
"Mana buktinya kalau kamu memang benar-benar sudah melupakan ku dan tidak sedang membohongiku?" tanya Tama dengan tidak sabaran.
Via semakin bingung bagaimana bisa membuktikan hal ini pada Tama sedangkan ia memang benar-benar belum memiliki kekasih pengganti Tama.
"Hai sayang!" ucap Via melambaikan tangannya pada laki-laki yang baru saja keluar dari toilet, laki-laki itu adalah Aris yang baru saja selesai dari toilet.
Aris yang mendengar Via memanggil dengan kata sayang dan melambaikan tangannya ke arah nya membuat ia menengok ke kiri dan ke kanan. Ia mencoba mencari seseorang yang mungkin sedang ada di belakangnya, tidak mungkin juga kan suster galak itu memanggilnya dengan kata sayang.
Namun tidak ada orang di sekitar Aris berada dan Via terus saja memanggilnya dengan kata sayang seraya melambaikan-lambaikan tangan nya. "Aku!" tunjuk Aris pada dirinya sendiri dengan telunjuknya pada wajah nya sendiri dan Via mengangguk dengan cepat. Tapi Aris masih saja diam karena ia takut kalau dia keegeran merasa Via memanggilnya.
Via yang tidak sabar dan kesal Aris hanya diam saja saat ia panggil langsung menghampirinya dengan langkah yang sangat cepat mendekati tempat dimana Aris berdiri.
"Sayang...kok kamu diam aja sih, aku panggil tadi loh kamu gak dengar ya?" ucap Via berakting layaknya seorang artis yang memerankan tokoh ABG yang sedang kasmaran.
Aris semakin di buat bingung oleh sikap Via yang seperti itu, antara senang dan takut keegeran Aris pun tersenyum kikuk pada Via.
"Sayang kamu ngapain aja sih di toilet lama banget!" seru Via menatap pada wajah Aris yang sedang bingung dengan mengkode nya menggunakan kedua mata Via dan kedua alisnya saat Via menatap Aris membelakangi mantan pacarnya itu dan posisi cukup agak jauh.
"Sayang ikuti aku ya, ada yang mau aku kenalkan sama kamu?" ucap Via seraya menarik tangan Aris dengan sedikit paksaan karena Aris hanya diam saja tak mau bergerak.
Setelah mereka berdua berada di hadapan Tama dan ChaCha Via pun dengan mesra menggandeng lengan Aris memperkenalkan mantan tunangannya itu pada Aris. "Kak Tama ini pacar baruku!" ucap Via dengan sedikit ketus. "Dan sayang ini mantan tunangan aku yang pernah aku ceritakan sama kamu." ucapnya lembut dengan tersenyum sebagai tanda memohon untuk membantu nya saat ini.
Aris yang sudah mengerti akan maksud suster Via bersikap seperti itu membuat Aris tersenyum manis pada Via. "Sepertinya dia sedang meyakinkan tunangannya itu bahwa dia baik-baik saja saat ia tinggalkan begitu saja." batin Aris. "Ok, mari suster galak ku kita main akting-aktingan di depan mantan tunangan mu ini!" Aris masih membatin ia akan membantu Via berpura-pura menjadi pacarnya bahkan pacar betulan pun tidak masalah.
"Oh jadi ini laki-laki yang sudah sangat bodoh nya meninggalkan kamu demi perempuan lain itu?" ucap Aris santai namun menyindir Tama sebagai laki-laki kurang ajar. "Perkenalkan saya Aris pacar baru Via." sambung nya dengan pelan lalu mengulurkan tangannya mengajak untuk berkenalan namun Tama tidak memperdulikan uluran tangan Aris.
__ADS_1
Tama yang merasa di sebut sebagai laki-laki bodoh oleh Aris itu membuat dia naik pitam karena ia merasa di sindir oleh kekasih baru dari mantannya itu. Tama tersenyum sinis menatap ke wajah Aris dengan tajam. "Anda akan menyesal bila berhubungan dengan Via." ucap Tama memberi tahu dengan sinis dan seolah mengejek.
