Cinta Sang Abdi Negara

Cinta Sang Abdi Negara
masih flash back


__ADS_3

"Apa ada lagi yang akan anda bicarakan pak Adam?" tanya Aris menatap wajah Adam yang dari tadi diam saja.


"Ah tidak pak sudah cukup jelas bagi saya penjelasan anda tadi." balas Adam.


"Kalau tidak ada yang di bicarakan lagi saya undur diri, sudah larut malam saya akan pulang." ucap Aris berpamitan kepada Adam.


"Iya pak Aris terima kasih atas waktunya mohon maaf jika saya mengganggu waktu anda." ucap Adam merasa tidak enak hati.


"Tidak apa-apa pak Adam saya bisa mengerti." balas nya cepat.


Aris pun melangkah setelah ia berpamitan dengan Adam untuk pulang rasa lelahnya menginginkan ia segera sampai di rumah, belum jauh dari posisi Adam berdiri terdengar lah suara tembakan menggema di udara.


Dor... dor... dua kali suara tembakan menggema di udara, alangkah terkejutnya Aris saat ia memutarkan tubuh nya, mendengar suara tembakan itu seperti dekat dengannya, mendapati Adam yang memegang dadanya Aris pun langsung dengan cepat berlari menahan tubuh Adam yang akan jatuh ke lantai depan masjid. Brug... Adam pun menjatuhkan tubuhnya saat Aris menahan tubuh Adam mungkin karena Adam sudah tidak kuat untuk menahan tubuhnya, dua peluru menembus dada Adam dan darah segar mengalir, di tangan Adam yang menahan dadanya itu.


"Pak Adam!" panggil Aris. Ia melihat ke depan menatap dua orang pelaku penembakan itu dan benar orang yang menembak Adam itu adalah orang yang tadi sempat Aris curigai, si pelaku penembakan berusaha akan pergi meninggalkan tempat itu setelah mereka sadari jika Aris sedang menatapnya mungkin mereka tadi tidak langsung pergi karena ingin memastikan bahwa mereka telah sukses menembak Adam atau tidak.


Dengan cepat Aris meraih senjata apinya yang sudah mendapatkan ijin kepemilikan dan penggunaan dari pimpinan nya, Aris yang sangat mahir dalam tembak menembak itu pun langsung menodongkan senjata api nya itu pada si pelaku penembakan terhadap Adam dan Dor... tembakan pertama terkena pada kaki salah satu si pelaku yang mengendarai motor namun mereka masih bersikeras untuk melarikan diri dengan terus melajukan motornya dengan cepat dan Aris pun tidak tinggal diam dengan satu tangan memegang senjata api dan satu tangan menahan tubuh Adam ia pun menembakkan kembali pada ban motor belakang si pelaku penembakan itu dan motor si pelaku penembakan menjadi oleng tapi mereka masih saja mencoba untuk melarikan diri untuk bisa kabur.


Para polisi disana yang mendengar suara tembakan dan mengetahui kejadian itu langsung dengan cepat menghampiri Adam dan Aris dimana tempat kejadian penembakan terjadi.


Dan ada sebagian rekan Adam dari pihak kepolisian yang dengan cepat dan sigap melakukan pengejaran terhadap pelaku penembakan. Mereka akan menangkap dua orang pelaku itu karena sudah berani menembakkan peluru terhadap polisi apalagi Adam adalah seorang yang di segani oleh anggotanya.

__ADS_1


Satria pun tidak ketinggalan menyaksikan bagaimana Adam menahan dada nya yang tertembak, darah segar masih mengalir dan Adam yang merintih kesakitan dengan tubuh yang di tahan oleh Aris. "Pak Adam anda harus kuat anda harus menahan nya pak!" ucap Aris khawatir dengan Adam, Aris juga menahan luka Adam dengan tangan nya dan darah Adam pun terkena pada tangan Aris yang menahannya.


Dengan panik dan cemas Satria berteriak. "Panggil ambulans!" titah Satria berteriak pada rekan nya yang lain agar memanggilkan ambulans dan dengan cepat rekan nya itu memanggil ambulans untuk membawa Adam ke rumah sakit untuk segera ditangani oleh dokter.


Dengan lemas Adam yang masih tersadar bisa menahan sakitnya peluru yang menembus dadanya, dua peluru itu menembus di bagian dada sebelah kirinya.


Semua yang berada disana yang melihat nya begitu panik tidak terkecuali para pedagang yang menyaksikan kejadian itu mereka sungguh sangat takut ini pertama kalinya mereka menyaksikan penembakan, saling tembak menembak di depan matanya namun mereka pun tidak berani melawan atau menghalangi pelaku penembakan itu karena takut di tembak seperti pak Adam polisi yang mereka kenal.


