Cinta Sang Abdi Negara

Cinta Sang Abdi Negara
extra part


__ADS_3

"Sayang kamu sudah mulai bekerja?" tanya Aris dengan suara yang masih lemah saat ia melihat istrinya sudah siap dengan menggunakan seragam kerja nya.


Via menganggukkan kepalanya dengan senyum tipisnya. "Iya untungnya pak Santoso gak marah karena aku sudah lama tidak masuk bekerja. Dan untungnya lagi kamu di rawat disini jadi aku bisa nengokin kamu nanti." urai nya.


"Kamu tega tinggalin aku sendiri di sini? Dan lebih memilih merawat orang lain di bandingkan suaminya sendiri." Aris merajuk dengan muka kecewa.


"Hemm manja deh kamu! Nanti ada rekan aku yang akan rawatin kamu sebelum aku datang. Setelah selesai aku bekerja aku bakal langsung datang untuk merawat suami aku." Via mencoba merayu suaminya itu agar ia tidak marah. "Gak apa-apa kan kan kan?" godanya dengan mencolek pinggang Aris yang tidak tahan dengan geli.


Aris tersenyum karena istrinya membuat dirinya geli. "Iya...iya sudah sana berangkat aku akan tunggu kamu di sini sampai sore." ucapnya dengan terus menghindar colekan istrinya itu.


"Iya lah kamu harus tunggu di sini karena kamu masih sakit! Iya sudah aku kerja dulu ya, nanti saat istirahat aku akan temani kamu. Jangan nakal! Sebentar lagi mama bakal datang untuk temani gantikan aku dulu." ucap Via seraya melangkahkan kakinya untuk pergi keluar ruangan dimana Aris di rawat.


Saat Via akan akan membuka pintu Aris pun memanggilnya. "Sayang." ucapnya manja menatap Via dengan wajah tidak mau di tinggal.


"Apalagi? Ini sudah siang aku bisa terlambat karena kamu yang gak mau di tinggal! Jangan kayak anak kecil ah udah mau jadi ayah juga." sebal Via pada suaminya. "Perasaan aku yang hamil kenapa kamu yang manja."


"Sini! Aku mau elus perut kamu dulu, aku kangen sama anakku." ucap Aris membuat Via menghirup nafas nya panjang dan membuangnya secara kasar karena perasaan dari tadi Aris tidak lepas mengelus perutnya terus dan sekarang meminta untuk mengelus perut lagi.


"Nanti kalau sering di elus yang keluar jin bukan bayi!" dengan ketus Via berucap.


"Shut!" Aris menempelkan jari nya di bibirnya menyuruh Via untuk diam. "Sayang jagain mama ya jangan merepotkan mama kalau mama sedang bekerja." ucap Aris lembut seraya mengelus perut Via dengan raut wajah yang bahagia.


"Sudah ya, nanti kita lanjutkan lagi saat aku istirahat nanti." cegah Via saat suaminya itu masih saja dengan nyaman nya mengelus perut Via padahal Via sedang terlambat untuk masuk bekerja untung saja ia sudah berada dalam lingkungan rumah sakit jadi tidak membutuhkan waktu yang lama untuk sampai ke tempat ruangan ia bekerja.


"Hehehe ok sayang, hati-hati ya, ingat kamu sedang hamil jangan loncat-loncat!" titah nya mengingatkan.

__ADS_1


"Iya siap bos!" sahut Via. "Assalamualaikum suamiku." ucapnya lemah lembut.


Aris tersenyum. "Wa'alaikumussalam sayang."


Aris masih menatap pintu dimana Via tadi keluar lalu menghela nafasnya panjang. "Semoga tidak ada lagi orang yang akan menggangu hubungan kita." gumamnya pelan penuh harap.


Saat Aris sedang terbaring sendiri sambil menunggu mamanya yang akan datang tiba-tiba Adam dan Nisa datang untuk menjenguk.


"Assalamualaikum Aris, bagaimana keadaan kamu sekarang?" tanya Nisa menanyakan kabar pada Aris yang masih terlihat lemah di atas tempat tidurnya.


"Aku baik Nisa. Sudah agak lebih baik!" sahut nya.


"Emh syukurlah kalau begitu, maaf ya aku baru bisa jenguk kamu, kemarin aku kaget saat aku dengar keadaan kamu dari mas Adam setelah penyekapan itu terjadi. Aku benar-benar gak nyangka hal ini bisa terjadi." ujar nya tidak menyangka. "Oh ya Via mana?" tanyanya saat ia tidak melihat Via tidak berada di sana.


