
"Dam elu kenapa sih akhir-akhir ini sering gue perhatiin ngelamun terus, apa ada yang elu pikirin? Apa kasus yang sedang kita tangani ini elu belum ada rencana atau ide untuk menjebak mereka?" tanya Satria serius.
"Tidak ada masalah soal kasus yang sedang kita tangani gue udah dapat ide dan rencana bagaimana mereka bisa dengan mudah kita tangkap gue juga udah dapat informasi tempat markas mereka dan keberadaan dimana ketua mereka bersembunyi, nanti elu bilang sama semua tim malam ini kita meeting di markas gue mau bahas soal ini." ujar Adam memerintahkan kepada Satria untuk menyampaikan perintah nya kepada tim anggota nya.
"Terus kalau rencana elu udah ada dan kita tinggal menunggu waktu yang tepat kenapa elu gak semangat gini Dam, ada masalah sama istri elu Nisa?" tanya Satria penasaran masalah apa yang membuat nya tidak bersemangat.
"Keadaan pernikahan gue sama Nisa baik-baik saja tidak masalah, cuma akhir-akhir ini gue merasa kalau gue ingin selalu dekat dengan Nisa dan setiap gue jauh darinya gue selalu kepikiran sama dia." ujar Adam pelan dengan ucapan yang sedih.
"Gue tahu kalau sama istri pasti pengen dekat mulu apalagi elu kan baru nikah masih kehitung lah, tapi kalian jarang ketemu karena tugas elu yang banyak." sahut Satria santai.
"Iya gue tahu dan Nisa sudah mengerti itu, tapi bukan itu yang gue rasa saat ini." ujar Adam masih bingung dengan perasaannya.
"Apa masalah pak Aris tentara yang elu kenal itu dan elu tahu dia memiliki perasaan sama Nisa?" tanya Satria penasaran menatap wajah Adam dengan serius.
Adam mendapat pertanyaan dari Satria seperti itu mengingatkan pada waktu ia tidak sengaja mendengar obrolan antara Aris bersama temannya saat ia sedang berada di sebuah restoran dekat dengan kantor nya.
flash back off
"Eh gue ke toilet dulu ya!" ucap Adam pada Satria dan juga rekan nya, mereka saat ini sedang makan siang di sebuah restoran dekat kantor tempat mereka bekerja.
"Ok" ucap salah satu rekan Adam dan di angguki rekan Adam yang lain nya.
Setelah selesai Adam dari toilet ia melihat Aris teman tentara yang ia kenal sekaligus teman Nisa di saat masa kecil mereka.
Adam berniat untuk menyapa Aris saat melihat nya sedang santai menyantap makan siang nya bersama temannya. Ketika Adam akan mendekat untuk menyapa ia tidak sengaja mendengar obrolan mereka berdua yang membawa nama Nisa istrinya di sebutkan, dengan refleks Adam pun menghentikan langkahnya dan bersembunyi di belakang kursi yang mereka duduki.
"Ris kamu yakin masih ada perasaan sama Nisa, dia kan udah nikah dan kamu juga sudah pernah bilang kalau Nisa sekarang sedang hamil." tanya teman Aris meyakinkan perasaan Aris saat ini.
__ADS_1
"Iya mau bagaimana lagi perasaan gue gak pernah berkurang sama Nisa, dia itu seperti perempuan sempurna di mata gue." ucap Aris mantap.
"Iya kan dia juga sudah nikah masa kamu mau ganggu rumah tangga Nisa dengan suaminya, siapa nama suaminya Nisa itu saya lupa." ujar nya.
"Pak Adam, iptu Adam." jawab Aris santai.
"Iya iptu Adam polisi yang di kenal karena ide nya yang apik dan kecerdikan nya dalam menangani setiap kasus itu kan!" tutur Syamsul menjelaskan.
"Iya, tapi gue gak bakal ganggu hubungan rumah tangga mereka kok karena gue tahu cinta itu tak mesti memiliki." urainya mantap.
"Yakin kamu? Bisa move on dari Nisa?" tanya Syam menatap Aris dengan serius.
"Yakin, walaupun mungkin butuh waktu yang lama." sahut Aris mendesah. "Cinta gue sama Nisa itu dari dulu sebelum Nisa nikah bahkan sebelum kita beranjak dewasa seperti sekarang, jadi gue agak susah untuk melupakan dia."
