Cinta Sang Abdi Negara

Cinta Sang Abdi Negara
muntah-muntah


__ADS_3

Pada sore hari ketika Adam yang baru saja pulang dari polres Nisa yang melihat Adam dengan buru-buru masuk kedalam rumah tanpa mengucapkan salam, Adam langsung pergi masuk ke dalam kamar mandi.


Nisa yang melihat Adam tergesa-gesa masuk ke kamar mandi pun langsung menghampiri Adam mencari tahu kenapa suaminya itu sampai terburu-buru.


Di dalam kamar mandi Adam muntah-muntah dan memegang perutnya yang terasa mual.


Nisa dengan sigap memijat tengkuk leher suami nya yang sedang memuntahkan isi perutnya.


"Mas kamu sakit? Kamu makan apa sampai muntah-muntah begini?" tanya Nisa panik saat suaminya itu muntah-muntah dan memegang perutnya.


"Gak tahu sayang, mas dari tadi mual begini terus, perut mas juga mual banget dan kepala mas pusing." jawab Adam lemas.


"Kamu masuk angin kali mas, apa kamu tadi telat makan jadi asam lambung kamu naik?" tanya Nisa pada Adam pelan.


"Mas tadi makan kok, cuma sedikit mas mual banget dari tadi pagi memang sudah terasa." tutur Adam memberi tahu.


"Ya udah kamu istirahat aja, ayo aku bantu mas ke tempat tidur!" ajak Nisa pada Adam agar ia beristirahat.


"Mas mau mandi dulu ya atau bersih-bersih badan dulu." ucap Adam.


"Mas kamu gak usah mandi lah kamu lagi sakit, masuk angin nya nanti malah jadi parah kalau kamu mandi." omel Nisa pada Adam penuh perhatian.


"Tapi badan mas lengket banget sayang, mas gak akan bisa tidur kalau badan mas lengket begini." ujar Adam masih kekeh.


"Ya udah aku siapkan air hangat buat kamu ya mas, tapi ingat mandi nya jangan lama-lama ya kamu lagi sakit." ucap Nisa mengingat kan.


"Iya sayang ku... cinta ku... kasih ku..." sahut Adam pelan dan lemas lalu ia melangkah pergi ke kamar mandi dengan langkah yang pelan.


"Kamu ya mas lagi sakit masih aja ngerayu." ucap Nisa dengan menggeleng kan kepalanya lalu mengikuti langkah Adam yang masuk lebih dulu ke kamar mandi.


"Eh mas kamu tunggu aja di luar nanti aku siapkan dulu air hangat nya." ucap Nisa saat melihat Adam menunggu nya di kamar mandi.

__ADS_1


"Mas tunggu disini aja, badan mas lemas kalau harus jalan lagi ke luar." jawab Adam pelan dan lemas.


"Ya sudah kamu tunggu disini ya duduk dulu biar gak pusing." ucap Nisa tanpa menatap Adam yang sedang melihat nya menyiapkan air hangat nya.


"Sudah siap mas air nya, ayo segera mandi ingat jangan lama-lama!" ucap Nisa.


"Iya sayang... Mandiin!" rengek Adam manja.


"Mandi sendiri dong mas..." geram Nisa sebal.


"Ih suami lagi sakit gak ada perhatian nya sih, mas cuma mau di mandiin doang sayang, badan mas lemas banget ini." Adam merajuk dengan gaya balita yang ingin sebuah permen.


Nisa menarik nafas nya. "Iya ok ok."


Setelah mandi selesai, hanya mandi tidak ada hal lain karena Adam sedang sakit tapi kalau tidak sakit tidak tahu lah apa yang terjadi. Nisa menuntun Adam yang sudah selesai memakai baju rumahnya membawa nya ke tempat tidur untuk beristirahat.


"Mas kamu mau makan dulu gak sebelum tidur, supaya perut kamu ke isi dan gak mual lagi." tawar Nisa pada Adam yang sudah merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur


"Aduh mas manja banget sih kamu, aku cubit juga kulit kamu pake gunting kuku!" ancam Nisa gemas melihat Adam yang hari ini sangat manja.


"Ih kamu jahat banget sama suami sendiri, mas cuma mau kamu temani tidur apa salah?" tanya Adam sedikit sebal.


kenapa sih kamu mas hari ini aneh banget, sakit nya cuma masuk angin doang tapi manja nya kayak balita lagi sakit, sabar Nisa... sabar suami kamu lagi sakit, ibadah dan pahala besar yang akan kamu dapatkan kalau melayani seorang suami dengan penuh keikhlasan.


"Bukan salah mas... tapi masa aku ikut tidur juga ini masih sore, mending kamu makan dulu aku temani ya." rayu Nisa mengajak Adam dengan lembut.


"Mas gak nafsu makan sayang." jawabnya masih lemas.


"Aku buat kan minuman jahe aja ya biar perut mas gak begitu mual nanti aku temani kamu tidur." ujar Nisa menawarkan dan di angguki oleh Adam.