"Via sudah masuk bekerja hari ini jadi sementara aku di tinggal dulu sebentar." jawab Aris.


"Ekhemm." Adam berdehem saat keberadaan seperti tidak di perdulikan ia terkadang masih cemburu jika Nisa masih berbicara pada Aris apalagi istrinya itu seperti sangat khawatir.


"Emh pak Adam bagaimana kasus ku kemarin apa sudah di proses, lalu bagaimana kabar selanjutnya?" tanya Aris cepat ia sadar jika Adam sedang dalam mood cemburu.


"Sudah pak Aris, sudah di tangani, nanti jika saya membutuhkan saksi atau bukti saya akan memberi tahukan pada anda dan meminta anda untuk memberikan nya pada saya." tutur Adam menjelaskan.


"Baik pak Adam terima kasih, semoga pak Tama segera sadar setelah mendapatkan hukuman untuk nya." ucap Aris penuh harap.


"Iya semoga saja kejadian seperti ini tidak akan pernah terjadi lagi." sambung Adam dengan tersenyum pada Aris.

__ADS_1


***


"Assalamualaikum." sapa Via dengan membuka pintu ruangan Aris dengan penuh semangat. Namun Via terkejut saat di dalam ruangan itu ada seorang wanita yang sangat Via kenal sedang bersama suaminya tengah berduaan di dalam ruangan.


Via mendekat pada arah posisi dimana perempuan itu berdiri. "Sedang apa kamu di sini? Ingin menggangu rumah tangga ku!" sinis Via. "Lebih baik kamu pergi dari sini atau akan aku panggilkan security untuk mengusir kamu dari ruangan ini!" tegas Via saat ia tahu wanita itu adalah mantan dari suaminya.


"Aku hanya ada perlu dengan Aris suami kamu." ujarnya tidak mau pergi.


"Kamu tahu kan suamiku sedang sakit. Jadi tolong kamu pergi dari sini!" ucap Via penuh penekanan.


"Pergi!" teriaknya.


"Ok aku akan pergi, Aris tolong maafkan atas kesalahan ku kemarin ya, aku sungguh sangat menyesal karena menjebak kamu demi kepentingannya pribadi ku." tutur nya memohon pada Aris agar ia di maafkan.


Via menatap kesal pada mantan pacar suaminya itu dan ia pun menatap tajam ke arah suaminya meminta penjelasan yang akan membuat kesalahpahaman dalam hubungan nya.


Setelah pergi mantan pacar Aris Via langsung menatap Aris penuh dengan kekesalan. "Jangan bilang kejadian saat pertemuan kamu di restoran itu hanya sebagai jebakan dia agar kita bertengkar dan salah paham." tanya Via penuh telisik.


Aris mengangguk-angguk kepalanya pelan membenarkan apa yang di ucapkan Via padanya.


"Iya Tuhan kak Tama memang sudah jahat sejak awal padahal aku kemarin percaya sekali padanya. Benar-benar keterlaluan!" gerutu Via penuh emosi.


"Sudah sayang jangan marah-marah gak bagus untuk kandungan kamu. Kamu harus selalu happy agar anak kita dalam kandungan kamu itu juga bahagia, agar janin nya sehat dan juga tumbuh dan ibu nya juga sehat." Aris mencoba menenangkan Via yang sedang dalam emosi.


"Lalu kenapa kamu hanya berduaan bersama dia dalam satu ruangan, apa saja yang di lakukan kalian di sini?" tanya Via merasa cemburu. "Mama mana?" tanya heran kenapa mertuanya tidak ada di tempat.

__ADS_1


"Tidak ada, kami tidak melakukan apa-apa, buang rasa curiga kamu pada suami. Aku bukan suami gampangan ya." ucapnya sebal. "Mama pergi sebentar dia bilang mau shalat lalu saat mama pergi Kayla datang, dia hanya meminta maaf atas kesalahannya yang sudah mencoba membuat kita bertengkar. Dia itu di ajak oleh pak Tama agar ia mau membantu, dan sebagai imbalannya adalah ia harus mau sebagai budak Tama." jelas Aris sejelas jelasnya.


"Ok aku percaya sama kamu." serunya.


__ADS_2