
Pada tengah malam Nisa yang sudah pulas dari tidurnya tidak sadar kalau ia saat ini berada dekat dengan Adam, semakin mendekat sehingga Nisa memeluk tubuh Adam seperti ia memeluk guling itulah kebiasaan Nisa saat tidur ia tak pernah tidak memeluk guling. Sedangkan wajah nya Nisa berada di dada Adam yang hampir akan tertidur setelah ia tadi terjaga karena kegelisahan nya.
"Aduh... Nisa kenapa kamu malah peluk saya seperti ini, buat saya semakin gugup saja ini." gumam Adam saat Nisa memeluk nya.
Adam pun menggeser pelan tubuhnya dari Nisa melepaskan dari pelukan tangan Nisa dengan hati-hati, namun semakin di lepas pelukan Nisa semakin erat membuat Adam tidak bisa bergerak. Bahagia yang sekarang Adam rasakan dan sesuatu dari bawah sana pun menjadi on.
Adam mendesah frustasi. "Kalau begini terus saya tidak bisa tidur sampai pagi." batin Adam bergumam.
Pada akhirnya Adam pun memeluk Nisa dengan erat mencium keningnya dengan sayang menahan semua hasrat nya yang tertunda, dan pada akhirnya ia pun tertidur dengan memeluk Nisa karena waktu sudah mau menjelang pagi mata pun sudah tidak bisa di tahan untuk segera terpejam.
Saat subuh tiba Nisa yang dulu terbangun dari tidurnya karena memang waktu subuh sudah tiba, seperti biasa Nisa selalu bangun untuk melaksanakan shalat subuh nya. Nisa terkejut saat ia bangun dengan memeluk Adam dengan nyaman nya dan ia melihat Adam yang tertidur pulas memeluk nya.
Awalnya terkejut karena pertama kalinya tidur bersama seorang laki-laki, namun detik berikutnya Nisa tersadar kalau sekarang ia sudah menikah dan lelaki di samping nya itu adalah suaminya. Nisa pun tersenyum melihat Adam yang sedang tertidur pulas dengan damai nya.
Nisa menusuk-nusuk pipi Adam untuk membangunkan tidur nya. "Mas bangun sudah mau subuh, mas mau ke masjid atau di rumah saja shalat nya?" tanya Nisa lembut.
Adam pun bergumam dan merasakan tangan nya yang pegal akibat Nisa semalaman tidur di lengannya. "Sudah subuh ya? Mas di rumah aja, di luar seperti nya hujan!" ucap Adam dengan suara serak khas bangun tidur.
"Iya mas hujan, ya udah mas shalat di rumah berjamaah sama aku ya nanti, aku mandi dulu." ujar Nisa pada Adam lalu Nisa pun masuk ke kamar mandi.
"Iya." jawab Adam setelah Nisa pergi. "Ah hujan-hujan gini tidur sama kamu bikin on terussss." gumam Adam menyindir pada dirinya sendiri. "Apalagi semalam kamu peluk saya, bikin saya pusing." gumam Adam frustasi.
Setelah selesai Nisa dari kamar mandi nya ia pun keluar sudah menggunakan pakaian ganti dari kamar mandi, tidak seperti yang ada di pikiran Adam saat ia berpikir Nisa akan keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk.
"Ah saya benar-benar kotor ini otak mesti di cuci." batin Adam saat pikiran nya salah.
Setelah selesai Adam mandi mereka pun shalat subuh berjamaah, sudah selesai shalat Nisa mengaji sebentar sedangkan Adam merebahkan kembali tubuhnya yang lelah dan mata nya yang masih mengantuk akibat semalam tidak bisa tidur karena gelisah.
"Mas kamu mau tidur lagi?" tanya Nisa saat Nisa sudah selesai mengaji nya dan melihat Adam yang beranjak ke kasur kembali.
"Iya sebentar aja mas masih mengantuk, apalagi hujan begini enak buat tidur." jawab Adam dengan mata yang terpejam.
"Habis subuh gak boleh tidur lagi lho mas, gak bagus buat kesehatan dan buat rejeki, ntar di patok ayam!" sahut Nisa melarang Adam dengan lembut.
__ADS_1
"Terus kita harus ngapain dong, hari juga masih gelap kita gak ada kerjaan." ucap Adam dengan senyum nya.
"Apa atuh ya, waktu aku masih kuliah sih jam segini aku berbenah atau beresin kontrakan sebelum ngampus tapi sekarang kan aku udah gak kuliah, kalau disini kan bi Ati yang beresin semua pekerjaan, aku juga bingung harus ngapain!" ucap Nisa terus terang dengan polos nya.
Adam tersenyum licik dan berpura-pura berpikir ini lah saat nya. "Emh mending tidur aja lah sekali-kali, lagian kita cuma sebentar di Bandung besok kita harus kembali lagi ke Jakarta, iya kan!" ucap Adam modus.
Nisa mengerutkan keningnya dan sejenak berpikir. "Aku gak mau ah gak biasa tidur jam segini suka pusing nanti kalau bangun, aku mau keluar kamar aja bikin teh panas, mau?" tawar Nisa dengan mimik muka polosnya.
Adam melihat Nisa yang pergi keluar dari kamar. "Hem gagal lagi... gagal lagi..." desah Adam frustasi saat rencana modusin istrinya gagal total.