Adam yang mendengar ucapan Aris yang memiliki perasaan kepada istrinya sangat terkejut dengan pernyataan Aris itu ia tidak menyangka bahwa ada laki-laki lain yang sangat mencintai istrinya, Adam tidak akan rela jika istri nya di cintai oleh orang lain.
Adam mengusap wajahnya gusar merasa ingin marah dan menghajar wajah Aris namun ia tadi mendengar bahwa Aris tidak akan menggangu hubungan rumah tangga Adam bersama Nisa.
"Sorry lama." ucap Adam datar saat Adam kembali pada meja yang temannya itu masih ada di sana.
"Ngapain elu Dam di toilet lama amat, abis buang air apa buang orok elu." ejek Satria pada Adam setelah ia kembali dari toilet.
"Abis buang sial!" celetuk Adam menjawab ejekan Satria yang menyebalkan.
"Sial kenapa elu Dam?" tanya salah satu teman Adam.
"Sial punya teman kayak si Satria!" ejek Adam menyembunyikan kekesalannya tadi saat ia mendengar perkataan Aris.
__ADS_1
"Busyet elu Dam bawa-bawa gue, salah apa aku sama kamu mas Adam..." ucap Satria mendramatisir dengan manjanya.
"Hahaha geli gue lihat elu Sat bang sat!" ejek teman yang lainnya.
Semua yang melihat tingkah Satria yang seperti itu membuat Adam dan teman nya tertawa membuat semua orang yang sedang makan siang disana pun merasa terganggu dan Aris pun bersama Syam ikut melihat ke arah Adam dan para anggota polisi lainnya yang tertawa itu.
"Itu sepertinya pak Adam ya?" tanya Aris pada Syam dan di iyakan oleh Syam. "Kita kesana dulu Syam kita sapa mereka dulu." ajak Aris pada Syam dan di angguki oleh Syam saat mereka sudah selesai makan siangnya dan akan segera pergi dari restoran itu.
Aris dan Syam menghampiri Adam dan rekan nya. "Apa kabar pak Adam? Senang bertemu anda kembali." ucap Aris dengan senyum manisnya.
Adam mendengar Aris yang menyapanya dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman walaupun berat Adam menerima uluran dan sapaan Aris tapi Aris tidak boleh tahu kalau Adam tadi mendengar perbincangan antara Aris dan temannya itu. "Saya baik." jawabnya cepat dan menerima uluran tangan Aris yang mengajak bersalaman.
Setelah memperkenalkan Aris dan rekan Adam serta juga Aris memperkenalkan Syam kepada rekan Adam Aris dan syam pergi dari restoran itu.
flash back on
"Eh Dam elu malah bengong sih gue tanya, aneh deh elu!" ucap Satria kesal karena Adam yang ia tanya malah diam melamun. "Berarti bener ucapan gue waktu elu cerita soal pak Aris dan sekarang elu mikirin itu?"
Adam menghela nafasnya panjang. "Bukan masalah itu juga, kalau masalah itu gue yakin dan percaya sama Nisa dia tidak akan mencintai laki-laki lain selain gue dan gue udah ngerasa banget cinta Nisa besar dan tulus sama gue selama ini. Nisa pasti menjaga kehormatan nya dia bukan perempuan yang suka mempermainkan perasaan." urai Adam meyakinkan hatinya.
"Lalu apa dong yang bikin elu jadi gak semangat begini? Ayo lah Dam cerita sama gue siapa tahu gue bisa bantu." ucapnya sedikit kesal karena Adam tidak kunjung bercerita.
"Lalu... elu sekarang masuk ke dalam kantor bilang sama tim kita agar kumpul di markas sekarang juga gue mau jelasin rencana kita selanjutnya gue udah gak sabar menangkap para penjahat itu." titah Adam dengan tegas pada Satria.
"Ok siap pak!" ucap Satria menghormat pada Adam karena jam tugas akan di mulai Satria pun berubah menjadi formal terhadap Adam sebagai ketua anggota.
Setelah Satria mendapatkan perintah dari Adam Satria pun langsung bergegas pergi untuk memberi tahukan kepada para anggotanya dari tim yang akan ikut menangani kasus bersama Adam.
__ADS_1
Tak lama mereka pun berkumpul di markas tempat mereka merencanakan segala misi mereka agar tidak bocor dan di dengar oleh penjahat itu.
Adam pun dengan cepat memberikan rencananya itu pada tim nya supaya mereka siap menjalani misi ini.