Nisa pun dengan segera keluar kamar untuk menyiapkan minuman jahe yang akan di berikan pada suaminya.

__ADS_1


***


Satu Minggu kemudian, Adam yang masih mual-mual dan Nisa juga sudah membawa Adam berobat ke dokter untuk memeriksa dan mengetahui sakit nya Adam kenapa bisa mual dan muntah-muntah masa ia Adam masuk angin setiap hari, itu sangat aneh dan lebih anehnya lagi setelah di periksa oleh dokter dari semua tubuh Adam, dokter mengatakan jika Adam baik-baik saja dan tidak ada penyakit dalam tubuh nya.


Hari ini Nisa sudah meminta ijin untuk bertemu dengan Rahma sahabat nya yang sedang berada di Jakarta, Rahma setelah lulus kuliah dari universitas Jakarta ia langsung melanjutkan pendidikannya di luar negeri secara orang tuanya yang sangat mapan.


Nisa pergi sendiri tanpa di temani Adam karena Adam sedang ada tugas yang tidak bisa di tinggalkan, walaupun Adam perutnya masih terasa mual namun mau tidak mau ia harus pergi bekerja karena sakit nya yang sangat aneh. Nisa pun merasa kasian pada suaminya itu. Setiap hari selama seminggu ini suaminya di pagi hari dan sore hari pasti memuntahkan isi di dalam perut nya.


Saat di sisi jalan Nisa sedang menunggu mobil online yang ia pesan, lumayan lama karena mungkin jam kerja pada pagi itu. "Selamat pagi dengan mba Nisa?" tanya seorang driver saat melihat Nisa sedang menunggu.


"Iya mas." Nisa pun dengan segera masuk saat si driver adalah mobil pesanannya.


Di perjalanan pagi sangat macet dan itu membuat Nisa mendadak sedikit pusing. " Mas saya turun di sini saja, saya mau mampir ke cafe itu dulu." ucap Nisa menunjuk sebuah cafe pada driver.


"Baik mba." sahut driver.


Nisa pun turun dari mobilnya nya itu lalu ia pun masuk ke dalam cafe itu untuk memesan minuman hangat agar kepalanya tidak pusing. Rahma sudah ia chat bahwa dia akan sedikit lama sampai rumah nya.


Saat Nisa selesai membeli minuman nya itu ia pun bergegas pergi dari cafe itu untuk melanjutkan kembali niat nya yang akan bertemu dengan sahabat nya.


Tiba-tiba kepala Nisa terasa pusing sekali dan pandangan nya menjadi gelap dan brug... Nisa terjatuh ia pingsan dan tidak sadarkan diri namun saat Nisa pingsan ada seseorang yang menahan tubuhnya yang akan terjatuh ke lantai.


"Mbak... Mbak..." panggil seseorang itu karena wajah Nisa yang tertutupi oleh kain jilbabnya saat ia pingsan dan orang itu tidak bisa melihat dengan jelas wajah Nisa karena kedua tangannya menahan tubuh Nisa ia jadi tidak bisa membuka kain jilbab yang menutupi bagian wajahnya itu.


Laki-laki itu pun dengan cepat membawa Nisa menduduki tubuh Nisa yang lemas. "Nisa?"gumam Aris saat ia tahu bahwa perempuan yang tak sadarkan diri adalah Nisa.


Aris pun dengan cepat menggendong Nisa untuk ia bawa ke rumah sakit untuk di periksa oleh dokter. "Maaf dia adalah teman saya, saya akan membawa nya kerumah sakit terdekat." ucap Aris memberi tahu pada semua orang yang sedang berkerumun melihat Nisa yang sedang tidak sadarkan diri.


Aris pun membawa Nisa ke dalam mobilnya yang terparkir tidak jauh dari cafe dan segera ia membawa Nisa ke rumah sakit terdekat.


Di dalam mobil Aris terus mencoba memanggil Nisa agar Nisa segera sadar, panik dan khawatir yang terlihat dari wajah Aris saat ini ketika perempuan yang sangat ia cintai tidak sadarkan diri seperti ini.

__ADS_1


Baru saja aku berfikir aku ingin bertemu dengan mu, sudah beberapa bulan ini semenjak aku tahu jika kamu sudah menikah aku mencoba untuk tidak menemui dan tidak berharap bertemu dengan mu lagi, tapi hari ini kita di pertemukan kembali walaupun dalam keadaan kamu tidak sadarkan diri seperti ini, aku mencoba untuk melupakanmu Nisa... tapi semakin aku mencoba untuk melupakanmu semakin sakit hati ini aku rasakan. Tuhan maafkan aku yang penuh dosa ini mencintai perempuan yang sudah memiliki suami tapi rasa ini Kou lah yang berikan kepada ku aku mencoba untuk melepaskan Nisa tapi aku tetap belum bisa.


__ADS_2