang mas berangkat ya, hari ini tugas mas dan anggota akan merazia semua kampus yang ada di kota ini jadi mas takut terlambat." ucap Adam pamit kepada Nisa


"Razia apa mas?" tanya Nisa penasaran.


"Razia penyelundupan obat-obat terlarang." jawab ada serius.


"Tuh ingat ya Dimas jauhi obat-obat terlarang jangan sampai kamu terlibat hal seperti itu." ucap Nisa mengingat kan.


"Iya sekarang banyak sekali mahasiswa dan mahasiswi yang terkena kasus narkoba jadi hati-hati jika bergaul." tutur Adam memberi tahu.


***


Di sebuah kampus Adam beserta para anggotanya sudah hadir, ada polri dan juga polwan semua mendapatkan tugas merazia para mahasiswa dan mahasiswi penerus bangsa.


Tok... tok... suara ketukan pintu.


"Assalamualaikum pak?" sapa Adam pada seorang dosen yang sedang mengajar.


"Wa'alaikumusssalam pak." jawab dosen itu dengan berjabat tangan.


Semua polisi yang ikut serta merazia penyalahgunaan narkoba sudah berdiri di depan papan tulis menghadap para mahasiswa dan mahasiswi yang sedang belajar.

__ADS_1


Kami minta pihak kampus, mulai dari rektor, dekan, sampai ke bawah mohon kita kerja sama yang baik. Bantuan untuk melakukan kegiatan ini karena ini (razia narkoba) salah satu upaya pencegahan biar anak-anak kita tidak terpengaruh narkoba.


Pihaknya berharap razia narkoba yang dilakukan di setiap kampus dapat menekan angka peredaran dan penggunaan barang haram tersebut.


"Maaf pak saya iptu Adam dari polres xxx beserta anggota saya ini meminta waktu dan ijin anda dan murid-murid anda sebentar boleh?" Ucap Adam meminta ijin kepada dosen yang sedang mengajar itu.


"Ah iya pak silahkan." jawab dosen itu ramah dan sopan.


"Assalamualaikum murid-murid semua para mahasiswa dan mahasiswi yang ada disini, perkenalkan saya iptu Adam dan mereka ini adalah anggota dari kepolisian, mohon maaf jika kedatangan kami ini mengganggu aktivitas belajar kalian, kami datang kesini untuk merazia penyalahgunaan kasus narkoba, pemakai maupun pengedar.


"Saya minta tas beserta dompet kalian simpan di atas meja dan kalian semua bisa berdiri dulu di belakang sana." tunjuk Adam. "Supaya pekerjaan kami bisa dengan mudah terselesaikan dan jangan ada yang coba-coba untuk melarikan diri dari ruangan ini." ucap Adam tegas.


"Bagi yang perempuan akan di periksa oleh polwan dan bagi laki-laki akan kami periksa oleh polisi laki-laki juga." ucap Adam menjelaskan.


"Ih ganteng banget sih itu pak pol." bisik salah satu mahasiswi yang melihat ketampanan Adam kepada teman yang ada di samping nya.


"Iya gue jadi mau deh di penjara sama hatinya..." jawab mahasiswi lainnya yang tak kalah centilnya.


"Ayok kerjakan tugas kalian!" titah Adam kepada para anggotanya dengan tegas memerintahkan.


"Baik pak!" sahut para anggota dengan menghormat kepada Adam.


"Wih lihat gaes udah ganteng di hormati lagi." ucap mahasiswi itu.


"Ah jadi makin terpesona deh gue sama itu pak pol, gue yakin cowok kaku kaya iptu Adam pasti romantis." ujar mahasiswi semakin kagum.


"Tapi dia pasti udah punya istri atau pacar lah minimal secara dia ganteng dan berkarisma." ujar mahasiswi itu.


Saat anggota Adam sedang melaksanakan tugasnya Adam yang berdiri di depan memperhatikan anggota nya merazia mengajak berbicara dengan dosen yang tadi sedang mengajar.


ini kan kampus waktu Nisa kuliah dulu saya jadi ingat saat selalu mengantar dan menjemput Nisa.


"Ah iya pak apa bapak kenal dengan mahasiswi bapak yang bernama Queennisa Khumaira, dia sempat kuliah disini." tanya Adam pada dosen itu.


Dosen itu sempat berpikir sejenak mengingat nama mahasiswi yang Adam sebut tadi. "Queennisa Khumaira jurusan pendidikan tahun 20xx ya, iya saya tahu pak, dia itu seorang mahasiswi berprestasi dan sangat cerdas, selain dia gadis yang cantik ia juga sering mengikuti kegiatan yang ada di kampus ini seperti kegiatan baksos atau kegiatan-kegiatan mulia yang lainnya." ucap dosen itu penuh bangga.


"Apa pak Adam juga kenal dengan gadis itu?" tanya dosen penasaran.


Adam tersenyum. "Dia istri saya pak." jawab Adam mantap.

__ADS_1


"Oh jadi pak Adam ini suaminya Queennisa, ya saya tahu kalau dia sudah menikah saya di undang ke acara pernikahan nya namun waktu itu saya tidak bisa hadir karena ada pekerjaan dan acara pernikahan nya juga di Bandung, saya tidak tahu suaminya Nisa ini adalah pak Adam dan sekarang saya tahu." jawab dosen itu sedikit terkejut.


"Pak Adam beruntung sekali menjadikan Nisa murid saya itu sebagai istri karena dia itu mahasiswi yang sangat kami banggakan saat dia kuliah disini, banyak prestasi yang ia raih dan itu semua membanggakan nama kampus ini." ucap dosen itu bangga dan terharu.


__ADS_2