Ada yang berteriak ada yang mengumpat si pelaku penembakan dan ada juga yang mendoakan Adam agar selamat dari penembakan itu.


Tak lama ambulans pun datang dengan cepat mereka membawa Adam kedalam mobil ambulans untuk segera mendapatkan penanganan oleh dokter dan tim medis Aris dan Satria pun masuk ke dalam mobil ambulans untuk menemani Adam di dalam sana.


Satria menatap Aris yang sama-sama terlihat panik dan cemas pada Adam. "Apa anda melihat pelaku penembakan itu pak Aris?" tanya Satria penuh selidik.


"Iya saya melihat nya tapi tidak begitu jelas karena mereka menggunakan helm dan juga masker sulit saya mengenali mereka." ujar Aris menjelaskan.


Tak lama sampailah ambulans yang membawa Adam ke rumah sakit, mereka pun membawa Adam ke dalam rumah sakit itu untuk segera ditangani oleh dokter dan Aris beserta Satria yang menemani Adam mengikuti langkah para perawat yang membawa Adam ke dalam.


Saat Adam di bawa ke dalam ruangan operasi dan akan di tangani oleh dokter dan tim medis yang berpengalaman Aris dan Satria masih sangat setia menunggu Adam yang sedang di dalam operasi.


Mereka pun duduk di kursi ruang tunggu bersebelahan dan saling merasakan kecemasan yang sangat luar biasa terhadap keselamatan Adam di dalam sana. Saat sedang duduk Satria menoleh menatap Aris yang sedang menahan kepalanya memijat kepalanya yang sedikit terasa pusing.

__ADS_1


"Kenapa anda bisa bersama Adam saat kejadian penembakan?" tanya Satria pada Aris dengan penuh selidik, Satria begitu tidak suka dengan adanya Aris karena ia tahu kalau Aris ini memiliki perasaan terhadap Nisa istri dari sahabatnya.


"Saya tadi tidak sengaja bertemu dengan pak Adam di dalam masjid saat saya akan melaksanakan shalat isya dan setelah selesai pak Adam memanggil saya ia meminta waktu saya sebentar untuk berbicara." tutur Aris menjelaskan kenapa ia bisa bersama dengan Adam saat kejadian itu.


"Apa yang kalian bicarakan?" tanya Satria penasaran.


"Masalah pribadi." balas nya cepat.


Satria mengerutkan keningnya heran masalah pribadi apa maksud nya Satria benar-benar penasaran namun ia tidak mau ikut campur masalah pribadi antara Aris dan Adam sahabat nya.


"Tadi apa anda tahu kejadian nya seperti apa saat sebelum Adam tertembak?" tanya Satria sedikit mengintrogasi Aris namun Aris ia di bawa santai saja walaupun Aris tahu seperti nya Satria tidak menyukainya.


"Iya saat saya bersama pak Adam, saya melihat ada dua orang yang duduk di atas motor mereka di parkiran tempat mereka memarkirkan motornya. Saya dengan pak Adam sedang berada di tangga depan masjid saat sedang berbicara masalah kami saya sempat curiga dengan mereka karena terus menatap ke arah kami tapi sepertinya pak Adam tidak menyadarinya, saya tidak memberi tahu pak Adam karena saya pikir dia punya masalah dengan saya karena saat saya melihat kearahnya mereka seperti berpura-pura tidak melihat saya." jelas Aris jujur.


"Apa anda mengingat bagaimana mereka? Ya seperti apa yang bisa anda kenali untuk mengenali mereka?" tanya Satria semakin penasaran.


"Tadi saya sudah menembak para pelaku penembakan dan mungkin rekan anda sudah menangkap mereka. Apa pak Adam memiliki musuh? Atau pak Adam sedang menyelidiki kasus besar dan mereka mengetahui jika pak Adam akan membuat mereka dalam bahaya dan mereka takut untuk mendapatkan hukuman mereka?" tanya Aris serius.


Satria berpikir keras saat mendengar pernyataan itu, perkataan Aris seperti ada benarnya dalam kasus penembakan Adam ini. "Iya kami memang sedang menyelidiki kasus besar dan berbahaya, penjahat yang akan kami jebloskan ke penjara adalah penjahat yang sangat sulit untuk kami taklukkan dan di sini lah Adam dia mendapatkan tugas ini karena ia di percayakan untuk menanganinya sebagai ketua kami." ujar Satria menjelaskan kepada Aris dan Aris mengangguk dengan mencerna apa yang di katakan oleh Satria.


"Tapi untuk lebih lanjut lagi kita harus menangkap para pelaku penembakan itu untuk lebih tahu apa motif mereka di balik kasus penembakan pak Adam apa benar motif yang kita pikirkan tadi atau motif lain." sergah Aris belum begitu yakin karena bisa saja ada motif lainnnya.

__ADS_1


__ADS_2