
Setelah wisuda selesai, Nisa akan pulang ke Bandung bersama ibu Andini dan adiknya Dimas, karena seminggu lagi mereka akan mengadakan resepsi disana. Sedangkan Adam masih tinggal di Jakarta karena memang masih bertugas, ia belum bisa untuk cuti jadi, Adam akan mengambil cuti nikah nya ketika hari pernikahan nya akan di laksanakan.
"Nisa kamu serius akan tinggalkan saya disini sendiri?" tanya Adam saat Nisa sedang bersiap-siap membereskan bajunya.
Nisa tersenyum geli melihat Adam merengek tidak mau di tinggalkan. "Mas kita kan akan nikah beberapa hari lagi, aku pulang ke Bandung untuk persiapan pernikahan kita jadi kamu yang sabar ya, sementara ini kita pisah dulu, kamu hati-hati ya saat bertugas." ucap Nisa lembut mengelus lengan Adam yang terhalang baju panjang nya.
"Kenapa kita gak bareng aja pulang ke Bandung nya, kenapa mesti kamu pulang duluan begini!" Adam masih saja belum terima.
"Keluarga kita bilang kalau kita harus di pingit gak boleh bertemu sampai kita ijab kabul nanti dan lagi pula aku kan udah free mas, aku tinggal mempersiapkan diri aku aja untuk pernikahan kita nanti."ucap Nisa menjelaskan.
"Adam kamu apa sih ngikutin Nisa melulu, ingat ya kalian harus di pingit sampai pernikahan kalian, tidak boleh bertemu, tidak boleh teleponan dan tidak boleh video call." titah mama Mel mengingatkan.
"Mah kenapa mesti di pingit segala sih Nisa sama Adam nanti pulang nya bareng aja lah ke Bandung." Adam masih negosiasi.
"Adam kamu itu cuma seminggu aja kok, kamu kan bentar lagi nikah sama Nisa." sahut mama Mel agak kesal pada anaknya.
Adam menghela napas nya berat. "Ya udah lah." pasrah Adam menerima.
Nisa dan ibu Andini hanya tersenyum melihat Adam seperti itu. "Yang sabar ya nak Adam, tenang saja Nisa aman kok di Bandung gak akan melirik laki-laki lain." ibu Andini menjamin itu.
Adam tersenyum malu ke khawatiran nya di sadari oleh ibu mertua nya.
"Iya kamu tenang aja, nanti Nisa akan milik kamu seutuhnya setelah pernikahan kalian selesai dan kamu bisa membawa Nisa kemana pun kamu mau." ucap papa nya Adam dengan santai.
"Tuh dengarkan kamu Adam?" goda mama Mel pada Adam.
***
Hari ini Nisa sudah berada di Bandung bersama keluarga nya, sedangkan orang tua Adam kembali ke kota nya, mereka juga akan mempersiapkan apa yang akan di butuhkan untuk pernikahan anaknya.
__ADS_1
Disini lah Adam sendiri menyepi di kontrakan hanya berbalas pesan pada Nisa saat kerinduan nya melanda.
"Kamu lagi apa, saya kangen kamu Nisa." ucap Adam pada dirinya sendiri saat ia merasa sepi, iya terbiasa dengan adanya Nisa di dekatnya, walaupun ia selalu meninggalkan Nisa saat bertugas tapi ia selalu pulang melihat Nisa saat ia kembali.
"Saya kirim pesan saja ya, penasaran istri ku sedang apa di sana apa dia juga merindukan saya?" batin Adam.
"Assalamualaikum Khumaira ku sayang kamu lagi apa?" pesan Adam yang di kirimkan pada Nisa.
Tring sebuah pesan masuk pada handphone Nisa yang membuat Nisa tersenyum. "Aku lagi bantuin ibu masak mas, siapa tahu hebatnya ibu masak bisa nular ke aku." hihi. pesan terkirim.
Adam tersenyum membuka pesan dari Nisa. "Iya kamu belajar masak dari ibu ya biar aku bisa nyobain masakan kamu nanti." balas Adam.
"Gak janjiπβοΈ" balas Nisa.
"π€πππ" balas Adam geli sendiri.
"Udah ah aku mau bantu ibu dulu π." balas Nisa cuek.
"ππππ€" balas Nisa malu.
***
Seminggu kemudian sebelum sehari pernikahan di laksanakan, Adam dan keluarga nya sudah berada di rumah tantenya yang berada di Bandung, supaya tidak terlambat datang ke acara dan pasti nya Adam dan keluarga bisa istirahat lebih lama.
Acara di adakan di gedung saja karena permintaan Nisa supaya cepat selesai, singkat dan tidak menguras tenaga. Gedung yang di gunakan juga cukup luas, cukup untuk 5000 tamu undangan.