Via diam saat mendengar ucapan Tama itu sebegitu nya ia membuat hatinya sakit dengan perkataan yang tadi ia ucapkan. Apa selama ini dia menyesali hubungan yang terjalin selama bertahun-tahun dengan nya itu. Aris yang melihat Via menjadi murung itu membuat Aris tersenyum tenang pada laki-laki yang ada di hadapannya ini lalu ia pun tersenyum manis pada Via dan merangkul pinggang langsing Via dengan erat menarik nya dengan lembut untuk mendekatkan pada samping tubuh Aris.
"Saya tidak akan pernah menyesal menjadikan dia sebagai pacar saya, karena saya yakin dia adalah perempuan yang baik-baik, dia tidak pernah menuntut apa-apa pada saya, dia juga perempuan yang sangat mandiri. Tidak lama lagi saya dengan nya akan menikah dan andalah orang yang pertama akan saya undang untuk menghadiri pernikahan kami!" ujar Aris santai saat ia berkata seperti itu seolah dia adalah benar-benar pacar baru Via.
Via terhenyak mendengar penuturan Aris yang begitu, seperti mewakili hatinya padahal ini hanya pura-pura belaka. "Hebat sekali dia berakting!" batin Via dalam hatinya sebal. Dan satu lagi yang membuat Via sebal dengan perkataan Aris tadi yang bilang bahwa dia akan menikahinya dan akan mengundang Tama sebagai tamu pertama nya membuat Via takut kebohongan ini akan terungkap oleh Tama nantinya. "Benar-benar ya ini orang aktingnya terlalu berlebih-lebihan, bikin repot saja!" masih membatin Via dalam hatinya.
"Dan satu lagi yang harus anda ingat, andalah yang akan menyesalinya karena anda sudah menyakiti perempuan seperti Via, dan ingat jika Via sudah menjadi istri saya, saya akan haramkan anda bertemu dengan Via!" ancamnya lembut namun sorot matanya begitu tajam menatap kedua mata Tama.
Tama yang mendengar ucapan Aris yang begitu memuji mantan tunangannya itu dengan begitu serius sehingga ia terdiam sejenak, ia sempat berpikir memang ada benarnya Via adalah perempuan yang baik dia juga tidak pernah menuntut apa-apa selama mereka berhubungan makanya ia sampai bertahan lama dengan nya, namun ntah kenapa ia bisa ingin meninggalkan Via dan memilih perempuan yang ada di samping nya saat ini.
Merasa tidak bisa menjawab lagi Tama pun dengan cepat menarik tangan ChaCha agar pergi dari sana. "Ayok sayang kita pergi saja dari sini! Tidak penting berdebat dengan mereka berdua!" ucap Tama melengoskan pandangan wajah nya dan mengajak ChaCha pacar nya itu untuk pergi secepat mungkin.
Aris tersenyum melihat muka Tama yang begitu kesal karena nya. Ia berhasil membuat dia tidak bisa menjawab ucapan nya.
"Bisa lepas gak?" ucap Via marah seraya menunjukkan matanya pada tangan Aris yang masih melekat menempel di pinggang Via.
Aris mengikuti arah dimana mata Via menunjukkan ke arah pinggang yang ia rangkul. "Eh..." ucapnya Aris cengengesan karena Via sudah sadar.
"Gak usah cari kesempatan! Pakai acara meluk-meluk begini gak ada cerita nya ya!" balas Via geram dengan kelakuan laki-laki yang ada di sampingnya ini.
"Saya gak lagi cari kesempatan, tapi... hanya menjiwai sebagai aktor yang berperan sebagai pacar kamu. Tadi kan kamu sendiri yang ngajak saya berakting. Jadi... supaya mereka lebih percaya lagi kalau kita itu pacaran ya sudah saya peluk sedikit saja kok gak banyak." sahut nya santai.
"Tapi akting kamu itu sudah membuat mereka percaya jadi gak usah sambil meluk-meluk begitu!" balas Via sebal.