Saat keluar kamar Nisa bertemu dengan ibunya yang sudah berada di dapur menyiapkan untuk sarapan pagi. "Ibu lagi apa, Nisa bantuin ya boleh kan?" tanya Nisa saat ingin membantu ibunya.
"Boleh, suami kamu masih tidur?" tanya ibu pada Nisa.
"Tadi udah bangun habis sholat tidur lagi, masih ngantuk kata nya Bu." jawab Nisa datar.
"Iya pasti cape karena pengantin baru, kamu gak ikut tidur juga." goda ibu Andini.
"Aku udah kenyang tidur semalam Bu lagian Nisa gak biasa tidur jam segini." ujar Nisa polos.
"Aku jam 9 udah tidur kok Bu, dan kejadian apa maksud ibu, aku gak ngerti deh." sahut Nisa bingung.
"Apa kalian tidak melakukan itu?" tanya ibu Andini hati-hati takut Nisa malu dengan pertanyaan nya.
"Melakukan apa sih Bu Nisa gak ngerti ih." ucap Nisa kesal pada ibunya yang tidak jelas.
"Iya melakukan malam pertama kalian, kamu kan sudah punya suami, apa suami kamu belum menyentuh kamu tadi malam?" tanya ibu tidak sabar dengan kepolosan anaknya.
Uhuk... uhuk... uhuk... Nisa tersedak terbatuk-batuk saat ia sedang minum mendengar ucapan ibunya yang sedikit fulgar. "Ibu... apa sih kok bahas gituan." rengek Nisa pada ibunya dengan wajah malu.
"Kamu udah nikah ini jadi gak masalah untuk ibu." ujar ibu santai.
gak masalah buat ibu tapi buat aku malu banget kalau mesti ngebahas hal semacam itu.
__ADS_1
"Ibu cuma mau titip pesan buat kamu, kamu sekarang sudah menikah, sudah menjadi seorang istri, kamu harus bisa menyiapkan segala kebutuhan dan keperluan yang suami kamu butuhkan apalagi kepuasan di atas ranjang itu yang paling penting." pesan ibu menjelaskan.
"Sumuhun ibu cantik Nisa mengerti, Nisa akan menjalankan pesan ibu dengan baik, intinya jadi istri Sholehah kan Bu..." goda Nisa pada ibunya.
"Iya begitu jadi istri Sholehah dan jadi calon ibu yang baik ya." ucap ibu lembut. "Oh ya nanti agak siangan ibu mau menemui Tante sama saudara lain yang masih menginap di hotel, mereka rencana nya akan pulang hari ini jadi sebelum saudara kita pulang ibu mau menemui mereka dulu ya." ucap ibu pada Nisa memberi tahu.
"Iya Bu, ibu berangkat sama siapa? Nisa boleh ikut gak?" ucap Nisa berharap.
"Ibu berangkat sama Dimas adik kamu, kamu disini aja masa pengantin baru pergi-pergi sih, kamu temenin aja suami kamu ya temenin makan kalau suami kamu udah bangun." ucap ibu berpesan.
Nisa menghela napas nya merasa kecewa ia tidak bisa ikut. "Iya deh nanti ibu dan Dimas hati-hati di jalan ya salam juga untuk keluarga besar kita." sahut Nisa.
Setelah jam 8 ibu sudah bersiap untuk pergi menemui saudara Nisa, ibu sedang menunggu Dimas yang juga sedang bersiap-siap untuk mengantarkan ibu pergi.
"Dimas... buruan ibu udah nunggu kamu ini, lama banget sih siap-siap nya." panggil Nisa menggerutu pada adiknya yang sangat lama.
"Iya sabar." sahut Dimas berteriak juga.
Nisa dan Dimas saling berteriak membuat Adam yang sedang tertidur menjadi bangun dan Adam pun keluar dari kamarnya setelah mencuci mukanya dan mencari tahu ada keramaian apa di luar sana.
"Wah pengantin baru, baru bangun, cape ya bang?" tanya Dimas menggoda Abang ipar nya saat melihat Abang nya itu baru keluar dari kamar.
"Kamu mau kemana udah rapi begitu." tanya Adam mengalihkan perhatian pada Dimas yang sudah terlihat sangat rapi.
"Aku mau anterin ibu ketemu saudara bang, mumpung belum pada pulang. Gunakan waktu berdua dengan baik ya bang!" goda Dimas pada Adam dengan kedua alis yang ia mainkan.
Adam hanya tersenyum mendengar ucapan Dimas ya Adam mengerti maksud ucapan adik iparnya itu.
Nisa menemani ibunya yang sedang menunggu Dimas. Lama banget sih kamu! Kasihan ibu tahu." ucap Nisa kesal pada adiknya.
"Iya ini juga udah siap kok." sahut Dimas bergegas masuk ke dalam mobil. "Ingat ya bang pergunakan waktu sebaik mungkin, biar aku cepat dapat ponakan..." teriak Dimas pada Adam di dalam mobil.
Adam tersenyum dan mengacungkan tangannya membentuk huruf Ok pada Dimas.
__ADS_1
Nisa menatap Adam dan Adam tersenyum manis dan memainkan kedua alisnya. "Apa yang kalian rencanakan?" tanya Nisa pada Adam penasaran saat ibu dan Dimas sudah pergi dan tak terlihat lagi mobil nya.