Cinta Sang Abdi Negara

Cinta Sang Abdi Negara
sisi lain


__ADS_3

"Aku benar-benar kesal akan istri nya David yang tempramental itu. Dia tidak mencerminkan sebagai istri dari seorang TNI, benar-benar keterlaluan!" ucapnya penuh kesal.


"Kamu benar gak apa-apa? Kita ke rumah sakit ya aku antar!" sambungnya merasa khawatir dengan keadaan istrinya itu.


Via menggeleng pelan. "Tidak usah aku gak apa-apa kok cuma memar sedikit, di kompres pakai es batu aja udah enakan." tolaknya lembut.


"Benar gak apa-apa?" tanya nya lagi dan di angguki Via dengan cepat. "Sebentar aku bawakan es batu untuk kamu ya, tunggu di sini!" cegah nya ketika Via akan membawa es batu.


Dengan cepat Aris kembali menghampiri Via dengan membawa es batu yang Via butuhkan dengan handuk untuk mengompres pipi Via yang memar. Lalu Aris tanpa Via minta langsung mengompres pipi Via itu dengan lembut.


Via meringis saat es batu itu mengenai pipi putihnya. "Sakit..." ucap Via.


"Aku pelan-pelan kok! Untung saja istri David itu seorang perempuan kalau dia laki-laki sudah aku hajar!" ucap Aris masih dengan nada kesalnya.


Via tersenyum mendengar ucapan suaminya itu dan Aris melihat hal itu membuat Aris menatap Via dengan heran. "Kenapa kamu malah senyum-senyum begitu! Apa ada yang lucu?" tanyanya penasaran.


"Iya suami ku lucu sekali, ya jelas dia itu perempuan karena dia istrinya pak David masa iya seorang istri tapi berjenis laki-laki. Kamu kalau kesal jangan gak fokus gitu dong!" goda Via pada Aris.


"Aku itu khawatir sama kamu, kamu beneran gak apa-apa?" tanyanya lagi membuat Via bosan mendengar pertanyaan itu.


"Aku tidak apa-apa, aku kan kuat!" sahut nya bangga.


"Hemm syukurlah kalau begitu! Iya kamu kuat apalagi di atas ranjang." ucap nyeleneh Aris membuat Via refleks memukul tangan Aris yang sedang mengompres pipi Via.


"Kamu, istri sedang sakit begini masih saja bawa-bawa ranjang!" balas nya kesal. "Itu gak ada hubungannya sama sekali!" tambahnya.


"Hehe aku bercanda sayang, ya sudah aku mau kembali lagi bekerja. Kamu gak apa-apa kan aku tinggal sebentar. Sore aku pulang." ucapnya.


"Iya gak apa-apa,. udah sana biar aku kompres pipi ku sendiri, kamu berangkat aja." titah nya menyuruh suaminya itu untuk berangkat.

__ADS_1


"Ok sayang, kalau ada apa-apa langsung hubungi aku ya. Jangan lupa!" ucapnya seraya melangkah keluar dan di iyakan oleh Via.


Malam hari seperti biasa Aris masih sibuk dengan handphone nya karena urusan pekerjaan. Sedangkan Via sibuk dengan aktivitas malam nya yaitu mempercantik kulit nya agar semakin enak untuk di lihat. Lalu Via melirik ke arah suaminya berada yang sedang sibuk dengan kegiatannya itu, lalu Via tersenyum, melihat suaminya itu sekarang wajah nya terlihat lebih dewasa dan kulit nya terlihat lebih coklat.


Via menghampiri Aris lalu duduk di hadapan suaminya itu dan dengan paksa merebut handphone suami nya yang sedang dia pegang membuat Aris sedikit kesal. "Apa! Kamu mau marah sama aku, mau kesal sama aku?' tanyanya penuh ancaman membuat Aris menahan kekesalannya. "Kamu lagi di rumah bisa tidak jangan bekerja terus!" sambung nya sebal.


Aris menghela nafasnya panjang. "Ok sayang."


"Sini duduk!" titah Via pada Aris tegas.


Aris mengikuti perintah istri nya itu karena dia tidak mau Via marah lagi. Via tersenyum tipis melihat suaminya itu menurut begitu saja. Lalu Via dengan cepat meraih wadah masker yang sudah terisi masker wajah yang sudah tadi ia siapkan.


"Eh kamu mau ngapain?" tanya Aris panik melihat istrinya itu akan memakaikan masker nya itu pada wajah Aris.


"Aku mau pakaikan masker ini pada wajah kamu, lihat wajah kamu sekarang jadi coklat begitu, laki-laki juga perlu perawatan. Kalau tidak mau aku ngambek!" ancamnya seraya berdiri dan akan melangkah namun Aris menahannya.


"Hei sayang kamu mau kemana? Ok aku mau pakai masker!" ujarnya membuat Via senang di buatnya.


Saat Via mengolesi masker itu pada wajah suaminya pikiran jahil pada suaminya itu muncul membuat Via tersenyum tipis. "Kamu kenapa senyum-senyum begitu?" tanyanya curiga saat Aris melihat istrinya menahan tawanya yang terdengar cekikikan menertawakan hasil dari kejahilannya pada sang suami. Via menggambar di wajah Aris dengan model seperti seorang badut membuat suaminya itu terlihat lucu.


"Mana cermin? Aku mau lihat wajah ku di cermin!" pintanya dengan cepat.


Via memberikan cermin nya itu pada suaminya sehingga Via tidak tahan lagi untuk tertawa menertawakan wajah suaminya itu.