Nisa mengundang teman-teman Nisa tapi paling banyak tamu dari ibunya dan rekan-rekan Adam yang di undang, serta rekan kerja papanya Adam. Adam sangat gugup saat berada di rumah tantenya, sehingga membuat keluarganya menggoda Adam yang terlihat sangat gugup itu.
"Tenang aja Dam jangan gugup gitu, masa ngehadapin penjahat selalu terdepan sedangkan mau nikah malah panik sendiri." goda kerabat Adam.
__ADS_1
"Hapalin tuh ijab qobul nya nanti kalau lupa saya yang gantiin kamu Dam, saya siap kok wong Nisa gadis cantik banget." goda sepupu Adam yang dekat dengannya.
"Sembarangan kamu, mau saya sunat lagi hah." ancam Adam bercanda pada sepupu nya.
"Wih serem dah ancaman kamu Dam bisa habis kalau saya di sunat lagi." ucap sepupu Adam bergidik ngeri.
Adam tersenyum sinis. "Makanya jangan berani-berani sama saya!" ucap Adam sombong.
***
Esok harinya, dimana hari yang telah di tunggu-tunggu oleh pasangan Adam dan Nisa pun di mulai, Adam yang semakin gugup beberapa jam lagi ia akan bertemu dengan Nisa yang selama ini tidak bertemu, rasa rindu dan gugup di hati Adam saat ini tengah di rasakan nya.
Semua rombongan dari keluarga Adam tengah bersiap-siap untuk menghadiri acara pernikahan Adam dan Nisa. Semua menggunakan pakaian adat Sunda yang sudah di sediakan oleh wedding organizer yang sediakan.
Ijab kabul berlangsung khidmat dengan sekali ucap dan dinyatakan sah oleh saksi dan keluarga, kerabat dan undangan, dengan mahar akad nikah seperangkat alat salat dan seperangkat perhiasan.
Salah satu kebesaran Allah SWT itu yakni, menciptakan manusia berpasang-pasangan agar merasa tentram. Namun harus diikat dengan sebuah perkawinan. Berumah tangga agar menemukan Ketentraman hidup. Ini memiliki makna besar, karena hidup itu perlu ketenangan jiwa dan batin kalau sudah tenang maka akan tentram.
Tadi pada akad nikah juga ada menyerahkan mahar. Menyerahkan mahar memiliki makna yang luar biasa jangan hanya jadi pajangan tetapi untuk dipergunakan, seperti seperangkat alat sholat agar dipergunakan agar Allah memberi cahaya dan sinar ketenangan pada rumah tangga tersebut.
Sedangkan Adam setelah ijab kabul telah selesai ia saat ini menggunakan pakaian seragam untuk melakukan pernikahan Tradisi Pedang Pora ini merupakan suatu upacara tradisi yang dilakukan oleh alumni Akademi Kepolisian dalam rangka memberikan doa restu bagi ksatria yang akan bertugas ke medan tugas. Demikian halnya, dalam upacara Tradisi Pedang Pora kali ini, mengandung makna pemberian doa restu keikhlasan dan kebahagiaan segenap Alumni Akpol.
Kegiatan diawali laporan Perwira Upacara kepada Inspektur Upacara. Dilanjutkan dengan laporan Komandan Pedang Pora kepada mempelai pria. Selanjutnya, kedua mempelai berjalan menuju lingkaran pedang pora, melewati pasukan dengan pedang terhunus. Dengan terhunusnya pedang yang dilalui menunjukkan kesiapan sang Perwira beserta Bhayangkarinya untuk menghadapi tugas-tugas suci dalam pengabdian kepada bangsa dan negara.
Usai pelaksanaan Tradisi Pedang Pora, acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama sejumlah tamu undangan dengan kedua mempelai.
Adam saat ini tak henti-hentinya tersenyum karena ia begitu bahagia dan tenang, mendapatkan Nisa adalah suatu anugerah terindah yang sangat ia syukuri. Tak henti-hentinya juga Adam melirik Nisa yang begitu sempurna di mata nya, Nisa yang begitu sangat cantik dan berbeda saat ini membuat Adam semakin terpesona dengan kecantikan gadis yang sekarang sudah sah menjadi istrinya itu.
Semua para tamu pun ikut merasakan bahagia dan iri melihat pernikahan antara Adam dan Nisa, pasalnya mereka pasangan yang sangat serasi, Adam yang tampan rupawan dan gagah membuat para wanita yang hadir disana mengaguminya sedangkan Nisa yang memakai gaun pernikahan yang sangat cantik bak seorang putri bersanding dengan Adam membuat pernikahan mereka begitu terlihat sempurna.
__ADS_1
Tamu undangan begitu banyak sehingga Adam dan Nisa tidak bisa untuk menyalami semua para tamu undangan, dengan waktu yang sangat singkat pula mereka pun hanya bisa tersenyum dan berterima kasih melihat para tamu yang datang. Terlihat juga disana kedua sahabatnya yang sudah datang dari kemarin sebelum acara resepsi di mulai.