__ADS_1
Via pergi begitu saja dan Aris melihat Via pergi begitu saja langsung mengejar Via mengikuti langkah Via yang tergesa-gesa. "Hai pacar kamu gak mau bilang makasih gitu sama saya?" ucap Aris sedikit keras namun Via bergeming tidak memperdulikan Aris yang sedang mengejar nya dan berteriak-teriak memanggil pacar.
"Pacar! Kok kamu tinggalkan saya sih, tega banget deh kamu!" Aris masih berceloteh.
Aris yang menggunakan pakaian seragam TNI dan baju bagian kedua tangan ia gulung sampai lengan seraya memasukkan tangan nya pada sakunya dan berjalan mengikuti kemana arah Via.
Via yang mendengar ucapan Aris membuat ia malu karena orang-orang di sekitar sana memperhatikan drama mereka berdua. Lalu Via pun menghentikan langkah kakinya secara tiba-tiba membuat Aris yang mengikuti Via menjadi berhenti secara mendadak.
Aris yang tidak tahu Via akan berhenti dadakan saat ia mengejar Via yang berjalan cepat itu membuatnya dengan susah payah Aris menghentikan langkahnya. Namun karena Via berhenti dadakan membuat ia tidak bisa menghentikan kepalanya yang tidak sengaja mencium belakang rambut Via karena Aris tidak bisa mengendalikan kepalanya akibat rem dadakan itu. "Aduh pacar kenapa berhenti dadakan begitu sih, untung saya bisa ngerem dengan tubuh saya kalau tidak, punggung kamu bakalan ketubruk sama badan saya nantinya." ucap Aris santai dengan tersenyum menunjukkan senyum manisnya.
Via menghela nafasnya panjang lalu membalikkan tubuhnya menghadap Aris. "Jangan ikuti saya!" ucap Via ketus dengan tatapan tajam.
"Aduh kamu keegeran sekali sih, siapa juga yang ikuti kamu, saya mau pulang dan arah pintu keluar kan kesana." tunjuk Aris dengan dagu nya. "Kamu mau saya ikuti ya?" goda nya.
Via menghirup nafas nya dalam-dalam kembali membalikkan tubuhnya ke arah dimana pintu keluar. "Kalau saja tadi gak kepepet aku gak akan minta bantuan sama dia!" gerutu Via pelan seraya melangkah keluar restoran dengan cepat menuju parkiran dan Aris juga mengikuti ke arah parkiran yang sama seperti Via.
"Tunggu sebentar pacar!" teriaknya lagi seraya mengejar langkah Via dan menarik tangan Via lembut saat mereka sudah di tengah tempat parkir kendaraan.
Via yang di tarik tangan nya oleh Aris langsung membalikkan badannya menghadap Aris yang menarik tangan nya itu, Via menghempaskan secara kasar pada pegangan tangan Aris yang memegang tangan Via. "Lepas!" ucapnya.
Aris melepaskan tangan Via itu. "Oke." ucap Aris seraya melepaskan pegangannya itu dan mengangkat kedua tangan nya ke atas seperti tanda menyerah.
"Kamu jangan marah-marah ya, saya hanya mau memastikan kejadian tadi yang kamu panggil saya sayang. Emh... berarti sekarang saya anggap kita resmi pacaran!" ucap Aris tegas dengan memainkan kedua alisnya.
Via mengerutkan keningnya heran lalu ia tersenyum mengejek. "Dasar tentara ****!" cebik nya kesal. Lalu pergi dengan cepat meninggalkan Aris yang berdiri di tempat dan menatapnya saja.
__ADS_1
"Kalau kamu bersikap seperti itu saya anggap kamu pacar saya!" teriak Aris dengan keras membuat orang yang sedang berada di parkiran menoleh ke arah Aris dan Via yang agak jauh dari tempat Aris berdiri.
Melihat orang di sekitar sedang memperhatikan nya Aris menunjukkan senyum manisnya pada mereka seraya memakai kacamata hitam yang ada di seragam loreng yang bertengger di dekat kerah nya lalu dengan santai ia melangkah seperti model laki-laki yang berjalan di atas catwalk dengan kedua tangan nya ia masukkan ke dalam saku kiri dan saku kanannya.