"Hemm awas ya kamu udah berani ngerjain aku! Cuma kamu yang berani padaku. Tunggu saja pembalasan nya?" ancam Aris.


"Iya jelas aku berani sama kamu, di hadapan bawahan kamu adalah harimau tapi di hadapan ku kamu adalah kucing rumahan yang lucu dan menggemaskan." ujarnya menggoda suaminya itu. "Sudah kamu diam aku akan merapihkan maskeran di wajah kamu sekarang!" titah nya.


Aris awal nya menurut saja apa yang di ucapkan Via. "Kamu bisa aja, dapat istilah seperti itu dari mana?" tanyanya pelan sehingga tidak begitu jelas saat Aris berbicara.

__ADS_1


"Memang seperti itu, lagi pula itu bukan istilah tapi kenyataannya!" sahut Via tanpa menghentikan kegiatannya.


Aris memperhatikan istri cantiknya itu dengan serius Via memakaikan masker pada wajahnya membuat Aris memiliki ide nakal untuk mengerjai istrinya itu. Dengan pelan dan pasti Aris mendekatkan kedua tangannya pada tubuh Via yang ada di hadapannya lalu tangan nakal Aris dengan telaten membuka satu persatu kancing piyama istrinya, namun Via tidak sadar karena ia terlalu fokus pada wajah Aris yang sedang ia beri masker. Perlahan tapi pasti semua kancing piyama Via terbuka semua membuat Aris tersenyum.


"Kenapa senyum-senyum begitu? Nanti masker nya jadi retak bang, bisa gak diam dulu." titah Via belum sadar apa yang membuat suaminya itu tersenyum.


Ketika semua kancing terbuka, Aris dengan cepat membuka piyama yang Via pakai sehingga terlihatlah semua bagian tubuh Via itu, via menjerit karena terkejut dengan perbuatan suaminya itu. Aris langsung mendorong tubuh Via yang sedang duduk di hadapannya itu sampai Aris bisa menindih tubuh istri nya itu dengan muka yang penuh dengan masker. "Jadi kamu menganggap ku seekor kucing rumahan?" tanyanya serius menatap wajah Via yang begitu dekat sedangkan Via menutup bagian dadanya yang terekspos karena perbuatan suaminya itu jika tidak tertindih oleh tubuh suaminya mungkin ia akan malu sendiri karena tidak ada pakaian yang ia pakai. "Aku diluar bisa jadi seekor harimau, di dalam rumah aku bisa jadi seekor kucing dan di atas ranjang aku akan menjadi seorang komandan yang kuat, gagah, dan tak terkalahkan!" tambahnya lagi membuat Via menelan ludahnya secara kasar. Via baru melihat suaminya itu seperti itu, sepertinya dia mendengar ucapan Via yang menganggap Aris adalah harimau dan kucing membuat sifat yang tidak Via ketahui muncul.


"Ka...kamu marah?" tanya Via gugup karena tatapan Aris begitu tajam padanya.


Aris tersenyum dengan masih menatap wajah cantik Via yang terlihat panik. Lalu Aris pun mencium kening Via begitu lama dan lembut. "Aku mencintaimu Via sayang." ucapnya setengah berbisik.


***


Dan pagi hari Aris yang terlebih dahulu bangun dari tidurnya, ia tidak bosan memandang wajah istrinya yang terlelap dari tidurnya yang damai itu. Dengan masih menggunakan selimut tebal yang menutupi tubuh Via yang belum memakai pakaian sehelai pun. Aris tersenyum melihat istrinya itu lalu ia meniup seluruh wajah istrinya karena sudah lama ia memandang istrinya namun istrinya itu tidak ada tanda-tanda untuk bangun.


"Apa yang kamu lakukan!" gumam nya saat ia merasakan ada angin pada wajahnya yang terasa dingin.


"Membangunkan istriku." sahut Aris menatap ke arah wajah Via.


"Kamu sudah bangun sepagi ini kenapa?" tanyanya dengan suara serak.


"Lalu itu salahku?" ucap Aris dengan tersenyum.


Via tersenyum lalu memeluk tubuh suaminya yang ada di sampingnya dengan wajahnya yang menyelusup tepat pada leher Aris. Lalu dengan cepat ia menghisap leher Aris membuat Aris berteriak dan menarik kepala Via dengan kencang. "Jangan menggodaku ya!" ucapnya dengan tersenyum geli.


Via tergelak. "Kamu ganggu aku tidur sih!" sebal Via berucap. Aris mencium pucuk kepala Via. "Bangun sayang." bisik nya.


"Kamu tidak pergi bekerja, kamu gak siap-siap gitu?" tanya Via pelan dengan matanya yang masih mengantuk.

__ADS_1


"Aku free hari ini, seorang komandan pun harus beristirahat jadi hari ini aku bisa seharian sama kamu?" goda Aris yang akan mencoba mencium Via namun Via menghalangi dan menahan bibir Aris itu dengan telapak tangannya. "Free?" tanya Via meyakinkan Aris dan di angguki oleh kepala Aris dengan cepat. Dan Via pun melakukan apa yang di lakukan Aris mengangguk-angguk kepalanya.


Lalu Aris pun langsung menutup seluruh tubuhnya dan tubuh Via masuk ke dalam selimut mengajak olahraga lagi di pagi hari, Via terus berteriak menolak dengan tawanya yang yang terus di ganggu oleh suaminya itu.


__ADS_2